Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
66.


__ADS_3

66.


Hawa panas masih kental terasa di kamar sepasang pengantin baru tersebut.


Suara suara mesra nan indah berbisik mengalun, mengiringi aktivitas panas di dalam ruangan tersebut, tak peduli sudah berapa lama mereka saling mencari kenikmatan, menelisik hangatnya bisikan perasaan, oh … rindu dan cinta kini tengah menggoda keduanya, tenggelam dalam, dan semakin dalam hingga menembus lautan asmara.


Andre tak peduli pada tubuh lelahnya, yang ia inginkan hanya menuntaskan rasa rindunya, dan Bella hanya ingin memuaskan suaminya, berapa kalipun suaminya meminta, ia hanya mengangguk pasrah, walau tubuhnya remuk dan lelah, namun ternyata cinta memberinya banyak kekuatan.


Kini keduanya tengah saling menatap, berbalut selimut dan keringat masih membanjiri keduanya, namun keduanya sangat bahagia.


"Aku pasti membuatmu sangat lelah, maaf …" Andre mengusap kepala dan rambut Bella, tak ada jawaban dari bibir istrinya, Bella hanya tersenyum seraya memejamkan matanya, terlalu lelah untuk bersuara, Andre yang merasa sangat bersalah kemudian membawa sang istri ke pelukannya.


"Aku bahkan belum menanyakan keadaanmu." 


"Aku baik baik saja, dokterku sangat bisa diandalkan, setiap pagi, membangunkanku, kemudian memeriksa luka bekas operasi, lalu mengajakku sarapan pagi dan berolahraga ringan, kamu harus memberinya banyak hadiah." Ujar Bella dengan suara lirihnya, Bella semakin mendesak masuk ke pelukan hangat yang sangat ia rindukan.


"Tentu, bagaimana kalau satu set perhiasan yang akan kita launching bulan depan?" 


"Bukan ide yang buruk, jangan lupa untuk mommy Stella, mommy terbaik di alam semesta, beruntung sekali daddy Alex memiliki mommy Stella." Bella sungguh mengagumi ibu mertuanya tersebut.


"Aku lebih beruntung, karena memilikimu sebagai istriku, jadi kita sama sama beruntung." Andre mengusap punggung polos Bella yang masih lembab karena keringat.


"Sekarang aku mengantuk, aku tidur dulu yah?" bisik Bella.


"Tidurlah, aku juga mengantuk." 


Tak lama nafas keduanya naik turun teratur, mereka terlelap dengan rona wajah lelah tapi bahagia, lupa bahwa sudah sejak beberapa jam yang lalu keduanya melewatkan makan siang.


*


*


*


Entah kini sudah jam berapa, Andre terbangun, Lengannya terasa kaku nyaris mati rasa, bahkan sulit digerakkan, sesaat kemudian ia baru tersadar bahwa penyebabnya adalah, entah sejak kapan, lengan tersebut, menjadi bantal yang nyaman bagi istrinya yang hingga kini masih terlelap.


Suasana kamar sangat gelap, bahkan tak nampak lagi cahaya matahari, Andre mencoba mencari cari keberadaan ponselnya, tapi ia baru ingat bahwa sejak tiba di airport ia bahkan lupa menyalakan ponselnya, karena sudah sangat bahagia, melihat Bella menantinya di pintu keluar, dan pastinya ponsel Bella pun masih tertinggal di meja makan, tempat terakhir mereka duduk dan berbincang sebentar sebelum akhirnya terdampar di tempat tidur, karena rasa lelah yang sangat membahagiakan.

__ADS_1


Pelan pelan Andre mengangkat kepala Bella, kemudian memindahkannya ke bantal, Bella menggeliat sesaat, kemudian kembali terlelap, walau tanpa cahaya Andre bisa menatap wajah yang hingga kini, terbaring lelap di sisi nya.


Andre mendaratkan kecupan di pipi Bella, kemudian bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, ia cukup terkejut, karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, bukan hanya makan siang yang ia dan Bella lewatkan, bahkan jam makan malam pun sudah terlewat, pantas saja kini cacing cacing di perutnya sudah mulai berdemo, bukankah Bella masih harus meminum obat dan vitamin, jadi ia harus makan.


Sepuluh menit kemudian ia sudah rapi, pakaian santai dan celana pendek membalut tubuhnya, dengan rambut masih setengah basah, ia berjalan menuju ruang tengah, dan menyalakan lampu, tujuannya adalah dapur, ia hendak memasak untuk makan malam.


Setelah memastikan beberapa bahan yang diperlukan, Andre mulai menyalakan kompor, satu hal yang Bella kagumi dari suaminya adalah, keterampilannya di dapur, Andre sangat mahir membuat beberapa masakan, yang menurut Bella sangat enak, karena Bella tak bisa memasak. 


Ketika Andre hampir menyelesaikan seafood pasta yang ia masak, sepasang tangan indah memeluknya dari belakang, Andre tersenyum lalu mengurai pelukan tersebut, "aku baru akan membangunkanmu." Andre mendudukkan Bella di meja dapur, kemudian mencium singkat bibir yang kini tepat berada di hadapannya.


"Tepat setelah kamu menutup pintu kamar, aku terjaga," Bella balas mencium Bibir Andre.


"Tunggu sebentar, aku hampir menyelesaikan ini," dengan lincah seperti seorang chef profesional, Andre kembali mengaduk pasta yang hampir matang sempurna tersebut.


"Ada yang bisa kubantu?" Sadar diri, tak mumpuni dalam hal memasak, Bella berinisiatif menawarkan bantuan.


"Tidak ada, kamu cukup duduk diam di tempatmu, aku akan menyiapkan semuanya." Andre memperingatkan sang istri agar tetap diam di tempatnya.


Tersanjung Kah Bella? Tentu saja, ia merasa sangat istimewa, diperlakukan seperti ratu, begitu disayangi dan dicintai bukan hanya oleh suaminya, tapi seluruh keluarga Geraldy menerimanya dengan tulus, tanpa terkecuali, tak ada lagi yang ia harapkan, hidupnya kini sudah terlalu sempurna.


"Sepertinya di depan TV saja, aku akan menyiapkan beberapa kaleng soda dan camilan untuk teman …" 


Andre membungkam bibir Bella dengan bibirnya, me***at nya sesaat, "kenapa cerewet sekali, aku hanya bertanya dimana, kenapa kamu harus menjawab panjang seperti rel kereta." Andre mengusap bibir Bella yang terlihat agak basah, karena ulahnya, dan Bella hanya diam tertegun, sepertinya Bella harus mulai berhenti memakan makanan manis, mengingat suaminya sudah bersikap terlalu manis. "Dan sudah ku bilang, kamu cukup diam di tempat, jangan banyak bicara apalagi bergerak." Protes Andre, kembali mengulang larangannya.


Andre mengambil dua buah piring, kemudian menuang pasta untuk mereka berdua.


"Mau jalan atau ku gendong?" Tanya Andre usai meletakkan pasta di meja ruang TV.


"Mau peluk saja." Jawab Bella manja.


Dengan senang hati Andre memeluk wanita manja ya tersebut, menikmati aroma sabun dari ceruk leher Bella, mengecup dan meninggalkan beberapa tanda merah di sana. "Yakin hanya ingin peluk? Tidak lapar? Kamu masih harus minum obat." Andre mengingatkan, kemudian kemudian kembali mengendus daun telinga Bella.


Bella terkikik Geli, "iya … aku tahu, harus minum obat, habisnya kamu terlalu manis, aku jadi melupakan rasa laparku." Bisik Bella diantara aktivitas nakal suaminya.


"Karena kamu juga terlalu menggemaskan sayang, membuatku menginginkan lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan masih banyak lagi lagi yang lain…"


Akhirnya Bella memilih berjalan, tentunya masih dengan bergelayut manja, dan Andre sangat senang karena istrinya bersikap manja terhadap dirinya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Udah hari senin gaes, jangan lupa tinggalkan jejak manis kalian yah  … 🤗🤓


.


.


.


.


.


Up lagi nanti siang atau sore …🤓


.


.


.


.


.


Sarangeeeeee 💟❤️

__ADS_1


__ADS_2