Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
53.


__ADS_3

53.


Pria itu termangu di depan jendela sebuah apartemen, tatapannya kosong, wajahnya kusut masai, dengan jambang dan kumis yang mulai menebal, baju dan celana yang dipakainya pun sudah seperti tak layak pakai.


Sementara ruangan yang ditempati pria itu pun sudah tak jauh berbeda dengan penampilannya, tak mungkin lagi di sebut tempat tinggal nyaman, Sofa dan dan meja sudah berserakan seperti sampah sampah yang berhamburan di sekitar pria itu.


Dialah Brad Orion, pria itu tak punya tempat tinggal, satu satunya tempat yang bisa ia datangi hanyalah apartemen Mely, wanita yang selama beberapa bulan ini menjadi kekasihnya, setelah Linda mengumumkan perceraian mereka, Brad otomatis tidak bisa mengakses semua yang ia butuhkan, ia bahkan kesulitan bertemu anak laki lakinya, mengemis pada LInda pun percuma, semuanya sama seperti yang mereka perdebatkan sebelum Linda mengumumkan perceraian.


Sejak awal menikah, Linda memberi Brad kepercayaan penuh, dan ternyata di kemudian hari Brad berulah, walau Brad memohon maaf, memohon, bahkan menyembah, semuanya sudah terlambat, kini Brad resmi ditendang dari kediaman keluarga Huang, semuanya karena keputusan bodohnya beberapa bulan yang lalu.


Sesaat kemudian terdengar suara seseorang menekan tombol kombinasi pintu,  dan nampaklah wajah lelah Mely menyembul dari balik pintu, namun pemandangan tak menyenangkan menyambut kedatangannya, rasanya ia ingin sekali menumpahkan lahar kemarahannya, Mely baru saja menyelesaikan pekerjaannya di Bali selama beberapa hari ini, cepat cepat ia kembali ke Singapura, karena tak ingin bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, ia cukup ketakutan dengan peringatan yang Andre berikan. 


“Braaad … apa yang kamu lakukan di sini?” Bentak Mely kesal.


Brad yang mendengar teriakan Mely lantas menoleh, “Tentu saja aku pulang ke rumah kekasihku,” Jawab Brad santai. “apa kamu keberatan?”


Mely sungguh kehabisan kata kata, ia ingin pulang dan mengistirahatkan raga lelahnya, namun suasana rumah yang berantakan, sampah berhamburan di mana mana, hingga keberadaan Brad, kesemuanya cukup mengganggu baginya.


“Apa setelah aku jatuh miskin, hubungan kita juga berakhir?” Brad melangkah mendekati Mely.


Mely menghidar, ia berpura pura membawa koper nya ke walk in closet, sama sekali tidak menyadari bahwa Brad mengikutinya, kemudian mengungkung mely ke dinding.


“Jawab pertanyaanku, dan Jangan berpura pura menghindariku,” 


Mely mentap nyalang, “memangnya apa hubungan kita, bukankah sejak awal kita hanya berhubungan karena saling membutuhkan kehangatan ranjang?”


Brad tersenyum miring, “baiklah memang itu yang sebenarnya,” kini Brad mulai menelisik tubuh Mely, bagaimanapun ia pria normal seutuhnya, hubungannya dengan Linda memburuk, bahkan ketika di Bali ia berencana diam diam menemui Mely, untuk melampiaskan hasratnya, tapi berita perceraiannya kemarin membuat Brad tak bisa lagi berkutik, hingga ia pun urung melaksanakan niatnya, dan kini Mely sudah berada di hadapannya, jadi tak ada salahnya ia mengajak Mely bercinta, seperti yang sudah sudah.


Namun diluar dugaan Brad, Mely bahkan menghindar ketika brad hendak mencium bibirnya.


“Sebaiknya kamu diam, jangan banyak bertingkah, dan layani saja aku,” Brad mulai emosi, ia sedang tidak bisa menahan birahi nya, tapi Mely justru menolak nya. 


Mely gemetar, ia menggeleng ketakutan, kemarahan Brad bahkan lebih mengerikan daripada kemarahan Andre, "tidak … aku tidak Mau," Mely memohon, aktivitas yang selama ini sangat membuatnya melayang bahagia, kini terasa seperti siksaan baginya.


"Kamu yang menyeret ku masuk dalam petaka ini, maka sekarang, aku tak ingin menderita seorang diri … kamu pun harus menderita bersamaku." Dengan Kasar Brad menyeret Mely menuju tempat tidur, tak ada lagi des**an manja, dan er***an penuh kenikmatan, kini semuanya terasa bagai siksaan panjang yang tak ada ujung nya.


*


*

__ADS_1


*


Andre tersenyum riang, ia sudah menyiapkan sebuah kejutan manis untuk menyatakan perasaannya pada Bella, bukan kejutan mewah, ia hanya melakukan reservasi di sebuah restoran, letak restoran tersebut di bibir pantai, jadi rencananya mereka akan menikmati makan malam dengan kaki bermain di riak riak ombak dan pasir.


Yah ternyata ketika ia bersedia membuka hatinya, tak butuh waktu lama baginya untuk merasakan getaran cinta di hati nya, jika dulu Andre selalu mengatakan bahwa Bella hanya seorang sahabat, semata mata karena andre tak pernah memberi celah pada hatinya agar ia bisa mencintai Bella, dan puncaknya adalah ketika Mely berulah, Andre begitu khawatir bahkan takut, jika Bella akan salah paham padanya, bahkan yang terburuk kemungkinan Bella akan salah paham dan menyangka dirinya masih memiliki hubungan spesial dengan Mely, karena itulah malam harinya, Andre meluapkan segala emosi, dan kemarahan yang selam ini ia pendam, sekaligus memberikan peringatan keras pada Mely, agar tak lagi mengganggu kehidupannya, terlebih mengganggu sang istri.


"Bos, reservasi restoran sudah siap, dan ini tiket untuk anda dan nyonya ke Swiss Minggu depan, perlukah pak Bima saya pesankan tiket juga?" Tanya Sherin, sekertaris Andre.


"Sepertinya tidak, aku sedang tak ingin di ganggu, karena perjalanan kali ini, akan jadi perjalanan bulan madu, jadi aku akan mengurus pekerjaan ku sendiri." Jawab Andre dengan senyum cerah di wajah nya.


Sherin yang mengerti dengan kondisi atasannya, hanya ikut tersenyum bahagia.


"Baiklah Bos, saya mengerti, jadi saya sudah bisa pamit kembali ke jakarta?" 


"Iya, silahkan, kapan penerbangan mu?" 


"Belum tahu bos, saya belum pesan tiket, paling lambat besok siang, saya mau beli beberapa oleh oleh pesanan keponakan saya." 


"Ada Berapa keponakanmu?" Tanya Andre penasaran, teringat bahwa ia pun akan segera menyambut kehadiran tiga keponakan lucu, yakni anak anak nya Kevin dan Gadisya.


"Ada empat bos, laki laki semua, wah … mereka benar benar membuat saya pusing setiap hari, tapi jika jauh begini rasanya sangat ingin mendengar suara jerit dan tawa mereka." Jawab Sherin dengan wajah berbinar.


 "Kamu mirip seperti Bima, dia juga menyukai anak anak …" 


"Hei jangan memotong pembicaraan ku, bukan itu maksud perkataan ku." Andre kembali menyela.


"Lalu? Anda mau menjodohkan saya dengan pak Bima?" 


"Iya begitulah, bukankah itu ide bagus?" 


"Sudah lah bos, saya malas melanjutkan, jika anda masih membicarakan perjodohan, selamat siang menjelang sore bos." Pamit Sherin, sebelum Andre kembali melanjutkan niat nya untuk menjodohkan diri nya dengan Bima.


Andre tersenyum simpul, sebenarnya ia hanya bergurau, sedikit menggoda sekertaris nya tak masalah bukan?. 


Andre melanjutkan langkahnya demi menjumpai wanita kesayangannya, wanita yang beberapa hari belakangan ini membuatnya resah karena dia kembali bersikap dingin seperti awal awal pernikahan mereka, kadang Andre pun cemburu, ketika mengingat kemungkinan, Bella sedang memikirkan mantan kekasihnya, tapi kemudian ia kembali berpikir logis, yang sudah pergi tak akan pernah kembali, sesudah itu, perasaannya pun kembali netral.


Setibanya di villa yang beberapa hari ini ia tempati bersama Bella.


Andre mengedarkan pandangan ke ruang Tamu, Bella tak ada, padahal wanita itu biasanya menggambar di depan Jendela, sambil menikmati pemandangan.

__ADS_1


Andre berjalan menuju kamar, tepat seperti dugaannya Bella sedang ditempat tidur, tapi Andre melihat keanehan, Bella berbaring meringkuk, pundak dan bahu nya bergetar, isak tangis lirih terdengar menyayat di telinganya, seketika ia berlari mendekat, dan benar saja, wajah cantik itu, nampak bersimbah keringat, dan pucat pasi.


"Apa yang terjadi?" Tanya Andre khawatir.


Bella tak sanggup menjawab, ia hanya menggeleng lemah.


Dengan sigap Andre mengeluarkan ponsel dari saku celana nya, "Sherin … siapkan mobil sekarang, Cepaaaaat !!! Ini darurat," sentak nya keras.


Tak menunggu jawaban Sherin, Andre melempar ponselnya begitu saja ke kasur, dan kembali menghampiri Bella.


.


.


.


.


.


selamat hari minggu 💃


.


.


.


.


.


.


seperti biasa tolong tinggalkan tanda cinta seikhlasnya, sekedar penyemangat, dan hiburan buat othor, agar besok bisa kembali dobel up 🤗🤓🤭


.


.

__ADS_1


.


sarangeeeeee 💟❤️


__ADS_2