
69.
Singapura, tiga hari sebelum peluncuran produk baru.
Sesaat Setelah tiba kembali di Singapura, Bella sudah disibukkan dengan segudang aktivitas yang berkaitan dengan peluncuran produk baru Jewelry Star, tentu saja hal itu membuat intensitas pertemuannya dengan Andre pun banyak berkurang, pagi hari bersiap diri, diselingi gelak tawa dan menyiapkan pagi berdua, sarapan dengan menu yang mereka inginkan, kadang mereka membeli sandwich dan secangkir coklat hangat, kemudian memakannya dalam perjalanan menuju Jewelry Star, kemudian memulai hari dengan aktivitas masing masing, baru bertemu kembali setelah Andre menjemputnya sepulang kerja, begitulah hari hari mereka.
Dan siang ini Andre berencana mengejutkan Bella, Dengan Wajah berseri seri Andre melangkah memasuki Jewelry Star, ia sengaja tak mengabari Bella bahwa dirinya akan mampir agar mereka bisa makan siang bersama, tadi pagi Bella mengatakan bahwa Hari ini ia akan berdiskusi dengan orang yang bertanggung jawab mengawasi proses pengerjaan produk, pasti istrinya sangat sibuk, jadi Andre tak ingin Bella melewatkan makan siangnya.
Namun tiba tiba langkah dan semangatnya terhenti begitu saja, manakala melihat Bella tengah berbicara akrab bahkan sesekali diselingi tawa lepas dengan seorang pria, walaupun mereka tidak di ruangan private tapi itu cukup membuat darah Andre mendidih seketika, walau ia tak serta merta meluapkan emosinya, tapi keceriaan dan senyuman seketika lenyap dari wajah tampannya, bahkan makanan yang tadi ia beli di perjalanan, tak lagi mampu membangkitkan rasa laparnya.
Andre memang tetap berjalan mendekat, tapi kentara sekali jika mendung sedang menggelayuti hatinya.
Bella yang sedang berbincang akrab dengan David, tiba tiba menoleh, bibirnya seketika tersenyum lebar, melihat kekasih hati nya datang berkunjung, Bella segera berdiri dan menghampirinya.
"Tumben datang? Lagi nggak sibuk?" Tanya Bella ketika ia bergelayut manja di lengan Andre, walau Andre sedikit lega melihat istrinya yang tetap manja menyambutnya, tapi tetap saja hatinya gelisah tak tenang, melihat ada pria selain dirinya bercanda akrab dengan Bella.
"Kenapa? Tidak suka aku datang?" Tanya Andre dingin.
"Iiiih kenapa bicara seperti itu, tentu saja aku senang," jawab Bella, yang belum menyadari suaminya sedang cemburu.
"Baiklah Bell, aku akan pastikan semuanya seperti yang kamu minta," David bersiap meninggalkan Jewelry Star.
"Iya, senang bekerja sama denganmu David, oh iya … kenalkan, ini suamiku." Bella masih menggelayuti lengan Andre.
David mengulurkan tangannya, "senang berjumpa dengan mu tuan Geraldy," sapa David.
"Hmmm," balasnya, pun dengan malas Andre mengulurkan tangannya.
Bella tertegun melihat reaksi Andre, tak biasanya pria ini menampilkan wajah dingin dan mendung.
"Ayo ke ruanganku," ajak Bella, ia masih harus menyelami perubahan sikap suaminya.
Mereka berjalan beriringan menuju ruang kerja Bella.
"Bella, ini berkas yang kamu minta," Emily menyodorkan berkas berkas lama.
Bella menerima berkas pemberian Emily, Andre melirik dengan rasa ingin tahu, "baiklah, terima kasih Emily, aku akan mempelajarinya di ruanganku."
"Duuuhhh senangnya didatangi suami…" Emily mulai menggoda.
Andre bersorak dalam hati, tapi ia berusaha tetap menjaga wajah datarnya, agar Bella tahu ia sedang cemburu dengan pria yang beberapa saat lalu bercengkrama dengan sang istri.
"Apaan sih, biasa juga kamu yang didatangi Nicky …" Bella berlalu, dengan tetap bergelayut di lengan Andre.
“Selamat makan siang,” teriak Emily, ketika menatap binar bahagia di wajah Bella.
“Duduklah, aku cuci tangan dulu,” Bella mendorong tubuh suaminya hingga Andre terduduk di sofa.
Bella kembali dengan rambut yang sudah di ikat, wajahnya tetap menampakkan senyuman, “kenapa tidak cuci tangan?” tanya Bella yang melihat andre masih diam mematung.
__ADS_1
“Makanlah aku tidak lapar,” kalimat Andre masih dingin.
“benarkah? lalu kenapa kamu membeli banyak sekali makanan, aku tak mungkin menghabiskannya seorang diri.” keluh Bella.
Bella menatap Andre, ‘dia kenapa sih, sejak tadi wajahnya seperti kertas kusut tak berbentuk, gak ada tampan tampannya sama sekali’, Bella membatin.
“Baiklah … aku akan makan sendiri kalau kamu tidak mau,” Bella masih berpura pura tak tahu jika suaminya sedang merajuk.
Satu suap, dua suap, Andre hanya bisa menelan ludahnya, ia juga lapar, tapi gengsi, sudah terlanjur bilang kalau dirinya tidak lapar, Bella sangat menikmati mie yang kini sedang ia santap, ia sampai mendongak kan wajahnya, karena mie yang sedang ia nikmati sangat lah panjang, otomatis leher nya terekspos sempurna, Andre merasa semakin gerah.
'Duh kenapa punya istri kok tidak peka amat yah, apa dia masih belum paham kalau suaminya sedang ngambek dan inginnya di rayu, mana lapar lagi, lihat gaya makannya yang begitu seksi, jadi ingin makan yang lain’, gerutu Andre dalam hati, awalnya ia hanya lapar, tapi ketika melihat Istrinya menikmati makanannya, insting lelakinya pun ikut meronta ronta.
selanjutnya Bella justru semakin menggoda benteng pertahanannya, kali ini noda saus mengotori tangan dan sebagian lagi menempel di bibir, ia menjilati kelima jari tangan kanannya, gerakan Bella biasa saja, seperti layaknya orang menikmati makanan pada umumnya, tapi tidak bagi pria yang duduk di sebelahnya, sejak tadi Andre berusaha keras melawan rasa laparnya, dan kini berusaha keras melawan kehendak raganya.
“Oh **1* …” umpatnya frustasi.
Akhirnya ia meraih pinggang Bella, hingga wanita itu duduk di pangkuan Andre, tak mungkin lagi ditahan, ia segera menyesap bibir yang kini masih berlumur saus.
Bella terkesiap, namun tangannya hanya menggantung di udara, masih sangat ingat jika tangannya masih kotor oleh noda makanan.
Cukup lama bibir mereka bertemu, sadar istrinya tak bisa melawan, tangan Andre kini mulai bergerak nakal di balik blouse Bella, hingga keduanya kehabisan nafas, barulah pagutan itu terlepas.
“Dasar nakal, setelah berhasil membuatku cemburu, kemudian menggodaku,” Andre meraih selembar tissue kemudian mengusap bekas lelehan saus yang sebenarnya sudah hilang karena ia yang membersihkannya langsung dengan bibirnya.
Bella terkejut, “cemburu?” tanya nya.
“Iya, aku cemburu,” dengusnya kesal, tapi masih mempertahankan Bella di pangkuannya.
“Sekarang suapi aku,” pinta Andre manja.
Bella tersenyum, ‘’Turunkan aku, aku tak leluasa jika duduk di pangkuanmu.”
“Tidak bisa, kamu sedang dihukum, jangan coba coba menghindariku.”
Bella mengulum senyumnya, “oh baiklah … aku tak akan menghindar,”
Kemudian Bella meraih seporsi makanan yang masih utuh, dan mulai menyuapi suaminya yang sedang mode manja merajuk. “kamu cemburu pada David?”
“Jangan membicarakannya, aku tak suka kamu menyebut namanya.” pungkas Andre.
“Tapi cemburu mu tidak pada tempatnya sayang,” ujar Bella.
“Aku tak peduli, jangan pernah tertawa seakrab itu dengan pria lain selain aku, aku tak suka.”
“Lalu aku harus bagaimana? untuk sementara ini pekerjaanku berhubungan dengannya, karena dia lah yang sedang mengawasi produk yang sedang diproduksi saat ini.”
“Terserah padamu, tapi jangan tertawa begitu lebar bila bersamanya, ku mohon, hatiku seakan tercabik, ketika tadi aku melihatmu tertawa bersama David,” Andre mengungkapkan kegelisahan hatinya, ia menunduk muram, wajah tampan yang dahulu kerap mengganggu perasaan nya kini nampak memelas.
Bella sungguh tak tega melihatnya, tapi di sisi lain ia bahagia, walau kecemburuan Andre agak sedikit mengganggu.
__ADS_1
“Ku mohon, berjanjilah?” pinta Andre dengan wajah sendu.
“Baiklah, aku berjanji.”
“Bukan hanya dengan David, tapi dengan pria yang lain juga.”
Bella mengangguk, dan hal itu cukup membuat Andre kembali bernafas lega.
“Ayo sekarang makan lagi, cemburu juga butuh energi,”
Bella mengarahkan suapannya ke mulut suaminya. dan dengan patuh Andre membuka mulutnya.
“Aigoo … pintar nya suamiku.” Bella mengutip salah satu bahasa Korea, kemudian melabuhkan kecupan di pipi suami manjanya.
.
.
.
.
.
.
masih belum bisa dobel up, maafkan othor yah 🙈
.
.
.
.
.
tapi melihat kalian like dan komen, membuat othor semangat update, walau cuma 1 bab sehari 🥰🤓
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Sarangeeeeee 💟❤️