
48.
# di eps ini kalian mungkin akan di buat emosi, jadi siapkan air dingin sebelum membaca 🥶
Malam semakin larut entah kenapa Andre tak bisa memejamkan mata nya, sementara Bella sudah terlelap di pelukannya sejak satu jam yang lalu.
Andre tak bisa membohongi perasaannya, ia terus menerus memikirkan apa yang kini dialami Linda, sungguh sangat di sayangkan akhirnya Linda harus memilih mengakhiri pernikahannya.
Bukan berarti ia menyesali berakhirnya hubungannya dengan Mely, sungguh ia sama sekali tak pernah menyesal, karena kini yang tersisa di hatinya hanyalah kebencian pada wanita yang telah mengkhianatinya tersebut.
Berkaca pada apa yang kini Linda alami, Sungguh patutlah kiranya Andre merasa bersyukur karena ia sudah mengetahui kebusukan Mely, beberapa bulan sebelum pernikahan, tak terbayangkan apa yang akan terjadi padanya, jika ia mengetahui semuanya setelah pernikahan, mungkin hidup nya akan lebih hancur lagi.
Dan tentunya wanita yang kini menjadi istrinya, pernah merasakan betapa egois dan buta nya ia dulu, sampai sampai ia tega menyakiti Bella hanya demi seorang J4l4ng seperti Mely.
Andre semakin mengeratkan pelukannya, setitik air mata meluncur begitu saja dari kelopak matanya, "maaf kan aku, untuk semua kebodohan ku di masa lalu, hingga aku berakhir menyakitimu," bisik Andre lirih.
*
*
*
Pagi hari nya, Andre dan Bella memutuskan untuk menikmati sinar matahari pagi, dengan berjalan kaki mengelilingi Resort, kemarin mereka belum sempat berkeliling, indahnya pemandangan di sekeliling Resort ditambah sejuknya udara, membuat siapapun betah berlama lama berbaur dengan alam.
Tak lagi nampak sisa kehebohan yang semalam terjadi, tampaknya pengelolaan Resort, tak ingin membuat pengunjung merasa tidak nyaman, karena itulah sebisa mungkin mereka tetap melakukan pelayanan sebaik mungkin dan berpura pura tak terjadi apa apa.
"Sejak semalam kamu diam, kenapa?"
"Kelihatan sekali yah?"
"Heeem" jawab Bella disertai anggukan.
Andre tertawa, genggaman tangannya semakin erat menggenggam tangan sang istri.
Mereka memasuki breakfast room, usai mengambil beberapa menu sarapan yang mereka inginkan, pasangan suami istri baru tersebut mulai sarapan dengan tenang, sengaja mereka memilih meja di dekat kolam, agar tenang dan tak terganggu dengan orang orang yang mungkin melewati meja mereka.
__ADS_1
"Aku memikirkan peristiwa semalam." Andre mulai berkisah. "Mendekatlah, aku tak ingin ada yang mendengar pembicaraan kita,"
Dengan patuh, Bella mendekat, menggeser kursinya, agar mereka bisa duduk berdekatan.
Andre tersenyum ketika Bella dengan patuh menuruti keinginannya.
"Kenapa senyum, jangan bilang kamu sedang memikirkan hal yang lain."
"Hahaha, menurutmu apa yang sedang ku pikirkan, ketika melihatmu?" Tanya Andre dengan mata jenaka.
"Mmmmm …" Bella berpikir sesaat, "apa yah, entah … siapa yang tahu isi kepalamu." Jawab Bella asal, sambil memasukkan buah semangka ke mulutnya.
"Mulai sekarang, setiap melihat buah aku akan selalu ingat kejadian di kolam kemarin sore." Bisik Andre.
Bella tetap melanjutkan aktivitasnya, seakan akan tak peduli dengan kalimat nakal sang suami, walau sesungguhnya ia tengah menahan debaran jantungnya, tapi wajahnya tak bisa menyembunyikan ronanya.
"Bagaimana? Apa kamu juga akan seperti ku?"
Sebuah cubitan mampir ke pinggang Andre. "Aaaa … sakit yaaaang."
Dan terjadi Lagi.
Mely yang saat itu tengah berada di breakfast room, melotot tak suka melihat Andre yang terlihat mesra dengan seorang wanita, sementara dirinya, usai sarapan pagi ini, terpaksa harus pergi meninggalkan Resort, sebelum pers mencium keberadaannya, dan mengaitkan dirinya dengan perceraian Linda Huang dan Brad, padahal ia memang kekasih gelapnya Brad.
Setidaknya begitulah pada awalnya, Mely mengira Brad memang seorang yang kaya, dengan kedudukan yang wah di kerajaan bisnis keluarga Huang, karena itulah, semenjak Andre memblokir semua kartu kartunya, serta berhenti menghubunginya, bahkan yang terburuk Andre tak lagi menghendaki hubungan mereka berlanjut, Mely berpikir pendek dengan cara mendekati suami dari rekan seprofesinya, Linda Huang, tak disangka Brad adalah pria yang mudah tergoda dengan rayuan, hingga hubungan mereka pun berlanjut, tentu saja Mely bahagia, merasa seperti mendapatkan pengganti sang mantan kekasih.
Tapi Mely yang bodoh, tidak mengetahui, bahwa sesungguhnya pemilik dan pewaris tunggal Huang Corp adalah Linda, jadilah ia mendapatkan harta yang dia inginkan, walau tentunya tidak ada apa apanya dengan apa yang pernah Andre berikan untuknya, itu pun Brad harus diam diam mencuri uang perusahaan, dan kini penyesalan tengah menghampirinya, “tidak bisa, aku harus mendapatkan tambang uangku kembali,” tangan Mely terkepal kuat.
Mely yang sudah nekat, bahkan membuang jauh jauh urat malunya, kini berjalan mendekat dan menghampiri Andre dan Bella yang sudah selesai dengan kegiatan makan paginya.
Tentu saja ketiganya terkejut, bahkan jantung Mely nyaris keluar dari tempatnya, manakala melihat siapa yang kini berada di sisi mantan kekasihnya, dia adalah Bella, sahabat Andre.
“Ternyata benar kecurigaanku sejak lama, kamu memang diam diam memiliki hubungan spesial dengannya, tapi tak apa, aku bisa memaafkanmu, dan aku harap kamu juga memaafkan aku, aku mencintaimu, merindukanmu, ayo … kita menikah, seperti yang kamu inginkan sejak lama, aku bahkan rela meninggalkan karier ku agar bisa selalu didekatmu.” ucap Mely panjang lebar, ketika ia tiba tiba memeluk Andre, tanpa menghiraukan Bella yang kini tercengang menyaksikan suaminya di peluk wanita lain.
#si kuyang melet emang minta di santet☠️😱 sudah lah sok kecakepan, sekarang di tambah lagi sok ke pede an 😤👻
__ADS_1
.
.
.
.
.
udah yes, lanjut lagi nanti … ayooo ayooo ramaikan kolom komentar 📝🤓
.
.
.
.
.
seperti biasa like👍 komen📝 vote🥇 kembang 💐dan kopi☕ seikhlasnya💃🧘
.
.
.
.
.
sarangeeeeeeee ❤️💟
__ADS_1