Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
100. Extra Part 5 (The End of story)


__ADS_3


Extra Part 5.



 VVIP William Medical Center Singapura.


Satu lagi kisah manis terukir di VVIP room, hadirnya sang penerus generasi membawa aura bahagia, hampir di setiap sudut rumah sakit kini dipenuhi dengan ornamen bahagia, balon balon dibagikan untuk pasien anak anak dan juga pengunjung, serta umbul umbul warna warni bertuliskan selamat datang untuk si kembar cicit dari pemilik rumah sakit.


Sementara di ruang VVIP sepasang orang tua baru tersebut sedang menimang anak anak mereka, bahagia tak terkira, setelah melewati drama panjang proses persalinan, kini mereka bisa tertawa bahagia, menikmati polah lucu si kembar, serta peran yang tak lagi baru, karena sebelumnya mereka pernah merawat bayi seperti anak kandung mereka sendiri.


"Ini hidungku …" Andre.


"Daguku …" Bella.


"Rambutku …" Andre 


"Alisku …" Bella


Konyol sekali, mereka sedang mengamati wajah lucu Dean dan Danesh, melihat betapa keduanya mirip dengan mereka memiliki beberapa bagian tubuh keduanya, ah sungguh bahagia.


Dean dan Danesh, kembar tidak identik, tapi keduanya memiliki ciri ciri ketampanan maksimal yang berasal dari kedua orang tuanya, daddy blasteran indo england, dan mommy blasteran melayu Amerika, wow entah othor tak dapat membayangkan bagaimana rupawannya wajah mereka, yang jelas mungkin suatu hari mereka akan membuat banyak kaum hawa terpesona.


"Mata Dean serupa denganku …" Andre.


"Dan mata Danesh serupa denganku …" Bella.


"Hahahaha … nak, suatu hari kalian tak akan bisa bertukar peran seperti daddy dan uncle, jangan coba coba yah." Andre memperingatkan kedua anak anaknya.


Dan Bella hanya bisa tertawa mendengar hal itu, karena ia pernah menjadi saksi bertukarnya dua kembar beda negara, tapi Bella yang sejak lama menyimpan rasa pada Andre, langsung mengenali Kevin di hari pertama mereka di sekolah usai acara seni budaya persahabatan antar sekolah. 


Kala itu Kevin mati matian mengatakan, bahwa Dirinya adalah Andre, tapi Bella tak percaya, sekeras apapun usaha Kevin mencoba meyakinkannya, Bella tetap tak mempercayai nya, hingga akhirnya Andre sendiri yang menghubungi Bella dan mengakui bahwa mereka memang sedang bertukar tempat, agar bisa berjumpa dengan orang tua mereka yang sudah berpisah selama empat belas tahun.


Barulah sesudah itu Bella bisa mengakrabkan diri dengan Kevin, sama seperti ia akrab dengan saudara kembar Kevin.


Dan kini melihat Dean memiliki mata berwarna biru, sementara Danesh berwarna hijau safir seperti Bella, membuat keduanya tertawa geli, "jangan tiru kelakuan daddy yah nak … karena kami tak akan pernah berpisah." Kata Bella yakin.


Suara ketukan pintu mengejutkan keduanya, rupanya seisi keluarga Geraldy kecuali Emira, tengah menyerbu William Medical Center Singapura, padahal pagi ini daddy Brandon dan mommy Felicia baru saja pamit pulang, untuk menyiapkan makanan pesanan Bella, makanan yang ia inginkan sesaat sebelum ia melahirkan.


Daddy Alex dan mommy Stella langsung mengambil alih kedua cucu mereka, tentu si pemilik hak paten mereka langsung mengajukan protes, siapa lagi jika bukan Daniel dan Darren, tapi dengan sigap kedua nanny mereka membawa keduanya bermain di luar, hingga tak sampai terjadi keributan, sementara si cantik Luna nampak lengket di pelukan papa Kevin.


"Didi …" ujar Luna ketika matanya melihat bayangan sang daddy kesayangan, yang sejak kemarin tak ia jumpai, tangan kecilnya menggapai meminta di perhatikan.


Dengan wajah sumringah, Andre menghampiri putri kecilnya, Luna memeluk manja daddy kesayangannya.


"Kiss daddy …" pinta Andre, dan bayi berusia 20 bulan itu pun menurut, ia mencium pipi sang daddy.


"Mommy mau juga …" Bella pun tak ingin ketinggalan, bayi cantik yang menemani hari hari sepinya itu, sudah seperti anak kandungnya sendiri.


Andre membawa Luna mendekati tempat tidur Bella, dan Luna dengan manja berpindah ke pelukan Bella, "mommy kangen Luna, kiss mommy." Pinta Bella.


 


Dengan patuh Luna mencium kedua pipi Bella kemudian melingkarkan kedua lengan kecilnya ke leher Bella.


Interaksi yang manis, pastinya membuat kedua orang tua kandung Luna, hanya bisa menahan cemburu, karena putri mereka satu satunya nyatanya begitu dekat dengan Andre dan Bella.


Tapi tak masalah, toh mereka juga juga bisa menganggap anak anak Andre dan Bella sebagai anak kandung mereka, kini mereka memiliki lima anak yang siap memeriahkan kehidupan di rumah keluarga Geraldy.


Bahkan sebagai wujud bahagia daddy Alex, kini Geraldy kingdom sedang dalam proses pembangunan, kelak posisi rumah utama akan berpindah ke sana, karena rumah megah bak taman bermain dan belajar untuk anak anak tersebut, disiapkan daddy Alex sebagai wujud rasa sayangnya pada ke lima cucu nya, belum terhitung anak Emira, karena Emira bahkan belum menyelesaikan pendidikannya.


Daddy Alex mendekati Bella yang tengah bercengkerama dengan Luna dan Gadisya.


"Entah Daddy harus berkata apa, tapi daddy sangat berterima kasih pada kalian, para wanita hebat yang melahirkan cucu cucu untuk daddy." Daddy Alex bahkan berkaca kaca manakala mengucapkan rasa terima kasihnya, sungguh ia tak sebaik kedua putranya yang bahkan bisa sangat mencintai istri mereka, sejak awal hanya menetapkan diri pada satu hati dan tak pernah terbagi, walau keduanya berpisah, hingga kini sesak dan sesalnya masih menghampiri, karena itulah ia selalu menyempatkan diri meminta maaf pada sang istri menjelang mereka mengakhiri hari dengan tidur.


"Daddy tak perlu berterima kasih, ini sudah menjadi kewajiban kami sebagai istri, dan kami bahagia karena nya." Jawab Bella lugas.


Gadisya mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


"Papi ternyata cengeng juga yah," seloroh Kevin yang sejak tadi mengamati obrolan papi Alex dengan Bella dan Gadisya.


"Diam kamu, kamu belum tahu saja rasanya jadi papi, yang ada di persimpangan."


"Persimpangan mana pi?" Gurau Kevin, "aku juga di persimpangan, kok kita gak ketemu sih, harusnya kita janjian biar bisa sama sama pulang," Kevin merangkul pundak daddy Alex, "benar kata Emira, daddyku yang terbaik di seluruh alam semesta, terimakasih sudah membesarkan aku dengan baik, jangan lagi ingat ingat masa lalu keluarga kita, yang terpenting adalah bagaimana kita menata masa depan agar kesalahan yang sama tak lagi berulang." 


Kevin mengalihkan pembicaraan, tak ingin ia melihat papi Alex kembali bersedih mengingat kesalahan masa lalu nya, karena sejatinya manusia selalu bisa berbuat salah, tapi hanya orang orang jebat yang bisa menghentikan kesalahan mereka dan meminta maaf, begitupun dirinya yang pernah meninggalkan istrinya selama bertahun tahun.


Sementara itu Andre sedang bercengkrama dengan mommy Stella dan Danesh, tak peduli dengan obrolan kubu sebelah, mereka sibuk bercengkerama dengan topik mereka sendiri.


Mommy Stella mengusap sayang kepala baby Danesh, "kenapa mom, kok lihat nya sampai terpesona gitu?" 


Stella mengusap pipi Andre yang kini bahkan sudah menyandarkan kepala di pundaknya. "Bayi kalian tampan sekali," bisik mommy Stella, "mommy tak menyangka, di usia mommy saat ini, mommy sudah memiliki 5 cucu." 


"Hmmm mommy pasti menyesal karena kini sudah semakin tua," 


"Berani kamu bilang mommy tua, belum pernah merasa di banting mommy." mommy Stella mendelik menatap Andre.


"Hahahaha ampun mom, aku tak sanggup melawan ratu taekwondo." Andre meringis ketika mommy Stella melotot menatap nya.


Stella tersenyum menatap Andre, bayi yang ia bawa setelah perpisahan nya dengan sang suami.


"Dan sekarang Emira yang mewarisi kemampuan mommy," bisik Andre lirih.


"Biarkan saja, selama ia masih berada di jalan yang benar, cukup awasi dan arahkan." 


"Baik mom." 


Flashback end.


*


*


*


Sebuah kecupan membuyarkan lamunannya.


"Melamun lagi? Atau masih kurang?" Andre menaik turunkan alisnya penuh maksud.


Bella melengos begitu saja, tak ingin menanggapi gurauan mesum sang suami.


"Ayo kita keluar, bagaimana jika anak anak mencari kita?" Ajak Bella, yang langsung menarik lengan Andre.


"Eits … tunggu dulu, buru buru amat, ini aku belum bisa bergerak kalau belum di kasih koin kecupan," kata Andre dengan nada jail.


Jika ia sudah bicara koin kecupan, artinya ia menanti ciuman panjang dari sang istri.


Bella pun kembali berbalik, dan mulai menuruti keinginan, suaminya, bagaimanapun juga, hal hal kecil seperti inilah, yang membuat hubungan keduanya selalu manis, interaksi remeh seperti ini, justru sangat ia rindukan ketika suaminya pergi untuk perjalanan bisnis beberapa hari.


Andre menyambut ciu*man istrinya dengan suka cita, walau Bella yang memulai, tapi seringnya ia yang mendominasi, tak ingin pergi, bahkan tak ingin berakhir, jika mereka sudah ber*ci*man.


Brak 


Brak 


Brak


Ciu*man panjang itu terpaksa terpaksa lepas karena ada bunyi gedoran pintu.


Sepasang suami istri yang masih juga di hinggapi virus bucin itu terkikik geli.


Kemudian Bella menghampiri pintu, tak lupa merapikan pakaiannya yang kembali berantakan, akibat ulah tangan suaminya.


Benar saja, wajah wajah lucu menyambut nya, Luna dan Danes berdiri di depan pintu menunggunya.


"Kenapa sayang?" Tanya Bella ketika melihat wajah Luna sudah memerah menahan tangis.


"Tadi berebut ice cream Coklat dengan Kak Darren mom." Adu Danesh.

__ADS_1


Bella menunduk mengusap pipi bulat menggemaskan dihadapannya tersebut, sudah menjadi rahasia umum jika Luna sama seperti Kevin yang tak bisa makan coklat, tapi gadis kecil itu selalu merengek, karena orang orang di sekitarnya tak pernah memberi nya coklat, sementara Daniel, Darren, Dean bahkan Danesh, selalu makan coklat dengan nikmat.


Andre segera menggendong putri kecilnya tersebut, "sayang nya daddy … ada baaaanyak makanan yang lebih nikmat dari coklat," 


"Oh yah? Apa dad?" 


"Strawberry, banana, and Marshmellow." Andre menyebutkan beberapa makanan favorit Luna. Mau daddy belikan.


"Apa manggis juga enak dad?" Tanya nya.


"tentu … mau coba manggis? tadi daddy beli banyak sekali,"


Luna pun mengangguk.


Sehari hari Daniel Darren dan Luna berad di rumah bersama Bella dan Andre, karena Kevin dan Gadisya sibuk di rumah sakit, kadang pada malam hari pun kerap mendapat panggilan darurat, jadi Andre secara otomatis jadi daddy dari Ke lima anak anak tersebut, tapi ia dan Bella menikmatinya, sangat membahagiakan, dan membuat rumah tangga mereka semakin berwarna.


Bella melirik suaminya yang kini berhasil menenangkan Luna, kemudian ia menghampiri meja makan yang sudah riuh dengan suara 4 pria tampan Geraldy, empat pria yang kelak menjaga Luna jika mereka berada di luar, karena itulah sejak dini opa Alex menyiapkan segalanya.


Malam semakin larut, tapi keramaian terus berlangsung, hingga Daniel, Darren, Dean,  Danesh dan Luna Terlelap.


Akan selalu ada kisah di rumah besar tersebut, Geraldy Kingdom sedang bersiap menyambut bibit bibit penerus Geraldy, mengukir kisah bahagia, sedih, dan tak terlupakan.


Nantikan kehadiran five little's Geraldy, di Geraldy Kingdom, bersama oma Stella dan opa Alex, semoga othor dapat hidayah membuat novel tersebut, wkwkwkwkwk.


Dah yah tamat beneran yah, Andre dan Bella mohon undur diri, semoga berkenan, ini hanya halu recehan othor semata, semoga kalian terhibur, mohon maaf jika ada kesalahan kata, atau tata bahasa yang berantakan.


Terima kasih untuk dukungan dan cinta kalian selama ini, selanjutnya pindah ke rumah mas Bima yah, sambil othor menyiapkan rumah Emira dan mas Arjuna di -CLBK (cinta lama belom kelar)-


...🌼______The End______🌼...


.


.


.


.


Alhamdulillah


.


.


.


.


See you 


.


.


.


.


And


.


.


.


.


Sarangeeeeee 💛💚

__ADS_1


__ADS_2