
Happy Reading !!
▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Hari ini hari yang mendebarkan sekaligus menegangkan bagi Rachel. Hari ini ia akan menjalani sidang skripsi yang sudah di jadwalkan.
Meski sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik, entah kenapa Rachel tetap merasa sangat gugup.
Rasa grogi yang menghampirinya membuat perut Rachel terasa mulas, ia sudah beberapa kali bolak-balik ke kamar mandi sambil menunggu gilirannya.
"Tenang sayang .. " ucap Ravin.
Mencoba menenangkan, Ravin mengusap lembut punggung Rachel yang duduk di samping nya.
"Aku deg-degan banget" ucap Rachel.
Ravin tahu, itu sudah sangat terlihat jelas dari wajah Rachel.
Gadis itu terus bergerak gelisah dalam duduknya sambil menggigiti kuku jarinya.
"Jangan terlalu nervous, kamu kan udah mempersiapkan yang terbaik" ujar Ravin.
"Aku takut gagal" keluh Rachel.
"Percaya sama diri dan kemampuan kamu sayang. Berdoa dan berusaha yang terbaik, aku juga turut doain kamu" ucap Ravin menyemangati.
Rachel merasa lebih beruntung memiliki Ravin, lelaki itu selalu positif dan mendukung nya.
Rachel kini tidak lagi merasa sendirian, disaat seperti ini kini ada yang menemani dan menyemangati nya.
Andai Rachel tak pernah membuka hatinya untuk Ravin, mungkin ia akan tetap menjadi pribadi yang dingin dan sendiri.
Tanpa Rachel sadari, Ravin juga telah merubah sedikit demi sedikit sisi dalam dirinya.
"Makasih sayang" ucap Rachel tiba-tiba.
"Buat apa?" tanya Ravin mengerenyit.
"Selalu ada di samping aku dan mendukung aku" ucap Rachel tulus.
Ravin tersenyum lembut, menggenggam jemari Rachel.
"Enggak perlu berterima kasih. Cukup kamu lakukan hal yang sama, selalu di samping aku juga mendukung aku, itu udah cukup buat aku" ucap Ravin.
Rachel tersenyum mengangguk.
Tentu ia akan melakukan hal yang sama, selalu di samping Ravin dan mendukung nya.
"Pasti aku juga akan melakukan hal yang sama" jawab Rachel.
Rachel tak peduli akan ada tembok apa yang menghalangi jalannya dengan Ravin nanti, tapi ia akan berusaha untuk Ravin.
Seperti Ravin yang berusaha untuknya.
Suara pintu ruang sidang yang terbuka di depan mengalihkan perhatian Rachel dan Ravin.
Keduanya kompak menoleh ke arah sana, dimana Unna baru saja keluar dari sana.
Ada sorot lega yang terlihat saat gadis itu keluar dari sana.
Buru-buru Rachel menghampiri temannya itu.
"Gimana?" tanya Rachel gugup.
Unna menampilkan senyuman merekah sembari berteriak kegirangan.
"Gue lulus ... " teriak gadis itu berlonjak memeluk Rachel.
Membalas pelukan Unna, Rachel ikut senang mendengar nya.
"Selamat ya Na .. " ucap Rachel.
Rasa bahagia sekaligus lega terpancar jelas dari wajah Unna.
Gadis eksotis itu mengangguk, mengucapkan terima kasih.
"Thank you, Chel.
Elo juga semoga lulus ya, semangat" ujarnya.
Rachel mengiyakan.
*********
Sudah hampir dua jam lamanya Ravin menunggu di depan ruang sidang.
Rachel sudah masuk ke sana hampir dua jam lamanya.
Menunggu sang kekasih di luar juga ternyata cukup membuat Ravin ikut berdebar.
Meski Ravin yakin kalau Rachel akan berhasil, tapi ia tetap tak sabar menunggu hasil sidang sang kekasih.
Dan tak lama Ravin menunggu, Rachel sudah keluar dari ruang sidangnya.
Menghampiri Rachel, Ravin tak dapat mengerti ekspresi wajah kekasihnya yang tak terbaca.
"Gimana sayang?" Ravin gugup saat melihat Rachel bergeming di depan pintu.
"Rav aku... " Rachel menggantungkan ucapannya membuat Ravin penasaran.
"Iya kenapa?" tanya Ravin penasaran.
"Aku... "
"Iya kenapa sayang?"
Diam sesaat, wajah tak terbaca Rachel berubah jadi senyuman merekah.
"Aku lulus dengan nilai A" ucap Rachel kegirangan.
"Serius?" tanya Ravin memastikan.
"Kamu gak percaya?" cebik Rachel.
Ravin tersenyum sama lebarnya dengan Rachel.
"Mana mungkin aku gak percaya. Aku tau kamu hebat" ucap Ravin sambil mendekap Rachel.
"Aku gak nyangka" ucap Rachel membalas pelukan Ravin.
"Kamu luar biasa" ucap Ravin seraya melepaskan pelukannya.
"Selamat sayang" Ravin cium pelipis Rachel, membuat gadis itu merona malu.
"Rav.. ini di kampus" peringat Rachel saat lelaki itu kembali mendekap tubuh nya.
"Biarin aja" jawab Ravin acuh, tak peduli ada para mahasiswa lain yang memperhatikan mereka berdua.
Rachel yang malu hanya mampu menyembunyikan wajahnya di balik bahu Ravin.
"Selamat Rachel .. " suara seseorang yang baru saja tiba menginterupsi keduanya.
Ravin melepaskan pelukannya, berbalik ke belakang. Ia mendapati Jojo yang berdiri di belakangnya dengan membawa beberapa buket.
Ada buket bunga, snack dan juga boneka, yang sudah di hias cantik.
"Lama banget sih lo" harrdik Ravin langsung mengambil alih buket bunga juga boneka dari tangan Jojo.
__ADS_1
"Huh gak tau terima kasih, udah gue bantuin ambilin pesanan Lo malah ngomel" gerutu Jojo yang di abaikan.
Ravin memberikan buket dari tangannya untuk Rachel.
"Selamat buat kelulusan kamu, Sayang" ucap Ravin.
Rachel tersenyum, menerima rangkaian buket dari Ravin.
"Makasih Rav" ucap Rachel. Wajahnya terlihat bahagia.
"Selamat ya Chel" ucap Jojo juga ikut memberikan buket miliknya untuk Rachel.
"Makasih Jo .. " jawab Rachel menerima.
"Keren Lo bisa dapat nilai A" ucap Jojo kagum.
"Gue juga gak sangka" jawab Rachel.
Unna dan juga Siska menghampiri Rachel ikut memberikan selamat.
Semuanya terlihat bercengkrama dengan bahagia hingga kedatangan seseorang membuat suasana tiba-tiba menjadi hening.
"Hai .. " sapa nya.
"Nara .. " ucap Ravin
Mereka sedikit kaget dengan kedatangan Nara.
"Hai Nara .. " sapa Rachel canggung.
Bukan hanya Rachel yang merasa canggung, tapi juga kedua temannya.
"Nar, kapan kamu datang ke sini?" tanya Jojo.
Lelaki itu mendekat, merangkul menyambut sahabat nya yang sudah tak bertemu beberapa waktu ini.
"Tadi kok Jo" jawab Nara tersenyum tipis.
"Kamu udah sehat?" tanya Jojo.
Nara menganggukan kepalanya.
"Hem.. "
"Aku gak tau kamu datang ke kampus hari ini" ucap Ravin pada Nara.
"Iya, tau kamu masuk lagi tadi aku jemput di rumah" ujar Jojo.
Nara hanya tersenyum tipis. Wajah gadis itu terlihat membaik dari terakhir kali Ravin melihat keadaannya.
"Enggak apa-apa kok Jo. Tadi aku di anter Papi" jawab Nara.
"Oh iya, aku ke sini mau sekalian ngucapin selamat buat Rachel"
Nara memberikan buket bunga dari nya sebagai ucapan selamat.
"Selamat ya Rachel" ucap Nara.
Ravin mengambil alih buket-buket dari tangan Rachel, membiarkan kekasihnya itu menerima buket pemberian sahabatnya.
Dengan sedikit canggung Rachel menerima bunga dari Nara sambil tersenyum tipis.
"Makasih Nara" jawab Rachel.
Nara mengangguk mengiyakan.
Suasana canggung memang terlihat jelas di antara kedua perempuan itu.
"Eh karna udah beres, gimana kalo kita makan-makan buat ngerayain kelulusan kalian" usul Jojo memecah kecanggungan.
"Boleh tuh" jawab Siska semangat.
"Gimana Chel?"
Rachel tampak melirik Ravin sesaat.
"Gue terserah Ravin aja"
"Lo gimana Rav?" tanya Jojo.
Ravin menganggukan kepalanya setuju.
"Kamu ikut ya Nar" ajak Ravin.
"Aku gak bisa, kalian aja ya" jawab Nara.
"Loh kenapa Nar? Kamu kan juga gak ada kegiatan lagi kan? Ikut aja ayo" pinta Jojo.
"Aku harus nemenin Papi jemput Om Hasan di bandara. Mulai sekarang Om Hasan bakal tinggal di Jakarta" ucap Nara.
Meski terdengar seperti mencari alasan untuk menolak, tapi Nara memang sudah ada urusan lain.
"Om Hasan pindah ke Jakarta?" tanya Ravin yang di angguki oleh Nara.
"Iya, mulai sekarang Om Hasan yang akan urus perusahaan Papi. Jadi hari ini dia bakal dateng"
"Jadi kamu beneran gak bisa ikut Nar?" tanya Jojo.
"Iya, maaf ya. Aku gak bisa, aku juga harus pergi sekarang.
Papi mungkin udah nunggu aku di depan" ucap Nara.
"Yaudah kamu hati-hati ya" ucap Ravin.
"Iya hati-hati Nar, salam buat Om Hendra dan Om Hasan" ucap Jojo yang di iyakan oleh Nara.
Sebelum pergi Nara mendekat pada Rachel, ia mengulurkan tangannya pada Rachel yang di sambut baik oleh Rachel.
"Sekali lagi selamat ya, dan maaf buat sikap kurang baik aku beberapa waktu lalu" ucap Nara.
"Terima kasih Nara, gue udah lupain kok. Maaf juga kalau gue buat elo enggak nyaman" jawab Rachel.
Nara mengangguk sambil tersenyum lalu melepaskan jabatan tangannya dengan Rachel.
"Kalo gitu, semuanya aku pamit duluan ya" ucap Nara yang di iyakan oleh semuanya.
"Kalo ada waktu aku sama Jojo bakal mampir ke rumah buat ketemu Om Hasan" ucap Ravin sebelum Nara pergi.
Nara mengiyakan lalu pergi dari sana.
"Oke .. sekarang waktu nya makan-makan" ucap Jojo kegirangan.
Ravin yang ada di sebelah nya, menonyor kepala sahabatnya itu.
"Makan aja Lo semangat" ucap Ravin membuat gelak tawa di antara mereka semua.
********
Usai acara makan-makan bersama, Ravin langsung mengantarkan Rachel pulang kerumahnya.
Rachel sempat tertidur di dalam mobil menuju perjalanan pulang. Ravin yang melihat gadisnya terlelap pulas itu membiarkan Rachel beristirahat.
Tangannya yang menyetir, sesekali menyentuh pipi Rachel mengelusnya pelan.
Sampai tiba di depan rumah, Ravin terpaksa membangunkan sang kekasih.
"Sayang .. " Ravin mengelus lembut pipi putih itu.
__ADS_1
"Sayang ayo bangun, kita udah sampe" ucap Ravin.
Rachel terlihat menggeliat sambil bergumam kecil.
"Nyenyak banget sih tidurnya"
Ravin tersenyum melihat kekasihnya itu seperti berat untuk terbangun.
"Ayo bangun, lanjutin istirahat nya di dalam" ucap Ravin.
"Udah sampe ya?" tanya Rachel dengan suara serak nya.
Kedua matanya masih belum terbuka.
"Iya .. " Ravin mengecup sebelah mata Rachel, yang berhasil membuat gadis itu membuka mata.
"Kok aku ngantuk banget ya" ucap Rachel masih bersandar nyaman di jok.
"Mungkin kamu kecapean. Ayo masuk terus istirahat lagi di dalam"
Rachel menganggukan kepalanya.
"Kamu mau mampir?"
"Hari ini gak usah, kamu masuk aja biar bisa langsung istirahat"
"Tolong ambilin buket-buket aku, Sayang" pinta Rachel.
Ravin mengiyakan permintaan Rachel.
Mengambil buket-buket milik Rachel di jok belakang lalu menyerahkan nya pada Rachel.
"Mau aku bantu bawain?" tanya Ravin yang mendapat gelengan dari Rachel.
"Aku bisa" jawabnya.
Setelah semua buket hadiah ada di kedua tangan Rachel, Ravin bergegas turun lalu membukakan pintu untuk kekasihnya itu.
Ravin lalu mengantarkannya hingga depan pintu rumah.
"Yaudah kamu masuk, aku langsung pulang lagi" ucap Ravin sambil membelai kepala Rachel.
"Kamu hati-hati di jalan" ucap Rachel.
Cup
Satu kecupan tiba-tiba dari Rachel mendarat di pipi Ravin membuat Ravin tertegun sesaat.
Dengan buru-buru gadis itu masuk ke dalam rumah.
"Dah sayang" ucap Rachel langsung menutup pintu karna malu.
Sedangkan Ravin menyentuh pipinya sambil tersenyum gemas oleh tingkah kekasihnya itu.
"Dasar .. " ucap Ravin sambil tersenyum lalu pergi dari rumah Rachel.
Rachel yang baru masuk ke dalam rumah, di sambut langsung oleh sang Mami.
"Gimana Chel? Kamu lulus?" tanya Mela antusias.
Rachel menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Aku lulus Mi" jawabnya.
"Alhamdulillah .. akhirnya lulus juga" ucap Mela kegirangan memeluk putri semata wayangnya itu.
"Aduh Mami senang banget kamu udah lulus, jadi sekarang udah bisa nikah sama Ravin deh.
Mami jadi gak sabar" ucap Mela seraya melepaskan pelukannya itu.
"Mami ngomong apa sih. Jangan aneh-aneh deh" ucap Rachel sambil melepaskan sepatu miliknya.
"Iya dong, kan Ravin udah bilang mau serius sama kamu. Tapi kamu maunya lulus dulu, nah sekarang udah lulus kan.
Jadi gak ada alasan lagi buat kamu nolak dia" ucap Mela.
Perempuan paruh baya itu membawakan segelas jus untuk di berikan pada Rachel.
Membuat Rachel mengerenyit kan dahinya dengan sikap manis Mami nya yang tiba-tiba ini.
"Tumben" batin Rachel.
Gadis itu menerima lalu meneguk jus pemberian sang Mami.
"Aku gak mau buru-buru Mi, aku mau kerja dulu. Cari pengalaman dan penghasilan buat kita berdua" ucap Rachel meletakan gelas kosong nya di atas meja.
"Mami gak setuju, Mami pokoknya pengen kamu cepet nikah aja. Jangan sampai kamu mengulur terus nanti malah kehilangan Ravin" ucap Mela.
Rachel memilih mengabaikan celoteh sang Mami yang hanya membuat kepala nya pusing saja.
Ia lebih memilih masuk ke dalam kamar sambil membawa buket-buket miliknya.
"Oh iya Chel, tadi ada yang kirim bunga sama hadiah. Udah Mami simpan di kamar ya" ucap Mela tepat saat Rachel berdiri di depan pintu kamar nya.
"Dari siapa?" tanya Rachel.
Mela menggelengkan kepalanya.
"Gak tau, gak ada nama pengirim nya.
Dari Ravin mungkin"
Rachel mengerenyit.
Tidak mungkin itu dari Ravin, karena seharian ini Ravin sedang bersamanya dan lelaki itu sudah memberikan hadiah secara langsung.
Ingin memastikan Rachel langsung masuk kedalam kamar. Dan iya, ada satu buket besar bunga mawar dan satu kotak hadiah dia atas kasurnya.
Meletakan semua buket miliknya, Rachel meraih kertas note yang ada di atas bunga itu.
Selamat untuk kelulusannya cantik, aku punya hadiah spesial untukmu.
Semoga kamu suka dan kita akan segera bertemu 🖤.
Itulah isi note yang ada di atas bunga tersebut.
"Dari siapa ya?" gumamnya.
Rachel melirik pada kotak hitam berpita merah yang ada di atas kasurnya.
Duduk di tepi ranjang, Rachel berusaha membuka kotak tersebut.
Berhasil membuka pita dan tutupnya, Rachel tersentak kaget saat melihat isi di dalamnya.
"Aaaa .... " teriaknya.
Rachel melempar kotak itu jauh-jauh.
•
•
•
•
Jangan lupa Like Coment dan Vote.
__ADS_1
See you next episode ❣️