
75.
Karena sudah kepalang tanggung menyetujui keinginan saudara kembarnya, sepanjang hari ini pun Andre dan Bella sungguh sungguh menjalankan peran barunya sebagai orang tua pengganti.
Pada Awalnya Luna terlihat baik baik saja, tak lama setelah Gadisya dan Kevin membawa Daniel dan Darren ke rumah sakit, Luna pun lelap tertidur di pelukan Bella.
Saat ini mereka sudah berada di kamar mereka sendiri.
Setelah Luna tertidur, Bella berinisiatif menidurkannya di tempat tidur, agar ia bisa ikut tiduran, atau minimal sedikit mengutak atik desain perhiasan terbarunya, tapi tepat ketika Kepala Luna bersentuhan dengan bantal, bayi kecil itu pun menangis keras.
Andre yang sudah berganti dengan pakaian santai berinisiatif menggantikan sang istri, "berikan padaku," pintanya. "Anak daddy kenapa menangis, haus?" Tanya Andre seraya menatap wajah cantik keponakannya tersebut.
"Tunggu ya sayang, mommy ambilkan susu dulu." Bella mengusap pipi Luna, kemudian bergegas menemui nanny si kembar, dan menanyakan bagaimana cara membuat susu untuk Luna.
"Tidak perlu nyonya, tadi nyonya Gadisya berpesan agar nona kecil diberi AsiP saja," ujar nanny, ketika Bella menanyakan cara membuat susu formula.
"Baiklah, dimana sekarang AsiP nya?"
__ADS_1
"Ini, silahkan Nyonya, saya sudah merendamnya dengan air panas, sepertinya sekarang sudah siap diminum." Nanny memberikan botol AsiP untuk Luna.
Bella memperhatikan dengan seksama perkataan nanny, karena ia juga sedang dalam tahap belajar.
"Terima kasih,"
"Tak perlu nyonya, saya yang harusnya berterima kasih, karena mengasuh nona kecil adalah tugas saya." Jawab Nanny. "Oh iya, nanti kalau nyonya perlu AsiP lagi, panggil saya lewat interkom saja yah, biar saya antar ke atas."
Bella mengangguk, lalu kembali menuju kamar.
Sayup sayup dari balik pintu ia masih mendengar suaminya terus berbicara dengan baby Luna, dan bayi kecil itu masih menangis lirih, sungguh kasihan karena ia harus terpisah dari saudara saudara kembar dan juga kedua orang tuanya untuk sementara waktu.
Bella segera memberikan dot yang berisi AsiP.
Dengan telaten Andre menyuapkan AsiP tersebut ke bibir mungil Luna, bayi kecil itu meng**sap susu tersebut dengan nikmat.
"Sepertinya akan lebih nyaman jika kamu duduk,"
__ADS_1
Andre pun menurutinya, pria itu memposisikan Kepala dan tubuh kecil Luna dalam dekapan nyamannya, hingga Luna kembali terlelap dengan ****** dot di mulut nya.
Kini sepasang suami istri itu sedang duduk dan bersandar pada headboard tempat tidur.
"Dia cantik sekali." Gumam Bella yang masih terdengar jelas ditelinga suaminya.
"Iya, kamu benar dia cantik sekali, ini wajah Emira ketika masih bayi,"
"Pantas saja, daddy tak bisa berpaling dari mommy, walau sudah ditinggalkan selama empat belas tahun." Bella menerawang.
"Kamu pun tak bisa membuatku berpaling." Balas Andre.
Membuat Bella kembali menatap, Kemudian menghadiahkan sebuah kecupan di pipi.
Namun kehangatan itu hanya berlangsung singkat, karena detik berikutnya, terdengar suara yang tidak mereka harapkan sama sekali, tapi itu juga menjadi bagian penting dari tugas sebagai pengasuh seorang bayi.
Padahal baru saja Luna terlelap, dan kini ia poop, Andre dan Bella menatap mata bening Luna, bayi kecil itu terlihat tenang, tak lagi menangis, seperti sebelumnya.
__ADS_1
Andre terkikik geli, "Bagaimana sayang? Sudah siap direpotkan dengan situasi semacam ini?" Tanya Andre dengan suara bisikan, agar Luna tak terganggu.
"Entahlah, mungkin kamu benar, mungkin saat ini Tuhan ingin kita banyak belajar dulu, sebelum mempercayakan seorang anak pada kita."