
61.
Tok
Tok
Tok
Gadisya mengetuk pintu kamar Andre, bermaksud mengajak Bella berolahraga ringan sambil menikmati matahari pagi, kemudian sarapan, yah selama beberapa hari berada di rumah utama, bella kembali menghabiskan banyak waktu bersama Gadisya.
Ini adalah hari ke tiga kepergian Andre ke Swiss, walau agak berat, akhirnya Andre benar benar pergi ke Swiss bersama Bima.
Sementara Bella tetap di rumah utama, selama masa pemulihan, setiap hari menghabiskan waktu bersama Gadisya.
Tapi disisi lain kepergian Suaminya menerbitkan sebuah inspirasi baru, kini Bella tengah membuat desain perhiasan seri terbaru, bertema ‘Kerinduan’, begitu besar rasa rindunya, setelah menghabiskan sebulan lebih berdekatan dengan kekasih hati, kini tiba tiba hatinya kembali tercabik oleh getar getar rasa rindu, begitulah gambaran yang ingin Bella tuangkan dalam desain terbarunya kali ini.
Kembalinya Andre dalam kehidupannya, benar benar membangkitkan inspirasinya.
Rasa cinta dan bahagia yang kini berbalut rindu menggebu gebu, kini mewarnai hari hari nya, hingga terkadang Bella berdebar hanya dengan mengingat wajah tampan dan bisikan cinta penuh kelembutan yang belakangan kerap Andre ucapkan.
Walau mereka harus mencuri curi waktu istirahat, demi menuntaskan rasa rindu dengan cara menyempatkan menatap wajah sang kekasih hati, tapi mereka tetap bersyukur masih bisa saling menatap satu sama lain.
Yah karena jarak dan rentang waktu membuat Andre dan Bella terpaksa melakukan panggilan di jam istirahat mereka, jika di sana Andre baru selesai menjalani hari dengan padatnya aktivitas, di jakarta Bella sudah terlelap dalam buaian mimpi indahnya.
#(rentang waktu jakarta dan Swiss adalah 6 jam)
Tok
Tok
Tok
Sekali lagi, Gadisya mengetuk pintu kamar Yang kini di huni Bella seorang diri.
Akhirnya, karena sudah tak sabar, Gadisya pun masuk begitu saja ke kamar, benar saja, Bella masih tampak duduk bersandar di headboard, matanya masih berkedip kedip malas.
Gadisya menghampiri Bella, kemudian duduk di pinggir tempat tidur.
"Disaat seperti ini, aku merasa sangat bersyukur, karena kita memiliki ibu mertua yang sungguh luar biasa." Ucap Gadisya ketika melihat Bella yang masih kesulitan membuka mata.
Bella segera tersenyum geli, "benar juga yah hehehe …"
"Apa semalam kalian juga bertukar kabar?"
Bella mengangguk, "tiga jam lamanya, rasanya ponselku sudah hampir meledak, saking panasnya."
Kedua menantu Geraldy itu tertawa bersama.
"Kamu bahagia?" Tanya Gadisya.
__ADS_1
Bella mengangguk dengan wajah berbinar.
"Senangnya yang masih pengantin baru," goda nya.
Otomatis membuat Bella menyembunyikan wajahnya di balik bantal. "Aku malu … kamu dan Kevin pun masih terlihat seperti pengantin baru, walau sudah hampir 6 tahun menikah." ujarnya.
"Aku tidak merasa demikian, aku masih merasa baru menikah satu tahun," walau awalnya tersenyum getir, mengingat sejarah pahit pernikahan nya, tapi kemudian Gadisya kembali tersenyum bahagia, "Coba, aku ingin lihat luka mu,"
Rutinitas tambahan Gadisya setiap hari adalah memeriksa luka sayatan bekas operasi di perut Bella, sekaligus memastikannya tetap bersih dan kering, agar tidak terjadi infeksi.
Dengan senang hati, Bella memperlihatkan perban yang masih menutupi bekas luka nya, Perlahan Gadisya membuka perban tersebut, tampak bekas jahitan sudah kering sempurna.
"Udah kering sempurna, sebaiknya di lepas saja,"
"Baik dokter … terima kasih sudah merawat luka ku dengan baik …"
Bella mendekati perut Gadisya yang kian membesar tiga minggu lagi Gadisya dijadwalkan masuk ruang operasi, karena si kembar sudah tiba saat nya menatap dunia, Bella mengusap perut kakak iparnya, ia sungguh berharap bisa segera hamil, "hai sayang sayang nya aunty, sebentar lagi kita jumpa, kalian harus sehat sehat yah."
Sebuah tendangan kecil menyambut Bella, seakan akan si kembar benar benar bersemangat untuk segera menatap dunia.
"Ayo kita turun dan sarapan." Ajak Gadisya.
"Iya, aku mandi sebentar." Jawab Bella.
*
*
*
Sementara Gadisya berjalan jalan ringan mengitari taman, Bella menyiram bunga bunga cantik, tanaman hias milik mommy Stella, ia bahagia, senyumnya cerah, secerah bunga bunga yang kini sedang bermekaran.
Dari arah garasi Emira muncul dengan matic yang akan ia bawa ke sekolah, melihat kedua kakak ipar nya sedang berada di taman, Emira pun menghentikan matic nya, kemudian mencium pipi kedua kakak iparnya, si bungsu yang ceria ini, tak segan segan menunjukkan rasa cita dan sayang pada seluruh keluarganya, kemudian sama seperti kebiasaan Kevin, ia melabuhkan tiga kali kecupan di perut Gadisya, "hai … boneka boneka kesayangan aunty, cepatlah keluar, aunty sudah tidak sabar ingin bermain bersama kalian." Bisik Emira tepat di atas perut Gadisya, hal itu, tak lepas dari pengawasan Gadisya dan Bella.
Tiba tiba Emira berteriak keras, setelah ia mendapatkan dua hadiah tendangan dari perut Gadisya.
"Huwaaaaa … kak, mereka menendangku," teriak Emira … "baiklah, aunty anggap ini persetujuan kalian," Emira menambahkan.
"Sudah … cepatlah pergi, kamu akan terlambat." Gadisya mengingatkan, karena jika tidak, Emira bisa tahan berlama-lama jika berbincang dengan bayi bayi nya, terlebih para bayi tersebut, seakan merespon setiap ucapan Emira, tentu saja Emira semakin suka mengganggu keponakannya.
"Baiklah … aku pergi dulu,"
Emira pun pamit pergi bersama matic kesayangannya.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Kira kira setelah para bayi lahir, Emira dan si kembar bakal jadi best friend, atau justru jadi tom and jerry? 🤭🤪
.
.
.
.
.
Mari menunggu cerita di rumah baru Emira dan Arjuna 💃🤓
.
.
.
.
.
Othor sedang berusaha cari ide yang lebih segar untuk kisah Emira 🧘
.
.
.
.
.
Jangan lupa tanda cinta nya gaes 🥰🌹
.
.
.
Sarangeeeeee 💟❤️
__ADS_1