Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
42.


__ADS_3

42.


"Kak Bellaaa … "


Suara teriakan dari pintu depan membuyarkan, konsentrasi Bella.


Bella pun mendongak menyadari namanya tengah diteriakkan.


Kebiasaan buruknya adalah, jika sedang sibuk membuat desain perhiasan, ia jadi abai dengan lingkungan sekitar, termasuk ketika ada tamu yang datang menyambangi rumah barunya.


Bella tersenyum lebar, melihat kedatangan mommy Stella dan Emira siang menjelang sore itu.


Rupanya mommy Stella tak datang dengan tangan kosong, "bi Murti, tolong bantu pak Wawan membawa belanjaan yah?" 


"Baik Nyonya," bi Murti mengangguk sopan, kemudian pergi ke tempat parkir dan membantu pak Wawan yang kewalahan membawa belanjaan Nyonya mereka.


"Mom … " sapa Bella yang langsung disambut pelukan oleh Mommy Stella.


Sementara Emira, langsung menuju dapur, mencari cari sesuatu yang bisa menghilangkan dahaga nya.


"Mommy, dari rumah?" 


"Tidak, tadi dari rumah sakit, langsung ke supermarket dan mampir kemari, mengunjungi rumah pengantin baru," 


Blushh … 


Merona merah wajah Bella. 


Namun Stella memaklumi, ia pun pernah merasakan hangatnya menjadi pengantin baru, bahkan dua kali menjadi pengantin baru dengan mempelai pria yang sama.


"Ah … mommy, kan aku jadi malu." Bella menunduk memainkan kuku kuku jari nya. "Mari mom silahkan duduk." Bella mempersilahkan mommy mertuanya untuk duduk.


"Apa mommy mengganggumu?" Tanya Mommy Stella setelah duduk nyaman di sofa.


Bella duduk miring, agar bisa menatap langsung wajah Mommy Stella, "sedikit mom, tapi tak masalah, aku senang mommy datang berkunjung, seminggu kemarin aku terlalu menikmati waktu bersama Gadisya, sampai sampai tak berhasil membuat satu desain pun." Aku Bella, "terlalu menggemaskan bila melewatkan Gadisya ketika sedang makan." 

__ADS_1


"Hahahaha …" mommy Stella tertawa mendengar pengakuan Bella, ia pun merasakan hal yang sama ketika melihat menantu pertama nya tersebut, tidak mengalami morning sicknes, membuat Gadisya leluasa makan apapun yang diinginkannya, terlebih ada tiga janin dalam kandungannya. 


"Apa kamu kesepian di rumah?" 


"Sejujurnya iya mom, aku tak terbiasa di rumah seorang diri pada jam kerja, tadi Andre mengajakku ke hotel, tapi hari ini aku ingin fokus mengerjakan desain di rumah saja," 


"Boleh mommy lihat desainmu?" Pinta Stella, "barangkali nanti bisa mommy promosikan pada teman teman sosialita mommy, sekaligus pamer menantu baru," 


#(mertua idaman, Stella suka gituuu iiiihhh, pamer pamer menantu, kan jadi banyak emak emak patah hati, karena lagi lagi gagal mendapat menanti pria tampan keluarga Geraldy, dulu juga Gadisya di pemerkan di perkumpulan para istri dokter 🥰)


Bella lagi lagi dibuat tersipu oleh pujian mommy Stella, kemudian mengangguk dan menunjukkan beberapa desain yang berhasil ia buat sejak kepergian suaminya ke tempat kerja.


Mommy Stella menatap kagum pada guratan kasar sketsa yang dibuat oleh Bella, baru dilihat gambar saja sudah indah, Mommy Stella mulai membayangkan bagaimana jika sketsa sketsa ini benar benar berwujud perhiasan, pastilah sangat mengagumkan.


"Bagus sekali, mommy sangat menyukai gambar gambar ini, begitu detail dan manis, sederhana tapi mewah, gambar biasa tapi nampak elegan hanya dalam sekali pandang, mommy tak sabar ingin melihat hasilnya ketika semua ini siap dipasarkan." Pujian itu meluncur begitu saja dari bibir mommy Stella.


Emira ikut bergabung, setelah puas berkeliling rumah, "ini cantik sekali kak, aku suka." Emira pun ikut melontarkan pendapat.


"Ups … apa kami jadi mengetahui rahasia perusahaan?" Celetuk Emira.


Bella tertawa renyah, "apaan sih, perusahaan itu juga perusahaan milik anak mommy, jadi tak masalah kalau mommy tahu." 


Bella menatap haru, mommy Stella dan daddy begitu tulus menyayangi nya, bahkan menerima kehadirannya seperti mereka menerima kehadiran anak sendiri.


Stella menggenggam tangan Bella, "mommy katakan sekali lagi, mommy dan daddy sangat bahagia, karena kamu yang jadi menantu kami, sungguh tak terbayang jika Mely yang menikah dengan Andre, walau mengaku cinta, tapi perasaan mommy mengatakan sejak awal wanita itu hanya memanfaatkan fasilitas yang Andre berikan padanya, jangan izinkan wanita itu hadir kembali dalam kehidupan pernikahan kalian, jika dia hadir kembali kamu harus tangguh dan kuat menghadapinya, jika tak sanggup, jangan sungkan untuk meminta bantuan mommy." 


Bella mematung, perkataan mommy Stella seperti sebuah semangat untuknya, harapan, bahkan dukungan yang tidak akan pernah putus, padahal hati nya sendiri kadang masih tercubit nyeri manakala mengingat suaminya kini, pernah menjalani waktu yang sangat lama berhubungan dengan Mely.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Selamat hari Senin gaes … 💃 jangan lupa tinggalkan tanda cinta untuk menyemangati othor kalian ini ... 🤗


.


.


.


.


Plis like 👍komen 📝vote 🥇kembang 💐dan kopi☕ seikhlasnya 🥰


.


.


.


.


Mau di Up lagi nanti sore atau siang gaes ? 🤓🧘


ayo ramaikan kolom komentar, jangan hanya colak colek tombol biru di bawah, kalo minta up lagi 👻👻


.


.


.


.

__ADS_1


.


Sarangeeeeee 💟❤️


__ADS_2