
Happy Reading !!
▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Ravin sudah tidak bisa mengelak dengan tatapan tajam mengintrogasi dari Jojo.
Seusai makan siang itu, Jojo langsung mengajak Ravin ke tempat nongkrong biasa mereka.
Baru saja sampai, Ravin langsung di cecar dengan berbagai pertanyaan dari sahabatnya itu.
Dan tentu saja, Ravin sudah tidak bisa mengelak lagi soal hubungan nya dengan Rachel.
Ia terpaksa mengakui tentang hubungan nya dengan Rachel, tanpa seizin Rachel lebih dulu.
"Jadi udah berapa lama elo bohongin gue?" tanya Jojo dengan nada nyinyir.
"Bukan bohongin Jo, gue cuma belum bilang aja" jawab Ravin.
"Sama aja lah, inti nya sama-sama bohong.
Jadi udah berapa lama kalian pacaran?" tanya Jojo.
Jojo sangat penasaran sejak kapan Ravin berpacaran dengan Rachel.
Dan bagaimana bisa keduanya begitu pintar menyembunyikan semuanya, bahkan sampai Jojo tidak menyadari.
"Hampir sebulan" jawab Ravin.
Jojo yang baru meneguk minuman nya secara reflek langsung menyemburkan minuman nya sehingga mengenai kemeja Ravin.
"Woy gila lo, Jo" teriak Ravin.
"Elo yang gila" balas Jojo sambil mengusap bibir dan dagu nya yang basah.
"Udah pacaran selama hampir sebulan dan gue enggak tau apa-apa.
Parah ..
Elo udah enggak anggep gue sahabat lagi" ucap Jojo.
Ravin berdecak, sambil membuka kemeja kotak-kotaknya yang basah.
Kini hanya menyisakan kaos putih oblong yang membalut tubuhnya.
"Ck .. Lebay lo" ucap Ravin menoyor kepala sahabatnya itu.
Membuat Jojo mengeluarkan umpatan pada Ravin.
"Lagian gue belum cerita sama elo karna Rachel pengen kita rahasiain hubungan ini sampai dia siap" ucap Ravin.
"Emang apa yang bikin Rachel enggak siap?
Bukannya bagus dong kalo orang-orang tau kalian pacaran.
Lagian selama ini juga banyak orang udah nyangka juga kalian bakal jadian" ucap Jojo.
Ravin meneguk minuman miliknya, lalu meletakannya lagi ke atas meja.
"Rachel belum siap kalo nanti bakal banyak orang yang ikut berkomentar soal hubungan kita.
Bagi Rachel ini hubungan serius yang pertama kali Rachel jalanin.
Dan gue pikir juga bagus juga begini.
Gue enggak mau Rachel terpengaruh sama omongan orang-orang di luar sana kalo banyak komentar yang ikut campur dalam hubungan gue.
Apalagi Rachel sempat nolak gue karena di terima omongan orang lain, kalo dia itu enggak pantes buat gue" jelas Ravin.
Jojo tahu itu, saat Rachel menolak cinta Ravin dengan alasan dirinya tak pantas bagi Ravin.
Ravin sempat bercerita soal itu.
Jojo juga mengerti perjuangan Ravin demi bisa mendapatkan Rachel, tidaklah mudah.
Sering mendengar cerita tentang Rachel dari Ravin, Jojo tahu gadis itu bukan gadis biasa yang mudah di taklukan oleh pesona Ravin.
Rachel selalu menilai semua nya dari berbagai sudut, bahkan soal pertemanan sekali pun.
Rachel begitu menutup dirinya untuk orang lain.
Rachel hanya seorang gadis yang tidak ingin terluka hanya karena hal-hal di sekeliling nya.
Gadis itu begitu melindungi dirinya sendiri.
Itu sebabnya dia lebih memilih di cap sebagai playgirl bisa berganti pasangan dengan mudah dan menyakiti lebih dulu orang yang ingin melukai nya.
Dari pada dirinya di cap sebagai gadis lemah dan mudah di sakiti.
Itulah Rachel, gadis dengan segudang kemelutnya.
Tapi, kini ada Ravin yang bisa mengerti semua kemelut dalam diri Rachel.
"Jadi itu sebabnya juga elo enggak cerita sama gue ataupun Nara?" tanya Jojo.
Apa ini permintaan Rachel juga?
Apa Rachel masih tidak nyaman dengan lingkungan Ravin?
Itu yang ada di pikiran Jojo saat ini.
"Bukan" jawab Ravin.
"Gue cuma cari waktu yang tepat aja, buat bilang sama kalian.
Gue pengen Rachel ngerasa nyaman dulu sama ini semua.
Baru gue siap ngomong sama kalian" sambung Ravin.
Jojo mengangguk, mencoba memahami keputusan Ravin.
"Buat sementara gue bakal usaha pura-pura enggak tau di depan Rachel soal hubungan kalian.
Tapi Rav, ada baiknya elo jangan terlalu lama sembunyiin ini dari Nara.
__ADS_1
Jangan sampai dia tau dari orang lain" ucap Jojo mengingatkan.
Ravin mengangguk setuju.
"Iya, gue juga lagi cari waktu buat cerita sama kalian sebenernya" jawab Ravin.
"Kalo gue enggak masalah Rav, tapi gue minta elo ngomong nya hati-hati sama Nara" ucap Jojo.
"Iya gue tau, pasti dia bakalan ngambek kalo tau gue enggak cerita"
"Bukan, bukan itu maksud gue.
Apa elo selama ini enggak ngerasa ada hal lain dari Nara ke elo?" tanya Jojo.
Ravin mengerenyit, tidak mengerti dengan ucapan Jojo.
"Hal lain maksud lo?"
"Mm .. Gue rasa Nara punya perasaan lebih dari sekedar sahabat sama lo" ucap Jojo membuat Ravin tertawa.
"Hahaha .. elo sehat Jo?
Jangan ngada-ngada deh lo" ucap Ravin masih tertawa.
Jojo menggelengkan kepalanya, tidak percaya Ravin sangat tidak peka.
"Gue enggak ngada-ngada.
Elo benar-benar enggak bisa ngerasain?" ucap Jojo serius, membuat tawa Ravin menyurut.
"Elo enggak lagi bercanda Jo?
Gue itu sahabatan sama Nara dari kecil, mana mungkin lah dia suka sama gue" ucap Ravin.
"Rav .. kita itu enggak bisa ngatur mau jatuh cinta sama siapa.
Elo emang sahabatan dari kecil sama Nara, tapi bukan berarti dia enggak bisa jatuh cinta sama lo.
Sama kaya elo dulu suka sama dia sebagai cinta monyet, bukan berarti sekarang dia enggak bisa suka sama lo sebagai laki-laki dewasa"
Ravin diam, dirinya merasa bingung sekaligus tak percaya.
Apa ini mungkin? pikirnya.
"Rav .. Coba elo sendiri cari tau buat lebih jelasnya, karna ini yang mengganjal di pikiran gue selama ini.
Tapi, gue juga enggak bisa berbuat lebih karna gue tau sekarang elo udah dewasa dan punya pilihan hati lo sendiri.
Gue cuma berharap persahabatan antara elo sama Nara, jadi berantakan karna hal ini" ucap Jojo.
Ravin hanya diam, tiba-tiba pikiran nya jadi tak fokus karena ucapan Jojo.
Apa ini mungkin?
"Nara ... "
*********
Seusai obrolan nya dengan Jojo tadi, Ravin sore hari nya menjemput Rachel di tempat yang cukup jauh dari kampus.
Ia tak percaya dengan apa yang di ucapkan Jojo.
Bagaimana mungkin Nara yang selama ini ia anggap sebagai sahabat dan saudaranya, menyukai dirinya sebagai lawan jenis?
Ravin yang terus melamun tak sadar jika Rachel sudah masuk ke dalam mobil.
"Rav .. "
Ravin tersentak saat tangan Rachel menyentuh lengannya.
"Eh?" Ravin menoleh ke samping.
"Kamu udah dateng" ucap Ravin seraya tersenyum.
Rachel ikut tersenyum sambil mengangguk.
"Kamu ngelamun?" tanya nya.
"Ada apa?"
"Emm .. enggak kok, Sayang.
Enggak ada apa-apa" jawab Ravin.
"Benaran?" tanya Rachel tak percaya.
Ravin semakin menunjukan senyuman nya, mencoba menyakinkan Rachel.
"Iya Sayang" ucap Ravin.
Lelaki itu mengambil selembar tisu yang ada di dasboard lalu menyeka keringat yang ada di dahi Rachel.
"Kamu capek ya? Apa aku enggak cari tempat yang lebih dekat aja buat jemput kamu?" tanya Ravin khawatir.
Beberapa hari yang lalu, tempat Ravin menjemput Rachel masih dekat dengan kampus.
Tapi, karena mereka hampir saja kepergok oleh beberapa mahasiswi di sana.
Rachel meminta Ravin berpindah tempat saat menjemputnya dan tempat nya cukup jauh jika di tempuh dengan berjalan kaki.
"Enggak, aku enggak apa-apa" jawab Rachel.
"Benaran?
Tapi, di sini kejauhan Sayang kalau kamu harus jalan kaki"
"Enggak jauh kok, aku udah biasa Rav"
"Kamu ya ngeyel banget"
Ravin mencondongkan tubuh nya untuk menarik sabuk pengaman untuk memasangkan nya di tubuh Rachel.
Cup
__ADS_1
"Rav .. " Rachel memukul pundak Ravin saat berhasil mencuri satu ciuman di pipi Rachel setelah memasangkan sabuk pengaman.
"Apa sih Sayang ku" ucap Ravin sambil terkekeh puas.
"Nanti ada yang liat Rav"
"Enggak ada siapa-siapa, Sayang"
"Kamu tuh ya Rav" ucap Rachel geram.
"SAYANG Chel SAYANG!!" ucap Ravin penuh penekanan.
"Rav .. Rav terus.
Kenapa sih kamu tuh susah banget panggil aku Sayang" keluh Ravin.
"Aku belum terbiasa Rav"
"Tuh Rav lagi Rav lagi"
"Iya iya Sayang" ucap Rachel kaku.
Rachel tak terbiasa memanggil siapa pun dengan sebutan sayang.
Ini pertama kali nya untuk Rachel.
Dari hubungan nya yang dulu-dulu, Rachel tak pernah menganggap serius.
"Pokoknya mulai sekarang biasain ya Sayang.
Aku kan juga pengen di sayang sama kamu" ujar Ravin dengan manja.
Rachel kini sudah terbiasa dengan sifat manja tiba-tiba dari kekasihnya itu.
Entah kenapa sejak berpacaran Ravin sering bersikap manja padanya seperti seekor kucing.
Kadang Rachel ingin tertawa, Ravin yang terkenal prefect dan tangguh ternyata seperti ini sifat aslinya jika sedang bersama orang yang di sayang.
"Iya Sayang" ucap Rachel sambil mengelus kepala Ravin.
Ravin menarik telapak tangan itu dari kepalanya, lalu menciumi berkali-kali pungggung tangan perempuan yang sangat ia cintai setelah ibu nya.
Bersama Rachel, semua beban yang ada di fikirkannnya seolah hilang.
Termasuk tentang Nara.
"Udah ah, ayo kita berangkat" ucap Rachel menarik tangannya dari genggaman Ravin.
"Kamu enggak usah masuk kerja aja bisa gaje sih, Sayang?" tanya Ravin.
"Loh, emang nya kenapa?"
"Aku masih kangen, pengen berduaan terus sama kamu" rengek Ravin.
"Enggak bisa dong Rav, libur aku kan udah di khususin Sabtu sama Minggu buat kamu.
Itu juga karna kamu yang minta secara privat ke Pak Raihan, aku enggak enak sama manager ku itu"
"Ya tapi kan hari biasa kita jarang berduaan, cuma weekend aja"
"Tapi kan kita masih sering ketemu, diam-diam di weekday"
"Ya tapi cuma sebentar aja"
"Udah ah, kamu jangan ngerengek gini.
Nanti aku bisa telat masuk kerja" ucap Rachel.
Ia meminta Ravin untuk segera mengantarnya ke restoran.
Meski dengan berat hari akhirnya Ravin mengiyakan, mengantar Rachel hingga ke tempat kerja dengan selamat.
Butuh sekitar satu jam lamanya di perjalanan. Begitu sampai di tempat kerja, Rachel langsung berpamitan pada Ravin.
"Aku pergi dulu ya, waktu aku udah mepet" pamit Rachel.
"Iya .. " jawab Ravin dengan malas.
Melihat Ravin tampak lesu dan badmood membuat Rachel sedikit tak tega.
Akhirnya Rachel melakukan sesuatu yang membuat mood lelaki itu berubah seketika.
Cup
"Makasih Sayang"
Satu kecupan di pipi beserta ucapan terima kasih yang di iringi senyuman cantik dari Rachel berhasil membuat Ravin senang.
Ini pertama kali nya Rachel mencium dirinya lebih dulu.
Seketika mood Ravin langsung kembali membaik.
"Semangat kerja nya, Sayang.
Nanti aku jemput ya" ucap Ravin dengan senang.
Rachel mengangguk mengiyakan.
Ia langsung buru-buru keluar mobil.
Karna sudah hampir terlambat.
Sambil berlari Rachel melambaikan tangan nya pada Ravin yang masih melambai padanya dari jendela mobil.
•
•
•
Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya ..
Tinggalkan jejak 😊
__ADS_1
See you next episode ❣️