Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
62.


__ADS_3

62.


Nun jauh di belahan bumi yang lain, Andre gelisah menanti datangnya pagi, sejak mengakhiri panggilan Video nya dengan sang istri, ia kesulitan memejamkan mata, padahal siang hari sebelumnya ia sudah nyaris kehabisan tenaga, rasa rindunya begitu menggebu, menyisakan nyeri di dada, yang ingin segera dituntaskan, namun jarak memisahkan.


Semakin teringat aroma dari tubuh sang istri, Andre semakin gelisah, inginnya sih sering sering melakukan panggilan Video, namun ia juga tak bisa sering sering mengganggu jadwal istirahat Bella, karena Bella masih dalam masa pemulihan, jadi istirahat malam sangat berperan penting.


Tanpa Bella ketahui, dibalik layar panggilan video yang sering ia dan sang suami lakukan, ada Bima yang setiap hari terkena imbas dari kemarahan Andre, sedikit saja ada yang menyulut emosinya, Andre langsung meledak dan mengamuk tidak jelas, lebih tepatnya frustasi, karena tak bisa bersua secara langsung dengan sang kekasih hati.


Bima sudah tidak lagi heran dengan perilaku sahabat sekaligus atasannya tersebut, ia paham sang pengantin baru sedang tak bisa menahan debaran cinta berbalut kerinduan pada sang kekasih hati, padahal hampir setiap hari mereka berjumpa melalui panggilan Video, namun sepertinya hal itu tak membuat kerinduan Andre terpuaskan begitu saja.


Hanya satu yang setiap hari selalu membayangi pikirannya, yakni ukiran senyum, jutaan perhatian, serta suara manja yang berasal dari sang kekasih, yang semakin hari semakin membuatnya merana karena hanya bisa melihat tanpa bisa menggapai.


Akhirnya Andre menyerah, setelah semalaman ia nyaris tak memejamkan mata, pagi harinya ia kembali menghubungi sang istri.


Wajah cerah tersenyum bahagia menyambut panggilannya, aaahhh sungguh membuat hatinya semakin merindu, "hai …" sapa nya, ketika ia bahkan tak tahu harus bicara apa pada Bella, karena yang ia inginkan hanya  menatap wajah Bella.


Bella menatap si mata biru kesayangannya, "hai …" Balas nya. 


Bella tengah mengamati Andre yang sedang berjalan di lorong Hotel, "sedang apa istriku?"


"Sedang menemani mommy," jawab Bella, kemudian mengarahkan layar ponsel pada mommy Stella yang sedang sibuk di depan Laptopnya, "mom … ada yang ingin menyapa," ujat Bella.


Mommy Stella yang sedang serius, kemudian menatap kearah menantunya, senyum mengembang manakala menatap wajah tampan salah satu putra kesayangannya, "hai mom …" sapa Andre.


"Hai boys …" Stella menyapa, kemudian melambaikan tangan.


Walau Andre kerap protes dengan panggilan dari mommy Stella, tapi ia tak sungguh sungguh marah, karena itu adalah panggilan sayang dari sang mommy. "Hai mom," 


"Apa kamu merindukan istrimu?" Pertanyaan mommy Stella sungguh tepat sasaran.


"Tentu saja mom, bagaimana mungkin aku merindukan yang lain, ketika di kepalaku hanya bayangan istriku yang terus datang silih berganti." Jawab Andre, yang sontak membuat Bella tersipu, pasalnya ada mommy Stella yang sedang duduk di dekatnya.


"Aaahhh … mommy sungguh cemburu, karena kamu tak lagi merindukan mommy." Sungut Mommy Stella.


"Tentu aku merindukanmu juga mom, wanita tangguh yang merawat dan membesarkanku seorang diri, love you so much, mmmuuah …" tanpa malu apalagi ragu, Andre menumpahkan perasaan sayangnya pada mommy Stella, membuat mommy Stella menetes kan air mata haru.


"Dasar nakal, kamu membuat mommy menangis, sudah sudah mommy melanjutkan pekerjaan mommy di kamar saja," pamit mommy Stella, usai dirinya dibuat terharu oleh kalimat manis dari putra keduanya, tapi sebenarnya ia ingin memberikan ruang pada Andre dan juga istrinya, agar mereka bisa berbagi kerinduan.


"Sayang mommy kembali ke kamar yah?" Pamit mommy Stella.


"Iya mom, aku juga ingin istirahat." Bella juga beranjak menuju kamar. "Jam berapa disana?" Bella kembali melanjutkan perbincangan dengan suaminya.


"Disini jam delapan pagi,"


"Kenapa matamu merah? Apa semalam kamu tidak memejamkan mata?" Tanya Bella khawatir.


"Iya … aku terlalu merindukanmu." 


Bella tersipu, "aku pun demikian." 


"Mungkin sisa beberapa hari ini, akan semakin membuatku tersiksa." 

__ADS_1


Bella menggembungkan pipi nya mendengar ungkapan rindu suaminya, tak dipungkiri ia pun akan merasakan hal yang sama.


"Kenapa sendirian, mana Bima?" Bella mengalihkan topik pembicaraan.


"Bima sedang bersiap, hari ini acaranya lebih padat dari kemarin, karena usai pemaparan program, kami akan langsung terbang ke Ceko dan Jerman, untuk kunjungan ke beberapa hotel dan resort di sana." Andre nampak kesulitan membawa ponsel dan dua cangkir kopi untuk Bima dan juga dirinya, "sebentar sayang, aku harus membawa kopi kopi ini ke meja, tunggu sebentar yah?" 


"Oke …" 


Setelah Andre duduk nyaman di meja makan, ia kembali menyapa Bella, "sayang kamu di mana?" Tanya nya ketika tak mendapati wajah Bella di layar ponselnya.


Tak lama bella kembali menampakkan wajahnya, “apa kamu juga menyiapkan sarapan untuk Bima?” 


"Iya terkadang kami bergantian melakukan nya, untuk menghemat waktu." Bella berpura pura menampakkan wajah cemberut. 


“Aku iri karena kalian sudah terlihat seperti sepasang kekasih.”


“Hahahaha … ini sudah sangat lama, tapi dulu Kevin pun menjuluki kami seperti sepasang kekasih, entahlah … sampai detik ini pun aku pun heran kenapa aku melakukan ini pada Bima, bukannya padamu.”


“Aaaa, aku iri …  kalian terlihat seperti pasangan romantis.” 


Andre tersenyum geli, “Tenang saja, aku bisa lebih romantis jika di dekatmu,” bujuk Andre, agar ia tak lagi melihat rona cemberut di wajah istrinya, “oh yah … apa yang kamu lakukan hari ini?”


“Seperti biasa aku menemani Gadisya, jalan pagi, terus mengobrol, bahkan kadang Gadisya coba coba membuat desain perhiasan, ketika aku sedang menggambar, hanya itu sih, karena kami di larang mendekati dapur, apalagi ikut campur dengan urusan di dalamnya, dan jangan lupa, aku juga melihat Gadisya menghabiskan banyak makanan.” celoteh Bella riang.


"Apa kamu ikut makan juga?" 


Bella hanya tersenyum lalu menggeleng.


“Kamu juga harus ikut makan, jangan hanya melihat, ingat, kamu juga butuh banyak nutrisi supaya segera sehat !!.” 


Seringai jahil tiba tiba muncul di wajah Andre, “Jangan khawatir, justru aku sangat suka, karena pasti akan semakin menggemaskan untuk di terkam.” Andre mengedip nakal.


tik 


tok


tik


tok


Blush … rasanya kok gini amat yah, punya suami tukang ngerayu, detik berikutnya Bella hanya bisa tersipu malu.


Dan di ujung sana, Andre tergelak bahagia, tak bisa lagi menyembunyikan rona bahagia karena berhasil membuat sang istri salah tingkah. 'ya ampun gemesin banget istriku, coba ada di sini, sudah aku kurung di kamar seharian'. Andre membatin.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tuh kah, berencana kan? dulu aja Kevin disindir sindir, bulan madu sampai lupa pulang 🤣🤪


.


.


.


.


.


.


.


Bella yang di rayu, kok othor yang panas dingin yah 🙈


.


.


.


.


.


.


tanda cintanya jangan lupa gaes ... 🥰🤓


.


.


.


.


hari ini cuma up 1 kali yah, lagi ada perlu sebentar, jadi jangan nunggu dobel up 🙏🤗


.


.


.


.

__ADS_1


.


sarangeeeeee 💟❤️


__ADS_2