
46.
“Aaaaarrrrggghhhh …” Mely berteriak marah di dalam kamarnya, ia datang ke Bali untuk pemotretan, dan kebetulan sekali Brad sedang berada di Bali, jadi rencana awal mereka adalah, ingin diam diam bertemu tanpa sepengetahuan Linda, tapi sungguh mengejutkan, mely justru melihat pemandangan yang tak di sangka sangka, rasanya ingin sekali ia menjambak dan menampar wanita yang berani berani bermesraan dengan Andre.
Mely tak terima, selama bertahun tahun ia merindukan belain Andre diatas ranjang, tapi pria itu tak pernah bersedia memberikan yang dia inginkan, jadilah Mely mencari belaian pria lain, tapi kini? sungguh munafik sekali mantan kekasihnya tersebut, ‘rupanya patah hati telah membuat prinsipnya berubah,’ pikir Mely, tapi kenapa bukan aku? kenapa harus wanita lain yang mendapatkan belaian? sementara dirinya terpaksa mendapatkan kehangatan ranjang dari pria lain.
ting
Terdengar suara notifikasi pesan dari ponselnya, dan mely jadi semakin marah manakala membaca isi pesan tersebut, malam ini Brad tak bisa menemuinya, karena ia sudah berjanji akan menghabiskan waktu nya bersama sang anak.
“Aaaaaaaaaarrgggghhhh …” Mely semakin marah, hingga ponselnya menjadi korban kemarahannya, benda pipih tak berdosa tersebut kini tergeletak mengenaskan di sudut ruangan usai menghantam dinding.
*
*
*
Bella berdiri mematung di depan cermin panjang di hadapannya, gaun umbrella berwarna hitam dengan gradasi putih di bagian bawah nampak melekat manis di tubuhnya, karena rambutnya tak terlalu panjang, Bella hanya menyematkan aksesoris pada jepit rambutnya, “apa ini terlalu sederhana?” Bella bermonolog.
“Tentu saja, bagaimana mungkin istriku menemaniku menghadiri pesta, tapi tak ada satu pun perhiasan yang melekat di tubuhnya,” dari belakang Andre menjawab pertanyaan Bella, pria itu sudah rapi dengan tuxedo nya, tampan dan wangi seperti hari hari biasanya, ia membawa sekotak perhiasan ditangannya.
“Pakai ini,” pinta Andre.
Bella terkejut, kemudan membekap mulutnya sendiri.
“kenapa terkejut begitu?”
Rasanya Bella ingin menangis keras, karena di hadapannya kini, suaminya tengah memintanya memakai perhiasan hasil rancangannya, perhiasan seri ‘Cinta Pertama’, kala itu Jewelry Star hanya membuat tiga seri saja, dan kesemuanya terjual dengan harga fantastis, selain eksklusif, kalung, gelang dan antingnya memang bertahtahkn berlian murni, maka tak heran jika Jewelry Star, mendapat keuntungan besar hanya dengan menjual tiga seri saja, tentunya saat itu pun, Bella mendapatkan bonus besar, karena desainnya yang terpilih.
“Seingatku, perhiasan ini dibeli oleh model asal Perancis, kemudian Linda Huang, dan …seseorang yang tak ingin identitasnya diketahui,” bibir Bella bergetar karena kini ia tahu siapakah si pembeli misterius tersebut.
“Saat itu, aku sudah kehabisan cara, aku benar benar kacau tanpamu, bahkan nyaris putus asa karena tak bisa mendekatimu, hatiku hancur berkeping keping ketika kamu mengantarkan undangan pernikahanmu ke kediaman orang tuaku, aku marah karena ternyata kamu benar benar menyerah menghadapi sikapku, aku tak terima karena ada pria lain yang menggantikan tempatku, karena itulah aku diam diam meminta nona Betty membeli seri Cinta Pertama untukku, setidaknya aku merasa berdekatan denganmu," Andre memasang kalung ke leher Bella, kemudian mengecup kening wanita nya tersebut, "aku mohon, apapun yang terjadi jangan pernah lagi meninggalkanku.”
"Bukan aku yang meninggalkanmu, tapi kamu yang tak pernah melihat keberadaan ku," balas Bella dengan mata berkaca kaca.
“Kalau begitu, maukah kamu memaafkan aku?”
Bella mengangguk cepat, yah Bella rasa kini hatinya sudah kembali melunak, seiring waktu berjalan, Jonathan memang pernah hadir di hidupnya, tapi ternyata Tuhan tak pernah menakdirkan pernikahannya dengan Jonathan, dan ternyata Tuhan membawa kembali cinta pertamanya, walau ia masih ragu akan perasaannya kini, tapi Bella yakin suatu saat cinta akan segera hadir dalam pernikahannya.
__ADS_1
“Ayo … acara akan segera di mulai,” Andre menggenggam erat tangan Bella, “selama acara berlangsung, jangan pernah menjauh dariku.
“Kalau aku haus bagaimana?”
“Aku akan menemanimu mengambil minum.”
Obrolan dan ejekan santai saling mereka lemparkan sepanjang langkah mereka menuju aula tempat acara di adakan, terdengar mesra walau bukan rayuan manja, mengalun secara alami seperti sudah terprogram dalam otak mereka.
Lagi lagi Mely di buat cemburu melihat adegan tersebut, tapi ia tak berani menampakkan diri, karena ia memang bukan termasuk dalam salah satu tamu undangan.
Kehadiran sepasang pengantin baru tersebut, langsung menarik perhatian, Andre semakin mengeratkan genggaman tangannya, bahkan tanpa segan memeluk pinggang istrinya, tertawa sangat lepas diantara para relasi bisnis yang menggodanya, karena diam diam sudah menikah tanpa mengadakan pesta meriah.
“Bagaimana sayang, apa kita masih perlu mengadakan pesta?”
Bella tertegun sesaat, mendengar panggilan baru yang masih terasa sangat asing di telinganya. “Entah, menurutmu bagaimana?” Bella balik bertanya.
“Anda bisa dengar, kami bahkan belum bersepakat untuk mengadakan pesta, tapi sangat bersemangat untuk kembali mengulang bulan madu.”
“wa hahahaha …” sontak saja tawa keras menggema, sementara Bella di buat merona malu, tapi hatinya berbunga bunga.
Sesaat kemudian acara inti di mulai, Linda Huang selaku pewaris tunggal Huang Corp, naik ke panggung dan memberikan sambutan, malam itu ia tampil sangat mempesona dalam balutan gaun malam Mewah, hingga tanpa memakai perhiasan berlebih pun Linda sudah terlihat bersinar, dan di sampingnya Brad berdiri dengan gagah bersama putra mereka.
.
.
.
.
.
.
Hahaha … emeng bener bener gak tau diri, hidup numpang kemewahan, masih juga selingkuh 😤
.
.
__ADS_1
.
.
.
Wes yah … like komen vote kembang kopi seikhlasnya🥰
.
.
.
.
.
Terima kasih yang masih setia bertahan sejauh ini membaca karya receh othor 😘
.
.
.
.
Up lagi nanti siang atau sore yah …
.
.
.
.
.
__ADS_1
Sarangeeeeee 💟❤️