
68.
Malam kembali menyambangi keluarga Geraldy.
usai sesi curhat, seluruh keluarga berkumpul menikmati makan malam bersama.
“Kapan launching produk terbaru Jewelry Star?” daddy Alex membuka percakapan.
Bella menatap suaminya, seakan menunggu persetujuan, “kenapa menatapku?” tanya nya, karena perusahaan itu ia beli sebagai hadiah pernikahan untuk sang istri, jadi Bella sangat berhak mengambil keputusan.
“Karena aku hanya bisa mendesain, selebihnya kamu dan Bima adalah ahlinya.” jawab Bella terus terang.
“Kamu juga harus belajar sayang.”
“Andre benar nak, belajarlah … tidak ada kata terlambat jika kamu berusaha belajar, kamu juga bisa bertanya pada daddy jika mengalami kesulitan,” daddy Alex menambahkan, pria tiga anak itu tersenyum penuh ketulusan pada menantu barunya, “bahkan jika kamu perlu bantuan, jangan segan untuk meminta tolong pada daddy,”
#(jujur saja yah kalo ada dialog daddy Alex, othor kok rasanya belum bisa muv on dari bucin nya sepasang mantan ini, rasanya belum rela menamatkannya.)
“Terimakasih dad … mom …”
“Sama sama sayang,” jawab mommy Stella.
“Kamu tidak berterima kasih padaku?” Andre mulai menggoda.
“Kan sudah,” gerutu Bella.
“Oh sudah yah, kapan? kok aku lupa?” Andre sedang mode pura pura lupa. “lagi dong, terima kasihnya pakai cium juga gak papa.”
tik
tok
tik
tok
Seketika ruang makan terasa sunyi, karena semua perhatian sedang tertuju pada sepasang pengantin baru tersebut.
Dan wajah Bella kini sudah merah sepenuhnya, akibat perkataan nakal suami nya, bella tersenyum kikuk, telapak tangannya menjauhkan pipi suaminya yang kini berada sangat dekat dengan wajahnya, “malu ada banyak orang yang melihat.”
“Anggap saja kami tidak ada.” Celetuk kevin, merasa ia juga pernah merasakan perasaaan yang sama dengan saudara kembarnya. “kami semua pernah merasakannya, hanya kalian saja yang terlambat.” Kevin mengulum senyuman.
Gadisya menatap wajah suaminya, “kenapa? apa kata kataku salah?”
“Aku tidak bilang apa apa.”
cup
Gadisya menghadiahkan sebuah kecupan di pipi suaminya.
“Lagi …” pinta Kevin yang kini sudah menyodorkan pipi yang satunya, dan dengan senang hati Gadisya kembali mencium suami manjanya tersebut.
“Terima kasih, karena sudah mengatakan apa yang sedang kupikirkan pada mereka.”
__ADS_1
Bella sungguh tercengang melihat pemandangan di hadapannya, ia tidak menyangka jika Kevin dan Gadisya bahkan tidak malu menunjukkan kemesraan mereka di depan semua orang.
"Apa ku bilang, di rumah ini hanya aku yang sopan, karena daddy juga bersikap seperti itu jika di dekat mommy." Ucap Andre jujur.
"Sopan? Sejak kapan? Kamu hanya terpaksa sopan karena terlambat memiliki pasangan?" Ejek Kevin.
“Aku sudah selesai,” Emira berdiri meninggalkan kursinya.
Dan perdebatan si kembar otomatis terhenti begitu saja.
Tak ada yang bertanya, karena Emira pun sedang dalam mode tak ingin menjawab pertanyaan.
"Jadi kapan kalian akan launching produk baru?" daddy Alex kembali mengulang pertanyaan nya.
"Minggu depan dad, saat ini proses pengerjaannya sedang diawasi dengan ketat, karena kami tak ingin produk baru ini cacat."
"Mommy senang mendengarnya nak, semoga produk baru ini sukses di pasaran, oh iya siapa yang akan jadi brand ambassador nya?"
"Linda Huang mom, Andre sendiri yang memintanya secara khusus, dan dia sudah bersedia."
"Kalian memilih model yang tepat, Linda adalah model dengan attitude yang baik, jadi jangan sia siakan kesempatan bekerja sama dengannya."
Bella mengangguk penuh semangat. Dan Andre pun tersenyum bahagia melihat rona wajah sang istri.
"Oh iya, sampaikan salam mommy untuk nona Betty," Mommy Stella menambahkan.
*
*
Usai makan malam dan berbincang ringan, masing masing memilih beristirahat di kamar.
Dan Seperti hari hari manis sebelumnya, kali ini pun kedua insan ini masih berpeluk hangat di ranjang mereka.
"Jadi apa yang Emira katakan pada kalian?" Andre tak sabar bertanya, ia sungguh penasaran dengan adik bungsunya.
Bella terdiam sesaat, antara bingung sudah kepalang janji, tapi jika tak diceritakan suaminya pasti akan terus mendesak.
"Sebenarnya Emira bilang jangan memberitahumu atau pun Kevin."
Andre berjingkat sesaat, "kenapa?"
"Masalah Remaja, menurutku masih dalam batas wajar, jatuh cinta dan perasaan tak berbalas."
Jawab Bella penuh teka teki, tentu saja membuat Andre semakin penasaran, pria itu duduk tegak dan menatap tajam pada sang istri. "Jawablah yang jelas, aku jadi semakin penasaran." Andre merengek dengan suara manja nya, benar benar seperti Kevin.
Jika sudah seperti ini, Bella benar benar gemas dengan suaminya, "iiihhh kenapa sih kalau seperti ini jadi semakin tampan." Bella menangkup kedua pipi suaminya.
"Tentu saja, karena aku adalah hasil dari bibit premium kedua orang tuaku." Narsisnya.
"Ini rahasia, Begitu pesan Emira, aku dan Gadisya sepakat, tak ada yang membahayakan, jika ada hal hal yang sekiranya berbahaya, kami pasti akan memberitahu kalian."
Bella mengecup kedua pipi suaminya, tapi dengan cuek nya Andre kembali berbaring, memunggungi istrinya. "aku ngambek,"
__ADS_1
'Duh … gini amat yah kalau suami lagi manja'. Bella membatin, tapi ia bisa apa jika sudah terlanjur cinta.
Bella merangsek memeluk punggung suaminya, "tau nggak kalau begini jadi semakin menggemaskan, pengen peluk semalaman biar gak ngambek lagi" Bisik Bella di telinga Andre, diam diam pria itu tersenyum, ia sedang menunggu rayuan istrinya.
"Memang nya aku bayi."
"Lho baru sadar, kalau ngambek begini, mirip seperti bayi," Bella membenarkan.
Merasa tak terima karena di sebut bayi Andre pun berbalik, ia memposisikan dirinya, hingga Bella terjepit tak bisa bergerak.
"Mana ada bayi yang bisa membuat bayi." Andre tersenyum menyeringai, menatap wajah cantik istrinya.
"Mau apa? Jangan coba coba mesum, besok kita berangkat dengan penerbangan pertama."
"Memangnya aku peduli, kamu lupa siapa aku? demi melihatmu berada di rumah, aku menggelontorkan uang dan membeli Jewelry Star untukmu, jadi apalah artinya dua buah tiket, aku bisa beli dua puluh sekaligus, besok siang atau sore atau malam, kapanpun aku ingin."
Bella menelan ludahnya, 'Bella kamu sedang menantang suami sultanmu, jangan menggunakan uang jika mengancamnya, alamat kamu kalah telak.'
"Bagaimana … mau bukti kalau aku sudah mahir membuat bayi."
"Tidak terima kasih, mari kita tidur saja dengan damai."
"Terlambat sayang, karena kamu sudah membuatku terbangun, jadi demi kebaikan kita, sebaiknya kamu bersikap manis saja." Andre mulai menggoda Bella, pandangannya mulai menjelajah, ke tempat tempat yang biasanya ia nikmati, walau hanya ditatap, tapi Bella sudah merasa pria ini sangat berhasil meluluhlantakkan hati dan perasaannya, tak kuasa rasanya menolak keinginan suaminya.
Walau bukan lagi yang pertama bagi mereka, namun Bella selalu berdebar rasanya, tapi rasanya selalu berbeda dan membahagiakan, seperti sedang berpetualang, semakin jauh mereka melangkah semakin dalam pula cinta yang mereka rasakan, tak sedikitpun keduanya mengingat masa masa pahit yang telah berlalu, hanya sebait harapan yang mereka pupuk agar terus subur, berharap agar tuhan berbaik hati segera menghadirkan malaikat malaikat kecil diantara mereka.
Dan seperti yang sudah sudah, usai beraktivitas, Bella selalu terlelap lebih dulu, dan Andre tak bosan bosan mengamati wajah cantik yang kini sudah kembali menempel di pelukannya, ingin rasanya berbalik dan kembali ke masa dimana mereka masih Junior High School, indahnya masa mereka bermain dan berkejaran karena Andre sangat suka mengganggu Bella yang sedang menggambar.
'Jangan pernah mengacuhkan aku lagi seperti dulu, aku tak sanggup bila sampai itu terjadi', Bisik Andre sesaat sebelum iya terlelap bersama dengan selimut kehangatan dari tubuh sang istri.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih untuk support dan doanya kakak kakak reader … semoga kakak kakak dan keluarga juga sehat selalu 🥰
.
.
.
.
.
__ADS_1
Sarangeeeeee 💟❤️