
89.
“Sayang … diapers baby nya mana?”
“Oh … sepertinya masih di mobil,” jawab Andre yang tengah kerepotan membawa banyak perlengkapan bayi yang baru saja mereka beli, usia kandungan Bella yang sudah menginjak bulan ke delapan, membuat keduanya bersemangat membeli banyak baju baju, dan perlengkapan bayi yang lainnya.
Padahal Bulan lalu mommy Felicia dan daddy Brandon sudah mengirimkan banyak baju dan pernak pernik bayi, tapi Bella bersikeras berbelanja lagi agar nanti anak anak nya tak kekurangan apapun.
Waktu berjalan sangat cepat, kini mereka pun tak sabar menantikan kelahiran buah cinta mereka, bahkan dua bulan sebelumnya, Bella sudah membuat daftar panjang, barang barang yang ia inginkan untuk menyambut kelahiran bayi bayinya, dan Andre hanya mengiyakan semuanya, karena sekali lagi, asal istrinya bahagia, semuanya akan ia berikan.
Bahkan ketika Hamil, Bella tak lagi fokus memikirkan Jewelry Star, ia mempercayakan semuanya pada Bima dan miss Betty, karena fokusnya kini adalah anak anak nya.
“Aku ambil yah?”
“Jangan, kamu istirahatlah, pasti lelah, karena sejak tadi berjalan keliling mall dan berbelanja.” jawab Andre yang melihat Bella terlalu bersemangat membawa perut besarnya kemana mana.
“Hati hati Bell, jangan berjalan tergesa gesa.” pesan mommy Stella dari ruang tengah.
“Iya mom, aku hanya terlalu bersemangat.” jawab Bella dengan senyuman.
Bella kembali ke garasi mengambil barang yang dia maksudkan.
Wajah nya cantik dan segar berseri kala tertimpa cahaya matahari, walau ia tengah mengandung bayi laki laki, pipinya bulat dan menggemaskan, pipi yang setiap malam tak lepas dari santapan sang suami, Andre sendiri jadi semakin gemas melihat pipi sang istri yang semakin hari terlihat semakin berisi.
Yah … efek hormon bahagia tengah melandanya, karena itulah kapanpun dan dimanapun Bella selalu terlihat cantik.
Sesampainya di garasi, tatapan Bella tertuju pada diapers bayi yang masih tertinggal di bagasi mobil, ia meraih diapers diapers tersebut, tiba tiba tatapannya mengarah pada kotak misterius yang ada di belakang diapers, sepertinya Andre sengaja meletakkan diapers di sana agar kotak tersebut tetap terlindung.
Walau susah, karena perutnya yang besar, akhirnya Bella berhasil meraih kotak tersebut.
Kotak misterius tersebut nampak besar dan berlapis lapis, karena Andre membuatnya terlihat seperti kotak di dalam kotak.
__ADS_1
Akhirnya setelah berhasil menyingkirkan lima kotak pembungkus, Bella berhasil mendapatkan kotak asli yang sedang disembunyikan oleh sang suami.
Mata Bella terbelalak, untuk sesaat Bella merasa jantungnya berhenti berdetak, tangannya bahkan gemetar ketika memegang kotak wasiatnya tersebut, kotak yang berisi curahan hatinya, sejuta tanya menyeruak, dari mana Andre mengetahui keberadaan kotak tersebut? dan lagi kotak ini seharusnya bersifat sangat rahasia, tapi tiba tiba berada di tangan suaminya.
Bella berjalan perlahan, diapers yang seharusnya ia ambil justru ia lupakan begitu saja, ia bahkan berjalan tanpa melihat apa yang ada di hadapannya, pandangannya hanya terfokus pada kotak wasiat miliknya.
Dari kejauhan Andre melihat kedatangan Bella dengan wajah heran.
“Katanya, mau ambil diapers?” tanya nya.
Bella tak merespon.
“Sudah ku bilang, biar aku saja yang memindahkannya.”
Andre belum sepenuhnya menyadari apa yang tengah terjadi pada Bella.
Bella berjalan semakin dekat mendekati suaminya, setelah mereka berhadapan, barulah Andre menyadari apa yang sedang terjadi.
“Bagaimana kamu bisa mendapatkan kotak ini?” tanya Bella tanpa ekspresi.
“Ayo kita ke kamar, aku tak mau ada yang mendengar pembicaraan kita,” bisik Andre, karena di ruang tengah sedang ada daddy Alex dan mommy Stella tengah bercengkrama dengan dua jagoan mereka.
Bella menurut, ketika Andre menuntunnya menuju kamar mereka.
Setelah memastikan pintu terkunci, Andre menyusul Bella yang kini sudah duduk di sofa yang berada di kamar mereka.
Andre memposisikan dirinya menghadap Bella, ditatapnya wajah cantik yang selama satu tahun ini menemani hari hari nya.
“Pagi itu di hari pernikahan kita, aku sengaja pergi ke cafe yang sering kita datangi hanya demi secangkir coklat hangat.”
Dengan serius bella menyimak penuturan Andre, cafe itu juga adalah cafe yang didatangi Bella ketika patah hati, dan kotak yang berada di tangannya hanya keluar ketika Bella mendatangi cafe seorang diri.
__ADS_1
“Kulihat Jo sedang duduk seorang diri dengan kotak ini berada di hadapannya, bahkan ia membaca kertas kertas yang ada di dalam kotak ini, ketika Jo melihat kedatanganku, ia terlihat gugup dan memasukkan kembali kertas kertas itu ke dalam kotak.”
“Aku masih tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi padanya, bahkan ketika aku duduk di hadapannya, tiba tiba ia memaksaku mencoba cincin ini,” Andre memperlihatkan jari kelingkingnya.
“Pada awalnya aku menolak, tapi dia memaksa, jadi ku biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan.”
Bella meneteskan air matanya, rupanya Jonathan mengetahui nya, cinta pertama dan isi hati yang selama ini ia sembunyikan, bukan salah Jonathan jika ia tahu semuanya sekaligus, rupanya Jonathan tak ingin membeli kucing dalam karung, tak ingin menikahi seseorang tanpa mengetahui masa lalunya, jadi Jonathan memutuskan untuk mencari tahu, kegelisahan yang selama ini menggelayuti hati dan perasaannya.
Hati Bella perih membayangkan kesedihan Jonathan, pasti teramat sangat menyakitkan, ia mulai terisak, membayangkan luka yang diderita Jonathan setelah mengetahui siapa pria yang ia cintai, hingga cincin pernikahan yang seharusnya nya ia pakai pun, tanpa sengaja tertukar dengan ukuran pria lain.
“Sesudahnya, Jonathan pergi mengendarai mobilnya, aku merasa ada yang tidak beres dengannya, jadi aku mengikuti kemanapun mobilnya melaju, sepanjang jalan kulihat beberapa kali mobilnya keluar lintasan, padahal kami tengah berada di jalur cepat, hingga akhirnya, entah sengaja atau tidak, kulihat mobil Jo berjalan dengan kecepatan penuh dan ada truk besar yang berjalan dari arah berlawanan, dadaku bergemuruh, serasa jiwaku hilang sesaat melihat kejadian itu, aku bahkan tak mampu bergerak karena gemetar ketakutan, tubuh Jo terlempar beberapa meter dari tempat kejadian, ku coba mengajaknya berbicara, tapi sepertinya sudah terlambat, ia hanya menyerahkan cincin ini, dan memintaku menikahimu, mencintaimu, menjagamu seumur hidupku.”
“Petugas polisi mengatakan, keluarga Jonathan tak ingin ada penyelidikan, jadi mobil Jo di buang begitu saja, mereka menganggap itu sebagai salah satu ritual buang sial, jadi petugas polisi menyerahkan kotak ini padaku, karena mereka menginginkan semua yang ada di mobil dimusnahkan.”
Andre mengakhiri kisahnya.
wajah Bella sudah basah bersimbah air mata, “Aku ingin ke Singapura, tolong antarkan aku.”
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jreng jreng …. drama persalinan dimulai, anak sultan menjelang lahiran minta ke Singapura, apakah akan mengulang kisam mommy Stella? atau si kembar punya kisah tersendiri?