Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
99. Extra Part 4.


__ADS_3


Extra part 4.



Lagi lagi andre memeluk sang istri, kembali mengusap perut Bella, bahkan mengecup perut buncit tersebut, kemudian beralih mengecup kening Bella dengan sayang.


“Tiduran lagi yah, sini sambil aku usap punggung kamu,” Andre memiringkan tubuh Bella, masih duduk di kursi, ia mulai kembali mengusap perut Bella.


“Aaaaaahhhh … ini semakin sakit,” pekik bella, ia merasakan perutnya semakin kencang, disusul kemudian ada cairan yang merembes keluar dari jalan lahirnya.


Andre segera berlari keluar memanggil dokter Stevi.


Dokter Stevi dan beberapa perawat, yang sudah siaga, segera bersiap memakai baju pelapis dan sarung tangan Steril, Bella kembali merasakan nyeri hebat.


Andre kembali ke posisi semula di sisi bella, sementara dokter Stevi sudah bersiap di posisinya menghadap jalan lahir, “baik mommy, mari kita bersiap menyambut si kembar, ikuti aba aba saya yah.” kata dokter Stevi yang mulai membimbing persalinan, setelah memastikan jalan lahir sudah terbuka lengkap.


Bella mengangguk paham, “kamu bisa sayang, ayo kita lalui ini semua, dan buat aku semakin jatuh cinta padamu.” 


Akhirnya pecah juga tangis Andre, ia sungguh tak tahan melihat Bella yang memekik kesakitan, Bella menggenggam dengan erat tangan Andre, bahkan menancapkan kuku kuku nya sebagai bentuk pelampiasan rasa sakit, dan Andre sama sekali tak keberatan, melihat istrinya berjuang dengan rasa sakit yang semakin hebat, membuat Andre seolah mati rasa dengan kesakitan yang kini mendera tangannya, mulutnya terus komat kamit melafalkan doa dan harapan agar istrinya bisa melalui ini semua dengan baik.


“Ayo mommy … tarik nafas dari hidung, dan hembuskan dari mulut, perlahan saja, rileks dulu,” Dokter Stevi memberi instruksi ketika kontraksi Bella reda.


“Sakit lagi dok.” pekik Bella.


“Baik mommy, mulai dorong lagi, di hitungan ketiga yah, satu … dua … tiga….” usai Hitungan ketiga Bella segera mendorong dengan kuat.

__ADS_1


Andre yang hanya jadi penonton kini mulai berkeringat, ia pun nyaris tak bernafas ketika Bella mulai mengejan.


“Bagus mommy, sedikit lagi … kepala bayi pertama sudah terlihat,”


Bella menarik nafas kembali, sebelum rasa sakit itu datang lagi. 


Dan ketika rasa sakit kembali datang, Bella mengejan dengan kuat, dan … 


Bayi pertama keluar dengan selamat.


“Selamat mommy daddy bayi pertama sudah keluar.” dokter segera membersihkan jalan nafas bayi, agar bayi bisa menarik nafas untuk pertama kalinya.


Usai pertolongan pertama berhasil, lengkingan suara bayi menggema di dalam ruangan, barulah dokter memotong tali pusar sang bayi.


Andre menciumi wajah Bella, “dengar sayang, itu anak pertama kita, kuat sekali suara tangis nya.”


“Dok ini sakit sekali.” keluh Bella.


“Iya sebentar mommy, yang ini bahkan kantung ketubannya belum pecah. akan saya pecahkan dulu agar ia bisa segera keluar,”


Beberapa saat kemudian Bella kembali merasakan ada cairan merembes dari jalan lahirnya.


“Okey … ayo mommy, dorong lagi ….” dokter Stevi kembali memberikan instruksi.


Gelombang rasa sakit kembali menyerang Bella, dan kali ini hanya dalam satu kali mengejan Bella berhasil melahirkan bayi kedua.


“Waaahhh selamat mommy … terima kasih sudah berusaha dan bersabar dengan baik.” puji sang dokter ketika Bella berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat.

__ADS_1


Sungguh mengagumkan, rasa sakit yang sejak tadi menderanya, kini musnah, sirna begitu saja berganti dengan bahagia tak terkira.


Kini Andre tak hanya menangis tapi ia juga tertawa bahagia, sambil memeluk dan mencium wajah Bella yang nampak ratusan kali lebih cantik dibandingkan hari hari biasa. 


Perawat yang sudah menyelesaikan tugasnya, kini menyerahkan kedua bayi tersebut pada kedua orang tuanya, “silahkan tuan, ini yang pertama, sempurna dan sangat tampan seperti anda.” 


Kedua tangan Andre gemetar hebat, kedua matanya berkabut, ini pertama kalinya bagi Andre menimang bayinya sendiri, ada rasa tak biasa, berdebar, bahkan takut, bayi rapuh ini akan patah jika ia salah bergerak. 


“Hai Dean, ini daddy …” Andre mencium sayang bayi kecil yang masih menangis tersebut, kemudian memperlihatkan pada Bella, “lihat ini mommy,” Andre menyerahkan Dean ke pelukan Bella, senada dengan Andre, Bella pun menghujani bayi tersebut dengan ciuman sayangya.


“Ini bayi kedua tuan, lengkap, dan lagi lagi ingin saya bawa pulang, karena tampan sekali.” perawat itu tak dapat membendung perasaannya.


Andre pun ikut tersenyum mendengar pernyataan perawat tersebut, “hai Danesh … ini daddy sayang,” berbeda dengan Dean yang masih menangis, Danesh langsung diam, ketika berpindah ke pelukan Andre.


Andre membawa Danesh mendekat pada Bella dan Dean, “lihat … ini mommy dan Dean saudara tertua mu.” bisik Andre di telinga Danesh.


Dengan kedua tangannya Bella memeluk Dean dan Danesh, ia menangis haru menatap kedua putra tampannya.


“Rasa sakit ku tak sia sia bukan?” 


“Iya sayang, terima kasih sudah melahirkan para pria tampan ini untukku,” ucap Andre haru.


Bella balas mengangguk setengah terpejam, ia baru saja melewati fase antara hidup dan mati, begitu luar biasanya perjuangan seorang wanita , demi mendapatkan gelar sebagai ibu.


Dokter Stevie berdiri dan membuang sarung tangannya, tak lupa melepas baju pelindung nya juga, “selamat Tuan dan nyonya Geraldy, saya sangat bahagia bisa membantu persalinan sang calon pewaris Twenty Five Hotel dan Willian Medical Center.”


“Terima kasih juga atas bantuannya dok, anda sangat berjasa bagi kami.” Andre menjabat tangan dokter Stevi, kemudian kembali menghampiri bayi bayinya yang kini mulai meng**hisap Air yang akan menopang hidupnya enam bulan kedepan. 

__ADS_1


__ADS_2