
37.
Memori omelette telur.
Hari ini tak seperti biasanya, Bella membuka mata terlebih dahulu, hembusan udara hangat menyapa, seketika dadanya berdesir, dan wajah nya bersemu malu hingga ia tak berani mendongak menatap wajah seseorang yang semalaman memeluknya dengan erat.
Tapi kemudian ia memberanikan diri mencuri curi pandang, dan ternyata Andre masih lelap tertidur, Bella tersenyum sendiri, ‘pasti lelah sekali dia’ pikir Bella, semalam Bella nyaris pingsan karena melayani keinginannya, Bella bahkan tak ingat berapa kali mereka mengulangnya, dan kini ia hanya bisa merasakan pegal di sekujur tubuhnya.
Pandangan Bella mengarah pada jam dinding, ia cukup terkejut ketika menyadari bahwa saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, Bella pun bergerak gerak mencari ponselnya, namun sia sia saja karena ponselnya jauh dari jangkauan, semalam ia meninggalkan ponselnya di atas meja rias.
“Jangan bergerak, ini nyaman sekali,” Andre mencercau.
“Tapi sekarang sudah siang.”
“Hmmm jam berapa sekarang?”
“Jam sebelas.”
Andre yang terkejut, ketika ia mendongak memastikan perkataan Bella, kemudian ia kembali ke posisi semula dan kembali memejamkan matanya.
“Kamu tidak pergi kerja?”
“Kerja apa jam segini? lebih baik aku menemanimu di rumah, kita bahkan bisa mengulang yang semalam.” bisik Andre terus terang.
bluuusshh…
wajah Bella merona malu, sekaligus bergidik ngeri, yang semalam saja masih menyisakan perih, dan sekarang dia masih menginginkannya, seketika Bella bergerak gerak gelisah, menyadari sang istri hendak pergi menghindarinya, Andre justru semakin mengeratkan pelukannya, “kenapa? apa milikmu masih sakit?”
__ADS_1
Bella terdiam membeku, kemudian mengangguk pelan, “aku juga lapar.”
Andre tertawa pelan, “baiklah nanti kita makan di luar, tapi aku mau sekali lagi.”
“Apa??!!”
Lagi lagi Bella tak sempat melayangkan protes, karena Andre kembali memulai aksinya, membuat Bella tak bisa menolak, tubuhnya juga tak bisa bergeser, ia kalah tenaga dari Andre, pria itu seakan tak ada puasnya melakukan kegiatan panas, hingga membuat Bella hanya bisa pasrah menerima cu*****an dan belaian nakal suaminya.
*
*
*
Bella kini berada di dapur, rambut basahnya masih terbungkus handuk, walau masih sedikit lelah, namun bibirnya menyunggingkan senyum, baru saja ia mengakhiri aktivitas mandinya, itu pun ia masih harus menuruti banyak keinginan Andre yang aneh aneh, Bella seperti merasa sedang berhadapan dengan Kevin, usai mengakhiri kegiatan panas mereka, Andre masih belum mau melepaskannya, ia bahkan sengaja bergelayut manja, bahkan merengek, ingin mengikutinya ke kamar mandi, hingga terpaksa ia menuruti keinginan tersebut, walau ia merasa sungguh malu, karena ini kali pertama ia membiarkan tubuh polosnya dilihat seseorang, dan hingga kini Andre masih berendam di kamar mandi, sementara Bella, memilih segera mengakhiri aktivitas mandinya, dan kini berada di dapur.
flashback on
...maafkan mommy dan daddy, karena harus meninggalkanmu pagi pagi untuk urusan pekerjaan, tapi sandwich untuk sarapan sudah mommy siapkan, nanti bekal sekolah kamu beli di kantin sekolah saja yah. ...
Begitulah pesan singkat yang mommy Felicia tinggalkan, Bella sudah terbiasa ditinggal kedua orang tuanya bekerja, tidak terlalu lama karena ia di sekolah hingga jam tiga sore, sementara mommy felicia sudah tiba kembali di rumah tepat jam lima, jadi Bella tak pernah merasa sendiri.
Bella menuju lemari pendingin, kemudian mengeluarkan dua butir telur, dan fresh milk untuk dia minum, usai makan sandwich.
Kedua tangan mungilnya bekerja perlahan, karena ini pertama kalinya ia membuat omelette seorang diri, dengan perlahan ia memecahkan cangkang telur, berusaha sebisa mungkin agar tak ada kulit telur yang ikut masuk kedalam mangkuk, namun ia harus mend3sah kecewa, karena ternyata masih juga ada cangkang telur yang bercampur dengan telur yang sudah ia pecahkan.
Buru buru Bella mengangkat satu persatu cangkang telur tersebut, bukan pekerjaan mudah karena ternyata cukup sulit memisahkan cangkang dari telur, sementara waktu yang diperlukan untuk menuju sekolah juga semakin menipis.
__ADS_1
Karena terburu buru, bella tak sengaja menumpahkan fresh milk yang belum sempat ia habiskan, naasnya cairan putih tersebut bercampur dengan telur yang sudah ia kocok asal.
“yaaaa … kok malah bercampur dengan susu?” Bella ingin menangis rasanya, tapi tak memiliki banyak waktu, akhirnya ia mengambil jalan cepat, buru buru ia mencari keju dan apa saja bumbu bumbu beraroma sedap kemudian mencampurnya dengan telur, Bella sudah berpasrah apapun hasil masakannya ia akan memakannya dengan penuh rasa syukur.
.
.
.
.
.
.
plis like komen vote kembang dan kopi seikhlasnya
.
.
.
.
.
__ADS_1
sarangeeeeee 💟❤️