
33.
"Kenapa wajahmu terlihat sedang memikirkan hal yang berat? Jangan banyak berpikir sayang, kasihan anak anak, mereka tidak boleh stress agar sel sel otak nya berkembang sempurna." Kevin mengusap sayang perut sang istri kemudian seperti biasa mendaratkan tiga kali kecupan di sana.
"Sudah?" Tanya Gadisya dingin.
Kevin mengangguk, "ayo aku temani istirahat."
Namun Gadisya menggeleng, "kenapa? Kamu belum mengantuk?"
"Tidak juga, malam ini aku ingin tidur sendiri, abang tidur saja di kamar tamu."
"Yaaa … sayang … teganya, itu sama saja dengan melarangku tidur malam ini, bagaimana jika besok ada operasi darurat, kasihan pasien pasien kecilku." Bujuk Kevin memelas.
"Itu hukuman buat abang, aku sedang kesal karena kamu merusak malam pertama saudaramu." Gadisya berlalu pergi meninggalkan Kevin yang mendadak merasa tengah dalam situasi terburuk.
__ADS_1
"Aku memang tidak boleh bercanda dengan wanita yang sedang hamil, karena akibatnya sungguh tak terduga." Gerutu Kevin.
Sudah menjadi rahasia umum, jika Kevin tak bisa tidur jika tidak berada di kamarnya, bahkan sejak Gadisya mengandung, ia tak bisa tidur jika tak mencium bau tubuh istrinya, dan kini Kevin hanya bisa muram membayangkan malam panjang penuh siksaan yang kini sedang menunggunya.
*
*
*
Usai berbincang ringan dengan Semua orang, Andre menyendiri di taman belakang, ia membawa laptop dan ponselnya, tujuannya tentu menanyakan perkembangan Jeani Kim dan komplotannya.
Andre berpikir lagi, haruskah ia meminta Bella membuat banyak desain agar memudahkan rencana mereka menjebak Jeani Kim? Mungkin Bella akan menyetujui, karena sejak awal Bella memang sangat menyukai pekerjaannya, tapi bagaimana dengan dirinya? Andre sudah sejak awal keberatan jika Bella kembali bekerja, ia hanya ingin memanjakan sang istri agar Bella memiliki waktu untuk dirinya sendiri, terutama lagi Andre memang berniat membuat Bella kembali jatuh cinta pada dirinya, jadi niat awalnya adalah membawa Bella kemana dan dimanapun ia berada, agar ia sendiri bisa menumbuhkan bahkan mempersembahkan cinta tulus untuk istrinya.
Peristiwa sore tadi sempat membuat perasaan nya lemah, dan sudah ingin menyerah, namun ketika teringat kembali bahwa ia tak bisa mengakhiri pernikahan atau bahkan berjalan mundur, membuat hatinya lagi lagi memberikan pemakluman untuk sang istri yang masih menyimpan rasa pada mendiang kekasihnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu masih di sini?" Tiba tiba suara Kevin membuyarkan lamunannya.
Andre lagi lagi merasa jengah melihat kehadiran saudara kembarnya, teringat lagi wajah ini lah yang menghancurkan kegiatan panasnya bersama Bella, yang bahkan entah kapan bisa diulang kembali.
"Brisik, udah sana tidur, aku harus membereskan pekerjaan." Andre mengusir saudara kembarnya.
"Aku akan menemanimu, aku tahu kamu kesepian." Balas Kevin.
"No !! Kamu hanya akan mengganggu konsentrasi ku, sudah cukup sore tadi kamu membuat kepalaku pusing hingga nyaris pecah." Keluh Andre
"Hahahaha … jadi benar sore tadi kamu hampir bercinta dengan istrimu?, tapi gagal? Dan sekarang kamu menyalahkan aku?"
"Dasar saudara lakn4t, dulu aku membuatmu bisa bercinta dengan istrimu, kenapa kamu membalasku seperti ini?" Gerutu Andre.
Kevin mengusap air mata yang keluar di sudut matanya, air mata tersebut merembes keluar karena ia tak henti henti tertawa, merasa tak akan bisa mengerjakan apapun Andre pun beranjak meninggalkan Kevin yang masih tertawa keras.
__ADS_1
Usai Kevin tertawa, barulah ia menyadari Andre sudah tak berada di dekatnya, "And?" Panggilnya dengan suara keras, namun sia sia, karena Andre sudah hilang dari pandangannya.
Kevin bergidik sendiri, ia pun berlari menyusul Andre, bisa jadi zombie jika dirinya tak kembali kekamar, lebih baik ia kembali ke kamar dan merayu Istrinya, dari pada sendirian di luar kamar.