
Happy Reading .. !!
▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Bagi Ravin cinta itu adalah kehidupannya,
terlahir dari kedua orang tua yang saling mencintai, keluarga yang selalu menyayangi, dan penuh kasih sayang.
Di besarkan dengan penuh kasih sayang, membuat Ravin tumbuh menjadi anak yang penyayang dan belas kasih.
Segalanya selalu Ravin lakukan dengan penuh hati, kebaikannya menjadikan dirinya terlihat begitu sempurna.
Kehidupan selalu berjalan mulus baginya, meski begitu tak menjadikan Ravin orang yang congkak dan sombong.
Impiannya sederhana, menikah dengan perempuan yang ia cintai, memiliki anak-anak dan hidup bahagia dan saling mencintai selamanya seperti kedua orang tuanya.
Tapi, nyatanya impian sesederhana itu pun tidaklah mudah.
Meski memiliki segalanya seolah semua ada di genggamannya, tapi tidak dengan hati manusia.
Ketika hati nya jatuh pada satu sosok perempuan yang bahkan tak mempercayai cinta dalam hidupnya.
Ravin tak ingin menyerah, ia akan berjuang untuk membuktikan bahwa cinta adalah anugerah yang terindah di hidup manusia pada perempuan itu.
Perempuan yang kini ada di hatinya, Rachel.
*******
Bahagia ...
Cinta ...
Kasih sayang ...
Semua nya adalah hal yang tabu bagi Rachel, baginya hidup hanyalah kepahitan dan kesialan.
Diantara milyaran manusia yang ada di bumi ini, kenapa ia harus terlahir dari sepasang manusia egois ini.
Terlahir hanya sebagai alat pembukti ada nya pernikahan kedua orang tuanya, bukan terlahir sebagai bukti cinta kasih mereka.
Bahkan, Rachel merasa dirinya bahkan tidak lebih berharga dari semua harta kedua orang tuanya.
Kedua manusia yang egois yang selalu lebih mementingkan harta, harta dan harta.
Di antara semua orang yang ada di dunia ini, kedua orang tuanya lah yang sudah menggoreskan luka yang dalam di hati Rachel.
Dia berjanji, seumur hidupnya ia tak akan pernah percaya pada yang namanya cinta dan membuatnya menjadi lemah.
Hingga datang pria yang selalu mengusik hidupnya, pria yang membawa segala hal tabu yang tak pernah ia rasakan.
*******
Menurut Ravin, cinta adalah menyayangi seseorang dengan setulus hatinya.
Seperti apa yang ia rasakan pada Nara, gadis cantik yang selalu bersamanya dari taman kanak-kanak
"Aku sayang kamu Nara. Kamu mau gak jadi pacar aku?"
Itulah pernyataan cinta pertama bagi Ravin pada seseorang.
Ravin remaja, yang jatuh cinta untuk pertama kalinya
Ravin remaja yang bahkan belum bisa membedakan antara rasa sayang dan cintanya pada seseorang
Yang Ravin tahu, ia ingin selalu bersama dan menjaga Nara
hingga akhirnya hubungan berstatus pacaran itu hanya berlangsung sampai satu tahun sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk kembali bersahabat, karna tidak bisa membedakan perasaan cinta dan persahabatan mereka masing-masing
__ADS_1
Tapi, Ravin dewasa kini sudah bisa membedakan mana rasa cinta nya pada seorang sahabat atau rasa cinta nya pada sesosok perempuan
Meski kini ia belum bisa merasakan perasaan cinta pada seseorang selain rasa tertariknya pada beberapa perempuan yang pernah mengisi hari-harinya sebagai kekasih
Dan
siang itu Ravin merasakan ada sesuatu yang aneh pada hati, ketika melihat perempuan itu
Perempuan cantik tanpa ekspresi yang ia tolong tadi siang
"Woy Rav .. Nara mana?" tanya Jojo menghampiri Ravin
Usia jam kuliah biasanya mereka akan berkumpul di kantin, untuk makan bersama atau sekedar minum sambil menunggu mata kuliah selanjutnya
"Gak tau, masih di kelasnya kali" jawab Ravin
Mereka berdua beriringan menuju kantin kampus
"Entar juga nyusul" sambungnya lagi
Jojo mengangguk-anggukan kepalanya, sambil sibuk berjalan
sampai akhirnya suara Nara memanggil mereka dari belakang terdengar
"Rav .. Jo .. tungguin" teriak Nara
Ia berlarian kecil menghampiri Ravin dan Jojo yang menoleh ke belakang
"Ninggalin sih .. " gerutu nya pada dua orang pria itu
Ravin mengacak-acak poni Nara, membuat si empu nya bedecak kesal
"Lemot sih .. "
"Ih kebiasaan deh .. " gerutunya
"Jo , pulang nanti aku nebeng ya ..
Udah gak ada kelas lagi kan?" tanya Nara
"Ashiap .. Elo juga gak ada kelas lagi kan?" tanya balik Jojo
"Iya dong .. Rav kamu masih ada kelas abis ini?" tanya Nara
Ravin menganggukan kepalanya sambil sibuk dengan smartphone di tangannya
"Satu matkul lagi"
"Oh ... "
Saat mereka asik berbincang, tanpa terasa mereka bertiga sampai di area kantin.
Tapi, langkah kaki mereka terhenti karena ada keributan di salah satu meja di sana
"Ada apaan sih kok rame begini?" tanya Nara
Ravin yang semula sibuk dengan smartphone nya pun mendongkak, melihat ke arah kerumunan orang yang kini sedang menatap ke satu meja
"Elo gak bisa gini gue ya, Chel .. !!" bentak seorang lelaki
Ravin, Jojo dan Nara dapat menangkap seperti nya sedang ada pertengkaran antara kedua orang di sana
"Rachel jawab gue, gue ngomong sama lo ya!"
Banyak mata yang sedang menatap ke arah dua orang itu, seorang lelaki yang sedang berdiri marah-marah sedangkan perempuan tersebut malah duduk dengan santainya terus menikmati makanannya
Ravin mengernyitkan dahinya, saat menatap ekspresi perempuan itu yang terlihat sangat santai
__ADS_1
Sayup-sayup Ravin dapat mendengar para mahasiswa yang lain sedang saling berbisik membicarakan orang yang kini sedang jadi pusat perhatian tersebut
"Gila ya itu si Rachel lagi-lagi bikin keributan" ucap Jojo
"Siapa?"
"Elo tau?" tanya Ravin dan Nara menoleh bersamaan
"Itu Rachel .. cewek yang duduk di sana itu" tunjuk Jojo dengan dagunya
reflek keduanya kembali melihat ke arah kerumunan
"Elo berdua gak tau?"
Ravin dan Nara menggeleng bersamaan
"Yahh .. pada kudet sih lo berdua.
Itu cewek namanya Rachel, cewek tercantik di fakultas ekonomi.
Selain cantik dia terkenal playgirl, banyak cowok ngejar-ngejar tapi pacaran dua hari tiga hari doang tuh cowok-cowok udah di putusin" jelas Jojo
"Hah masa? seriusan?" tanya Nara kaget
Ravin sudah tidak fokus pada penjelasan Jojo selanjutnya, yang menjadi fokusnya saat ini adalah wajah tenang Rachel meski di depannya kini ada seorang pria yang sedang mengamuk
dan para mahasiswa yang lain menontoni dirinya
"Dasar cewek murahan, elo pikir elo siapa bisa mainin gue kaya gini?
Jangan bangga karna wajah lo cantik, elo pikir gue gak tau bokap lo mati bunuh diri gara-gara bangkrut" teriak sang pria menggila
Rachel tersentak sesaat di tempatnya, tapi dengan cepat ia menetralkan kembali dirinya
Dengan santai ia berdiri dari duduknya, kemudia mendekat pada sang pria
Tanpa rasa bersalah, Rachel menyiramkan jus di atas mejanya pada kepala pria itu
Sontak saja itu membuat suasana semakin gaduh
"Ups .. sorry. Kaya nya gue sengaja" ujarnya santai
Semua itu tidak luput dari perhatian Ravin sedetik pun
Tapi, saat umpatan terdengar dari pria itu bersamaan dengan ayunan tangan yang siap mengarah pada wajah Rachel
Ravin tidak dapat menahan diri jika hanya menjadi penonton
Dengan cepat sebelum tangan pria itu sampai di pipi putih Rachel, Ravin sudah berada di sampingnya menahan ayunan tangan itu dari belakang
"Hei .. jangan kasar sama perempuan"
Mata Ravin tak bisa lepas menatap wajah Rachel yang masih saja menunjukan ekspresi dingin dan datar itu
Hingga tanpa sengaja mata Rachel yang juga menatapnya kini saling bertemu
.
.
.
.
Jangan lupa Vote, Like dan Coment ya ..
See you next episode ❣️
__ADS_1