Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
Epilog


__ADS_3

Epilog


Seorang wanita cantik tengah menatap langit malam, tersenyum dan berandai andai, wajahnya sedikit memar, sudut bibirnya berdarah, bukan hanya itu, di beberapa bagian tubuhnya pun memar kebiruan akibat penyiksaan yang dilakukan oleh Brad Orion kekasihnya, penyesalan demi penyesalan semakin menghantui pikirannya, andai waktu bisa berulang, andai dulu ia tak terlalu berambisi meraih mimpi, hingga kerakusan dan keserakahan mendominasi, andai saja dahulu ia segera menerima ajakan kekasihnya untuk menikah, tentu nasib nya tak akan setragis hari ini, terlebih setelah melihat betapa bahagia mantan kekasihnya saat ini, berbanding terbalik dengan hidupnya, hampir setiap hari tubuhnya menjadi tempat Brad melampiaskan amarah, pukulan dan tamparan, seolah menjadi makanan nya sehari hari, dan kini tak ada lagi mimpi indah yang ia harapkan selain mengakhiri semua derita dan luka, selamat tinggal pada dunia yang pada akhirnya menghasilkan hampa, sungguh sebuah ambisi yang berakhir sia sia.


Dengan sisa sisa tenaga ia memanjat dinding pembatas, kemudian menenggak habis sebotol anggur ditangannya, tubuhnya yang dahulu indah kini terlihat ringkih dan menyedihkan, hembusan angin malam menerbangkan helai helai rambutnya yang kusut tak beraturan.


Sesaat kemudian ia meluncur bebas, melayang bagai kertas tertiup angin, senyum pahitnya terkembang, seiring dengan hembusan nafas terakhirnya, darah segar pun mengalir disekitar tubuhnya.


*

__ADS_1


*


*


Satu bulan usia si kembar.


Pagi yang cerah, cahaya matahari masih terasa lembut di kulit, Bella sedang menemani Dean dan Danesh berjemur, bayi bayi tampan tersebut terlihat semakin bulat menggemaskan, walau dimalam hari kerap menguras energi sabar, tapi Bella sangat menikmati peran barunya.


Andre dan Bella masih berada di Singapura, mereka menunggu hingga si kembar benar benar siap menempuh perjalanan menggunakan pesawat, dan sore ini adalah rencana mereka kembali ke Jakarta.

__ADS_1


Bella sudah teramat rindu dengan gadis kecilnya Luna, begitupun sebaliknya, hampir setiap pagi dan petang Gadisya menghubunginya via panggilan video, karena Luna yang ingin melihat mommy dan daddy nya, Gadisya yang juga merindukan Dean dan Danesh.


Tengah sibuk mengambil pose menggemaskan kedua puteranya, sebuah notifikasi akun medsosnya berbunyi, setelah kegiatan cekrek cekreknya selesai, Bella membuka notifikasi medsosnya tersebut, rasanya Bella belum percaya pada headline berita tersebut.


Aktris dan foto model terkenal, di temukan bunuh diri melompat dari lantai 7 apartemennya, belum jelas apa yang mendasari motif nya, kini pihak yang berwajib tengah memeriksa pria yang selama ini berstatus sebagai kekasihnya.


Tak puas Sampai di satu berita, Bella kembali membuka sumber berita yang lainnya, dilihat dari jam terbitnya, informasi tersebut adalah informasi terbaru.


Berita meninggalnya artis dan foto model berinisial 'M' tengah menarik perhatian publik, pria berinisial 'BO' kekasih korban kini sudah di tetapkan sebagai tersangka penganiayaan, menurut pengakuan sang manager, artis 'M' sering mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh kekasihnya, alasannya karena kekasihnya frustasi akibat bercerai dari mantan istrinya yang juga model ternama berinisial 'LH'.

__ADS_1


Peletak!!!


Ponsel Bella jatuh begitu saja ke lantai, dadanya bergemuruh hebat, seperti apapun sikap Melly dahulu di belakang kekasihnya, tapi Mely tetap pernah menjadi wanita paling di cintai oleh Andre, dan kini mendengar apa yang melandasi motif Mely untuk mengakhiri hidup nya tetap membuat Bella merasa iba, tanpa sadar air matanya pun berlinang.


__ADS_2