Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
58.


__ADS_3

58.


Tak ada jawaban, hanya tangisan yang terdengar, tangisan sedih dari Bella yang mulai khawatir dengan kondisi rahimnya, serta tangisan Andre yang khawatir jika terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa kekasih hatinya.


"Apa itu berarti … sekarang aku bukan wanita sempurna?" Tanya Bella di sela isak tangisnya.


Andre menggeleng kuat, "bagiku kamu adalah yang paling sempurna, aku sama sekali tak melihat ada kekurangan pada dirimu." 


Haru, lagi lagi haru menyeruak diantara keduanya, Andre mengusap wajah Bella yang mulai basah oleh air mata, "apa aku juga sudah tidak bisa hamil dan melahirkan?" 


Akhirnya terlontar juga pertanyaan, yang sejak tadi menjadi ganjalan di hati Bella, manakala Andre menceritakan tindakan medis yang baru saja ia jalani, sungguh Andre tak ingin Bella berpikir bahwa, Bella akan ditinggalkan jika tak bisa memberikan seorang keturunan untuk keluarga Geraldy.


"Apakah itu sangat penting untukmu, aku bahkan tidak berpikir sejauh itu, yang ku pikir hanyalah, aku bisa bahagia denganmu," Andre berbicara demikian hanya dengan maksud agar Bella tidak stress apalagi tertekan, "cepatlah sembuh, aku ingin membawamu berbulan madu ke banyak tempat,"


Bella semakin menangis kencang, "tapi aku tidak bisa jadi wanita sempurna, aku bahkan tidak bisa hamil … padahal …" 


"Siapa yang bilang kamu tidak bisa hamil?" Andre memotong kalimat istrinya, ia tak ingin Bella berpikir yang tidak tidak tentang kondisinya saat ini, "Dokter bahkan mengatakan kita masih punya banyak peluang untuk memiliki anak."  Pungkasnya.


"Huaaaa … kenapa kamu tak mengatakan padaku sejak tadi … huaaaa …" Bella lagi lagi menangis keras.


Dan Andre begitu gemas ketika melihat Bella menangis dengan keras nya, ia membungkuk dan memeluk Bella sesaat, "jangan berpikir yang tidak tidak, bukannya aku tak ingin mengatakannya, tapi aku harap kamu tahu, bahwa aku hanya ingin bahagia bersamamu, walau tak ada anak anak diantara kita." Bisik Andre.


Kemudian Andre mengurai pelukannya, ia mengusap air mata yang sejak tadi membasahi wajah istrinya, “kalau aku benar benar tidak bisa hamil bagaimana?” Bella masih penasaran dengan reaksi suaminya, andai ia benar benar tak bisa hamil dan melahirkan.


Andre tersenyum, “sssttt … dengar yah, Aku punya saudara sulung, yang siap mengabulkan apapun keinginan adik nya.” seringai jahil muncul di wajah Andre.


Bella menatap heran, “maksudmu apa?” 


“Kita tinggal meminta pada Kevin dan Gadisya untuk kembali memproduksi anak anak lucu untuk kita,” jawab Andre santai, “bukankah sama saja? kita bisa tetap menghujani anak anak Kevin dan Gadisya dengan begitu banyak cinta.”


#( hahahaha … emang sotoy kalo punya adik model begini 🤣)


Bella mengangguk haru, ia mengulurkan kedua lengannya tanda ingin memeluk erat suaminya, “tak salah rasanya jika aku mencintai pria sepertimu.” bisiknya, ketika mereka kembali berpeluk erat.


“Terima kasih sayang, karena ternyata di hatimu masih tersimpan cinta untukku, aku sangat bahagia.”


*

__ADS_1


*


*


Beberapa saat kemudian usai Bella menghabiskan suapan terakhirnya, Andre pun demikian, ia membeli beberapa makanan dan segelas coklat hangat favorit nya, kini mereka kembali berpelukan, seakan akan sudah sekian tahun tak berjumpa, bahkan rela berdesakan di satu ranjang, karena kedua nya sama sama lengket, dan tak ingin berjauhan.


“Kalau perawat datang bagaimana?” tanya Bella


“Heh, siapa yang peduli, perawat VVIP sudah di bayar mahal, termasuk tidak boleh membicarakan apa yang mungkin mereka lihat di ruangan VVIP,” Jawab Andre sekenanya, ia tak peduli bahkan jika ia di bicarakan seantero rumah sakit. 


Lama mereka terdiam, hanya suara detak jantung masing masing, “mmmm … aku ingin bertanya sesuatu,”


“Hhmmmm … tanyakan saja,” 


Bella mendongak, menatap wajah tampan yang kini tengah terpejam. 


“Kenapa malah melihatku?”


Bella tersipu, rupanya ia ketahuan, Bella kembali menelusupkan wajahnya di pelukan Andre, “tapi jangan marah yah?”


“Hmmm … aku janji.”


Seketika Andre Membuka matanya, dan pandangan mereka bertemu, Andre menelisik wajah Bella, barangkali sang istri tengah marah atau cemburu, tapi sepertinya percuma, karena Bella sama sekali tak berekspresi apa apa selain penasaran. 


“Kamu melihatku keluar?” tanya Andre.


“Hmmm …” Bella mengangguk. “aku juga mengikuti mu, tapi ketika Mely datang, aku memutuskan pergi, sejujur aku takut, jika nantinya mendengar apa yang kalian bicarakan, terlebih jika itu akan kembali menyakiti hatiku.”


“Apa yang kamu pikirkan tentang ku?”


“Banyak, kenapa kamu pergi diam diam? kenapa setelah begitu banyak penghianatan yang Mely lakukan, kamu masih juga menemuinya? jika kamu masih mencintainya, kenapa kamu berharap seorang anak dariku? banyak sekali yang aku pikirkan,” jawab Bella.


“Apa kamu cemburu?”


“Tentu saja, kamu pikir hatiku terbuat dari batu?”


“Hahaha … satu kali aku juga pernah berpikir hatimu terbuat dari baja.” Gurau Andre.

__ADS_1


“Ish … jahat sekali.” gerutu Bella dengan wajah cemberut.


Andre mengangkat Dagu Bella yang sedang menunduk cemberut, “entah harus berapa kali aku mengatakan ini, aku harap kamu tidak akan pernah bosan, aku sangat serius ketika membawamu melangkah ke altar pernikahan, dan aku berharap kamu tak meragukan perasaanku, karena sampai kapanpun tak akan pernah ada kata perceraian diantara kita, malam itu aku benar benar mengakhiri semuanya dengan Mely, aku bahkan memperingatkan padanya agar ia tak berani menampakkan wajah nya di hadapanku, terutama di hadapanmu, sekali lagi dia berani mendatangimu, maka dia akan menyesalinya seumur hidup, karena aku tak akan membiarkan Mely menyakitimu.”


.


.


.


.


.


.


kalo sudah uwu begini, kok jari othor rasanya gatel yah, pengen di obrak abrik lagi 🤪🤭


.


.


.


.


.


jangan lupa tinggalkan tanda cinta dan penyemangat 💃🧘🤓


.


.


.


.

__ADS_1


.


sarangeeeeee 💟❤️


__ADS_2