
91.
Andre menginjak pedal gas mobilnya dengan kuat, keinginannya hanya satu, ia ingin mengejar kepergian Istrinya yang nekat pergi seorang diri pergi ke Singapura dalam kondisi hamil tua.
Hatinya bagai mencelos seketika, manakala tiba kembali di rumahnya dan mendapat laporan dari orang rumah bahwa Bella pergi pagi pagi sekali, tak ada yang tahu kemana Bella pergi, karena kemarin sore, ia dan Bella berbicara di dalam kamar.
Kemarin sore ia pulang ke rumah utama, usai meminta Sherin menyiapkan pesawat pribadi untuk perjalanan ke Singapura besok pagi, dan sesudah itu ponselnya mati, sialnya lagi ia tak membawa pengisi daya, bermaksud meminjam pada asisten yang tinggal di rumahnya, tapi justru ia keasyikan main playstation hingga larut malam, kemudian tertidur begitu saja tanpa mengingat ponselnya yang sudah kehabisan daya.
Ia baru terbangun jam lima pagi bermaksud meminjam pengisi daya, tapi rupanya tak ada yang sama dengan yang biasa ia gunakan.
Sesudah membersihkan diri, ia melaju pulang ke rumahnya, sungguh menyesal karena kemarin terlontar pernyataan bernada keraguan pada perasaan Bella, Andre bermaksud memperbaiki kesalahpahaman, sungguh konyol rasanya, jika ia masih cemburu pada seseorang yang bahkan sudah meninggal.
“Jo … maafkan aku.” des**ahnya pelan.
Andre membunyikan klaksonnya berkali kali, karena beberapa pengendara motor yang ugal ugalan di jalan.
Dan juga terpaksa menerima keadaan, karena berkali kali berhenti di lampu lalu lintas, gelisah sudah pasti, karena ia merasa perjalanannya ke Airport sia sia, Bella pasti sudah terbang dengan pesawat tercepat, terbukti berkali kali ia menghubungi nomor Bella namun tak ada jawaban, menyesal sekali kemarin ia pergi dari rumahnya untuk menenangkan dirinya, hingga membuat salah paham antara ia dan Bella semakin rumit.
*
*
*
__ADS_1
Bella mendarat di Changi Airport, pukul delapan waktu setempat, ia segera menghentikan taxi, tujuan pertamanya adalah sarapan, hari ini ia ingin melampiaskan rasa kesal akibat diabaikan oleh suaminya.
Bella mendatangi salah satu restoran favorit nya di Airport, kemudian memesan banyak makanan, Bella yakin para jagoannya juga sudah kelaparan, “maafkan mommy ya sayang, tapi mommy sedang kesal dengan daddy kalian, jadi mohon kerjasamanya,” Bella berbicara dengan janin yang ada di dalam kandungannya, wajahnya tersenyum dan telapak tangannya mengusap sayang sang buah hati yang tak lama lagi menyapa dunia dengan suara lantangnya.
Lima jenis hidangan kini tersaji di hadapannya, pada awalnya Bella makan dengan cepat dan bersemangat, namun hatinya hampa dan kosong, tiba tiba ia menangis teringat Andre yang selalu menyiapkan makanan untuknya, bahkan seringkali Andre makan belakangan, demi memastikan dirinya makan dengan benar, atau bahkan sekedar menyingkirkan, duri, tulang, atau cangkang.
Bella menghentikan makannya, tak sanggup lagi ia melanjutkannya, “padahal belum sampai dua puluh empat jam, aku sudah nelangsa karena merindukanmu, kenapa kamu masih tega meragukan perasaanku.
Bella memilih meninggalkan restoran, ia membayar makanannya menggunakan kartu pribadinya, sengaja ia lakukan agar suaminya tak mengendus keberadaannya.
Perjalanannya berlanjut, ia menumpangi taxi menuju ke makam Jonathan, rencananya usai dari makam ia ingin sedikit Shopping dan menyenangkan dirinya sendiri.
Nyatanya Bella hanya sanggup berdiri mematung usai meletakkan bunga di makam Jonathan, hanya permintaan maaf tulus yang mampu ia sampaikan, bahkan untuk berjongkok pun Bella tak bisa, karena kondisi perutnya yang sudah membesar.
*
*
*
“Aaaaaah … 5h**1t.” umpatnya kasar, manakala nomor telepon sang istri tak juga bisa dihubungi.
Hatinya mulai gelisah, khawatir sudah pasti, mengingat kondisi Bella yang tengah hamil tua, ia sangat takut sesuatu terjadi pada istri dan anaknya, “sayang maafkan aku …” ucapnya ketika sekali lagi mencoba menghubungi no ponsel Bella.
__ADS_1
“Marahlah padaku, tapi jangan mendiamkan aku seperti ini, aku salah karena kemarin abai mengisi daya ponselku, hingga kita jadi seperti ini,” sesal Andre dengan mata berkaca kaca, ketika beberapa saat lalu memeriksa ponselnya, betapa ngilu hatinya manakala melihat ada lebih dari seratus panggilan tak terjawab dari Bella, terbayang semalam pasti istrinya sangat risau karena ia tak kunjung pulang, bahkan tak bisa dihubungi, wajar saja jika Bella nekat pergi seorang diri, karena suaminya tak mau mengantar, bahkan salah paham.
Beberapa saat menempuh perjalanan, Andre tiba di makam Jonathan, sebelum turun dari taxi ia melihat dari kejauhan, sosok wanita Hamil sedang membuka pintu Taxi, tak salah lagi itu Bella, Andre bergegas turun, “Bella …” teriaknya, Andre berjalan cepat mendekati Bella.
Bella sempat menoleh, tapi ia buru buru menutup pintu taxi, kemudian taxi yang ditumpanginya bergerak menjauh dari pemakaman.
Andre kembali ke taxinya sendiri, “pak … ikuti taxi itu,” ucapnya memberikan instruksi pada sopir taxi.
Terjadilah kejar kejaran, entah apa yang Bella fikirkan, padahal beberapa saat lalu, ia menangis karena merindukan suaminya, tapi melihat wajah suaminya, entah kenapa Bella jadi teringat perasaan kesalnya akibat diabaikan.
kedua taxi yang saling berkejaran itu mendekati lampu merah, taxi yang ditumpangi Bella berhasil lolos dari lampu merah, justru taxi yang ditumpangi Andre yang terhenti karena lampu merah.
BRAAAAAKKKK!!!
Baru beberapa meter taxi Bella menjauh dari pandangan Andre, tiba tiba sebuah mobil lepas kendali dan menabrak taxi yang Bella tumpangi.
Lagi
Andre melihat kecelakaan terjadi di depan matanya sendiri, namun kali ini tubuhnya sudah lunglai tak bertulang karena yang menjadi korban adalah istri dan anak anaknya, Andre Berlari kencang menghampiri taxi yang Bella tumpangi.
“Bella …” jeritnya.
Manakala ia tak berhasil membuka pintu kursi penumpang, dari luar jendela ia melihat istrinya sudah berlumuran darah, bahkan Bella menatap dan melambaikan tangan ke arahnya, seolah meminta pertolongan.
__ADS_1
“Tolooooong … siapa saja … toloooong … istriku ada di dalam sana ia sedang hamil besar.” raung Andre yang masih terus berusaha membuka pintu taxi, tak peduli telapak tangannya yang mulai mengucurkan darah segar, karena tergores pecahan kaca.
😭😭