Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
51.


__ADS_3

51.


Bella meletakkan Tablet nya, kemudian mengangguk dengan senyum di wajahnya, ia pun tak ragu memeluk kembali suaminya, Andre balas memeluknya, "tak kusangka aku begitu bahagia, hanya karena kemarahan Bella mereda." Pikir Andre.


Kemudian ia teringat dugaannya beberapa saat yang lalu? Andre pun melepaskan pelukannya, Bella terkejut, "kenapa? Tadi katanya mau peluk?" 


Kemudian ia teringat dugaannya beberapa saat yang lalu? Andre pun melepaskan pelukannya, Bella terkejut, "kenapa? Tadi katanya mau peluk?" 


"Apa kamu sedang hamil?" Tanya Andre ragu, tapi berharap.


Bella mengerutkan keningnya. "Tidak," jawab Bella yakin, mengingat baru beberapa hari lalu mereka mulai berhubungan.


"Kamu yakin?" Tanya Andre memastikan.


"Yakin sekali." Jawab Bella.


"Buktinya apa?, Kamu bahkan belum melakukan Test kehamilan." 


Bella tergelak, ia tak menyangka Andre begitu tak sabaran, padahal belum genap 2 bulan mereka menikah.


"Hei kenapa tertawa? Jawab pertanyaan ku." 


"Tentu saja aku sangat yakin, karena aku sedang datang bulan." 


Andre terdiam, tak lagi sanggup berkata kata, semangat dan gairahnya pun kembali layu seketika.


🤣🤣🤣🤣


Othor : And … othor jualan parutan online, barangkali mau beli, limited edition lho, lumayan buat marut aspal 🤪😁👻 


Andre : othor emang jarinya jahara 😤, ayo ngaku, pasti udah kongkalikong sama readers 🤬😡


Readers ngakak berjama'ah 🤣🤣😁💃🙈😂


*


*


*


Setelah berbagai drama kecemburuan terlewati, Bella akhirnya lelap tertidur di pelukan suaminya.


Diam diam Andre tersenyum, permintaan Bella sungguh mudah untuk dikabulkan, hanya ingin jalan jalan menikmati matahari Bali, jadilah sepanjang hari Bella mengajaknya berkeliling Bali, dan Andre sengaja menyewa motor, karena Bella menolak naik mobil, ia benar benar bersemangat menikmati matahari, bahkan bermain dengan ombak di pantai, baju basah berpasir, bahkan wajah terbakar sinar matahari tak ia hiraukan, dan perjalanan menikmati matahari ditutup dengan  makan malam, menu bebek betutu dan ikan bakar sambal matah khas Bali, menjadi pilihan, keduanya adalah menu favorit Bella sejak beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


Sebelum kembali ke Villa, Andre sudah menawarkan pada Bella untuk berbelanja, namun sungguh ajaib, Bella menolaknya, ia sudah terlalu lelah, yang ia inginkan adalah beristirahat, dan besok pagi rencananya Andre akan memboyong Bella untuk menginap di Resort nya sendiri, Blue Resort milik Keluarga Geraldy.


Suka atau tidak, sepanjang hari Andre terus memikirkan bagaimana perasaan Bella, “haruskah aku berikan peringatan keras pada j4l4ng itu? tingkah nya hari ini sungguh sangat memuakkan, selama ini aku diam karena tak ingin memperpanjang masalah, tapi ternyata, dia memang wanita tidak tahu malu.”


*


*


*


Mely tersenyum puas penuh kemenangan, manakala ponselnya menampilkan nama dan wajah sang mantan kekasih, lebih bahagia lagi karena Andre mengajaknya bertemu, dengan senyum angkuhnya, Mely mengganti pakaian, “sudah kuduga, dia memang tak bisa berjauhan dari ku dalam waktu yang lama, berpura pura bahagia, ternyata kamu memang tak pernah berubah, aku harus berpenampilan menawan malam ini, demi bertemu tambang uangku yang tampan, tunggulah kedatanganku, untung saja aku belum berpindah hotel.” Mely bermonolog.


Ada sebuah saung kecil di sudut Resort, disanalah Andre menunggunya, Mely berjalan dengan gaya anggun yang di buat buat, mini dress berwarna putih, nyaris transparan memperlihatkan hampir keseluruhan tubuhnya, tak lupa parfum wangi memikat, yang dulu menjadi favorit Andre.


“Aaaahhh … tak bisa di pungkiri, dia memang tampan dan memiliki segala yang ku inginkan, aku akan berusaha membuatnya kembali padaku.” dengan langkah tak sabar Mely berjalan semakin dekat menuju saung, hingga ia tak melihat ada bayangan hitam berdiri tak jauh dari tempat ia melangkah, melihat Mely melewatinya, bayangan hitam itu berlalu pergi.


“sayang … sudah lama menungguku,” seperti biasa mely selalu menggunakan sapaan menggoda.


Teringat hukuman yang ia terima, Andre mundur beberapa langkah ketika Mely hendak menghadiahkan pelukan untuknya, selain itu Andre sendiri merasa jijik, dengan sentuhan Mely, “berhenti di tempatmu, jangan berani berani mendekat.” ucap Andre dingin, Mely tak melihat kilatan amarah di mata Andre.


“Kenapa? bukankah ini yang kamu inginkan? diam diam bertemu denganku di belakang istrimu?” 


“Lebih baik Hentikan omong kosongmu, karena kamu terlalu percaya diri.” Jawab Andre penuh penekanan.


Andre tersenyum miring, melihat ketakutan di wajah Mely, sudah begitu banyak kesulitan dan rasa sakit yang ia lalui ketika mengetahui siapa Mely yang sebenarnya, “menurutmu? apa yang Bella katakan tentangmu?”


“Tidak sayang, seperti biasa kamu harus tetap percaya padaku, semua yang Bella katakan tentangku itu hanyalah sebuah kebohongan.” Ucap Mely penuh pembelaan, ia sudah bertekad akan meyakinkan Andre apapun yang terjadi.


Andre lagi lagi mundur beberapa langkah ketika Mely mendekatinya, ia benar benar merasa jijik dengan mantan kekasihnya tersebut. 


“Bella gadis baik baik, justru aku lah yang sudah kejam terhadapnya, bahkan aku menyia nyiakan keberadaannya, karena apa? semuanya karena aku buta, buta pada sesuatu yang begitu berharga seperti dirinya, semuanya karena aku memilih berada di sisi seorang j4l4ng sepertimu.” pekik Andre dengan suara nyaring.


Mely meneteskan air mata palsunya, “teganya kamu padaku, aku mencintaimu dengan tulus, tapi lihat kamu bahkan mengatakan bahwa aku seorang j4l4ng,” ucap Mely.


“Hahahaha … tulus?” Andre tertawa keras, “membagi tubuhmu untuk banyak pria, apakah itu yang kamu sebut sebuah ketulusan?”


“Apa maksudmu sayang, aku benar benar tidak mengerti.” bibir Mely bergetar kala mengatakannya.


Lagi lagi Andre tertawa sumbang, rupanya seperti inilah kepalsuan yang selama ini Mely tunjukkan di hadapannya, dia berbohong, bersikap seolah olah ia tidak bersalah, padahal lawan bicaranya sudah mengetahui dengan benar apa kesalahannya, “hahahaha …” lagi lagi Andre tertawa keras, teringat semua yang sudah Mely lakukan selama bertahun tahun untuk menutupi kebohongannya, entah apa yang dulu menguasai nya, Mely selalu berhasil melancarkan bujuk rayu terhadapnya. 


Andre sungguh marah, rasanya emosi yang selama ini ia pendam akan ia keluarkan malam ini, Andre bergerak maju mendekati Mely, dia melingkarkan kedua telapak tangannya di leher Mely, matanya melotot tajam, dan wajahnya memerah menahan amarah, “dengarkan perkataanku baik baik wanita j4l4ng, bertahun tahun aku menjaga mu, tak pernah memiliki keinginan untuk menyentuh, apalagi membuatmu ternoda, aku limpahi kamu dengan kemewahan dan juga cinta yang tulus, aku bahkan mengabaikan peringatan orang tua dan saudaraku, demi mempertahankan dirimu disisiku,” andre mengeratkan cengkramannya, dan kini Mely semakin tersengal kehabisan nafas.


.

__ADS_1


.


.


.


.


marahnya lanjut besok ya gaes, biar gak pada darting ... 🙈😁


.


.


.


.


oh iya mungkin besok othor telat up, karena ada acara di sekolah anak anak ... othor mau hiling biar gak hilang dari peredaran 💃


.


.


.


.


.


like 👍komen 📝vote 🥇kembang 🌹kopi ☕seikhlasnya 🥰🤓🧘


.


.


.


.


.


sarangeeeeee 💟❤️

__ADS_1


__ADS_2