Angan Cinta

Angan Cinta
Genggaman


__ADS_3

Happy Reading !!


▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Sesampainya di kediaman Nugraha, Ravin langsung mengajak Rachel untuk turun.


"Udah sampe, ayok turun" ajak Ravin


Rachel yang sedari tadi diam saja terlihat ragu setelah tiba.


"Gue enggak usah deh, gue tunggu di sini aja.


Elo bisa ambilin tas gue aja gak?" tanya Rachel


Mendatangi rumah mewah itu untuk kedua kalinya, Rachel merasa malu.


Sebenarnya ia enggan untuk datang lagi ke sana, mengingat sebenarnya ia tak cukup dekat dengan Ravin sampai harus datang ke rumah lelaki itu.


"Kenapa? Elo kan tadi setuju buat ikut gue" ucap Ravin


"Ya gue kan cuma mau ambil tas gue, mending gue enggak usah ikut masuk deh" jawab Rachel


Berdecak pelan, kenapa para perempuan itu sering kali berubah dan sulit di mengerti.


"Tapi gue udah bilang sama nyokap gue kalo elo mau dateng.


Dia pasti udah nungguin" ucap Ravin


"Hah? Kok pake bilang segala?"


"Ya kan elo tadi di caffee udah setuju waktu gue bilang nyokap gue mau ketemu"


Rachel menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Ya .. ya .. iya sih. Tapi gue malu sama keluarga lo" jawab nya


"Enggak perlu malu, keluarga gue juga seneng-seneng aja kedatengan lo.


Apalagi nyokap gue dan Raisa"


"Udah ayok turun" ucap Ravin


Dirinya lalu turun lebih dulu dari mobil.


Namun Rachel masih diam saja di tempatnya merasa bimbang.


Ravin masih menunggu beberapa saat,


tapi


perempuan itu masih belum juga keluar.


"Kenapa enggak turun-turun" gumam Ravin


Lalu ia membuka pintu mobil nya, membuat Rachel mendongkak ke samping.


"Ayo turun" Ravin mengulur kan tangannya mengajak Rachel keluar.


Rachel masih mendongkak, menatap Ravin yang masih berdiri di depan pintu sambil mengulurkan tangannya.


"Ayo .. " ajak Ravin


Ia menggoyangkan telapak tangannya menunggu juluran tangan Rachel.


Perlahan perempuan menjulurkan tangannya menerima uluran tangan Ravin.


Ravin menggenggam tangan putih halus itu untuk keluar dari mobil.


Setelah menutup pintu mobil dengan tangan satunya lagi, Ravin menggandeng Rachel untuk masuk ke dalam rumahnya.


Entah perempuan itu sadar atau tidak, Ravin diam-diam tersenyum.


Ia dapat merasakan dinginnya telapak tangan Rachel yang mulai menghangat oleh genggaman tanganya.


"Assalamualaikum .. "


"Ma .. Mama .. " panggil Ravin begitu memasuki rumah besarnya.


"Wa'alaikumsalam .. " jawab dari dalam


Tapi ternyata orang itu bukan Mama Rara melainkan Raisa yang sedang bersantai di ruang keluarga.


"Kakak .. " Raisa langsung bangkit dari duduk nya berlari menghampiri Ravin.


"Hai Kak Rachel .. " sapa Raisa ceria seperti biasanya.


Gadis cantik itu selalu terlihat ramah.


"Hai Raisa .. Apa kabar?" tanya Rachel


"Aku baik kok. Kakak sendiri gimana?"


"Aku juga baik" jawab Rachel sambil tersenyum


"Eh kalian udah dateng" sapaan itu berasal dari Rara yang baru saja datang dari belakang rumah.

__ADS_1


"Tante .. " sapa Rachel


"Mama .. " Ravin mencium tangan ibu nya


Rachel pun hendak menyalami Mama Rara, tapi tangan kanannya masih saja di genggam erat oleh tangan kiri Ravin.


"Rav .. " ucap Rachel memberi kode sambil menggerakan jari tangannya


Ravin menoleh pada Rachel lalu beralih pada tangan mereka berdua yang masih bertautan saat gadis itu menunjuk dengan matanya.


"Di lepas dulu kali kak, Kak Rachel mau salamin Mama tuh" goda Raisa


Ravin melepaskan tangan Rachel.


Raisa dan Rara tersenyum meledek penuh arti membuat kedua orang itu salah tingkah.


"Ehem .. " ia mencoba menetralkan rasa malu nya.


Rachel menyalami tangan Mama Rara.


"Tante apa kabar?" tanya Rachel canggung


"Baik kok sayang, kamu sendiri gimana keadaanya?" tanya Mama Rara


Tanpa sungkan perempuan paruh baya itu merangul Rachel, memberikan usapan di punggung Rachel dengan lembut.


"Baik juga Tante" jawab Rachel


Ia merasa sangat nyaman dengan perlakuan lembut Mama Rara.


"Luka nya gimana?" tanya Mama Rara sambil mengajak gadis itu duduk.


"Luka nya membaik, berkat Tante" jawab Rachel


Ravin dan Raisa ikut duduk di sofa keluarga.


"Syukurlah, Tante sengaja minta Ravin buat ajak kamu ke sini lagi.


Tante mau periksa luka kamu, kamu gak keberatan kan?"


"Enggak sama sekali, Tan"


Ravin menatap teduh pemandangan di depannya.


Rachel mulai terlihat nyaman berada dekat ibu nya.


"Kak Rachel cantik ya kak, apalagi kalo lagi senyum gitu" bisik Raisa yang duduk di samping Ravin.


"Kaya nya Mama suka sama Kak Rachel" bisiknya lagi.


"Suka, tapi kalo mau jadi calon Kakak ipar aku harus aku pastiin dulu dia sayang juga sama aku" bisik Raisa sambil menyengir


"Ngaco!" Ravin mengusap wajah adik kesayangannya itu.


"Oh iya Ma, Arka mana kok gak keliatan?" tanya Ravin


"Arka belum pulang, dia lagi bimbel.


Soalnya sebentar lagi kan ujian" jawab Mama Rara


"Oh .. " Ravin menganggukan kepalanya


"Yaudah Mama tinggal dulu ke belakang buat bikin minum Rachel" ucap Mama Rara


"Gak perlu repot-repot, Tante"


"Gak repot kok sayang"


Ravin ikut berdiri juga dari duduknya.


"Sa kamu temenin dulu Kak Rachel ya, Kakak mau ke belakang sebentar" pinta Ravin


"Siap Kak" jawab Raisa


"Sebentar ya Rachel" ucap Mama Rara yang di iyakan Rachel.


Lalu meninggalkan Raisa dan Rachel berdua.


"Kakak mau apa ke belakang?" tanya Mama Rara saat melihat Ravin ikut bersamanya.


"Emm .. ini Ma ada yang ketinggalan di mobil. Kakak mau ambil" ucap Ravin


Ia hendak mengambil tas Rachel melalui pintu belakang, agar tak ketahuan.


"Oh .. " jawab Mama Rara tanpa curiga


********


Kedatangan Rachel kedua kalinya begitu di sambut baik dan hangat oleh keluarga ini, bukan hanya oleh Mama Rara dan Raisa


Tapi juga oleh Papa Ken, Arkana dan bahkan Kakek Wisnu yang baru bertemu Rachel hari ini.


"Ravin baru loh bawa gadis cantik ke rumah ini pertama kali" ucap Kakek Wisnu di sela makan malam mereka.


Pria yang sudah semakin tua itu tampak senang.

__ADS_1


"Bukan pertama dong Kek, Kak Nara kan sering ke sini juga" ucap Arkana


Raisa yang merasa kesal dengan Kakak nya itu menyikut lengan Arka di samping nya.


"Jangan ungkit-ungkit Kak Nara kalo di depan Kak Rachel" bisik Raisa dengan gemas.


Bagaimana kalau Rachel cemburu pikir Raisa.


Padahal Rachel malah merasa biasa saja, toh ia juga sudah tahu kedekatan Ravin dengan Nara.


Bahkan satu kampus pun sudah menjuluki mereka perfect couple, jika hubungan mereka lebih dari sahabat.


"Rachel satu kampus kan sama Ravin, pasti kenal juga sama Nara.


Nara itu sahabatnya Ravin dari kecil, sudah seperti anak perempuan Tante juga" ucap Rara seakan menjelaskan.


"Iya kalian pasti saling kenal" ucap Papa Ken


"Iya Tante Om, kita sempet ketemu beberapa kali kok" jawab Rachel


"Nara memang sudah seperti keluarga kita sendiri, jadi kamu gak perlu khawatir.


Ravin selama ini gak pernah kenalin pacarnya,


kalo dia udah kenalin kamu berarti dia serius sama kamu" ucap Kakek Wisnu membuat Ravin dan Rachel tersedak.


Uhuk


Uhuk


Uhuk


Keduanya terlihat batuk-batuk akibat tersedak mendengar ucapan Kakek Wisnu yang salah paham.


"Ya ampun kalian pelan-pelan makannya, ayo minum dulu nak" ucap Mama Rara


"Papa .. Papa bikin anak-anak kaget tuh" ucap Papa Ken


"Loh kenapa kaget?" tanya Kakek Wisnu


"Aduh Kakek ini gak ngerti anak muda.


Kak Ravin kan belum pacaran Kek, masih tahap pendekatan" ucap Arkana yang berhasil membuat Ravin kelimpungan.


Wajah Ravin dan Rachel tampak memerah.


Raisa menggelengkan kepalanya tak percaya dengan ketidak pekaan Kakek dan Kakak nya itu.


"Rachel sama Ravin cuma teman kok Kek" ucap Ravin


Ia merasa tak enak dengan Rachel.


"Iya Kek kita cuma temen" tambah Rachel


"Kakek pikir kalian pacaran, habis kamu gak pernah bawa perempuan.


Padahal Kakek udah seneng di bawain calon cucu mantu" ucap Kakek Wisnu


Wajah Rachel terlihat semakin merah saja, begitu pun dengan Ravin.


"Papa, udah jangan bahas itu terus.


Biarin mereka makan dengan tenang dulu" ucap Papa Ken


"Iya Pa .. Ayo Rachel di makan lagi sayang" ucap Mama Rara


"Eh iya Tante" jawab Rachel malu


Mereka pun kembali melanjutkan makan malam nya.


Kakek Wisnu dan Arkana saling mengulum senyum,


tanpa ada yang sadar kalau Kakek Wisnu mengedipkan sebelah matanya pada Arka.


Dan


cucu nya itu mengacungkan jari jempolnya diam-diam.


"Rencana sukses!" batin Arka


Ternyata pembicaraan tadi di buat dengan sengaja oleh Kakek Wisnu dan Arka.


Arka sengaja mengajak Kakeknya berkomplot karena ia gemas dengan sang Kakak yang masih tidak menyadari perasaannya sendiri.


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Coment dan Vote.


See you next episode ❣️

__ADS_1


__ADS_2