Angan Cinta

Angan Cinta
Memperebutkan


__ADS_3

Happy Reading !!


▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang Nara hanya diam.


Setelah mengatakan hal buruk pada Rachel, hatinya masih tak merasa tenang.


Kini malah ia di lingkupi rasa tak nyaman dan bersalah.


Apakah perkataan buruknya memang karena ia mengkhawatirkan Ravin atau memang karena ia cemburu.


Ribuan kali hatinya selalu menyangkal kalau ia cemburu, setiap kali tak suka melihat Ravin bersama perempuan lain.


Dirinya selalu meyakinkan kalau perasaannya pada Ravin hanyalah rasa sayang sebagai seorang sehabat.


Tapi, rasanya kini lain. Ia sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan perasaannya itu.


Kalau dirinya mencintai Ravin.


Tapi kenapa?


Kenapa ia harus mencintai sahabatan nya sendiri?


Bahkan Ravin tak pernah memandangnya sebagai wanita.


"Nar .. "


panggilan dari Jojo membuat Nara tersadar dari lamunannya.


Ia menoleh pada Jojo di kursi kemudi.


"Iya Jo?"


"Mikirin apa?" tanya Jojo.


"Em .. enggak. Enggak mikirin apa-apa" jawab Nara.


Jojo ber-Oh sambil fokus lagi mengemudi.


"Aku boleh tanya gak Nar?" ucap Jojo setelah hening sesaat.


"Kamu pake izin segala, tanya aja kali Jo" ucap Nara terkekeh pelan.


Lain dengan Nara yang mencoba menutupi ekspresi nya dengan tawa, Jojo malah tidak bisa menyembunyikan ekspresi dirinya.


Ia terlihat serius melirik ke arah Nara, membuat senyuman Nara surut.


"Ada apa?" kini Nara terlihat ikut serius.


"Em .. aku mau nanya kamu tadi ngomong apa sama Rachel?"


"Enggak ngomong apa-apa"


"Tapi kok dia tiba-tiba pergi begitu?


Mukanya juga keliatan beda pas pergi


Pasti ada apa-apa sama kalian tadi" ucap Jojo.


"Iya emang aku ngomong sesuatu sama dia" ucap Nara.


"Ngomong apa?"


"Aku bilang apa tujuan dia deketin Ravin dan keluarganya"


"Astaghfirullah Nara, kok kamu bisa-bisa nya bilang begitu.


Itu bisa bikin Rachel sakit hati Nar"


"Justru aku bilang begitu karena gak mau Ravin semakin mendalam sama Rachel dan akhirnya sakit hati Jo"


"Kita belum tau Rachel itu kaya gimana, Nar.


Kita gak bisa judge orang lain sembarangan.


Belum tentu juga apa yang kamu ucapin itu benar,


kita gak bisa ambil kesimpulan cuma dari omongan orang di luaran"


"Kok kamu jadi belain si Rachel sih Jo?" ucap Nara kesal dan marah.


"Aku bukan belain Rachel, Nar.


Tapi sikap kamu itu salah"


"Aku kan ngelakuin itu juga karena tau kalau dia tuh gak bener Jo.


Buktinya udah banyak, dia sering bikin banyak masalah sama cowok-cowok.


Pacarnya gonta ganti gak jelas"


"Tapi, kita gak bisa simpulin dia perempuan gak baik cuma karena itu Nara.


Kamu juga cuma baru dengar dari ucapan simpang siur di luar sana"


Wajah Nara terlihat semakin kesal dan marah karena Jojo terus saja membela Rachel.


Bukan hanya Ravin, kini Jojo ikut-ikutan berpihak pada perempuan itu.


"Ucapan-ucapan itu gak bakal ada kalo dia perempuan baik-baik.


Dia pasti ada tujuan tertentu sama Ravin" ucap Nara emosi.


Jojo menggeleng tak percaya mendengar ucapan gadis yang sudah menjadi sahabatnya cukup lama ini.


Nara itu gadis baik yang selalu berpikiran positif pada siapapun.


Tapi, entah hari ini Jojo seolah melihat gadis di sampingnya seolah bukan Nara.


"Astaghfirullah Nar, ada apa sih sama kamu?

__ADS_1


Kamu gak pernah bersikap kaya begini, kamu kaya bukan Nara yang aku kenal" ucap Jojo.


Nara terdiam.


Baru kali ini dirinya tersulut emosi dan berdebat dengan sahabatnya hanya karena satu hal.


"Kalau kamu bersikap kaya begini lagi, kaya bukan Rachel yang bakal bikin Ravin kecewa.


Tapi kamu Nar" ucap Jojo seolah menusuk hati Nara.


Gadis itu semakin terdiam dan kalut dengan dirinya sendiri.


********


Ravin baru saja sampai di Jakarta pada sore hari setelah 3 hari menemani Papa Ken keluar kota untuk bertemu dengan Client nya.


Papa Ken sengaja mengajak Ravin untuk memperkenalkan nya pada client sekaligus membiasakan Ravin agar belajar mulai dari sekarang.


Langsung dari bandara, Ravin membawa mobil miliknya sendiri yang di bawa Pak Ujang ke bandara.


Ia bersiap untuk bertemu dengan Rachel.


Tiga hari tak menghubungi dan bertemu gadis itu sudah membuat dirinya rindu.


"Rachel ada di mana ya sekarang?" gumam Ravin.


Ia bingung hendak menuju ke mana untuk menemui gadis itu.


Ravin mencoba menghubungi Rachel berkali-lali tapi tak ada jawaban.


Ravin pun mencoba menghubungi Amel untuk mengetahui keberadaan Rachel.


Dan


ternyata Rachel sudah pulang ke rumahnya dari kemarin.


Akhirnya Ravin melajukan mobil nya menuju ke rumah Rachel.


Melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Ravin tak sabar ingin bertemu dengan gadis pujaan nya.


"Semoga aja Rachel suka sama oleh-oleh dari gue" gumam Ravin ia menoleh pada jok belakang di mana ada beberapa paperbag berisi oleh-oleh dari luar kota.


Memasuki sebuah komplek perumahan sederhana, Ravin melajukan mobilnya menuju blok rumah Rachel.


Tapi saat di depan halaman, Ravin melihat sebuah mobil sedan hitam terparkir di depan rumah Rachel.


Dahinya mengerenyit melihatnya.


Memarkirkan mobil miliknya di samping mobil tersebut.


Ravin bergegas turun sambil membawa beberapa buah paperbag.


Ia melangkah masuk ke depan pintu yang terbuka.


"Assalamu'alaikum .. " ucap Ravin.


"Wa'alaikumsalam .. " jawab seseorang dari dalam.


"Ehh .. kamu Ravin


Tante kira siapa yang dateng" ucap Mela.


"Halo Tante, apa kabar?" Ravin menyalami Mela.


"Tante baik, kamu sendiri apa kabar?


Udah lama gak pernah ke sini" ucap Mela.


Perempuan paruh baya itu selalu terlihat heboh dan centil.


"Baik juga Tante, iya Ravin agak sibuk" jawab Ravin.


"Oh iya Tante ini ada oleh-oleh sedikit buat Tante sama Rachel" ucap Ravin menyerahkan beberapa kantong paperbag di tangannya.


Mela menerima nya dengan sangat senang.


"Wah oleh-oleh dari Surabaya. Kamu habis dari luar kota?" tanya Mela saat membaca tulisan pada paperbag nya.


"Iya Tante"


"Makasih ya Ravin, kamu tau aja bikin Tante seneng" ucap Mela sumringah.


"Yaudah masuk yuk ke dalam, Rachel ada di dalam.


Tapi kita lagi ada tamu juga, enggak apa-apa ya?" tanya Mela.


Ravin melirik ke arah dalam, mencoba melihat siapa tamu yang di maksud Mami nya Rachel.


Tapi percuma, ia tak dapat melihatn siapa yang ada di dalam.


"Kalau gitu Ravin gak usah masuk aja Tante, takut ganggu.


Tadi nya Ravin cuma mau ketemu Rachel sebentar"


"Udah enggak apa-apa. Lagian tamu nya juga cuma Edward.


Bukan tamu penting kok" ucap Mela.


Mendengar nama lelaki lain yang berkunjung ke rumah Rachel membuat hati Ravin cemburu.


Semula ia memutuskan tidak akan masuk jadi berubah pikiran.


"Yaudah deh Tante, Ravin jadi masuk" ucap nya.


Mela dengan senang hati mengajaknya kedalam, sambil mengampit lengan Ravin menariknya ke dalam.


"Chel .. Achel .. ada Ravin dateng nih" teriak Mela sambil masuk ke dalam.


********


Rachel sedang duduk malas di sofa ruang tamunya.

__ADS_1


Wajahnya terlihat masam melihat sesosok lelaki yang sedang tersenyum manis duduk di depannya.


Lelaki itu tak lain adalah Edward.


Beberapa menit yang lalu Edward baru saja datang berkunjung beberapa menit yang lalu tanpa pemberitahuan.


Sialnya, Rachel sedang berada di rumah saat itu.


Mau tak mau ia harus menemani Edward mengobrol karena paksaan dari Mami nya.


"Kamu gak kerja, Chel" tanya Edward di iringi senyuman manis.


Matanya terus menatap lekat wajah cantik Rachel.


"Libur" jawab Rachel ketus.


Rachel mengalihkan perhatian nya dengan memainkan kuku tangannya.


Malas melihat wajah lelaki di depannya ini.


"Mumpung lagi libur kita jalan yuk, Chel.


Jalan-jalan, nonton, makan" ucap Edward.


"Gue pengen istirahat, males kemana-mana" jawab Rachel masih ketus.


"Ayolah Chel. Mumpung kamu libur, aku susah banget mau ajak kamu jalan" ucap Edward.


"Elo aja sana, maksa banget sih" ujar Rachel kesal.


Entah ia kesal karena kedatangan Edward atau ia kesal karena kejadian di restoran bersama Nara tadi?


Yang jelas suasana hatinya sedang buruk.


"Yaudah kalo gak mau jalan gimana... "


"Assalamu'alaikum .. "


Ucapan Edward terpotong karena suara salam dari luar.


"Ravin .. " batin Rachel.


Ia mengenali suara yang baru saja mengucapkan salam itu.


Baru saja Rachel berdiri hendak keluar, Mami nya lebih dulu muncul dari ruang tv dan menyuruhhnya kembali duduk saja menemani Edward.


"Udah kamu duduk aja temenin Edward, biar Mami" ucap Mela.


Perempuan paruh baya itu menjawab salam lalu bergegas keluar.


Rachel kembali duduk di kursinya.


Sayup-sayup ia mendengar Ravin mengobrol dengan Mami nya di luar.


"Siapa dia?" tanya Edward mengalihkan perhatian Rachel yang sedang mencoba melihat ke arah luar.


"Bukan urusan lo" jawab Rachel malas.


Tak lama kemudian Mami nya muncul bersama tamu yang baru.


Yang memang benar ternyata Ravin.


Melihat wajah Ravin setelah tiga hari menghilang membuat hati Rachel senang sekaligus kesal.


Tiga hari menghilang dan tidak ada kabar, sekarang tiba-tiba saja lelaki itu datang kerumahnya tanpa izin.


"Dasar seenaknya aja" batin Rachel mengumpat.


Begitu pula Ravin, hatinya senang karena akhirnya bisa melihat wajah Rachel setelah tiga hari.


Tapi, perasaannya jadi marah saat melihat perempuan itu sedang duduk berhadapan dengan seorang lelaki.


Hatinya kesal dan memanas, mengingat ia sedari tadi menghubungi Rachel tapi gadis itu tak menjawab panggilannya.


"Pantes aja di telepon gak di angkat. Ternyata dia sibuk ngobrol sama cowok itu" batin Ravin kesal.


Perasaan senang mereka tertutup oleh rasa kesal masing-masing.


Sedangkan Edward mengerenyitkan dahi sambil menatap tidak suka pada Ravin yang sedang beradu tatap dengan Rachel.


"Ravin ayo duduk"


Suara Mela membuyarkan keheningan.


"Iya Tante" jawab Ravin.


Ia mendudukan diri tepat di samping Edward.


Kursi yang terbatas di sana membuat Ravin terpaksa duduk di sana.


"Tante ke belakang dulu ya bikinin minum" ucap Mela pada Ravin yang di iyakan.


Rachel menatap secara bergantian kedua lelaki yang kini ada di hadapannya.


Tampak sangat jelas kedua lelaki itu saling beradu tatapan sengit dan tak bersahabat satu sama lain.


Seperti mereka sedang beradu memperebutkan sesuatu.


.


.


.


.


Maaf ya slow update beberapa hari ini, karena ada kerjaan yang harus aku kerjakan.


Kalo ada waktu aku usahakan tambah up nya.


Jangan lupa Like, Coment dan Vote nya ya.

__ADS_1


See you next episode ❣️


__ADS_2