Angan Cinta

Angan Cinta
Percaya


__ADS_3

Happy Reading !!.


▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Acara makan malam di rumah Bayu dan Dinda berjalan lancar.


Seusai makan malam ada acara potong kue juga beberapa acara tambahan yang di adakan oleh Bayu untuk merayakan ulang tahunnya.


Setelah semua acara selesai, satu persatu para saudara dan kerabatnya pulang.


Yang tersisa di kediaman mewah itu tinggal Rara, Ken berserta anak mereka.


Juga Vina dan Dika dengan putra semata wayang nya.


Mereka lebih memilih tinggal lebih lama, mengingat jarangnya mereka berkumpul seperti ini karena kesibukan dengan keluarga atau pekerjaan masing-masing.


"Jadi ini yang calon menantu yang Kak Rara mau pamerin sama kita?" tanya Vina sambil memandangi Rachel.


Setelah makan malam mereka masih berkumpul di ruang keluarga.


Para anak muda entah kemana, mereka sedang asik dengan kegiatan mereka masing-masing.


"Gimana? Cantikan calon menantu Rara?" tanya Dinda pada Vina.


"Cantik, cantik banget.


Ravin pinter ya cari calon istri" puji Vina yang membuat Rachel memerah malu.


"Makasih Tante" ucap Rachel malu, saat Vina membelai pipi nya lembut.


Rachel benar-benar di perlakukan dengan baik dan penuh kasih oleh keluarga maupun orang-orang sekitar Ravin


"Iya dong Tan, bukan cuma cantik tapi pintar dan baik juga" sombong nya.


"Jangan lebay deh" bisik Rachel.


"Ken enggak pernah cerita Ravin udah punya calon istri.


Om kira kamu pacaran sama teman kamu itu loh, siapa namanya emm .. Nara ya Nara" ucap Dika.


"Nara dan Ravin itu sahabat kecil" ucap Ken.


"Iya Om Nara itu cuma sahabat Ravin Om, Ravin kan udah bersahabat dari kecil sama dia" ucap Ravin.


"Om kira kalian pacaran, habis kalian kemana-mana selalu berdua"


"Ravin cuma sahabatan.


Mana mungkin Ravin pacaran sama Nara" ucap Ravin.


"Loh jangan salah, sahabat juga bisa jadi cinta itu contohnya Dinda dan Bayu. Mereka bersahabat dari kecil dan sekarang malah jadi teman hidup.


Persahabatan antara perempuan dan laki-laki lebih banyak engga murni, karna pasti ada yang saling suka atau bahkan cinta di salah satu nya" ucap Dika.


"Enggak semua persahabatan antara perempuan dan laki-laki itu enggak murni kaya yang Om bilang.


Mungkin memang ada tapi itu bukan Ravin, Ravin enggak suka sama Nara lebih dari sekedar sahabat" ucap Ravin.


"Kamu mungkin enggak, tapi bisa jadi Nara yang menyukai kamu sebagai laki-laki. Apalagi kalian selalu bersama selama ini" ucap Dika yang membuat raut wajah Rachel dan suasana berubah seketika.


Bukann hanya Ravin yang menyadari kalau raut wajah Rachel terlihat tak nyaman dengan pembahasan ini, tapi semua yang ada di sana menyadarinya.


"Itu enggak mungkin, Om" jawab Ravin tegas.


Vina mengeram dalam hati atas ketidakpekaan Dika.


Ia mencubit kuat perut suami nya itu membuat Dika meringis kesakitan.


"Kamu ya !!" bisik Vina kesal.


"Aww.. kenapa sih Bun" bisik Dika sambil meringis kesakitan.


"Ngapain sih pake ngomong kaya begitu, bikin suasana gak enak aja" bisik Vina kesal.


"Aku cuma... "


"Diem kamu!" bisik Vina mengancam.


Bukan hanya Vina yang mungkin jadi kesal, tapi Bayu dan Dinda juga kesal terhadap saudara iparnya itu.


"Enggak semua orang sahabatan bisa punya perasaan lebih kok, Dik" ucap Ken mencairkan keheningan.


"Iya .. Nara dan Ravin itu bersahabat dari kecil.


Nara juga sudah seperti anak kita sendiri, jadi enggak mungkin" tambah Rara.


Kedua orang tua itu tak ingin Rachel berpikiran macam-macam, meski sebenarnya Rachel pun sudah tahu kalau yang di katakan oleh Dika memang benar adanya.


Persahabatan antara laki-laki dan perempuan kadang tak sepenuhnya murni hanya bersahabat.


Ada rasa tertarik dan suka sering kali terjadi, seperti Nara terhadap Ravin.


Meski Nara tak pernah mengakui jikalau dirinya menyukai Ravin sebagai lelaki, tapi dari sikap dan ekspresi nya pada Ravin sudah menyimpulkan itu semua.


"Rachel, maaf ya Om Dika emang kalo ngomong suka ngelantur.


Kamu jangan di masukin hati ya ucapan Om yang tadi, kita semua juga udah kenal kok sama Nara.


Dan emang enggak mungkin antara Nara dan Ravin ada sesuatu" ucap Vina tak enak hati.

__ADS_1


"Enggak apa-apa kok Tante" jawab Rachel.


"Rachel maafin ucapan Om ya, Om gak bermaksud buat kamu enggak nyaman." ucap Dika.


"Iya enggak apa-apa Om" jawab Rachel meski dalam hati memang ia merasa tidak nyaman.


Ravin yang seakan mengerti ketidak nyamanan dari Rachel, menyentuh punggung Rachel yang duduk di sampingnya.


Usapan lembut ia berikan pada kekasihnya itu membuat Rachel menoleh, senyuman tipis Rachel berikan seolah mengatakan ia tidak apa-apa.


"Dika .. Dika .. " gumam Bayu pelan sambil menggelengkan kepalanya.


"Udah jangan di bahas lagi.


Kita ganti topik pembicaraan aja" ucap Dinda setelah hening sejenak.


Obrolan pun berlanjut dengan membahas hal lain, untuk mengalihkan suasana yang tidak nyaman itu.


*********


Malam mulai larut, semua pamit untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.


Ravin berpamitan lebih dulu pada kedua orang tuanya untuk mengantarkan Rachel pulang.


Selama di perjalanan suasana nya terasa hening, tak ada pembicaraan di antara kedua nya.


Rachel tiba-tiba saja menjadi pendiam dan hanya berbicara seperlunya dengan Ravin.


Ucapan Om Dika tadi, seolah mengganggu pikirannya.


"Sayang .. " panggil Ravin.


Rachel tampak melamun sambil menatap padatnya jalanan ibukota meski sudah malam hari.


"Sayang .. "


"Yang .. "


"Achel sayang .. "


"Eh iya?" Rachel mengerjap kaget saat telapak tangan Ravin menyentuh tangannya.


"Kamu ngelamun?" tanya Ravin sambil mengemudi.


"Enggak kok" sangkal Rachel.


"Bohong .. " ucap Ravin.


"Aku panggil kamu berkali-kali loh, tapi kamu enggak jawab.


Mikirin apa sih?" sambungnya.


"Jangan bohong.


Kamu pasti kepikiran soal ucapan Om Dika tadi kan?" tebak Ravin.


Diamnya Rachel seolah membenarkan tebakannya.


"Kamu benarkan kepikiran?" tanya Ravin.


Rachel mengubah posisi duduk nya menghadap ke samping, hingga dapat melihat Ravin yang sedang menyetir.


"Kamu jawab jujur ya sama aku.


Kamu benaran enggak punya perasaan apapun sama Nara?" tanya Rachel serius.


"Ya enggaklah, Sayang" jawab Ravin.


"Yakin?"


"Iya yakin .. Sayang" jawab Ravin.


Ravin membelokan mobil nya masuk ke komplek perumahan Rachel.


"Kalau .. Nara yang punya perasaan lebih ke kamu, gimana?" tanya Rachel ragu-ragu.


"Kenapa sih nanya nya begitu? Kamu takut aku ada sesuatu sama Nara?" tanya Ravin melirik pada Rachel.


"Enggak .. aku cuma nanya aja.


Kalau Nara punya perasaan lebih sama kamu, gimana?" tanya ulang Rachel.


Ravin memarkirkan mobil nya di depan halaman rumah milik Rachel begitu sampai.


Belum menjawab pertanyaan Rachel, Ravin mematikan mesin mobil lalu memiringkan tubuhnya hingga dapat berhadap-hadapan dengan Rachel.


"Apa omongan Om Dika tadi benar-benar bikin kamu terpengaruh, sampai kamu tanya kaya gini?" tanya Ravin menatap wajah Rachel.


"Bukan gitu, tapi .... "


"Chel .. dengarin aku"


Tangan Ravin meraih jemari Rachel untuk ia genggam.


"Perasaan lebih yang kamu maksud itu enggak pernah ada dalam hati aku sedikit pun buat Nara.


Dan kalau pun Nara punya perasaan lebih dari sekedar sahabat buat aku, itu enggak akan berpengaruh apapun buat perasaan aku ke dia.


Dia tetap sahabat aku, sahabat dari kecil aku yang udah seperti saudara aku sendiri.

__ADS_1


Jadi kalaupun ada perasaan itu, ya itu hanya rasa sayang aku sebagai sahabat dan saudara. Enggak akan lebih" ucap Ravin.


"Aku enggak akan terpengaruh sedikitpun, karena udah ada seseorang yang sangat aku sayang dan cinta.


Yaitu kamu.


Jadi kamu enggak perlu lagi berpikiran macam-macam" ucap Ravin sungguh-sungguh.


"Maaf .. aku cuma takut" ucap Rachel.


Ravin mengerenyitkan dahinya.


"Takut? Takut apa? Apa yang kamu takutin?" tanya Ravin.


"Aku takut .. takut Nara benar-benar suka kamu.


Takut Nara punya rasa cinta sama kamu.


Aku takut kamu tahu itu semua lalu kamu jadi bimbang karna persahabatan kalian.


Aku takut kecewa sama kamu, seperti aku kecewa sama Daddy dan Mami" ucap Rachel dalam hati.


Ya, Rachel mengatakan nya dalam hati karena ia tidak pernah bisa mengungkapkan isi hati nya dengan mudah.


Ini alasan Rachel tak pernah membuka hatinya untuk orang lain karena tak ingin kecewa.


Rachel kecil dulu begitu polos.


Ia yang belum mengerti kemelut hubungan kedua orang tuanya, selalu menaruh harapan yang besar dan tulus pada Daddy dan Mami nya.


Ia begitu percaya pada cinta, percaya bahwa kedua orang tua nya mencintai dirinya meski dirinya sering di abaikan.


Tapi, setelah Rachel beranjak remaja.


Setelah ia mulai paham akan setiap hal.


Ia jadi mengerti, kalau ia tak pernah di cintai.


Ia tak pernah di inginkan.


Ia di abaikan bukan karena kedua orang nya terlalu sibuk, tapi karena ia tak pernah di anggap berharga.


Itulah yang membuatnya tak ingin menjadi dingin hati dan sikap.


Karena ia tak ingin mengalami sakitnya kekecewaan seperti itu lagi di hidupnya.


"Hei .. " Ravin menyentuh pipi Rachel yang tampak melamun.


Ingatan akan masa lalu nya membuat rasa sedih terpancar dari wajahnya.


"Kamu kenapa?" tanya Ravin.


Sorot mata yang sendu itu menatap Ravin.


Secara tiba-tiba Rachel memeluk Ravin.


Melingkarkan kedua lengannya di leher Ravin, menyembunyikan wajah sedihnya di balik punggung Ravin.


"Aku sayang kamu, Rav" ucap nya tiba-tiba.


Ravin sempat tertegun sesaat, sampai kemudian ia tersenyum sambil membalas pelukan Rachel.


"Aku juga sayang sama kamu, Chel" balas Ravin.


Semakin mengeratkan pelukannya, Rachel masih menyembunyikan wajahnya di balik punggung Ravin.


"Apa aku bisa percaya sama kamu?" gumam Rachel yang terdengar oleh Ravin.


Ravin membelai kepala Rachel penuh cinta.


"Tolong kasih kesempatan buat kamu kasih kepercayaan sama aku.


Aku janji, aku akan berusaha jaga kepercayaan kamu itu" ucap Ravin sungguh-sungguh.


Rachel memejamkan kedua matanya.


Lalu mengangguk pelan.


"Aku percaya" ucap Rachel pelan.





Guys, info lagi kalau tamatnya juga enggak bakal buru-buru kok.


Aku bakal tetap lanjutin cerita dan konfliknya, cuma kayanya enggak bakal sampai beratus-ratus episode kaya Di Dua Hati.


Jadi enggak bakal buru-buru kok, tenang aja.


Tapi updatenya aku bakal santai ya ..


Jadi mohon pengertiannya.


Di Like, Coment dan Vote yukk ..


See you next episode ❣️

__ADS_1


__ADS_2