
93.
Isak tangis pilu masih terdengar, Andre memeluk erat jasad wanita yang sangat ia cintai, tak rela bahkan tak yakin jika semua ini adalah nyata adanya, masih bertanya tanya tentang takdir cintanya, yang ternyata tak berlangsung lama.
Dingin dan sunyi tiba menyergapi hatinya, tak ada lagi bayangan senyuman di masa depannya, tak ada lagi mimpi mimpi indah untuk menghabiskan hari harinya bersama wanita yang ia cinta, semuanya berakhir, seolah direnggut dengan paksa oleh suratan takdir.
Jasad Bella di bawa ke rumah duka beberapa jam kemudian, bahkan seluruh keluarga Geraldy tanpa terkecuali sudah datang ke Singapura, serangkaian kejadian berlangsung cepat, bahkan semuanya masih merasa bahwa ini hanyalah mimpi buruk di siang hari, dan berharap ketika bangun, semuanya akan baik baik saja.
Duka ini bukan hanya Andre yang merasakan, tapi seluruh keluarga Geraldy juga merasakannya, bahkan kedua orang tua Bella masih belum percaya dengan semua yang terjadi, tiba tiba mereka mendapat kabar bahwa mereka sudah kehilangan putri kesayangan mereka.
Bahkan seisi rumah sakit pun terkejut manakala mendengar berita duka ini.
Masih mengenakan pakaian serba hitam, Andre mendatangi bayi bayinya, setidaknya ia harus bertahan demi mereka, kini mereka hanyalah para pria tanpa ada seorang wanita yang mendampingi.
Andre berbicara di antara kedua inkubator anak anaknya, "jagoan jagoan daddy, maaf yah … daddy tinggal sebentar, bukan daddy tidak sayang kalian, tapi daddy harus mengantar mommy ke tempat peristirahatan terakhir nya," sekuat tenaga Andre menahan agar air matanya tak keluar. "Baik baik di sini bersama aunty perawat yah, daddy janji akan segera kembali." Andre melambaikan kedua tangannya, seolah mengerti perkataan Andre, kedua bayi merah itu menangis keras ketika daddy mereka berjalan menjauh.
__ADS_1
😭😭
Andre kembali mempercayakan kedua putranya pada perawat untuk menjaga anak anaknya, bukannya tak sayang, tapi tubuhnya hanya satu dan tak mungkin dibagi.
Andre menaiki Ambulance yang sudah berisi peti jenazah sang istri, sepanjang jalan menuju pemakaman Andre hanya menempelkan dahinya di atas peti, tak sanggup lagi berkata apa apa, hanya air mata yang terus mengalir mengiringi kesedihan hati nya.
Sesampainya di pemakaman, langit cerah berselimutkan awan pekat, seolah memayungi tiap insan yang sedang berkubang duka.
Andre menatap masing masing orang yang menghadiri pemakaman sang istri, tak ada sedikitpun perkataan yang terucap, bahkan senyum pun seolah menghilang begitu saja, mengiringi duka karena kehilangan, putri, menantu, bahkan saudara perempuan dan sahabat terkasih.
Ketika Petugas Ambulance hendak menurunkan peti Jenazah, Andre mencegahnya, ia dan Kevin ingin ikut ambil bagian, keduanya berjalan di barisan depan membawa peti jenazah menuju liang lahat, sebelum akhirnya liang di tutup dengan tanah.
Peti jenazah di buka untuk terakhir kali demi memberi kesempatan pada keluarga dekat untuk berpamitan.
Andre mendapat kesempatan pertama, "sayang ku, terlalu singkat kau hadir dalam hidupku, tak kusangka hadirmu mampu mengubah warna hidupku, yakinlah cintaku akan menyertaimu selalu, walau akhirnya kamu kembali ke pelukan tuhan, tunggulah aku di sana, karena aku masih harus bertahan demi anak anak kita, aku berjanji akan membesarkan mereka hingga menjadi pria pria tangguh, penyayang dan bertanggung jawab, aku mencintaimu… selalu." Andre mengakhiri kalimatnya, sebuah kecupan di bibir ia berikan walau yakin kecupan itu tak kan lagi berbalas, setidak nya itu sebagai bentuk hadiah terakhirnya untuk sang istri.
__ADS_1
Andre menyingkir guna memberi kesempatan pada mommy Felicia dan daddy Brandon untuk berpamitan, sepasang orang tua yang kehilangan putri berharga mereka, keduanya menangis bersama.
"Putriku, tahukah kamu betapa hancur perasaan mommy, jika bisa, ingin rasanya mommy bertukar tempat denganmu, kehadiranmu memberi warna tersendiri dalam hidup kami yang semula sepi, dan kini kami harus merelakan engkau pergi mendahului kami." Daddy Brandon mengusap punggung istrinya, hatinya pun ikut hancur berkeping-keping.
"Daddy adalah orang pertama yang memeluk mu, bahkan mengajarimu berjalan dan bersepeda, daddy berikan yang terbaik untukmu, dan kini, percayalah nak, kami juga akan menjaga anak anakmu dengan baik, menyayangi mereka, sebesar kasih sayang kami padamu, bahkan lebih, beristirahat lah dengan tenang, daddy sangat menyayangimu." Senada dengan Andre daddy Brandon pun menghadiahkan ciuman terakhirnya untuk putri kesayangan nya.
Sementara mommy Stella bahkan tak sanggup berkata, ia hanya menangis memeluk daddy Alex, gadis kecil ceria kawan baik sang putra, kini terbaring dalam diam, bahkan ia tak sanggup berpamitan pada menantunya tersebut, terlalu banyak kata yang ingin ia sampaikan, tapi tak mampu ia ucapkan.
Emira dan Gadisya pun demikian, mereka hanya bisa menangis saling berpelukan, dalam satu waktu kehilangan sahabat sekaligus saudara ipar terbaik.
Peti jenazah kembali ditutup dan dikunci dengan plat besi, sebelum akhirnya diturunkan ke liang lahat.
Rintik hujan tiba tiba turun mengiringi kepergian Bella, Andre mendongak menatap angkasa, seakan akan tengah melihat Bella sedang melambai ke arahnya.
Bahkan bayangan Bella kala mereka masih remaja kembali melintas, gadis berambut ikal dengan mata hijau safir itu sering membantunya belajar, bahkan dengan suka rela memberikan bekal sekolah padanya, dan ketika dewasa pun ia tetap lah kawan yang ramai dan menyenangkan.
__ADS_1
😭🤧