
38.
Memori omelette telur.
Gerbang sekolah sudah terlihat, bella sangat bersyukur karena ia tidak terlambat masuk sekolah, baru satu meter ia memasuki gerbang sekolah, suara yang sangat ia kenali memanggilnya.
“Roger Smith …” anak lelaki tanggung berambut coklat dan bermata biru, tengah berjalan cepat menghampirinya.
Bella berbalik dan melanjutkan perjalanannya, sungguh menyebalkan, karena temannya yang satu ini selalu memanggil Bella dengan nama belakangnya, dan entah kenapa itu terdengar seperti sebuah ejekan.
Merasa tengah di acuhkan Andre remaja berlari menyusulnya, kemudian ia melingkarkan lengannya ke leher Bella, seperti yang biasa ia lakukan, “Kenapa meninggalkanku, bukankah baru saja aku memanggilmu?”
“Malas saja, melihatmu.” jawab Bella acuh.
“Oh yah, kalau begitu aku akan sering mengekorimu sampai kamu merasa muak padaku.” balas Andre.
Bella menatap malas pada laki laki yang sudah satu tahun ini jadi teman dekat nya.
“Aku lapar sekali, semalam mommy ku mengisi shift malam di rumah sakit, dan pagi tadi mommy belum bisa pulang karena ada operasi yang harus ia lakukan,” keluh Andre.
Bella melirik jam tangannya, masih ada waktu sepuluh menit sebelum bel masuk berbunyi, “Ayo ke kelas,” ajaknya.
“Nih makanlah,” Bella menyodorkan bekal sekolah yang tadi ia siapkan sebelum berangkat.
Andre mantap berbinar omelette telur tersebut, “maaf hanya telur …”
“Tak apa. aku lapar, telur pun sudah cukup untuk mengganjal lapar.”
Dan Bella senang sekali ketika Andre dengan cepat menghabiskan omelette buatannya, “apa kamu suka?”
“Hmmm” Andre mengangguk karena mulutnya sibuk mengunyah telur. “ini enak sekali, katakan pada mommy fellicia aku menyukai nya,” ucap Andre usai ia menghabiskan omelette Bella.
“Ah … iya, nanti aku sampaikan.” jawab Bella.
“Walau ada sedikit cangkang telur yang ikut termakan,”
__ADS_1
“Ah … itu, tadi mommy buru buru karena harus segera pergi kerja.” jawab Bella gugup, tapi hatinya dipenuhi bunga bunga bahagia.
Flashback end
Andre mengakhiri aktivitas mandinya, senyuman tak lepas dari bibirnya, kala mengingat apa yang baru saja ia lakukan bersama istrinya.
Setelah memakai pakaian yang nyaman, Andre keluar dari walk in closet, ia mengedarkan pandangannya mencari cari keberadaan istrinya, namun nihil, kemudian pandangannya tertuju pada tempat tidur yang kini sudah rapi dan berganti sprei, ia kembali tersenyum lebar.
Tiba tiba ia mencium aroma sedap, perutnya yang sudah lapar pun menuntunnya menuju dapur, dari jauh ia melihat Bella yang masih mengenakan handuk untuk menutupi rambutnya, tengah berdiri membelakanginya.
Andre berjalan mengendap endap kemudian melingkarkan lengannya ke pinggang Bella.
Bella terkejut sesaat, namun kesadarannya segera kembali, manakala mencium aroma parfume yang sangat ia kenali, yakni parfume suaminya.
“Kenapa meninggalkanku?” bisik Andre yang langsung menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Bella.
“Kan aku hanya ke dapur,”
Andre masih tak melihat apa yang kini ada di hadapan Bella, karena matanya ikut terpejam menikmati aroma wangi yang menguar dari leher dan tengkuk Bella. “memangnya apa yang kamu kerjakan? bukankah aku sudah memintamu untuk tidak menjauh dariku.” bisik Andre dengan suara parau.
‘Oh my god apalagi ini?’ tanya Bella dalam hati, ‘sebenarnya siapa pria yang menikahi ku? Andre atau Kevin?, kalau memang ini Andre, kenapa sikapnya jadi posesif begini?’
Seketika Andre membuka kedua matanya, “omelette?”
“Buka mulut,” Bella menyuapkan sepotong omelette tersebut ke mulut Andre.
Andre mengunyahnya perlahan, dalam hati ia masih mengira, bahwa omelette favoritnya selama ini adalah buatan mommy Felicia, namun sedetik kemudian ia membelalak terkejut, “ini enak, bahkan aku tak merasakan ada cangkang telur yang tertinggal," kedua nya tertawa renyah, "kamukah yang selama ini membuat omelette untukku?”
Bella mengangguk pelan, “yaah begitulah,”
“Kenapa kamu tak mengatakannya? aku bahkan berterimakasih pada orang yang salah.”
Bella tersipu, “tak apa, aku cukup tahu diri, tak bisa menangani urusan dapur, termasuk malu mengakui, bahwa aku hanya mahir memasak air, telur dan mie instan.” Aku Bella.
Namun tidak bagi Andre, ia sejak lama menyukai omelette bekal sekolah Bella, tentu sangat bahagia, karena kini ia bisa menikmati omelette tersebut, kapan pun ia menginginkannya.
__ADS_1
Andre mendudukkan Bella di meja dapur, kemudian memeluk pinggang Bella dengan posesif, “mulai sekarang, sering seringlah membuatnya untukku, mau kan?” bisik Andre di telinga Bella.
Hembusan nafas Andre membuat bulu kuduk Bella meremang, tapi Lagi lagi Bella mengangguk.
Sedetik kemudian mereka kembali lupa bawa keduanya sedang kelaparan, karena keduanya kembali ber***bu mesra, bahkan omelette yang sungguh nikmat disantap ketika panas pun terabaikan keberadaannya.
‘
‘
‘
‘
‘
weslah karepmu And, udah dari dulu dibilangin sama Bellinda saja, kamu yang menolak, sekarang? bentar bentar nempel, bentara bentar cium, yang ori sama yang udah second emang beda kan??🙈
.
.
.
.
.
othor ngelap ingus di pojokan aja 🤧
.
.
.
__ADS_1
.
sarangeeee 💟❤️