Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
50.


__ADS_3

50.


Bella berjalan mendahului sang suami, lengannya memang masih memeluk lengan Andre, tapi wajahnya datar, ia tengah menyimpan amarah yang luar biasa, jika saja Bella tak ingat nasihat mommy Stella, sudah sejak tadi ia berlari pergi meninggalkan suaminya yang tengah di peluk mantan kekasihnya, namun sekuat tenaga ia menahan rasa cemburu di dadanya, dan kini ingin rasanya ia segera tiba di kamar mereka.


Sementara Andre hanya tersenyum-senyum sendiri, melihat Bella yang berjalan cepat, sambil tetap melingkarkan lengannya, Andre  justru membayangkan mereka akan melanjutkan adegan di breakfast room beberapa saat yang lalu, karena itulah Bella berjalan terburu buru.


Tanpa ia tahu, damage kemarahan seorang istri yang sedang cemburu.


Sesampainya di kamar dan pintu sudah menutup, Bella menghempaskan genggaman tangannya, ia menjauh seakan akan jijik dan tak ingin berdekatan dengan Andre, Bella justru berjalan menuju sofa, ia duduk memeluk lututnya, wajanya kini benar benar terlihat jika ia sedang menahan marah.


Andre yang tidak bisa membaca situasi, justru ikut duduk di dekat Bella, ia mulai melancarkan aksinya, di mulia dari ciuman di pipi sang istri, namun alangkah terkejutnya ia, manakala Bella meletakkan jari telunjuk di keningnya, sebagai tanda, Andre harus berhenti.


"Ya … kok gak boleh sih, bukankah tujuanmu buru buru kembali kekamar karena kamu ingin kita melanjutkan aktivitas di ruang sarapan tadi?" Ucap Andre blak blakan, karena kini ia sudah sangat tak tahan ingin segera ber****u mesra dengan istrinya.


Bella mendekatkan hidungnya ketubuh Andre, kemudian mengendus sesaat, "di tubuhmu masih tertinggal aroma parfume wanita itu, aku tidak suka." Ujar Bella, "menjauhlah sampai bau wanita itu hilang dari tubuhmu." 


Bagai tersiram air hujan, keinginan Andre yang sudah memanas terpaksa padam seketika, Andre merasa ia sedang dalam masalah besar, "bagaimana bisa kamu menyuruhku menjauh, sementara aku sedang tak bisa jauh darimu." Jawab Andre memelas, dengan wajah manja nya, persis seperti ekspresi Kevin jika sedang merajuk. "Lalu aku harus apa?" 


"Mandi sana … pastikan kamu pakai sabun tujuh kali dan bilas tujuh kali," perintah Bella.


Dan bagai kerbau di cocok hidung nya, Andre menuruti perintah sang istri, ia berjalan gontai ke kamar mandi, untung saja ada pemanas air, jadi walau harus memakai sabun dan bilas, sebanyak tujuh kali Andre tak keberatan.


Tapi kemudian Andre berpikir, kan Bella tak tahu berapa kali ia memakai sabun dan bilas? Jadi gak harus tujuh kali kan?


Akhirnya setelah usai bilasan ke lima, Andre keluar dari kamar mandi, segar dengan aroma sabun yang begitu maskulin, masih dengan tubuh setengah basah dan hanya tertutup kain handuk di pinggangnya, ia mendekati Bella, berharap istrinya tak lagi merajuk.


"Aku sudah mandi dan bilas tujuh kali," bohong Andre penuh percaya diri, seperti Andre yang biasanya suka menebar pesona, dan sangat percaya bahwa dirinya memang lah tampan mempesona. 


😪😪 #pedenya sampek nyenggol langit.


Bella melirik suaminya sesaat, kemudian kembali mengendus, rasanya ia masih sangat cemburu. "Belum tujuh kali kan? Makanya bau wanita itu masih menempel," Bella kembali merajuk, "kamu masih mencintainya ya?" Bella mengatakan hal itu, dengan mata berkaca kaca.


"Darimana kamu tahu kalau aku belum bilasan tujuh kali?" Tanya Andre dengan santainya. 


"Tuh kan, sudah sana mandi lagi, aku tak ingin berada di dekatmu jika masih ada bau wanita itu." Usir Bella, entah kenapa ia merasa sedang tak bisa mengendalikan emosi nya.


"Tapi sungguh, aku tak lagi mencintai Mely, percayalah padaku," Andre kini memohon, seumur hidup belum pernah ia memohon untuk mendapatkan perhatian dari para wanita, hanya Bella yang bisa membuatnya memohon untuk sekedar minta di perhatikan.

__ADS_1


"Percaya atau tidak, itu semua bergantung pada keseriusanmu untuk membuktikannya," 


"Baiklah, katakan apa lagi yang harus ku lakukan?" 


Bella menatap suaminya dengan wajah merajuk, "kalau begitu mandi lagi, sampai genap tujuh kali, setelah itu, buang semua baju baju, yang tadi di sentuh wanita itu … aku tidak sudi mendapatkan barang bekas sentuhan wanita itu." Lagi lagi Bella memberinya perintah aneh.


Namun biarlah, Andre sudah bertekad akan menuruti semua keinginan sang istri, asalkan dia tak lagi marah, apa lagi cemburu.


"Baiklah, aku akan mandi lagi." 


Lagi lagi Andre menuju kamar mandi, dan menyelesaikan sisa bilas nya. 


Andre melirik, pakaiannya yang sudah teronggok di lantai kamar mandi, kemudian tanpa pikir panjang ia memasukkan semuanya ke tempat sampah, walau baju tersebut baju santai, tapi seperti biasa semuanya limited edition, tapi Andre tak menyesal, asalkan ia kembali mendapatkan perhatian istrinya.


Benarlah kiranya apa yang pernah Kevin katakan, jika wanita masih bisa mengungkapkan bahwa ia sedang marah, itu berita bagus untuk para suami, tapi ketika marahnya wanita itu dengan diam, justru lebih mengerikan, jadi selama istrimu masih bersedia bicara, turutilah apa yang dia inginkan, walaupun ia sedang marah, niscaya kamu akan selamat, begitulah kira kira pesan bijak yang pernah Kevin sampaikan pada Andre.


Tapi tunggu dulu, kenapa Bella jadi seperti Kevin? Yang berkali kali menyuruh ku mandi, hanya karena dia mual mencium bau parfume ku?  Apa jangan jangan? Yah hanya itu kemungkinannya, Bella juga sangat sensitif setelah kejadian di ruang sarapan.


"Oh ya Tuhan." Ucapnya tak percaya.


Ia menghampiri Wastafel kemudian mencuci dan membilas tangannya sebanyak tujuh kali, karena sesaat lalu ia menyentuh baju yang masih ada aroma parfum Mely.


Andre kembali menghampiri Bella yang kini sibuk menumpahkan rasa cemburunya di dalam sebuah sketsa.


"Sudah tujuh kali nyonya, sekarang apa aku boleh memelukmu?" Tanya Andre, lagi lagi dengan wajah memelas, sungguh Bella tak tega melihatnya, suaminya bahkan rela mandi dan bilas tujuh kali demi meluluhkan hatinya, masihkah ada sisa keraguan di hatinya pada ketulusan pria ini?.


Bella kembali mengendus tubuh suaminya, ia bahkan melabuhkan kecupan di rahang Andre, "sudah tidak ada bau menjijikkan dari wanita itu," jawab Bella.


"Aku juga sudah memasukkan baju bekas pakai ku ke tempat sampah, kemudian membilas tanganku sebanyak tujuh kali." Andre menambahkan, ia senang karena bebrapa detik lalu Bella memberinya kecupan, itu artinya Bella tak lagi marah, "sekarang, bolehkah aku memelukmu?" 


Bella meletakkan Tablet nya, kemudian mengangguk dengan senyum di wajahnya, ia pun tak ragu memeluk kembali suaminya, Andre balas memeluknya, "tak kusangka aku begitu bahagia, hanya karena kemarahan Bella mereda." Pikir Andre.


.


.


.

__ADS_1


.


.


siksaannya berlanjut nanti siang ya gaes ... 💃


.


.


.


pastinya siksaan ala ala orang bucin 👻


.


.


.


.


dan tak bosan pula othor meminta like👍, komen 📝vote🥇 kembang🌹 kopi ☕seikhlasnya buat bekal othor semedi 🥰🤓🧘


.


.


.


.


.


.


Sarangeeeeee 💟❤️

__ADS_1


__ADS_2