
36.
Masih edisi yang kalian tunggu, malam pertama di rumah Baru.
Bella berjalan mendekati tempat tidur, kemudian ikut bergabung bersama suaminya yang sudah sejak tadi duduk dan menunggunya.
Walau lagi lagi gugup, Bella berusaha tetap menetralkan sikapnya, Bella merebahkan tubuhnya di sisi Andre.
Andre pun ikut merebahkan tubuh nya, ia berbaring miring menatap Bella yang sudah berpura pura memejamkan mata nya, jadi tangannya terulur membelai pipi Bella, tangan Bella terkepal menahan sensasi Geli yang aneh, namun Andre tak menghentikan aksinya, tangannya justru semakin bergerak ke pinggang, menarik tali jubah tidur yang dikenakan Bella, bibirnya menyunggingkan senyum manakala melihat Kedua tangan Bella yang terkepal.
"Buka saja kepalan tanganmu," bisik Andre.
Andre membantu membuka kepalan kedua tangan Bella, kemudian ia tersenyum geli, ternyata Bella pun merasakan hal yang sama dengan dirinya, tapi kali ini tak ingin gagal, ia harus bisa menghilangkan bayangan Jonathan dalam pikiran Bella.
Kini tali tak lagi menghalangi, Andre menyingkap jubah tidur yang menutupi gaun tidur Bella, karena tak ingin Istrinya semakin malu, Andre bertepuk tangan dua kali, seketika lampu kamar menjadi redup, menyadari ada perubahan suasana kamar, Bella membuka matanya perlahan, kini ia hanya melihat temaram cahaya lampu di sudut ruangan, lebih terkejut lagi karena Andre kini tengah mengamatinya, jarak wajah mereka teramat dekat, hingga keduanya merasakan hembusan nafas yang saling bersahutan, bella hendak berpaling tapi Andre menahan wajahnya, dan kini mereka justru berhadapan dengan posisi tubuh saling menghadap.
Irama jantung Bella berdetak cepat manakala menatap kedua mata suaminya, Rambut Andre tampak berantakan menutupi dahinya, tapi justru di situlah daya tarik para pria keluarga Geraldy, mereka terlihat menawan bahkan dalam kondisi berantakan sekalipun.
“Apa kamu tahu, hingga detik ini aku masih belum percaya bahwa kita sudah menikah, bukan berarti aku tak serius, hanya saja aku benar benar takjub dengan takdir yang tuhan siapkan untuk kita, percayalah aku sangat bahagia, karena diantara sekian banyak gadis di muka bumi, kamulah yang tuhan pilihkan untukku.” Andre mengecup kening Bella, “haruskah kita pergi berbulan madu? walau aku tak yakin kapan bisa menyiapkan waktu khusus ditengah tengah kesibukanku, tapi aku berniat membawamu pergi kemanapun, yah anggap saja kita berbulan madu di sela sela kesibukan ku, kamu tak keberatan kan?”
“Heh …?” Bella tergugu, ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, Andre berniat membawanya pergi kemanapun, itu berarti pria ini benar benar tak ingin jauh darinya, ‘oh ya tuhan perasaan apa ini? kenapa aku merasa sangat bahagia? mungkinkah aku kembali mencintai Andre? secepat inikah rasa itu kembali?’
“Kenapa kamu seperti orang bingung? kamu tak menyukai ideku?” Andre bersungut sungut.
“Eh bukan, bukan aku tak suka hanya saja … aku masih sedikit terkejut dan belum mempercayai apa yang baru saja kudengar,” Bella tersipu, jika cahaya lampu penerangan menyala terang, tentulah akan terlihat wajahnya yang kini memerah.
__ADS_1
Andre kembali tersenyum, tangannya kembali mengusap pipi Bella hingga turun ke dagu, Andre kembali mengikis jarak di antara mereka, kini wajah bella yang masih malu malu, terlihat di tengah temaramnya lampu kamar, “tolong jangan menolakku, aku sangat menginginkanmu.”
Bella menatap sendu wajah Andre, tak ada gurauan disana, yang ada adalah tatapan berkabut penuh damba, sekilas ia bertanya tanya, mungkinkah pria ini belum pernah melakukannya dengan Mely? tapi mana mungkin, jika mengingat ia dan Mely sudah begitu lama menjadi sepasang kekasih, pastilah mereka sudah sampai di tahap berhubungan seperti pasangan suami istri, itu Artinya Bella harus berusaha lebih keras, memuaskan keinginan sang suami, agar bayangan Mely terhapus dengan sendirinya.
tapi lagi lagi Bella bertanya tanya, bisakah ia melenyapkan bayang bayang Mely?
“Bell kenapa malah melamun? jawab pertanyaanku,” ujar Andre tak sabar.
“Oh pertanyaan, eh iya kamu bertanya apa barusan?” tanya Bella gelagapan.
‘yah dia lupa lagi?’ gumam Andre dalam hati. “Ya sudah, lupakan.” seketika Andre terdiam tak lagi berselera, semangat nya layu seketika, ia kembali menjauh, tapi ketika hendak Berbalik, Bella menahan bahunya, kini Bella yang mengikis jarak di antara mereka, bahkan tak berhenti sampai di situ, dengan berani Bella menyatukan bibir mereka, Andre yang terkejut masih membelalakkan kedua bola matanya, namun sedetik kemudian ia pun tak ingin tinggal diam, Andre mulai membalas ci***n Bella, mendorong dan meng****nya dengan kuat, nyaris saja Bella kewalahan mengimbangi suaminya.
Kamar yang semula sunyi, kini ramai dengan suara nafas dan riuh gemuruh jantung sepasang pengantin baru tersebut.
Bella tersenyum lalu mengangguk malu malu, tentu saja Andre sangat bahagia, ia kembali mel****t bibir Bella dengan rakus, tangannya bergerak menurunkan gaun tidur yang dikenakan bella, kini pundak putih mulus itu kembali menyapa penglihatannya, dengan gerakan sensual ia membelai permukaan kulit yang kini terbuka.
Bahkan karena tak sabar Andre merobek gaun yang Bella kenakan, Bella yang terkejut, tak bisa melayangkan protes, karena bibirnya sudah di bungkam, tak berhenti sampai di situ, Andre bahkan menyingkirkan satu persatu semua yang masih melekat di tubuh Bella dan juga di tubuhnya sendiri, suara er***an panjang menggema ketika tubuh keduanya menyatu sempurna.
Bella tak menyangka, walau ia merasa kesakitan, tapi ia begitu bahagia sudah memberikan miliknya yang paling berharga untuk pria yang kini menjadi suaminya, bahkan Andre terlihat sangat memuja tubuhnya, hingga ia terus mengulang kegiatan panas tersebut.
“Kamu sungguh luar biasa,” Andre kembali menghujani wajah Bella dengan ci**an, sementara tangannya tak henti mengusap punggung Bella yang kini terbuka tanpa sehelai kain menutupinya, “Terima kasih sudah memberikannya padaku, aku sangat bahagia karena ini pun pertama kalinya bagiku,”
Bella mendongak menatap wajah Andre, menyesal karena sudah berprasangka buruk pada suaminya tersebut, hampir hampir ia meneteskan air mata, tak ingin suaminya membaca apa yang kini tengah ia rasakan, Bella pun menenggelamkan wajahnya di pelukan Andre, memeluk erat tubuh suaminya, tak peduli tubuh keduanya masih basah oleh keringat sisa per*****an panas mereka, Andre pun tak menyia nyiakan kesempatan tersebut, ia pun balas memeluk Bella, hingga kedua nya terlelap dalam peluk bahagia.
Tanpa sadar, mereka melupakan semua rasa yang tertinggal dari masa lalu, bahkan sepanjang kegiatan panas tersebut, tak sedikitpun Bella mengingat Jonathan dan untuk sesaat, Andre bahkan lupa pernah menjalin hubungan dengan Mely.
__ADS_1
Tak terasa malam sudah berganti menjadi dini hari, menghantar lelap ke dasar paling bawah kesadaran setiap insan, dan angin malam seolah berubah menjadi melodi indah yang menyejukkan pendengaran.
.
.
.
.
.
plis like 👍komen 📝vote 🥇kembang 💐kopi☕ seikhlasnya 🥰
.
.
.
.
.
sarangeeeeeee 💟❤️
__ADS_1