
60.
#(tarik nafas dulu sebelum baca part ini🤭)
Tiga hari kemudian.
Bella sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit, selama tiga hari itu pula Andre benar benar menjadi suami siaga untuk Bella, selepas daddy Brandon dan mommy Felicia kembali ke Singapura, Andre tak mengizinkan siapapun mendatangi ruangan tempat Bella di rawat, kecuali dokter dan perawat yang bertugas.
Andre bersikukuh tak ingin tugasnya digantikan orang lain, jiwa posesif mulai tumbuh dalam dirinya, hingga membuatnya melarang perawat melakukan pekerjaan memandikan sang istri, ia tak rela siapapun menyentuh tubuh istrinya, walaupun itu perawat yang sedang menjalankan tugasnya.
Karena Andre sudah melarang perawat menjalankan tugas nya, maka ia sendiri yang turun tangan, ini bukan sekedar acara mandi biasa, namun lebih seperti sarana uji nyali baginya.
Bayangkan saja, mereka masih lah sepasang pengantin baru, sedang menikmati masa masa memulai sesuatu yang baru, baru pertama kali merasakan kehangatan tubuh masing masing.
Berkali kali Andre hanya bisa menelan ludah nya, setelah beberapa hari tak menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuh istrinya, netranya disuguhi pemandangan indah dan molek, maha karya sang pencipta keindahan.
Namun sekali lagi sayang seribu sayang hanya bisa melihat tanpa bisa menikmati, karena terhalang situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.
Andre harus tetap mati matian menahan hasrat yang selama beberapa hari ini tak mendapat penyaluran, demi tetap menguatkan tekad menggantikan tugas perawat, perlahan ia mulai mengusap seluruh tubuh Bella dengan menggunakan washlap dan air hangat.
#Andre : deuh … othor, kenapa juga mandinya harus pake washlap, aturan washlap nya di buang aja, kemana kek … 😤
#othor : sabar yah, ntar othor kasih episode buka puasa 🙈😁
Tak jauh Beda dengan Andre, Bella pun merasa sangat malu, ketika tangan suaminya bergerak perlahan diatas kulitnya, bahkan untuk pertama kalinya Andre menjelajah setiap inci tubuhnya dalam kondisi mereka tidak melakukan aktivitas apapun selain saling memandang dalam diam, bahkan ketika Andre mengusap bagian sensitif nya, Bella hanya bisa memalingkan wajah, bahkan nyaris berhenti bernafas.
Yang satu menahan rasa malu luar biasa, yang satu menahan hasrat yang tak bisa disalurkan, ketika tak sengaja kulit mereka bersentuhan, Bella merasa seperti tersengat aliran listrik ribuan volt, wajah Bella sudah semerah tomat yang kelewat masak, rasanya sungguh malu hingga Bella ingin tenggelam ke dasar bumi saja, ia baru bisa bernafas lega ketika akhirnya aktivitas mandi dan berganti pakaian tersebut berakhir 40 menit kemudian.
🤧😂
Bella sangat bersyukur manakala hari berikutnya ia sudah diizinkan belajar berjalan dan beraktivitas sendiri di kamar mandi, jadi ia tak perlu lagi melalui sesi menegangkan bersama suaminya, kenapa Bella menyebutnya menegangkan, karena rasanya jauh lebih mendebarkan dibandingkan ketika mereka melewati malam pertama mereka.
__ADS_1
Dan hari ini rencananya Andre akan membawa Bella kembali tinggal di rumah utama, karena jika di rumahnya sendiri, Bella akan sendirian, tapi di rumah utama ada banyak orang, tentunya hal itu tak akan membuat Bella kesepian, dan lagi ada Gadisya yang juga akan terus memantau kesehatan Bella, karena beberapa hari lagi, Andre harus bertolak ke Swiss untuk urusan pekerjaan.
Berbeda dengan Bella yang wajahnya nampak berbinar karena akan segera kembali ke rumah, Andre justru muram dan tampak bersedih, tentu saja hal itu menimbulkan tanda tanya besar dalam benak Bella.
“Kenapa sejak tadi murung?” tanya Bella ketika mereka berada didalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah keluarga Geraldy.
Andre tersenyum, kemudian menatap sekilas wajah Bella, yang kini juga menatapnya, “tiga hari lagi aku akan ke Swiss untuk urusan pekerjaan, dan ini tak bisa di tunda karena acara ini rutin diadakan setahun sekali oleh asosiasi pengusaha hotel dan restoran.”
“Lalu?”
“Aku ingin membawamu, tapi tidak bisa,” jawab Andre muram. “padahal aku sudah merencanakan ini akan jadi perjalanan bulan madu untuk kita,”
“Lagi?” pekik Bella terkejut.
Andre menyeringai, kemudian mengangguk, “sejak awal inilah rencanaku, setiap hari, akan menjadi hari bulan madu bagi kita, karena itulah aku tak ingin kamu bekerja, jadi kapanpun aku pergi, aku bisa membawamu, aku ingin kamu terbiasa dengan kehadiranku, begitu pun sebaliknya bagiku.”
Bella mengerucutkan bibirnya, namun juga tak bisa berbuat apa apa, mau bagaimana lagi ia masih harus istirahat agar bisa kembali pulih seperti sedia kala, jadi Bella hanya bisa menggenggam telapak tangan suaminya, “kalau begitu aku akan menunggu mu di sini, jadi cepatlah kembali.”
Bella menghadiahkan sebuah kecupan di pipi suaminya, “ini sebagai ucapan terimakasih, karena kamu sudah menjadi suami siaga untukku,”
Andre mengusap bekas kecupan Bella, wajahnya tersipu malu seperti gadis yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta. “haruskah aku tidak mencuci wajah, selama beberapa hari ke depan?” Andre melontarkan pertanyaan konyolnya.
“Ih dasar jorok, kamu tak akan terlihat tampan jika wajahmu tak pernah di bersihkan,” walau masih malu malu Bella sudah berani melemparkan pujian berbau canda.
“hahaha … setidaknya bekas bibirmu tidak akan hilang.” jawab Andre sambil mengedipkan matanya. “aku pasti akan sangat merindukanmu.” di kecupnya tangan sang istri.
Hal itu sukses membuat Bella tersipu, tapi Andre justru senang melihatnya. “aku juga akan merindukanmu.” ucap Bella sambil tertunduk malu.
Walau dua minggu kedepan akan jadi penantian yang panjang bagi keduanya, tapi cinta yang kini mengikat, membuat mereka yakin akan bisa melalui perpisahan tersebut.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Curhat yes, entah berapa kali othor bolak balik review bab ini, review trus revisi, review lagi trus revisi, begitu seterusnya, sampai akhirnya final dan up hari ini, semoga cukup membuat kalian ikut deg degan sama seperti dua orang yang sedang kasmaran 🤭
.
.
.
.
.
Tanda cintanya jangan lupa gaes, seikhlasnya saja, apapun othor terima 🤗🥰🌹
.
.
.
.
.
__ADS_1
Sarangeeeeee 💟❤️