
59.
Bella kembali menenggelamkan wajahnya di pelukan suaminya, hatinya tengah dipenuhi bunga bunga bahagia, hingga rona merah pun tercipta, membangkitkan rasa yang selama ini ia kubur dalam kubangan nestapa cinta tak berbalas.
“Karena kita sedang membicarakan Mely, aku juga ingin bertanya, sejak dulu kamu mengatakan padaku, jika Mely bukan wanita baik baik, tapi kamu tak pernah memberikan satu pun bukti foto atau gambar, seandainya kamu memberiku sebuah gambar atau video pendek, mungkin sudah sejak dulu aku mengakhiri hubunganku dengannya.”
Bella kembali mendongak, telapak tangannya menempel di pipi suaminya.
“Karena aku ingin kamu mempercayaiku, sesederhana itulah harapanku, aku hanya bertaruh dengan keberuntungan, kita sudah sangat lama berteman, aku sangat berharap, kamu percaya pada setiap ucapanku, karena itulah, aku tak pernah mendokumentasikan kebersamaan Mely dengan banyak pria.”
“Dan ternyata aku tidak percaya padamu, bahkan memintamu pergi dari hidupku, percayalah aku sangat menyesali perkataan ku waktu itu, ketika aku menyadari nya, semua sudah terlambat.”
Andre mengusap pipi bella, pipi mulus bak pualam yang pernah memerah akibat tamparannya, “aku bahkan menamparmu,” mata Andre memerah berkaca kaca, “seharusnya nya kamu mendapatkan pria yang jauh lebih baik dariku, maaf karena tenyata aku yang menjadi suamimu.”
Bella tersenyum, sungguh manis senyumannya, “kalau begitu, kamu harus menebusnya dengan hukuman penjara seumur hidup bersamaku.”
Andre tertawa, “baiklah … aku tak sabar, terpenjara seumur hidup bersamamu, bersiaplah, karena seumur hidup pula, aku akan selalu berada di sisimu, aku harap kamu tidak akan muak padaku.”
Keduanya kembali tertawa dan saling mengeratkan pelukan.
*
*
*
Sore hari nya Daddy Brandon dan Mommy Felicia tiba, keduanya menangis penuh penyesalan, karena selama ini kurang memperhatikan kesehatan putri mereka satu satunya, kesibukan keduanya membuat mereka mengabaikan penyakit yang menimpa putri mereka, hingga Bella menanggung sendiri semua rasa sakit nya, tanpa bisa berbagi rasa dengan kedua orang tuanya.
"And … Daddy ucapkan banyak terima kasih, untuk kesediaan mu menerima putri daddy apa adanya." Ucap Daddy Brandon ketika Andre membawa ayah mertuanya sekedar minum kopi dan makan kudapan ringan di cafe, sementara mommy Felicia menemani Bella di ruang perawatan.
"Aku sama sekali tak keberatan melakukannya, karena sekarang, putri daddy ada di bawah tanggung jawabku, aku sudah berjanji pada tuhan akan menyayangi dan mencintai nya seumur hidupku, maka aku juga harus menerima semua kekurangan nya, dan mensyukuri setiap kelebihan yang ada pada dirinya,"
Daddy Brandon Hanya menepuk pundak Andre dengan rasa haru berselimutkan kebanggaan, remaja tanggung yang dahulu sering mengikutinya kemanapun ia membawa keluarga kecilnya berlibur, kini menjelma menjadi pria dewasa yang tulus mengasihi dan menyayangi putri kecilnya, semakin berlimpah lah rasa syukurnya saat ini.
__ADS_1
"Aku yang harusnya berterima kasih, karena daddy mempercayakan putri baik hati milik mommy dan daddy, untuk menjadi pendampingku," balas Andre.
Bagi Andre, keberadaan daddy Brandon sangat lah spesial, kala itu, Andre remaja yang sama sekali tak memiliki figur ayah, mendapatkan figur seorang ayah dari daddy Brandon, daddy Brandon pun benar benar menyayangi Andre seperti anak kandung, termasuk Andre bisa belajar banyak hal dari daddy Brandon.
*
*
*
Dan malam harinya.
“Selamat malam tuan Brandon.”
Daddy Alex meminta Dimas menjemput kedua orang tua Bella untuk bermalam di kediaman keluarga Geraldy.
“Eh … selamat malam om Dimas,” sapa Andre kala melihat kehadiran Dimas. “daddy … perkenalkan, ini om Dimas, asisten kepercayaan daddy Alex.”
Daddy Brandon menyambut uluran tangan Dimas, “oh selamat tuan Dimas,” sapa daddy Brandon.
Daddy Brandon menatap menantunya dengan pandangan yang entah seperti apa mengartikannya, karena merasa disambut dan diperlakukan sangat spesial oleh keluarga besannya.
“Apa kehadiran mommy dan daddy tidak akan mengganggu keluargamu nak?” tanya daddy Brandon dengan perasaan serba salah.
“No dad, jangan berpikir demikian, keluarga kami akan merasa sangat tersanjung, jika daddy dan mommy bersedia memenuhi undangan menginap di kediaman keluarga kami.”
Begitupun mommy Felicia yang juga menatap haru ke arah menantu dan putrinya secara bergantian, dahulu ia merasa tak nyaman kala mengetahui Bella memutuskan akan menikah dengan Jonathan, tapi ketika akhirnya Jonathan tewas karena kecelakaan, dan Andre yang menggantikan Jonathan menikahi Bella, mommy Felicia merasa sangat bahagia, bukan karena mommy Felicia tak menyukai Jonathan, melainkan mommy Felicia tak menyukai keluarga Jonathan yang tak pernah menunjukkan keramahannya, terutama terhadap Bella.
“Saya pun orang asing sebelum bertemu dengan tuan Alex, tapi hingga saat ini, tuan Alex memperlakukan saya seperti saudara kandung beliau, bahkan tuan Alex membuat saya bertemu dengan wanita yang hingga saat ini menjadi istri saya.” Sekilas Dimas tersenyum mengingat tragedi kocak sebelum pernikahannya, kejadian memalukan di toilet wanita yang disaksikan langsung oleh si kembar, gaun yang jadi kontroversi, salah paham dengan orang tua calon istrinya, hingga pernyataan Alex yang terkesan asbun, namun Dimas tetap bersyukur karena memiliki bos yang tingkahnya ajaib, karena saat itu bos sedang sedang kasmaran, jadi ia benar benar mewujudkan kata kata nya, yakni membuat Dimas memiliki pendamping hidup di waktu bersamaan dengan bos Alex kembali rujuk dengan mantan istrinya.
#(othor lagi kangen om dimas kesayangan 😁🤭)
Pernyataan Dimas semakin menghilangkan keraguan di hati daddy Brandon dan mommy Felicia, hingga Akhirnya mereka bersedia menerima undangan menginap beberapa hari di kediaman Geraldy.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Adakah yang juga kangen sama om Dimas … 💃
.
.
.
.
Tanda cinta nya gaes jangan lupa 🧘🌹🥰
.
.
.
.
.
__ADS_1
Sarangeeeeee 💟❤️