
73.
Bella menggulung rambutnya, usai membereskan dapur, kini ia mulai menyiapkan pakaian dan perlengkapan yang akan dikenakan suaminya.
Hari ini terhitung satu bulan sejak si kembar dilahirkan, jika merasa sepi, Bella kerap menyambangi ketiga keponakannya tersebut, bayi bayi Kevin dan Gadisya, sukses membuat Bella jatuh cinta pada ketiganya.
Walau Beberapa kali Bella menuruti keinginan suaminya, yang meminta ditemani di tempat kerja, tapi rasa rasanya Bella kini lebih suka berada di rumah bersama si kembar.
Usai menyiapkan baju yang akan dipakai suaminya ke tempat kerja, Andre keluar dari kamar mandi, dengan handuk melilit pinggangnya, Bella menelan ludahnya, hingga kini Bella masih saja berdebar jika melihat suaminya usai mandi, pria yang sudah hampir tiga bulan menjadi suaminya itu kelihatan terlalu tampan usai mandi, aroma wangi sabun dan shampo, rambut basah, perut dan dada yang menyatu sempurna, dengan kulit berkilau karena efek air yang masih menempel di sana, sungguh pemandangan sempurna.
Andre menatap bingung, wajah Bella yang tampak aneh, ia mengibaskan tangannya, tapi nampaknya Bella masih juga belum tersadar dari lamunannya.
Kemudian ia menepuk kedua pipi istrinya secara bergantian, barulah Bella tersadar dari lamunannya.
"Eh iya … ada apa?" Ujar Bella kikuk, wajahnya mendadak merah, karena ketahuan tengah mengagumi raga sang suami.
"Kenapa melamun?" Tanya Andre risau, pasalnya beberapa saat lalu, hampir enam kali ia memanggil istrinya, namun tak mendapat sahutan.
"Maaf," Bella menyunggingkan senyum, kemudian mendekati Andre, dengan wajah yang masih malu malu manja, ia memeluk pinggang suaminya, kemudian menenggelamkan wajahnya pada dada bidang yang masih lembab bercampur aroma sabun, "wangi …" bisiknya.
Andre tersenyum geli melihat ulah sang istri, "apa ini penampilan ku sekarang membuatmu semakin jatuh cinta?"
Bella mengangguk, "aku jatuh cinta setiap hari pada wajah ini," Bella mengusap pipi Andre, "dan pada semua yang ada di dirimu."
Andre mulai merasakan ada gejolak dalam dirinya, sikap Bella yang manja kemudian tiba tiba memeluk, membuatnya menginginkan yang lain, "haruskah kita lanjutkan di tempat tidur?"
Sontak Bella melepaskan pelukannya, ia segera menjaga jarak aman, jika tak ingin menjadi mangsa suaminya, "no … aku harus segera mandi, aku sudah ada janji kencan dengan si kembar." Tolak Bella tegas, pasalnya Andre bisa tidak tahu tempat dan waktu jika sedang menginginkan nya.
Melihat kegugupan di wajah Bella membuat Andre menyeringai, "oh iya," Andre berjalan mendekat, "tapi aku juga tak keberatan, jika harus menemanimu mandi."
'Oh tidak' gumam Bella, ia segera berbalik dan memasuki kamar mandi, meninggalkan Andre yang mulai pening karena berharap melanjutkan ke aktivitas yang lain, "sayang … ayolah, izinkan aku menemanimu mandi?" Rengeknya.
"Tidak," teriak Bella dari balik pintu kamar mandi.
__ADS_1
Tapi Andre seperti seseorang yang tengah putus asa, "sayang …" jari tangannya terus mengetuk, membuat siapa saja yang mendengarnya merasa risih.
Tapi tentu saja hal itu tidak berpengaruh pada Bella, ia terus melanjutkan aktivitas mandinya.
Lama kelamaan suara ketukan pintu tak lagi terdengar, Bella sedikit curiga, namun ia menepis rasa curiga nya.
Usai mandi dan segar, Bella keluar dari bilik kamar mandi dengan Bathrobe mandinya, ia celingukan seperti seseorang yang tengah main petak umpet.
"Aman." Ujarnya pelan.
Bella pun mengambil pakaian dan baju dalam yang akan ia pakai, tepat ketika ia melepas tali bathrobe nya, sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang, dan tanpa menunggu persetujuan, pemilik tangan itu me****um dan me***a seluruh aset milik sang istri, ini hari ketujuh ia harus menahan dirinya, karena jadwal bulanan sang istri baru saja usai.
Tadinya Andre tak ingin mengganggu pagi hari sang istri, tapi dia bisa apa ketika Bella justru memantik hasrat nya, tentu saja hal itu membuat andre bersorak kegirangan.
"Boleh yah?" Pinta nya pada Bella.
"Satu kali saja." Tawar Bella.
"Baiklah, tapi nanti malam aku mau tiga kali."
Bella membelalakkan netranya, tapi Lagi lagi ia tak sempat mengajukan protes, karena tubuhnya sudah dibawa berpindah ke tempat tidur.
Sepasang pengantin Baru itu berjalan menuju mobil, jika wajah Andre berbinar cerah seperti mentari di siang hari, Bella nampak cemberut, seperti kertas bekas lipatan, bagaimana tidak, suaminya sukses membuatnya terlambat menemui si kembar kesayangannya, tak seperti janjinya yang hanya ingin sekali, Andre melakukannya dua kali, dengan durasi yang lama.
Tapi sisi baiknya, sesudah aktivitas mereka, Andre memperlakukannya seperti barang berharga, membantunya mandi dan mencuci rambut, hingga mengeringkan rambut pun Andre lakukan, demi memanjakan Bella, tentu saja Bella bahagia, ia hanya pura pura cemberut, sebagai wujud protes, tidak lebih.
Alhasil kini suaminya bersiul bahagia sepanjang perjalanan mereka menuju rumah utama, karena Kevin dan Gadisya masih tinggal di sana.
"Jangan cemberut sayang,"
Bella masih tak bergeming.
Tapi Andre mengabaikannya, ia tahu Bella hanya pura pura merajuk.
__ADS_1
Andre menepikan mobilnya, kemudian berhenti, "lho kok berhenti?"
Andre melepas seat belt nya, kemudian duduk miring menatap wajah Bella. "Kita akan berhenti di sini, atau kembali pulang, jika wajah mu tak menampilkan senyuman."
Bella terdiam, "ayolah sayang, apa iya aku harus meninggalkanmu di rumah utama, dalam kondisi cemberut, apa kata Gadisya? Bahkan mommy dan daddy bisa berpikir macam macam tentangku."
Melihat wajah protes sang suami, Bella pun tak tega, hingga kemudian terbitlah senyuman.
"Aku hanya berpura pura," ujarnya tanpa rasa berdosa, "kamu sih, tadi kan aku sudah bilang satu kali saja,"
Andre tersenyum jahil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"karena kamu terlalu nikmat untuk dilewatkan begitu saja," bisiknya, seraya melabuhkan kecupan, di puncak kepala istrinya.
__ADS_1
🤧🤭🙈
wadidaaaawww ...