
Extra Part 2.
Tepat sebelum Andre membukakan pintu mobil untuk sang istri, tiba tiba Bella meringis memegangi perut nya.
"Aduh …" keluh Bella yang tangannya masih di genggam oleh sang suami.
"Kenapa? Sakit?"
"Iya … sepertinya kram." Jawab Bella sambil menarik dan membuang nafasnya perlahan.
Andre pun ikut mengusap perut sang istri, "anak anak daddy … kalian yang pintar yah, jangan bikin mommy susah dan kesakitan." Andre mendaratkan dua kali kecupan di perut istrinya, sama seperti kebiasaan Kevin yang memberikan tiga kali kecupan selama Gadisya mengandung si kembar.
Beberapa saat kemudian, wajah Bella kembali rileks.
"Sudah reda kram nya?" Tanya Andre.
Bella mengangguk lalu memastikan Bella duduk dengan nyaman di mobil. "Langsung pulang ke Jakarta, atau mau menginap di rumah mommy dan daddy?"
"Kita mampir saja, tidak menginap, sepertinya para jagoan rindu masakan grandma,"
Andre tersenyum, "baiklah … kita kerumah Daddy Brandon," ujar Andre pada jack, pria yang biasa menjadi sopirnya ketika ia di Singapura.
"Baik tuan." Jawab Jack sopan.
Sepanjang jalan Andre terus mengusap perut Bella, bahkan sangat menikmati, karena sepanjang dielus, anak anaknya terus bergerak, membuatnya sangat bahagia, bahkan berkali kali mencium perut bulat sang istri.
"Hentikan … gerakan mereka membuatku tak nyaman," pinta Bella, jika hanya satu anak, mungkin rasanya tak seberapa, tapi ketika ada dua janin gerakan mereka menjelang persalinan jadi semakin aktif, hingga beberapa kali Bella meringis.
"Maaf sayang, apa gerakan mereka membuatmu kesakitan?"
Bella mengangguk, "mereka aktif luar biasa …" jawab Bella.
"Terima kasih, sudah mau bersusah payah mengandung anak anakku …"
Cup
Andre mengecup hidung Bella.
Bella tersipu, perlakuan suaminya sungguh mengandung banyak gula, hingga wajah Bella semakin merona.
__ADS_1
"Aduh …" keluh Bella.
Kali ini Bella merasakan nyeri di sekitar perut dan pinggang nya.
"Kram lagi?"
Bella meringis menahan sakit, "apa twins ingin lahir hari ini?" Bisik Bella.
"Tidak mungkin sayang, Gadisya bilang baru dua minggu kedepan perkiraan lahirnya." Jawab Andre panik.
"Jack … kita ke rumah sakit sekarang!!." Perintah Andre.
"Baik tuan."
"Tapi sayang, aku mau kerumah mommy."
"Nanti kita bisa kesana, tapi … sebelumnya kita pastikan kondisimu dahulu." Kepanikan Andre kini bercampur rasa kesal, disaat ia mengkhawatirkan kondisi Bella, Bella justru dengan santai nya ingin tetap melanjutkan niat nya ke rumah Mommy Felicia.
"Gak papa, ayo kerumah mommy dulu, sekarang sakitnya ilang lagi." Bella menjawab dengan pandangan rileks, tak nampak lagi wajah meringis menahan sakit.
"Kamu yakin?"
"Yakin sekali …" jawab Bella mantap.
"Tapi tuan, saya takut terjadi apa apa pada nyonya, tadi saja sudah dua kali merasa sakit." Bantah Jack.
"Tidak papa Jack, ada aku," jawab Andre menenangkan Jack yang panik.
Tapi didasar hatinya, Jack sungguh ketakutan, walau belum pernah menikah apalagi menemani istri yang mau melahirkan, tapi mendengar cerita dari orang orang bahwa membawa mobil berisi wanita yang sedang kontraksi itu sungguh pengalaman menegangkan, deg deg an nya seratus kali lebih parah dari pada pertama kali membawa mobil sendiri ke jalan raya.
Mobil kembali melaju, kali ini ke arah berlawanan dengan rumah sakit, bahkan beberapa kali Bella meminta berhenti cafe dan food shop untuk membeli camilan, banyak camilan ia beli, Andre sendiri sampai tak sanggup lagi memakannya, karena Bella tiba tiba berhenti makan, padahal masih tersisa, dan suaminya pula yang bertugas menghabiskannya.
"Lapar atau doyan sayang?" Gurau Andre, ketika melihat Bella seperti tidak bertemu makanan selama seminggu.
Andre tertawa lebar, "maaf sayang … sepertinya mereka tahu jika kita sedang berada di tanah kelahiranku, karena itulah dia ingin makan banyak selagi kita di Singapura." Bella kembali memasukkan makanan ke mulutnya.
Melihat Bella begitu nikmat mengunyah makanannya membuat Andre ingin segera melahap bibir sexy yang tak henti bergerak tersebut, kini hal itu memang memang menjadi kebiasaan Andre, sungguh menggemaskan melihat Bella mengunyah makanan, hingga tak jarang mereka berakhir dengan saling menautkan bibir.
Sayangnya hal itu urung Andre lakukan karena ada Jack di antara mereka.
Andre kembali mengusap perut Bella, "benar begitu anak anak?"
Tanya Andre pada anak anak nya, dan ia pun mendapat hadiah sebuah tendangan.
__ADS_1
"Tuh kan … apa ku bilang, mereka tahu kita sedang di Singapura." Jawab Bella bangga.
"Nak … apa kalian juga mau lahir di Singapura?" Tanya Andre iseng.
Tak disangka Bella kembali mengeluh kesakitan, padahal jarak mereka sudah dekat dengan rumah kedua orang tua Bella.
"aaaaaahhh …"
"Sakit lagi?" Tanya Andre panik.
"Iya … kali ini lebih sakit dari yang sebelumnya." Keluh Bella.
"Jack …"
"Iya tuan, saya mengerti." Jawab Jack sebelum Andre menyelesaikan kalimatnya, padahal dalam hatinya, Jack sedang memaki atasannya, karena terlalu memanjakan istrinya, padahal tahu jika istrinya sedang mengalami kontraksi menjelang persalinan.
"Kamu sih pake tanya tanya segala, coba kalau kamu gak tanya, mereka mungkin akan bersabar hingga kita kembali ke Jakarta."
"Yah, kok aku yang salah sih …" Andre menggaruk kepalanya yang tak gatal, tapi ia mengalah demi sang istri yang sedang kesakitan karena mengandung anak anaknya.
"Sakit sekali …" Bella mengeluh, jari jari tangannya mulai menancap di lengan Andre, tapi Andre hanya diam, ia rela asalkan itu bisa mengurangi rasa sakit yang dialami sang istri.
"Iya sayang, aku tahu, pasti sakit sekali." Andre mengusap dan membelai kepala Bella, "Jack … cepatlah, kenapa mobilnya jadi berjalan seperti siput?" Maki Andre yang mulai panik mendengar keluk kesakitan Bella.
"Iya tuan, kita sudah di jalur cepat, dan saya sudah berjalan dengan kecepatan diatas 200km/jam." Jack tak ingin salahkan.
Bella mengusap lengan suaminya, "jangan marah marah, lebih baik usap saja mereka," Bella membawa lengan Andre ke perutnya. "Sepertinya mereka sedikit lebih tenang jika daddy yang mengusap nya."
"Benarkah," kedua mata sang calon daddy itu berbinar, tangan besarnya kembali mengusap usap sayang perut istrinya, guna menenangkan kedua anak nya. "Bersabar ya nak, sebentar lagi kita sampai rumah sakit kakek buyut Kenzo William, apa kalian tahu, kakek buyut kalian adalah dokter yang hebat, seperti oma Stella, bibi Gadisya dan paman Kevin." Andre berceloteh mengajak kedua anaknya berbicara.
Perjalanan berakhir di lobi Emergency Room.
Para petugas medis menyambut mereka, bahkan dokter Jimmy terkejut melihat kedatangan nya.
"And?"
"Uncle … tolong, sepertinya istriku akan melahirkan."
Dokter Jimmy mengangguk paham, ia segera memerintahkan anak buahnya membawa Bella ke ruang persalinan.
Cicit dari pemilik rumah sakit anak lahir ke dunia, maka seluruh petugas medis bersiap melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan bayi tersebut.
Dan Andre menjadi semakin tegang, lagi lagi mimpinya memberi petunjuk, sejujurnya ia tak terkejut jika anak anak nya lahir saat ini, ia sangat bersyukur, karena kecelakaan yang Andre takutkan, tidak menjadi kenyataan.
__ADS_1