Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
80.


__ADS_3

80.


Andre tiba di rumah pukul delapan malam, pria itu sedang menahan gemuruh di dadanya, kali ini Emira benar benar sedang menguji sabarnya sebagai kakak, ia bahkan tak lagi memperdulikan Emira yang masih terdiam di dalam mobil pasca Andre menjemputnya dari kantor polisi.


#ada tragedi apa dengan Emira? Kok bisa tiba tiba berakhir di kantor polisi? Sabar … nanti othor kupas di bukunya Emira.


Hal pertama yang ia lihat ketika membuka pintu kamarnya adalah, wanitanya sedang menimang bayi gembul dan menggemaskan, bayi cantik yang kini menjadi anak mereka.


Sebaris senyuman sang istri sedikit menenangkan perasaannya yang sedang kacau balau.


Andre berjalan mendekatinya, seperti biasa ia akan me***at sesaat bibir wanitanya.


"Cepatlah mandi, aku sudah siapkan baju ganti mu," Bisik Bella, karena tak ingin baby Luna kembali terbangun.


Andre mengangguk, setelah mencium puncak kepala baby Luna, ia pun menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Usai memastikan baby Luna tertidur pulas dalam Box bayi, Pelan pelan Bella membuka pintu kamarnya, bermaksud menghangatkan makanan untuk suaminya.


Tepat ketika ia menutup pintu, Emira melewatinya, penampilannya sungguh kacau berantakan, "kamu kenapa? Berantakan sekali penampilanmu?" Tanya Bella khawatir.


"Nggak papa kak, nanti aku ceritakan, sekarang aku ingin istirahat." 


"Baiklah … apa kamu sudah makan?" 


Emira menggeleng, "aku tidak selera makan," jawab nya muram.


Bella hanya menepuk pundak adik iparnya tersebut, kemudian berlalu menuju dapur.


Lima belas menit kemudian, Andre keluar dari kamar, wajahnya terlihat lebih segar dengan rambut yang masih setengah basah, ia duduk dan menyesap air putih yang sudah disiapkan Bella.


"Kamu sudah makan?" Tanya nya, ketika Bella meletakkan piring berisi nasi dan lauk pauk di hadapannya.


"Sudah, tadi bersama Gadisya, karena Kevin ada operasi darurat." 

__ADS_1


#siapakah pasiennya Kevin? Jawabannya ada di buku Emira dan Arjuna.


"Iya aku tahu," jawab Andre singkat.


Bella hanya diam mengamati suaminya yang tengah menikmati makan malamnya, ingin rasanya ia menyampaikan berita bahagia pada suaminya saat ini, tapi melihat raut muram itu, membuat Bella menunda keinginannya, setidaknya sampai mood suaminya kembali membaik.


"Ayo … aku ingin istirahat sekarang." Andre menatap wajah Bella, yang sejak tadi diam dan hanya menemaninya menikmati makan malam.


"Aku menyusul," jawab Bella, "Setidaknya aku harus membereskan meja dulu." 


Tapi Andre tak menghiraukan perkataan sang istri, ia malah menggendong tubuh istrinya menuju kamar mereka. "Abaikan meja makan, malam ini cukup perhatikan aku."  Bisikan nakal itu sukses membuat Bella meremang.


Sejak kehadiran baby Luna, membuat keduanya jarang beraktivitas dengan bebas, bahkan di kamar mereka sendiri, jadi ketika beberapa saat lalu Andre melihat putri kecilnya tertidur pulas, ia tak ingin menyia nyiakan kesempatan, setidak nya untuk beberapa saat ia ingin bersenang senang dengan istrinya.


"Pelan pelan … plis." Pinta Bella, mengingat kini ada nyawa berharga yang harus mereka jaga.


"Apa kamu sedang lelah?" Tanya Andre, tak suka, jika aktivitasnya diberi batasan.


"As you wish my dear …" Andre berbisik sebelum mulai menikmati hidangan yang kini ada di hadapannya.


*


*


*


"Terima kasih sayang," Andre mengecup kening Bella, "I love you." Bisiknya sebelum kembali merengkuh Bella kedalam dekapannya, Bella masih kesulitan mengatur nafasnya usai pelepasan mereka beberapa saat yang lalu, dan kini Andre sudah mendekapnya.


"Jangan banyak bergerak, aku ingin memelukmu," Andre menambahkan.


Dan Bella hanya mengangguk pelan, "rasanya sudah lama sekali aku tak tidur sambil memelukmu seperti ini, karena ada baby Luna di antara kita," Andre terkekeh, rupanya dia harus banyak banyak bersabar ketika akhirnya nanti dikaruniai anak, karena baru merawat satu anak saja, sudah membuatnya kehilangan banyak momen berdua dengan Bella.


"Karena itulah, aku juga sangat merindukanmu." Balas Bella, ia semakin mengeratkan pelukannya. "Sebenarnya ada yang ingin ku katakan,"

__ADS_1


"Hmmm … katakanlah, aku menunggu." 


"Tapi aku mengantuk sekali, jadi besok saja." Seperti biasa Bella akan tidur lebih dulu.


Andre yang sudah hafal kebiasaan sang istri, hanya tersenyum kecil, ia pun harus segera tidur, siapa tahu, tengah malam nanti, baby Luna terbangun dan mengajaknya begadang. "Baiklah, selamat tidur sayang." 


.


.


.


.


.


.


.


lanjut lagi nanti sore yah


.


.


.


.


.


sarangeeeeee 💛❤️

__ADS_1


__ADS_2