
54.
Andre berjalan menuju kamar, tepat seperti dugaannya Bella sedang di tempat tidur, tapi Andre melihat keanehan, Bella berbaring meringkuk, pundak dan bahu nya bergetar, isak tangis lirih terdengar menyayat di telinganya, seketika ia berlari mendekat, dan benar saja, wajah cantik itu, nampak bersimbah keringat, dan pucat pasi, sementara kedua tangannya memeluk perutnya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Andre khawatir.
Bella tak sanggup menjawab, ia hanya menggeleng lemah.
Dengan sigap Andre mengeluarkan ponsel dari saku celana nya, "Sherin … siapkan mobil sekarang, Cepaaaaat !!! Ini darurat," sentak nya keras.
Tak menunggu jawaban Sherin, Andre melempar ponselnya begitu saja ke kasur, dan kembali menghampiri Bella.
"Sakit sekali?"
Bella mengangguk lemah.
"Mana yang sakit?" Bisik nya, walau bergetar, tangannya menyingkap anak rambut yang menutupi wajah istrinya.
Bella menunjuk perutnya, "apa setiap datang bulan selalu seperti ini?"
Bella mengangguk lagi, "tapi … hari ini … lebih sakit … dari biasanya," susah payah Bella menjawab.
"Tunggulah sebentar, Sherin sedang menyiapkan mobil, aku akan membawamu ke rumah sakit."
Bella mengangguk, kini Andre ikut mengusap perut sang istri, bahkan salah satu tangannya sudah digenggam erat oleh Bella, Andre gemetar ketakutan kilasan memori ketika melihat mommy Setelah Melahirkan di pesawat seakan kembali berputar, saat itu kondisi mommy Stella tak jauh berbeda dengan kondisi Bella saat ini, saat itu pun daddy Alex dengan setia memegang tangan mommy nya, bahkan mengusap perutnya, membisikkan kata kata cinta yang menghanyutkan perasaan, tapi kini ketika ia sendiri berhadapan dengan situasi yang sama, tapi keadaan berbeda, ia hanya mampu ikut menangis, tanpa tahu bagaimanakah caranya agar Bella tak lagi merasakan kesakitan.
Tak lama terdengar suara pintu diketuk, Andre berjalan cepat menuju pintu, "mobil dan sopir sudah siap Bos,"
"Bagus, untuk berjaga jaga dari kemungkinan terburuk, aku ingin pesawat pribadi standby di Ngurah Rai."
"Helikopter?"
"Good … segera siapkan."
"Baik bos, akan saya urus sekarang juga."
Andre kembali ke kamar, Bella masih dalam posisi berbaring, Andre segera menggendong sang istri menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Sherin.
"Sherin, tolong bereskan juga barang barang kami."
"Baik bos,"
__ADS_1
Setelah berada di mobil, Andre masih memeluk Bella, sesekali terdengar rintih kesakitan dari bibirnya, Andre sungguh tak tega melihat istrinya yang tengah kesakitan.
"R3m4s saja tanganku, jika itu bisa mengurangi rasa sakit mu," bisik Andre, seraya mengusap kepala Bella. "Pak Udin, tolong cepat sedikit."
"Baik bos," jawab pak Udin, ia pun menaikkan kecepatan mobilnya.
Dua Puluh menit kemudian, mobil tiba di rumah sakit XX.
Andre segera membawa Bella ke instalasi gawat darurat, "dokter tolong istri saya dok…" teriak Andre.
Seorang dokter wanita yang sedang berada di meja perawat segera berdiri, "silahkan tuan, di sebelah sini," dokter yang terhitung masih muda tersebut menunjuk, sebuah brankar kosong, tempat untuk melakukan pertolongan.
Dokter tersebut segera mengeluarkan stetoskop nya, "keluhannya apa tuan?"
"Istriku kesakitan di area perut dan pinggul nya dok,"
"Benar begitu bu?" Tanya dokter tersebut memastikannya.
Bella hanya mengangguk lemah, ia sudah terlalu las untuk berbicara.
"Apa disertai pusing dan mual juga?"
Dokter memeriksa area perut, "agak kembung juga, apa istri anda juga kebetulan sedang datang bulan?"
"Iya dok, apalah memang seorang wanita selalu kesakitan seperti ini ketika datang bulan?"
"Sebaiknya kita bicara di luar tuan," dokter membawa Andre sedikit menjauh dari Bella. "Ada beberapa, ada yang ringan, berat dan ekstrim, jika sakitnya sudah ekstrim seperti yang dialami istri anda, kemungkinan ada masalah lain di area rahim nya."
Jedeeeeerrr…
Sekujur tubuh Andre terasa lemas, ia nyaris tak bisa berdiri tegak di tempatnya, berbagai macam pikiran buruk mulai menghampiri nya.
"Ini baru kecurigaan saja tuan, untuk lebih jelasnya, saya sarankan anda menemui seorang Ginekologi, beliau akan membantu anda memastikan kondisi istri anda."
"Baiklah, apakah hari ini ada jadwal dokter bagian Ginekologi?"
"Kami mohon maaf tuan, dokter Ginekologi kami sedang ada seminar di luar kota, sementara dokter pengganti juga belum ada, saya akan merujuk anda ke rumah sakit lain."
Rasanya Andre ingin membakar rumah sakit yang saat ini ia datangi, bagaimana mungkin rumah sakit sebesar ini, hanya memiliki Satu dokter Ginekologi. "Saya bawa istri saya ke jakarta saja dok, tolong buat surat pengantar nya."
"Baik tuan akan saya siapkan."
__ADS_1
"Dokter, bisakah anda memberikan pereda nyeri atau apa saja untuk istri saya, saya tak tega melihatnya kesakitan,"
"Baik tuan, tapi mungkin tak akan bertahan lama, hanya sekitar dua atau tiga jam saja efek nya."
"Tak masalah dok,"
Dokter tersebut mengangguk lalu pergi menyiapkan apa yang Andre minta.
.
.
.
.
.
Thor … ada apa ada apa? 🤓😁 Sabar yes … 🤭
.
.
.
.
.
Sudah senin lagi niiihh … Ayo … seperti biasa, othor palak kalian, jangan pelit like komen dan vote laaah … bahkan kembang dan kopi, othor kalian tetaplah manusia biasa yang perlu dukungan dan semangat dari kalian agar terus konsisten 2 bab di week day 🤧
.
.
.
.
Sarangeeeeee 💟❤️
__ADS_1