Angan Cinta

Angan Cinta
Perempuan Asing


__ADS_3

Happy Reading !!


▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Ravin terus menggendong Rachel hingga ke parkiran menuju mobil miliknya, meski pun perempuan itu terus berontak meminta di turunkan


"Turunin .. turunin gue .. " teriak Rachel


Ia terus menggeliatkan tubuhnya di gendongan Ravin


"Elo bisa diem gak sih? Mau jatoh" ucap Ravin kesal


"Gak bisa! Makanya turunin gue" jawab Rachel dengan nada tinggi nya


Ravin mendelik pada perempuan itu tanpa menghiraukan ucapan Rachel


Jojo yang sedari tadi mengikuti mereka dari belakang menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran mereka berdua


sedangkan


Nara perempuan itu menatap sendu pada punggung Ravin


Ada rasa sedih dan tak nyaman pada hatinya


"Nar tolong bukain pintunya" ucap Ravin


Nara yang sedang tak fokus sampai tak sadar mereka kini sudah berada di depan mobil Ravin


"Ah apa?" tanya nya kaget


"Tolong bukain pintu mobilnya" ucap Ravin lagi


Nara mengangguk lalu membuka pintu belakang mobil Ravin


"Turunin gue" Rachel masih berontak


"Diem" jawab Ravin


"Nar .. jangan di belakang, pintu yang depan" ucap Ravin saat melihat pintu mobil miliknya yang sudah di buka Nara


Nara mengerutkan keningnya dalam sambil menatap Ravin


Ravin yang melihat itu seolah mengerti sahabat perempuannya itu sedang bingung


"Tolong bukain yang depan, Nar" ucap Ravin sambil menunjuk pintu dengan dagu nya


Nara yang awalnya mengira salah dengar, akhirnya membuka pintu depan seusai menutup kembali pintu belakang


"Makasih .. " ucap Ravin tersenyum


Rachel yang berada gendongan Ravin bisa melihat senyuman tampan pria itu dari samping


hingga membuat dirinya tertegun melihat senyum Ravin


Rachel kembali sadar saat Ravin mulai memasukan dirinya ke dalam mobil


dan


mendudukkannya di kursi samping kemudi


"Ngapain masukin gue ke dalem mobil? Gue mau turun" ucap Rachel


Tubuh Rachel berusaha keluar lagi dalam mobil, tapi Ravin menahannya


"Bisa diem gak sih" ucap nya kesal


Ravin mencondongkan tubuhnya ke dalam, untuk memasangkan sabuk pengaman pada Rachel


"Ngapain?" Rachel bertanya curiga


Tanpa menjawab Ravin langsung menarik sabuk pengaman dan memasangkan nya di tubuh Rachel


namun karena jarak, wajah keduanya menjadi begitu dekat


dan mata mereka pun tidak sengaja bersitatap dari jarak yang sangat dekat


Rachel langsung mengalihkan pandangannya ke samping untuk menghindari Ravin karena canggung


begitu pula Ravin yang langsung menarik dirinya usai sabuk pengaman Rachel terpasang


dirinya juga merasa sama canggungnya


"Rav nih tas sama hp nya Rachel" ucap Jojo


Ravin menerima sabuah tote bag sedikit kotor dan basah oleh kopi juga ponsel Rachel yang rusak


"Oke ..


Oh iya Jo elo tolong anterin Nara pulang ya" ucap Ravin


"Nar kamu pulang sama Jojo dulu ya"


"Loh kenapa di anter Jojo?"


"Aku harus bawa dia ke rumah sakit atau klinik"


Ravin melirik ke arah dalam mobil dimana Rachel sedang melihat luka-lukanya

__ADS_1


"Yaudah aku ikut aja sama kamu"


"Aku juga harus beliin baju ganti buat dia. Kamu mending pulang aja Nar, Jojo kan juga bawa mobil"


"Tapi ... "


"Udahlah Nar bareng balik gue aja sekalian" ucap Jojo


Nara terdiam, belum sempat perempuan itu mengiyakan Ravin sudah lebih dulu berpamitan


"Udah ya Jo, gue titip Nara.


Bawa dia pulang sampe rumahnya"


"Siap Rav, gue anter"


"Yaudah gue pergi dulu, Nar aku pergi dulu" pamit Ravin pada keduanya


yang di iyakan hanya oleh Jojo saja


Saat Ravin sudah berputar lalu masuk ke dalam mobil dan mulai melajukannya


Nara masih terdiam menatap mobil milik Ravin


"Ayo Nar kita balik juga, udah sore bokap Lo pasti udah nungguin" ucap Jojo memandang ke arah Nara


"Iya .. " ucap Nara lesu


Kemudian ia mengikuti Jojo menuju mobil milik Jonatan


********


Sepanjang mobil Ravin meninggalkan parkiran kampus, Rachel terus menolak saat Ravin mengatakan akan membawanya ke rumah sakit atau klinik terdekat


Dirinya terus melontarkan protes keras pada Ravin


"Gue gak mau ke rumah sakit atau klinik ya, pokoknya gue gak mau" ucap Rachel marah


"Elo ya bisa gak sih jangan keras kepala.


Dengerin omongan orang, elo tuh lagi luka dan harus di obatin" ucap Ravin


Lama kelamaan kesabarannya bisa habis jika berhadapan dengan perempuan satu ini


"Gue gak peduli. Pokoknya gue gak mau ke rumah sakit, gue benci tempat itu" ucap Rachel


Nada suaranya terdengar parau seperti menahan tangis, seakan ada kesedihan dari sana


Ravin terdiam mendengar nada bicara Rachel yang berubah, menoleh sebentar dari kemudi nya untuk melihat perempuan itu


Tapi


Seakan mengerti ada sesuatu yang aneh


"Ehem .. " Ravin kembali fokus mengemudi


"Yaudah kalo elo gak mau ke rumah sakit, kita ke rumah gue aja.


Di rumah gue ada ruang kesehatan, nyokap gue juga lulusan kedokteran.


Dia pasti bisa ngobatin elo" usul Ravin


Ravin melirik ke arah Rachel yang masih menatap ke luar jendela


"Gue juga punya adek perempuan, jadi elo bisa ganti pake baju dia dulu.


Gimana?" tanya Ravin


Dirinya masih setia menunggu tanggapan Rachel


hingga akhirnya perempuan itu pun mengiyakan dengan terpaksa


"Yaudah terserah" jawab Rachel


"Ada apa sih sama perempuan ini?" batin Ravin bertanya-tanya


********


Mobil Ravin baru saja terparkir di halaman utama rumah keluarga Nugraha


Ketika itu Raisa yang sedang bersantai di taman depan langsung beranjak dari ayunan saat melihat mobil Ravin masuk


Tapi, saat perempuan itu akan menghampiri sang kakak


Dahi Raisa mengerut dalam saat melihat Ravin mengeluarkan seorang perempuan dan menggendongnya


Ketika melihat perempuan yang di gendongan Ravin bukan Nara melainkan perempuan asing


tentu saja Raisa langsung di buat heboh dengan berlari ke dalam rumah


"Mama .. Ma .. Mama .. " teriak-teriak Raisa


Mama Rara yang baru saja turun keluar dari kamarnya langsung menghampiri sang putri


"Raisa .. ada apa teriak-teriak? Kebiasaan.


Mama kan udah bilang jangan teriak di dalam rumah" peringat Mama Rara

__ADS_1


Raisa langsung berlari menghampiri sang ibu


"Maaf Ma, tapi ini penting.


Ayo ikut Raisa Ma" ucap Raisa langsung menarik tangan Mama Rara


"Eh .. eh .. ada apa sih sayang? Kamu kok heboh banget gini?" tanya Mama Rara heran


"Itu Ma di depan. Kakak ... "


"Kakak kenapa?"


"Itu kakak ... emm .. kakak ..


udah ayo Mama ikut Sasa aja dulu deh"


Mama Rara menggelengkan kepalanya melihat tingkah putri semata wayang nya itu


Raisa masih menarik lengan Mama Rara mengajaknya keluar


Begitu hampir sampai di depan pintu masuk, Ravin pun sudah ada di sana sambil menggendong Rachel


"Assalamualaikum .. " ucap Ravin


"Wa'alaikumsalam .. " jawab Mama Rara dan Raisa


"Kakak .. " ucap Mama Rara


Ia menatap heran pada Ravin dan beralih pada Rachel di gendongan Ravin


Rachel menatap Mama Rara canggung


"Loh ini bukannya teman Kakak yang di restoran itu ya?" tanya Mama Rara


"Iya Ma, ini teman Kakak yang itu.


Kaki tangannya luka, dia gak mau di bawa kerumah sakit.


Mama bisa bantu obatin gak?" tanya Ravin


Mama Rara melihat pada kedua lutut Rachel yang terluka


dan menelisik pada penampilan Rachel yang kotor


"Ya ampun Kak ..


Yaudah kamu bawa ke ruang kesehatan biar Mama obatin"


"Iya Ma .. "


"Terus Sa tolong bilangin bibi Rani buat bikinin minum ya buat teman Kakak, terus kamu cariin juga ya baju kamu yang muat ganti" ucap Mama Rara


"Iya Ma .. " jawab Raisa


"Ayo Kak .. " ajak Rara


Ravin menggangguk, lalu membawa Rachel ke ruang kesehatan bersama Mama Rara


Mama Rara membukakan pintu ruang kesehatan keluarga mereka di rumah megah itu


Rachel dapat melihat ruangan itu di penuhi dengan obat-obatan yang tertata rapi di rak lemari kaca


Di sana juga terdapat sebuah meja, sofa, Tv dan ranjang yang cukup sedang


Ruang kesehatan itu tempat biasa menyimpan berbagai macam obat dan segala benda medis pribadi milik Papa Ken


yang biasa Papa Ken gunakan untuk semua anggota keluarga di rumah jika sakit atau terluka


"Turunin di kasur, Kak" ucap Mama Rara


Ravin menuruti, menurunkan Rachel di atas tempat tidur


Kaki Rachel ia luruskan di atas kasur


"Kak, tolong kamu ambilin air handuk kecil di laci lemari obat terus ambilin air hangat di wadah buat Mama bersihin dulu luka Rachel" ucap Mama Rara


"Iya Ma .. " jawab Ravin


ia langsung menuruti perintah sang ibu


Sedangkan Rachel sedang menatap penuh tanya pada perempuan paruh baya yang kini sedang tersenyum padanya itu


Ada satu pertanyaan yang kini bersarang di benaknya


"Dari mana Mama nya Ravin bisa tau nama gue?"


.


.


.


.


Minta dukungannya dari kalian biar novel ini terus berkembang dan bisa kontrak


Jadi selalu tinggal kan jejak di Like, Coment dan Vote semuanya

__ADS_1


See you next episode ❣️


__ADS_2