Angan Cinta

Angan Cinta
Tidak Nyaman


__ADS_3

Happy Reading !!


▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Beberapa minggu setelah kejadian Rachel datang ke rumah Ravin, hubungan keduanya semakin dekat.


Meski perempuan itu masih sedikit membatasi diri pada Ravin, tapi Ravin selalu berusaha mendekati perempuan cantik itu.


Bukan tanpa alasan Ravin mendekati Rachel, ia sengaja terus berusaha dekat dengan Rachel karena ingin mengetahui ada apa dengan perasaannya sendiri.


Ia begitu tertarik pada perempuan itu, Rachel seperti sebuah magnet yang berhasil menarik Ravin untuk selalu mendekat padanya.


Selama ini ia tak pernah merasakan perasaan seperti itu pada perempuan lain, baik pada Nara sahabatnya atau mantan-mantan pacar nya yang lain.


Apakah itu hanya perasaan penasarannya pada sosok gadis yang banyak menyimpan misteri itu


atau ternyata perasaan nya lebih dari sekedar penasaran dan rasa tertarik.


Ravin masih belum bisa menyimpulkannya.


Semuanya masih terasa abu-abu bagi nya.


"Kak .. Kakak .. !" seruan dari Raisa berhasil mengalihkan pandangan Ravin dari layar hpnya.


"Kenapa dek?" tanya Ravin


"Dari tadi aku panggil juga, malah sengum-senyum sendiri sama hp.


Lagi chat sama siapa sih?" Raisa penasaran mencoba melihat ke layar ponsel milik Ravin.


"Senyum-senyum apaa" bantah Ravin


Ia segera menguci layar ponsel nya.


"Pake di umpetin segala, aku tau kok pasti lagi chat sama Kak Rachel" ucap Raisa


"Sok tau"


Ravin berdiri dari duduknya.


"Ayo udah siap belum?" tanya Ravin


Ravin tadi sedang menunggu Raisa bersiap, ia akan mengantar adik kesayangannya itu pergi ke acara ulang tahun temannya.


"Udah dari tadi, Kakak sih keasikan sama hp" ucap Raisa


Ia ikut berdiri lalu merangkul lengan Kakak nya itu.


"Ayo .. " ajak Raisa


Ravin mengangguk, mengikuti langkah Raisa.


"Arka jadi kan nanti nyusul kamu?"


"Jadi, abis jemput pacaranya dia otw"


"Dia udah tau tempat acaranya?"


"Udah kok, lagian caffee itu kan terkenal. Pasti dia tau"


Pesta teman sekelas Raisa memang di adakan di sebuah caffee terkenal di Jakarta.


Memasuki mobil, mereka siap untuk berangkat ke tempat tujuan.


Ravin memasangkan sabuk pengaman pada adik kesayangan nya itu.


"Abis nganterin aku, Kakak mau pergi ke mana?" tanya Raisa


"Kakak ada janji mau ketemu seseorang" Ravin mulai menjalankan mobil miliknya


"Siapa? Kak Rachel ya?"


"Sok tau"


"Tau dong, Kakak mah bisa kebaca"


"Emang nya Kakak kamu ini buku bisa kebaca"


Raisa terkekeh mendengar ucapan Ravin.


"Hahaha , oh iya ya"


Ravin mengusak lembut rambut gadis remaja itu, adiknya memang masih terlalu polos meski usianya sudah menginjak 17 tahun.


Berbeda dengan teman-teman sebaya nya yang kadang banyak terlihat lebih dewasa di banding usia mereka.


Baik itu secara penampilan atau sikapnya.


********


Seusai mengantarkan Raisa, Ravin pergi menuju ke sebuah tempat untuk menjemput seseorang.


Ia sudah menunggu sekitar 10 menit di depan gedung tingkat kawasan elit tersebut.


"Maaf nunggu lama ya?" tanya perempuan yang baru saja masuk ke kursi samping pengemudi.


"Enggak kok, baru aja" jawab Ravin


Senyuman nya mengembang begitu melihat gadis cantik itu kini sudah ada di sampingnya.

__ADS_1


Perempuan cantik itu tak lain adalah Rachel.


"Kita jadi ke tempat opening restauran temen lo?" tanya Rachel


"Jadi, elo gak keberatan kan?" tanya Ravin


Beberapa hari yang lalu Ravin mendapatkan undangan VIP untuk menghadiri grand opening restauran milik teman sekolah nya dulu.


Dan Ravin meminta perempuan itu menemani nya.


Meski sempat takut di tolak oleh Rachel, tapi nyatanya perempuan itu mau saat Ravin beralasan tak ada teman yang menemani nya.


Karena kedua sahabatnya tidak bisa ikut, Jojo sedang ada acara keluarga dan Nara gadis itu sedang pergi ke Bandung bersama Papi setiap akhir bulan untuk mengunjungi nenek nya dari ibu nya di sana.


"Yaudah kita jalan ya" ucap Ravin yang di iyakan oleh Rachel.


Sepanjang perjalanan, Ravin terus mencari topik pembicaraan dengan Rachel.


Berbeda dengan saat pertama kenal, kini Rachel sudah terbiasa bersosialisasi dengan Ravin.


Gadis itu tak menyangkal bahwa Ravin berpengaruh banyak pada hidupnya akhir-akhir ini.


Bukan hanya sebatas kebaikan dari Ravin yang ia terima, tapi juga dari keluarga Ravin.


Selama hidup nya yang kesepian, ia baru kali ini merasakan kehangatan sebuah keluarga yang tak pernah ia rasakan.


Rachel bahkan merasa keluarga Ravin adalah keluarga impian setiap anak.


Kasih sayang dan kehangatan di keluarga itu bahkan bisa meluluhkan hatinya yang keras dan dingin.


Ini lah salah satu alasan ia bisa menerima Ravin masuk ke kehidupannya.


********


"Udah sampe, yuk masuk" ajak Ravin


Rachel melihat sekilas penampakan luar restauran milik teman sekolah Ravin itu.


Tampak dari design luar restauran nya saja Rachel sudah tahu bahwa ini bukan sekedar restauran biasa.


Itu restauran berkonsep Lounge.


Selain menjual makanan mewah pasti di sana juga menjual berbagai macam minuman beralkohol mahal.


Rachel tidak menyangka Ravin memiliki teman yang mengelola restauran seperti itu.


Meski begitu, restauran seperti itu pasti sudah biasa di kalangan orang kaya seperti Ravin.


Hanya saja, Rachel merasa Ravin tidak cocok dengan tempat ini.


"Sorry ya gue gak bilang sama lo, restauran temen gue bukan restauran biasa.


Elo gak keberatan kan masuk?


Sebenarnya ia tak ingin mengajak Rachel ke acara opening restauran ini.


Mengingat ini bukan hanya restauran biasa saja.


"Enggak apa-apa kok, lagian kita udah sampe" jawab Rachel acuh.


Toh ini bukan Bar pikirnya, ini sama saja seperti restauran mewah pada umumnya.


Hanya saja ada alkohol-alkohol berkelas yang di jual juga di dalam sana.


"Yaudah kita masuk sebentar aja, gue paling cuma nyapa yang punya nya aja" ucap Ravin.


Ia juga tak akan nyaman berada di sana lama-lama.


Ini hanya sekedar rasa solidaritas nya pada teman nya, apalagi mereka cukup dekat semasa sekolah karena satu tim basket.


"Oke .. " jawab Rachel


Akhirnya mereka masuk ke dalam restauran itu berdua setelah menunjukan kartu undangan pada petugas keamanan.


Di dalam restauran terlihat cukup ramai oleh para tamu undangan.


Ravin juga tadi sempat berpapasan dengan beberapa teman satu sekolahnya.


"Hemm .. lumayan rame ya. Kayanya bakal susah nyari temen gue" ucap Ravin sambil celingak-celinguk ke sana kemari.


"Yaudah enggak apa-apa, kita nikmatin dulu aja acaranya" jawab Rachel.


Perempuan itu terlihat santai saja, padahal Ravin cemas kalau Rachel merasa tak nyaman.


Kedua nya pun memilih untuk duduk di salah satu meja yang masih kosong,


mereka memilih memesan makanan karena sudah waktunya makan malam.


Seusai makan malam saat keduanya sedang mengobrol, seruan dari seseorang yang tak lain teman Ravin sekaligus pemilik restauran menghampirinya.


"Yo Ravin apa kabar? Udah lama bro gak ketemu"


Ravin dan temannya itu bersalaman dan berpulakan ala pria.


"Baik gue Ko, elo sendiri gimana?


Iya udah lama kita enggak ketemu" ucap Ravin


"Gue ya kaya yang elo liat aja, baik. Elo makin keren aja ya sekarang" puji lelaki bernama Marko itu

__ADS_1


"Elo tuh yang tambah keren. Lama gak ada kabar tau-tau buka usaha mewah begini"


"Yahh ini berkat bantuan bokap aja Rav, elo juga gak lama lagi pasti nerusin perusahaan keluarga kan"


"Ya rencana sih gitu" jawab Ravin


Marko yang asik mengobrol tak sengaja melirik Rachel yang masih duduk di samping Ravin.


"Ehem .. itu gak mau di kenalin bro?" tanya Marko sambil melirik pada Rachel.


Ravin pun baru menyadari kalau ia belum memperkenal kan Rachel.


Akhirnya Ravin mengenalkan kedua masing-masing.


"Rachel"


"Marko"


Kedua nya saling berjabat tangan.


"Elo udah pesen makanan minuman Rav?" tanya Marko


"Udah, gue udah makan sama minuman nih" jawab Ravin sambil menunjuk sisa makan malam nya dengan Rachel


"Yaelah Rav masa minumannya kaya gitu.


Cobain lah minuman yang lain, di sini banyak loh.


Kualitas high" Marko menawarkan minuman beralkohol pada Ravin.


"Gue gak minum yang begituan" tolak Ravin


"Yah masih aja belum berubah Rav, cobain sekali-sekali" ujar Marko


Rachel mendelik tak suka pada Marko yang terus memaksa Ravin untuk mencoba minuman beralkohol.


Bahkan ia sampai memesankan dua gelas minuman itu pada pelayan, padahal Ravin sudah jelas-jelas menolak.


"Ko gue dateng ke sini karena ngehargain elo sebagai teman gue.


Jadi tolong juga elo hargain batasan gue" ujar Ravin tegas


Ia mulai jengah karena Marko terus memaksanya minum, bahkan sampai menawarkannya pada Rachel.


"Oke, sorry .. sorry Rav gue kelewatan"


"Yaudah kita lupain aja soal minuman, sekarang kita bahas yang lain" ucap Marko


Ravin mengangguk, mencoba menerima permintaan maaf Marko.


Lalu mereka melanjutkan obrolan tentang hal-hal yang lain.


Tapi selama obrolannya dengan Ravin, Marko terus melirik ke arah Rachel dengan genit.


Membuat Rachel merasa tak nyaman.


"Ini orang gak sopan banget, matanya jelalatan kemana-mana" batin Rachel


Rachel semakin merasa tak nyaman saat mata Marko terus menelisik pada semua penampilan nya.


"Rav, gue ke toilet dulu ya" pamit Rachel


Ia tak betah di tatap oleh pria mata keranjang itu.


"Mau gue anter?" tanya Ravin


"Gak usah, gue bisa sendiri. Elo lanjut aja"


"Yakin?"


"Iya .. "


"Yaudah, kalo ada apa-apa hubungin gue aja" ucap Ravin


Rachel menganggukan kepalanya lalu pergi dari meja itu mencari toilet.


Cukup lama ia mencari letaknya toilet, karena tempat yang ramai dan sangat luas itu membuat Rachel sedikit kesulitan.


Akhirnya ia menemukan sebuah toilet yang cukup jauh dari tempat utama, yang terletak di ujung koridor yang cukup sepi.


Saat ia sudah menemukan toilet lalu selesai buang air kecil dan merapihkan sedikit penampilannya, ia bergegas kembali ke tempat Ravin.


"Gue enggak suka banget sama temennya Ravin, kaya nya dia bukan orang baik.


Kok bisa sih Ravin punya temen kaya begitu" gumam Rachel


Saat ia sedang bergumam sendiri di koridor itu, tiba-tiba saja ada yang menarik lengannya dari belakang.


Rachel berjingkat kaget dan reflek berbalik badan.


"Hai cantik .. " sapa pria itu menatap dalam Rachel di iringi seringai di bibirnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Like dan Coment


See you next episode ❣️


__ADS_2