Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
64


__ADS_3

64.


Kerumunan penumpang memadati pintu keluar, diantara sekian banyak orang, Ada seorang wanita yang menanti sang kekasih hati dengan tak sabar, Bella tak memberi kabar pada sang suami, bahwa ia akan menyusul ke Airport, karena itu lah ia berdiri agak menjauh dari kerumunan, agar matanya leluasa mencari cari.


Wajah tampan, dengan penampilan paripurna, ditunjang postur tubuh yang tinggi menjulang, membuat Bella begitu mudah menemukan keberadaan sang suami, seketika Bella memasang senyum cerah mengembang dari bibir merah muda nya.


Andre pun terkesima, tak tahu menahu bahwa Bella akan menjemputnya, maka ketika ia melihat Wajah Bella yang menanti diantara para pengunjung, Andre jadi mengulum senyumnya, “Bim, aku tidak sedang bermimpi kan?”


plak …


tanpa takut sedikitpun, Bima menampar pipi kiri Andre.


“eh … buset, sakit tau ….” sungut Andre.


“Baguslah, itu berarti kamu tidak sedang bermimpi, kenapa, ada apa?”


Andre yang masih mengusap pipi nya, tiba tiba tersenyum, “lihat ke arah jam delapan,” ujarnya.


Bima pun mengikuti arah pandang sahabatnya. “oooh, pantas saja kamu tiba tiba, terlihat bodoh.”


“Enak aja, aku tampan sempurna tau,” seloroh Andre tak terima, wajah tampan yang sayangnya tidak limited Edition tersebut, dibilang bodoh.


“iya ganteng, tapi bodoh, hahaha …” lagi lagi Bima mengejeknya.


“sekali lagi bilang aku bodoh, aku potong gajimu.”


“Berani potong gajiku, aku mogok kerja selamanya.”


“Wah … gak asik ngancem nya.”


“Kalau begitu, jangan coba coba sentuh gajiku,”


“Baik tuan duafa, aku tak akan menyentuh gajimu.” kemudian Andre menjulurkan lidahnya.


Bella yang sudah melihat kedatangan suaminya, berjalan tergesa gesa, dan tak menunggu lama segera berlari ke pelukan suaminya, cukup lama mereka saling berpelukan, melepas rindu yang selama beberapa hari ini terabaikan, karena rentang jarak dan waktu, tak peduli kini mereka jadi pun tengah jadi pusat perhatian.


Sementara bima yang paham bahwa sepasang pengantin baru tersebut saling merindukan, hanya berdiri diam membelakangi sepasang pengantin baru tersebut.


Sesekali ia tertawa canggung jika ada orang yang menatapnya dengan pandangan aneh, karena ia tengah berdiri di dekat sepasang kekasih yang tengah saling melepas rindu.


 


“Aku sangat merindukanmu.” bisik Andre


Bella semakin erat melingkarkan kedua lengannya di leher Andre, “hmmm … aku pun merindukanmu.”


Andre memejamkan kedua matanya, kedua lengannya memeluk erat pinggang istrinya, kemudian mencium kening bella, sangat lama, menikmati aroma yang beberapa hari terakhir ini membuatnya merindu.


Sebenarnya ia ingin me***at bibir mungil merah muda milik istrinya, namun Andre masih mengingat dengan jelas, bahwa kini ia berada di Jakarta, jadilah hal itu tak mungkin mereka lakukan di depan umum. 

__ADS_1


“Ayo kita pulang, aku tak sabar ingin memelukmu sepanjang malam.” bisikan nakal itu mampir ke telinga Bella.


“And …  sepertinya aku pulang naik taxi saja," pamit Bima.


"Lho … aku akan mengantarmu." Jawab Andre yang belum bisa membaca situasi.


Bima tersenyum, dia tahu, akan tidak tepat rasanya jika saat ini dirinya berada di tengah pasangan suami istri yang sedang saling merindu tersebut. "Aku takut, mataku semakin sakit jika berada di dekat kalian,"


Andre pun paham maksud sang sahabat, "apa ku bilang, segeralah menikah."


Bima mengibaskan telapak tangannya ke udara, kemudian pamit pergi tanpa berkata, hanya lambaian yang ia berikan.


"Hati hati Bim …" teriak Bella, pria itu hanya mengacungkan jempolnya ke udara.


Bella mendongak menatap wajah suaminya, "i love you." Ucapnya tanpa suara, hanya gerakan bibirnya yang terlihat.


Hal itu cukup membuat Andre berdebar tak menentu, "love you to" balas Andre.


***


Bella menatap jalanan ibu kota yang masih sangat asing di matanya, tanpa menyadari sejak tadi Andre cemberut di buatnya, pria itu bahkan terang terangan menekuk wajah tampannya, serta melipat kedua lengannya di dada.


"Mau sampai kapan kamu menatap keluar jendela?" 


Bella menatap suaminya dengan pandangan tak mengerti.


"Kemarilah, duduk nya lebih dekat," pinta Andre.


"Kenapa sayang, apa matamu sakit? Kenapa sejak tadi pandanganmu aneh begitu." Tanya Andre, iseng menggoda istrinya.


Bella mencubit pelan pinggang suaminya, gemas juga, karena ternyata suaminya tak paham jika ia sedang menahan malu, karena ada pak Wawan di antara mereka.


Bella mendekat, kemudian berbisik, "malu, ada pak Wawan," bisiknya.


Andre menahan senyum gemasnya, "tenang saja pak Wawan pasti mengerti," balas Andre, dengan bisikan juga.


"Ish …" Bella mencebik malu.


"Nggak percaya?" Tanya Andre.


Bella menggeleng.


"Pak Wawan …?"


Pak Wawan tersenyum bijak, ia mengerti anak dari majikannya masihlah pengantin baru. "Jangan khawatir nona, Saya tidak lihat apa apa nona." Jawab pak Wawan, yang membuat Bella semakin malu.


Andre tersenyum. Kemudian meraih pinggang sang istri hingga mereka menempel erat, tanpa celah. "Nah seperti ini lebih baik,"


.

__ADS_1


.


.


.


.


Cut dulu yah, kalo terlalu manis, ntar kalian diabetes 🤪🤣🤭


.


.


.


.


komen dong, sepi euy ... kan liburan othor jadi suram tanpa komentar kalian 😁🤓


.


.


.


.


Uwu nya lanjut besok lagi


.


.


.


.


.


tanda cintanya jangan lupa gaeeees


.


.


.


.

__ADS_1


.


sarangeeeeee 💟❤️


__ADS_2