Angan Cinta

Angan Cinta
Ganas


__ADS_3

Happy Reading !!


▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Ternyata akibat kejadian kemarin sangat berpengaruh bagi Rachel


Hari ini dirinya merasa sangat terganggu dengan tatapan-tatapan sinis dari para mahasiwi di kampusnya


Sedari ia tiba, dirinya sudah di sambut dengan tatapan tak suka dari para perempuan-perempuan itu yang mungkin para penggemar Ravin


Bukan hanya menatap tak suka dan iri, mereka juga tak segan saling berbisik membicarakannya secara terang-terangan di depan Rachel


Sebenarnya, Rachel tak ambil pusing akan hal itu


Baginya yang tak peduli dan masa bodoh, itu semua tak berpengaruh apapun


Toh sejak awal dirinya kuliah di kampus ini pun, ia tak memiliki teman atau sahabat


Dirinya sudah terbiasa sendiri dan hanya berkomunikasi seperlu nya saja dengan para teman satu jurusannya


Tapi, sepertinya rasa iri sudah amat menggerogoti hati para perempuan itu


hingga siang ini mereka secara tiba-tiba menyerang Rachel yang sedang berjalan di koridor kampu


"Tan .. Intan .. tuh cewek ganjen udah dateng" ucap seorang perempuan kepada


perempuan yang bernama Intan, perempuan berpenampilan sexy dan glamor yang sedang bersidekap


Intan dan beberapa temannya yang sedang berdiri di koridor pun menoleh, Rachel tampak baru saja keluar dari kelasnya


Rachel yang berjalan fokus sambil berteleponan dengan Amel tidak menyadari kalau kelompok perempuan itu sedang menunggunya


"Chel besok libur kan? Nginep ya di apartemen gue" ucap Amel dari balik sambungan teleponnya


"Iyaa .. gue libur besok. Yaudah balik kerja gue ke sana" jawab Rachel


"Yaudah balik kerja gue jemput elo ya .. "


"Gak usah jemput, entar gue mau pulang dulu deh.


Sekalian ambil beberapa baju ganti"


"Naik apaan? Jangan naik ojek online malem-malem, bahaya.


Mending gue jemput aja"


"Udahlah gak usah, gue udah bias.... Aaakkhh ... !"


"Chel .. Chel .. elo kenapa teriak?" tanya Amel panik


Rachel yang sedang sibuk menelpon jatuh tersungkur ke depan akibat perbuatan Intan dan para temannya yang dengan sengaja menjulurkan kakinya,


membuat Rachel tersandung


"Aduh .. jatoh ya?" tanya Intan sambil berjongkok di depan Rachel


Ada senyum meledek dari wajah perempuan itu


Rachel mendongkakan wajahnya, masih dalam posisi menahan tubuhnya dengan kedua tangan dan lututnya


"Kayanya elo hobi banget jatoh ya ..


Makanya ini mata di pake jangan cuma jadi pajangan" sambungnya lagi


"Hahahaha ... " tawa meledek dari para perempuan itu menggema membuat para mahasiswa yang lain melihat ke arah mereka


"Sialan !!" umpat Rachel geram


Ia berusaha bangun, tapi kedua lututnya yang terluka terasa amat sakit


juga dengan telapak tangannya, bahkan layar handphone di tangan nya pun ikut pecah


"Aakkh .. " Rachel meringis menahan nyeri pada lukanya


"Aduh .. duh .. duh .. sakit ya .. "


"Bren*sek .. Elo sengaja kan" bentak Rachel yang malah di tanggapi dengan tawa meledek dari Intan dan yang lainnya


"Kalo iya emang kenapa? Gak terima? Mau marah?" tanya Intan


seringai sinis ia sungging kan


Rachel mengepalkan tangannya dengan geram


Wajahnya bahkan memerah karena amarah yang tertahan


"Apa mau elo pada hah? Gue gak ada masalah atau urusan ya sama elo semua" teriak Rachel


Para mahasiswa yang lain tampak berdatangan menonton kejadian itu


"Elo tanya mau kita semua? Mau kita semua elo jangan sok berlaga, jangan mentang-mentang muka elo ini cantik terus bisa bertingkah seenaknya" ucap Intan


"Apalagi di depan Ravin!


Atau elo bakal sering terima akibatnya kaya gini" bisik Intan penuh penekanan


Bersamaan dengan itu satu Ice coffee di tangannya ia siramkan pada baju Rachel


Tawa mereka pun menggema menunjukan rasa puas


Tidak tahan lagi menahan amarahnya, Rachel pun dengan ganas menarik rambut Intan ke belakang membuat si empu mengaduh kesakitan

__ADS_1


"Bren*sek !!" teriak Rachel menarik rambut Intan


"Aaawww ... " teriak Intan kesakitan


Para teman-teman Intan yang lain pun di buat kaget


"Tan .. "


"Berani macem-macem elo sama gue" ucap Rachel


Ia semakin kencang menarik rambut panjang Intan ke belakang


"Aaawww ... rambut gue .. sakit" teriak Intan


Keributan pun semakin di perparah saat para teman-teman Intan mencoba melepaskan tangan Rachel dari rambut Intan


Tapi, jambakan Rachel yang sangat kuat tidak mampu untuk di lepaskan


Yang ada malah membuat Intan semakin merasa kesakitan karena Rachel terus menarik kepalanya


"Apa-apaan ini?" ucap seseorang yang baru saja masuk di tengah-tengah mereka


*******


Intan dan para teman-temannya di buat kaget dan pucat saat mereka menoleh pada suara yang baru saja mereka dengar


Tapi


lain halnya dengan Rachel, perempuan itu masih terlihat marah dan tak takut sedikitpun


bahkan


jambakan nya pada rambut Intan masih sama kuatnya


"Ra.. Ravin .. " ucap Intan terbata-bata


Para temannya yang lain beringsut mundur saat Ravin mendekat ke depan Rachel dan Intan


"Apa-apaan ini?" tanya ulang Ravin


Ravin menatap wajah Rachel yang masih memerah penuh emosi,


lalu beralih menatap pada tangan Rachel yang masih menjambak rambut Intan


"I.. Ini Rav dia.. aaawww .... " belum sempat Intan melanjutkan ucapannya Rachel kembali menarik rambut Intan dengan kuat


Ravin pun sempat kaget saat melihat Rachel menarik rambut Intan


begitu pula dengan Nara dan Jojo yang meringis menyaksikannya


"Aaawww ... sakit cewek sialan! Lepasin rambut gue!" teriak Intan


"Minta maaf" ucap Rachel


"Apa kata lo? Minta maaf?


Gue gak akan... aaawww sakit"


Lagi-lagi Rachel menarik rambut Intan


"Minta maaf atau gue bakal bikin lo botak" ancam Rachel


"Gila! Gue gak mau!"


"Aaawww ... rambut gue" ringis Intan bahkan ia sampai menangis karena merasa kesakitan


Ravin pun ikut berjongkok di antara mereka, lalu ia memegang pergelangan tangan Rachel


"Lepasin" ucap Ravin menatap wajah Rachel


Rachel membalas tatapan mata Ravin, ada kilatan emosi pada kedua mata perempuan itu


"Gak akan, sebelum dia minta maaf" ucap Rachel tegas


"Perempuan gil... Aaawww .... "


Rachel bahkan tidak membiarkan perempuan itu berbicara


"Lepasin, elo bisa ngelukain dia" ucap Ravin


tanganya masih menahan pergelangan tangan Rachel


"Luka gue lebih parah!" ucap Rachel dingin


Ravin menoleh pada kedua lutut Rachel, ada luka lecet dan sobek yang mengeluarkan darah


Ravin juga melihat handphone Rachel yang rusak dan baju nya yang basah dan kotor


Berbalik pada Intan, Ravin kini menatap gadis itu


"Ravin tolongin aku" pinta Intan memelas


"Elo yang buat masalah duluan?" tanya Ravin tenang


Intan menghindari tatapan Ravinz pandangannya di arahkan kesembarangan arah


"E.. enggak. Dia yang.. Aaawww sakit ... " Rachel menarik lagi rambutnya ketika perempuan itu hendak berbohong


Ravin menghembuskan nafasnya panjang


Melirik ke arah Rachel sesaat

__ADS_1


"Mending elo cepet minta maaf, dari pada kepala rambut makin parah" ucap Ravin pada Intan


Intan masih terlihat enggan meminta maaf, meski nyeri di kepalanya terus berdenyut


"Cepet minta maaf sebelum ada dosen yang dateng" ucap Ravin


"Atau elo emang mau gue laporin biar masalah ini jadi panjang" sambungnya


Intan dengan terpaksa akhirnya meminta maaf para Rachel dengan berat hati


"Maaf" ucap Intan enggan


"Yang bener!" ucap Rachel


"Gue minta maaf" ulang Intan


"Oke gue terima" ucap Rachel, bahkan ia sempat menarik kembali rambut Intan sebelum melepaskannya


"Aaww .. sialan!" umpat Intan, ia meringis memegangi kepalanya


"Jangan macem-macem sama gue" ucap Rachel


ia melemparkan rambut-rambut Intan yang rontok cukup banyak dari tangannya


Mahasiswa yang lain bahkan ikut meringis menyaksikan keganasan Rachel


"Auuhh .. Ganas banget, pasti sakit banget tuh kepalanya" bisik Jojo pada Nara


Nara tampak meringis juga


********


Begitu jambakan pada rambut Intan terlepas, para temannya itu membantunya berdiri


"Tan, elo gak papa?" tanya salah satu temannya


Di tanya seperti itu, Intan tentu kesal dan melotot pada teman-temannya itu


jelas-jelas kepalanya sakit dan rambutnya rontoh banyak


masih saja bertanya tidak apa-apa?


Sedangkan Rachel ia berusaha bangkit dari bersimpuhnya sambil menahan nyeri yang teramat pada kedua lututnya


Tapi saat telapak tangannya yang luka akan menopang untuk berdiri,


Ravin secara tiba-tiba memegang kedua bahu Rachel untuk menuntunnya berdiri


"Gue bisa sendiri" Rachel mencoba lepaskan kedua tangan Ravin di bahunya


Tapi, Ravin masih berusaha menahannya


"Diem. Luka lo cukup parah" ucap Ravin


Rachel akhirnya diam, membiarkan Ravin membantunya


Tentu itu membuat Intan dan para temannya semakin iri dan marah


"Aaww .. " Rachel meringis saat dirinya berhasil berdiri


Darah luka sobek di lututnya terlihat mulai mengental


Rachel merasa kesulitan saat mencoba melangkah untuk mengambil handphone dan tas miliknya


Ravin yang melihat ekspresi Rachel yang kesulitan dan menahan sakit pun akhirnya menarik tangan Rachel ke lehernya lalu menggendong nya ala bridal style


"Ngapain? Turunin gue" ucap Rachel berontak dari gedongan Ravin


"Diem, elo mau jatoh"


"Yaudah turunin gue"


"Jangan ngeyel, gue gak akan turunin elo" ucap Ravin tegas


Ia berusaha menahan tubuh Rachel yang bergerak minta turun


"Jo .. Nar .. tolong ambilin barang-barangnya dia terus bawa ke mobil gue" ucap Ravin


"Iya .. " jawab Nara


"Oke .. " jawab Jojo


Ravin pun berjalan lebih dulu membawa Rachel melewati kerumunan mahasiswa yang masih setia menonton


Ada banyak mata yang merasa iri dengan mereka, entah itu perempuan yang mengidolakan Ravin


atau


para lelaki yang mengagumi Rachel


.


.


.


.


Tinggalkan jejak, Like, Coment dan Vote


See you next episode ❣️

__ADS_1


__ADS_2