
63.
Bella, ternyata Jeani Kim sungguh sungguh menyapu bersih semua desain yang minggu lalu kamu kirimkan. -nona Betty-
Begitulah bunyi pesan singkat yang dikirimkan nona Betty, mengenai kabar terbaru Jewelry Star, karena kini yang bisa diajak berdiskusi oleh nona Betty adalah Bella seorang, karena Bima sedang menemani perjalanan bisnis Andre.
Tapi rencana kita berjalan lancar kan?” -Bella-
Tentu, desain yang kamu kirimkan sudah memasuki tahap akhir pengerjaan, aku optimis, kita akan bisa launching lebih cepat, aku bahkan sudah menghubungi Nona Linda Huang, dan Nona Linda sudah bersedia menjadi Brand Ambassador kita, setelah suamimu berbicara langsung dengan beliau -nona Betty-
Baiklah nona, saya percayakan pada anda, setelah Andre kembali, kami akan segera bertolak ke Singapura untuk peluncuran desain terbaru kita. -Bella-
*
*
*
Setelah melewati begitu banyak drama kerinduan, sungguh berdebar debar sepanjang masa penantian, akhirnya hari ini Bella bisa tersenyum bahagia, karena akhirnya Hari ini Andre tiba kembali ke Jakarta, seperti remaja yang tengah dimabuk asmara, Bella bahkan bersikeras mengikuti pak Wawan ke Bandara.
Sementara itu di dalam kabin pesawat, Andre pun merasakan hal yang sama, padahal pesawat baru akan mendarat dua puluh menit lagi, tapi tangannya sudah berkeringat karena gugup.
"Bim … aku benar benar sudah terpenjara." Cicit Andre.
"Iya, terpenjara dalam perasaan cinta, selamat menikmati indahnya kembali jatuh cinta." Ucap Bima, tanpa mengalihkan pandangan dari game yang tengah ia mainkan dari tab nya.
Lama mengenal Andre dan sudah lama pula, Bima menjadi orang ketiga diantara Andre dan Bella, jadi ia tahu benar jika saat ini sahabatnya tersebut pasti merasa sangat bahagia, berbanding terbalik dengan beberapa bulan sebelumnya, Andre sudah seperti robot berjalan, hanya gara gara Bella mengabaikannya, memblokir nomor teleponnya, dan puncaknya, Bella mengirimkan undangan pernikahannya, setelah itu Andre nyaris seperti mayat hidup, makan seadanya, malas mandi, malas mengurus diri, hingga hal yang janggal pun terjadi, Andre ke kantor dengan penampilan seadanya, tentunya itu tak seperti Andre yang biasanya mementingkan penampilan dan pesonanya, jika di istilahkan, saat itu Andre lebih cocok di juluki gembel yang sedang merampok kursi kebesaran Direktur, begitu kacaunya Andre, hanya karena merasa diabaikan oleh Bella.
#(🤣wkwkwk udah gembel, perampok pula)
"Aku terpenjara, tapi merasa sangat bahagia." Balas Andre menerawang, menatap gumpalan awan di langit jakarta.
"Maaf jika beberapa hari kemarin aku bersikap menyebalkan," lanjutnya.
"Aku sudah mengenalmu cukup lama, jika bukan karena gaji yang kamu berikan sangatlah besar, aku sudah minggat dari sisimu sejak lama." dengan lincah bima menggerakkan jarinya di atas tab, sepertinya game yang tengah ia mainkan sedang sangat seru, hingga kemudian terdengar …
bip
__ADS_1
bip
bip
low battery
“Haiiiiis … baterai habis lagi.” Gerutunya kesal, kemudian dengan setengah hati ia menyimpan tab tersebut di ranselnya, mengingat sesaat lagi pesawat landing.
"Cih … jadi kamu mendekatiku karena uang?"
"Tentu saja, sudah sejak lama kita jadi pasangan simbiosis mutualisme." Kelakar Bima santai "apa baru sekarang kamu menyadarinya?"
"Hei … aku hendak menjodohkanmu dengan Sherin, sepertinya kalian akan cocok."
"Jangan coba coba, aku lebih suka sendiri, entah kapan aku baru akan memikirkan pernikahan."
"Jangan terlalu santai, ntar keburu karatan beneran, tahu rasa kamu?"
"Kalau begitu, batu asahannya haruslah yang premium, agar dia bisa membersihkan karat secara maksimal." Jawab Bima dengan santai nya.
Seperti dirinya saat ini, menyesal sekali, kenapa baru menikah di umur yang sudah sudah sangat matang, padahal ia sudah mapan, sejak berusia dua puluh lima tahun, seharusnya saat itu dia mulai mengambil sikap tegas, Bersedia menikah atau tinggalkan, daddy Alex pun sudah berkali kali menawarkan, akan melamar Bella untuknya, tapi ya sudah lah, kegagalan nya bersama Mely, kini jadi pelajaran sangat berharga, jika ia tidak mengalami kegagalan bersama Mely, tak mungkin ia memiliki rasa dan cara pandang berbeda pada Bella yang saat ini sudah resmi menjadi istrinya, cintanya, segalanya yang ingin ia perjuangkan agar Bella tetap bertahan disisinya, hingga maut yang memisahkan.
Bahkan Saat ini, Andre sudah tak sabar ingin segera mengurung istrinya di kamar, bila perlu, malam ini Andre akan membawa Bella pulang ke rumah mereka, agar tak ada gangguan dari saudara kembarnya.
"Haiisss … dasar kamu … nanti kalau tahu rasanya, aku jamin kamu tak ingin keluar rumah."
"Iya sama seperti mu kan? Jika bukan karena istrimu sakit, mungkin sekarang kamu sedang mengurung Bella di kamar hotel."
"hahahaha ... iya, kamu benar sekali." jawab Andre jujur.
Keduanya tertawa bersamaan.
Pembicaraan unfaedah itu terus berlangsung, seakan merefresh kembali otak mereka yang sudah cukup dibuat pusing dengan banyaknya jadwal kegiatan, hingga tak terasa, kru pesawat mengumumkan pada para penumpang, agar mereka kembali memasang seat belt.
Andre bisa bernafas lega, Ketika pesawat sudah berhenti sempurna di landasan, dengan tak sabar ia membuka kembali seat belt nya, kemudian membereskan barang barangnya, sekilas ia memeriksa kursi tempat ia duduk, karena tak ingin lagi menunggu lebih lama.
Seperti biasa, merasa dirinya spesial, maka ia pun harus tampil sempurna dalam segala situasi, jadi sebelum meninggalkan kursinya Andre merapikan rambutnya yang agak berantakan kemudian memakai kacamata hitam, benar benar harus terlihat tampan paripurna seperti layaknya supermodel yang tengah berjalan di catwalk.
__ADS_1
😪
Bima hanya bisa menggelengkan kepala melihat ulah sahabatnya tersebut, sudah sangat terbiasa ia melihat tingkah Andre yang selalu ingin tampil paripurna dimanapun ia berada.
Andre dan Bima berjalan beriringan melalui gerbang garbarata.
#(garbarata adalah, jembatan penghubung antara pesawat dan ruang tunggu penumpang)
Setengah jam kemudian, Andre dan Bima menyelesaikan segala proses yang harus mereka lalui sebelum meninggalkan Airport, mulai dari menunggu koper mereka diturunkan, hingga pemeriksaan dokumen perjalanan.
Kerumunan penumpang memadati pintu keluar, diantara sekian banyak orang, Ada seorang wanita yang menanti sang kekasih hati dengan tak sabar, Bella tak memberi kabar pada sang suami, bahwa ia akan menyusul ke Airport, karena itu lah ia berdiri agak menjauh dari kerumunan, agar matanya leluasa mencari cari.
Wajah tampan, dengan penampilan paripurna, ditunjang postur tubuh yang tinggi menjulang, membuat Bella begitu mudah menemukan keberadaan sang suami, seketika Bella memasang senyum cerah mengembang dari bibir merah muda nya.
.
.
.
.
.
wes yah, kangen kangenanya ntar sore atau malem, othor up lagi ... 🤗
.
.
.
.
.
Sarangeeeee 💟💜
__ADS_1