Andre Untuk Bella

Andre Untuk Bella
81.


__ADS_3

81.


Berita baik yang hendak Bella sampaikan rupanya harus kembali tertunda, karena mendadak Andre, harus pergi ke Bali, ada masalah yang harus diselesaikan segera.


Walau sedikit kecewa, tapi tak masalah bagi Bella, asal tidak berkaitan dengan wanita yang mungkin menggoda suaminya.


"Kamu kenapa?" Tanya Andre ketika pagi itu Bella membantunya bersiap.


Namun Bella hanya menggeleng tanpa senyuman.


Andre jadi merasa bersalah, belakangan ia sangat sibuk, dan jika sudah di rumah baby Luna akan terus meminta perhatian nya, sangat wajar jika kini Bella merajuk karena sedang mencari perhatian dari dirinya.


Setelah berpakaian rapi, ia memeluk dan menciumi wajah istrinya, "apa kamu sedang marah, karena aku tak mengajakmu?"


Bella hanya diam, menikmati aroma tubuh suaminya, ia pun memeluk erat pria yang sesaat lagi akan resmi menjadi daddy, entah kenapa kini mood nya memburuk, padahal saat ini ia bisa saja mengatakan pada suaminya bahwa perihal kehamilannya, tapi mendadak ia kesal tak jelas, jadi ia memilih diam, dan memeluk suaminya saja.


"Jika sebelum tiga hari selesai semua urusan ku, aku akan pulang lebih dulu, dan membiarkan Bima dan Sherin yang mengurus sisanya," Andre menangkup kedua pipi Bella, "dengar, aku senang sekali, karena mereka sedang dekat, padahal awalnya hanya berpura pura, tapi justru semakin nekat karena ibu Sherin tak memberi restu." 


"Lalu kenapa kamu memberitahuku?" Gerutu Bella, ia kesal, sedang bad mood, tapi sepertinya suaminya benar benar tak peka, malah promo novel terbaru othor moon yang judul nya "Restu".


# 🤭😂💃cmiwww … mampir yah, cerita Bima dan Sherin.


"Tidak papa, aku hanya ingin kamu tahu aku sedang bahagia untuk Bima dan Sherin."


"Lalu aku bagaimana?" Pancing Bella.


"Tentu saja namamu semakin terukir di hatiku, mengendap perlahan, terpahat secara alami oleh lamanya waktu berjalan, hingga tanpa sadar menjadi kerak yang tak bisa disingkirkan, Bella hanya milik Andre." 


Mau tak mau Bella tersenyum, gurauan suaminya sejenak menjadi obat mood nya yang sedang memburuk.


#gombal gombal … 🤪🤪


*


*


*

__ADS_1


Hari yang Andre rencanakan pergi selama  tiga hari nyatanya melambat hingga kini hari ke lima.


Di sisi lain, Bella juga sedang benar benar tidak nyaman dengan kehamilannya yang masih menginjak trimester pertama.


Berbagai gejala sudah mulai bermunculan, mual, muntah, pusing, bahkan Bella kesulitan makan di pagi hari, lagi lagi Bella sangat bersyukur karena ada dokter kandungan yang terus memantau kehamilannya. 


Hari ini, sejak pagi hingga menjelang siang, Bella hanya bisa berbaring lemas, tapi baby Luna sedang meminta perhatian lebih dari nya, bayi cantik itu benar benar sedang menguji kesabaran nya, padahal Gadisya pun ada di sana, bermaksud menggantikan Bella menenangkan baby Luna, tapi rasanya kehadiran Gadisya percuma, karena baby Luna sama sekali tak mau didekati oleh Gadisya.


"Bell … maaf, anakku pasti membuatmu kesulitan," 


Tapi Bella hanya tersenyum, dan mengangguk pelan, karena baby Luna baru saja terlelap dalam pelukannya.


"Lelah sekali yah, cobalah untuk makan, aku buatkan jus buah yah?" 


"Entahlah Sya, tapi sepertinya anak anak ini merindukan daddy mereka, aku juga tak tahu kenapa seperti ini?" Mendadak Bella menangis.


"Lho lho jangan menangis," cegah Gadisya, ia mulai panik Karena Bella tiba tiba menangis.


"Mungkin juga baby Luna merasakan kehamilanku, jadi dia ingin mencari perhatian dari ku, karena daddy nya tidak ada."


"Tunggu yah, aku buatkan jus untuk mu, supaya bayi kalian mendapat asupan nutrisi."


Merasa bahwa baby Luna sudah pulas tertidur, Bella pun duduk, perlahan diusapnya rambut dan kepala gadis kecil yang kini berada di pangkuannya, "sayang … apa kamu  juga merindukan daddy? Mommy dan adik bayi juga, kita berdoa yuk, agar daddy segera pulang." Bisik Bella.


"Ini minumlah," Gadisya menyodorkan segelas jus jambu.


"Terima kasih Sya." 


"Aku yang seharusnya berterima kasih, kondisimu sedang payah sekali, tapi masih mau direpotkan dengan keberadaan anakku." 


"Tak apa, sebentar lagi siang datang, dan aku bisa makan sebanyak yang aku mau." Ucap Bella, sebelum menyesap jus jambu buatan Gadisya. "Lagi pula, aku juga sedang berlatih, siap tahu anakku juga kembar."


Gadisya tersenyum, seraya mengusap perut Bella yang masih rata, ia tak bisa menilik kondisi bayi Bella, karena Kevin belum mengizinkannya kembali ke rumah sakit, sebelum si kembar berusia satu tahun, untung saja rumah sakit milik keluarga sendiri, jadi bisa keluar masuk sesuka hati.


*


*

__ADS_1


*


Namun angan tinggallah angan, karena hingga sore hari, Bella belum juga bisa makan, wajahnya semakin pucat dan lemas.


Dan Gadisya tersenyum lega, karena sore itu bala bantuan datang, mommy Stella dan daddy Alex yang baru saja tiba dari Singapura, langsung mendatangi ke tiga cucu nya, dan lagi kabar bahagia yang mereka dengar, membuat mereka bergegas mendatangi rumah Andre.


Tangis baby Luna pecah seketika karena terpaksa pindah ke pelukan mommy Stella. "Istirahat lah sayang, saat ini hanya itu yang kamu butuhkan," tutur mommy Stella.


Bella mengangguk patuh, ia bergegas menuju kamar nya, raganya lelah, dan ia juga sangat merindu pada suaminya, hingga tanpa sadar air matanya meleleh, kemudian terpejam begitu saja.


Dan Ketika membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah wajah suami yang sangat ia rindukan.


Pria itu tengah menatapnya dengan penuh cinta, bahkan ia sendiri lupa belum mengganti bajunya, rasa lelah nya berubah menjadi bahagia, manakala mendengar kabar kehamilan sang istri, tak lagi ia hiraukan banyaknya pekerjaan yang ia tinggalkan di Bali, saat ini ia hanya ingin berada di dekat istrinya, menemani dan memanjakan wanitanya.


"Haus …" 


Dengan sigap, Andre menyambar air putih di atas nakas.


"Pelan pelan saja," ucap nya, ketika Bella mulai menyesap cairan bening itu melalui sedotan. 


"Aku mau ke toilet." 


Andre segera menghentikan cairan infus yang sejak beberapa jam lalu mensuplai nutrisi ke tubuh istrinya, tentu saja setelah ia mendapat instruksi dari tiga dokter yang kini ikut menghuni rumah nya.


"Aku bisa jalan." Protes Bella, ketika suaminya menggendong nya ke toilet, kemudian menurunkannya di depan pintu.


"Aku menunggu di sini, bilang saja kalau sudah selesai." 


Setelah Andre memastikan infus digantung dengan benar, ia pun meninggalkan Bella yang sedang menyelesaikan keperluan nya.


Sambil menunggu Bella, Andre melepas kancing kemeja nya, kemudian menggantinya dengan kaos santai.


Untung saja sore tadi ia sudah mandi, karena hendak kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tapi semuanya terhenti, ketika mommy Stella menghubunginya, bahkan memarahinya, menuduhnya sebagai pria tak bertanggung jawab, karena meninggalkan istrinya begitu lama, padahal istrinya sedang mengandung, mendengar kabar kehamilan sang istri, seketika ia tinggalkan semuanya, tak peduli pada tatapan Bima dan Sherin yang memelas memintanya tinggal.


"Kalian berdua stay di sini, dan selesaikan semua, aku tidak mau dengar alasan lain, jangan pernah kembali ke Jakarta, sebelum semua urusan beres." Titah nya pada Bima dan Sherin.

__ADS_1


Kini Yang ia inginkan hanya segera berada di dekat Bella, dan menemaninya.


__ADS_2