
Happy Reading !!
▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Di sepanjang perjalan pulang Nara hanya diam saja padahal Jojo terus mencoba mengajak nya berbicara,
tapi dirinya terus memikirkan tentang Ravin yang saat ini sedang bersama Rachel
"Nar .. "
"Nar .. "
"Nara .. " teriak Jojo
"Ah iya Jo?" Nara mengerjap kaget dan kebingungan
"Elo mikirin apa sih, Nar? Dari tadi ngelamun terus" tanya Jojo
Nara menggelengkan kepalanya mencoba tersenyum terpaksa
"Gak mikirin apa-apa kok" jawab Nara
"Jangan bohong deh, Nar. Muka lo itu udah paling keliatan kalo bohong" ucap Jojo
Nara hanya terdiam, menatap jalanan di depannya
Tatapan matanya terlihat sendu
"Nar gue boleh tanya sesuatu gak?" tanya Jojo
Nara menoleh, menganggukan kepala nya
"Tanya apa?" tanyanya
"Emm.. Nar, elo suka sama Ravin ya?" tanya Jojo hati-hati
Jojo seolah melihat hal aneh pada sikap Nara saat Ravin membantu Rachel
Perempuan itu seperti terlihat cemburu dan sedih
"Eng .. Enggak kok. Elo jangan aneh-aneh deh Jo" elak Nara
Jojo menelisik ekspresi Nara dengan serius
"Elo yakin?" tanya Jojo
"Iyalah, gue sama Ravin kan udah sahabatan dari kecil.
Masa gue suka sama dia, kalo gue suka sama dia ngapain dulu kita putus" ucap Nara
"Dulu itu beda Nar, dulu kalian masih SMP. Elo berdua masih terlalu kecil buat bisa bedain perasaan sayang kalian sebagai sahabat atau lebih dari itu"
"Tapi sekarang? Kaya elo harus udah bisa bedain perasaan elo sendiri deh gimana sama Ravin.
Bukan gue sok tau, tapi jangan sampe elo salah kira dan malah terjebak sama perasaan yang elo sendiri gak mengerti" sambung Jojo
"Maksud lo apa? Gue gak ngerti" ucap Nara mengelak
"Jangan ngelak Nar, mending elo jujur sama diri lo sendiri.
Jangan sampe elo nyesel di kemudian hari. Gue sebagai sahabat kalian berdua cuma bisa ada di tengah-tengah kalian.
Tapi gue juga gak bisa ikut campur terlalu jauh kalo soal perasaan" ucap Jojo
Nara tidak menjawab ucapamln Jojo, memanglingkan wajahnya ke arah jendela matanya menatap kosong pada macetnya ibukota
Tapi di dalam hati dan pikirannya berkecamuk
Benarkah perasaan nya sudah berubah pada Ravin?
Benarkah ia menyukai Ravin lebih dari sekedar sahabat?
Benarkah hatinya mengelak itu semua seperti ucapan Jojo?
Entahlah ..
Nara bingung
Ia sendiri tak mengerti dengan perasaanya saat ini
********
Di rumah keluarga Nugraha, Rachel sedang kebingungan sendiri di dalam kamar mandi di kamar Raisa
Dirinya baru saja selesai berganti pakaian yang di berikan gadis cantik itu
Tapi, Rachel bingung bagaimana minta izin agar di perbolehkan pulang
karena Mama Rara melarang nya pulang dulu sebelum makan malam nanti
"Kak ... " panggilan dari Raisa menyadarkan Rachel yang sedang bengong di depan wastafel
"Kak gimana bajunya cukup enggak?" gadis itu kembali melontarkan pertanyaan dari depan pintu
"Iya sebentar" jawab Rachel
Ia kemudian bergegas keluar setelah merapihkan kembali penampilannya
Ceklek
Pintu kamar mandi yang terbuka, membuat Raisa berbalik badan
__ADS_1
Rachel sudah berdiri di ambang pintu dengan dress terusan milik Raisa yang tampak muat di tubuhnya
"Wah pas banget ternyata" ucap Raisa ramah menghampiri Rachel
Rachel tersenyum kaku pada Raisa
"Ayo kak duduk .. "
Si gadis belia itu membantu Rachel untuk berjalan menuju sofa di sudut kamarnya
"Emm.. dek .. " Rachel menghentikan langkahnya
Raisa menengok ke samping menatap Rachel
"Iya kak, Kenapa?" tanya Raisa
"Emm .. dek .. "
"Panggil Raisa aja kak" sela Raisa
"Iya .. Raisa .. " ucap Rachel canggung
"Kenapa kak?"
"Aku bisa minta tolong kamu gak?" tanya Rachel sopan
Tidak biasanya Rachel bersikap seperti ini
Dia jadi canggung sendiri jika harus bersikap dingin pada keluarga yang ramah dan hangat ini
"Tolong apa?" tanya Raisa
"Emm .. tolong bilang sama Mama kalian ya aku mau izin pulang sekarang, gak bisa ikut makan malem.
Soalnya aku harus kerja" ucap Rachel penuh harap
Ia tidak berani jika harus berbicara langsung pada Mama Rara
Perempuan paruh baya yang masih sangat cantik itu terlalu ramah dan baik hati bagi Rachel
Raisa tersenyum sambil memegang tangan Rachel
"Kaki Kakak lagi sakit begini masa mau kerja?
Udah Kakak enggak perlu pikirin itu, Kak Ravin udah izinin sama manager restoran tempat Kak Rachel kerja kok" ucap Raisa
Rachel mengerutkan keningnya
"Kok bisa?" tanya nya
"Bisa dong, pemilik restoran itu kan temen Papa.
Lagian Kakak enggak bakal bisa pulang sekarang kalo Mama enggak izinin.
"Ayo Kak duduk, pegel" Raisa kembali mengajak Rachel ke sofa
Rachel menurut, mengikuti Raisa duduk di sampingnya
"Kak .. Kak .. aku mau tanya deh" ujar Raisa heboh saat keduanya sudah duduk
Rachel menatap wajah Raisa yang tampak antusias
"Tanya apa?" tanya Rachel
"Nama Kakak beneran Rachel?" tanya Raisa sambil memberikan segelas jus untuk Rachel
Perempuan itu pun menerimanya
"Iya .. Emang kenapa?" tanya Rachel
"Oh .. enggak apa-apa" jawab Raisa sambil tersenyum-senyum aneh
Rachel mengerenyit kan keningnya, merasa aneh dengan senyuman penuh maksud gadis itu
"Di minum, Kak" ucap Raisa yang masih mengembangkan senyuman penuh artinya
Rachel berterima kasih lalu meneguk gelas jus segar di tangannya
tapi baru saja tegukan pertama jus itu melewati tenggorokan nya
gumaman Raisa yang tak sengaja terdengar oleh Rachel membuat dirinya tersedak
"Berarti benar, Kak Ravin mimpiin dan sebut sebut Rachel Rachel itu Kakak Rachel yang ini" gumam Raisa
Uhuk ..
Uhuk ..
Uhuk ..
Uhuk ..
"Eh .. Kak Kenapa?" tanya Raisa membantu mengusap punggung Rachel
Rachel menegakan tubuhnya saat pernafasannya sudah normal kembali
"Apa tadi kamu bilang. Ravin mimpi aku?"
********
Ken yang baru saja pulang dari kantor kini sedang memasuki rumah mewahnya
__ADS_1
Langkahnya yang hendak menuju kamar terhenti dan beralih arah menuju dapur saat mendengar suara sang istri dari arah sana
Terlihat Rara sedang sibuk memasak sesuatu untuk makan malam
Ken langsung mendekap tubuh sang istri dari belakang membuat Rara terlonjak kaget
"Sayang .. " tegur Rara
Ken menempelkan wajahnya di ceruk leher sang istri tanpa rasa malu
padahal ada dua asisten rumah tangga yang sedang membantu Rara
"Tumben udah masak jam segini?" tanya Ken menciumi wangi tubuh sang istri
"Sayang jangan gini malu dong, ada Bi Ijah sama Mbk Rani" ucap Rara
Sementara Ken tidak mengidahkan ucapan Rara
Pria yang tetap awet muda meski sudah berusia 50 tahunan itu tidak peduli
dan malah membuat kedua asisten rumah tangga itu pergi meninggalkan mereka berdua
"Mereka udah pergi kok" jawab Ken masih memeluk Rara dari belakang
"Sayang kamu belum jawab loh, kenapa jam segini udah masak aja dan banyak banget lagi makanannya?" tanya Ken penasaran
Rara masih melanjutkan kegiatan masaknya tanpa merasa terganggu oleh sikap Ken
Dirinya sudah terbiasa selama lebih dari dua puluh tahun dengan sikap Ken yang seperti ini
"Iya aku sengaja masak yang banyak soalnya ada temennya Kakak di rumah" jawab Rara
"Oh .. Jojo sama Nara dateng" ucap Ken menebak
"Bukan .. " sanggah Rara
Kini pelukan Ken sudah terlepas dan berbalik badan menghadap Ken saat selesai mematikan kompor
"Bukan? Terus siapa dog?" tanya Ken
"Temen nya perempuan, cantik" jawab Rara antusias
Jelas saja dirinya jadi antusias setelah Ravin membawa Rachel
Karena selama ini satu-satunya perempuan yang di bawa Ravin ke rumah mereka hanyalah Nara seorang
Tapi, Rara dan semuanya tahu benar Nara dan Ravin hanya bersahabat sedari kecil
Dan ini
untuk pertama kalinya Ravin membawa teman perempuannya
"Perempuan? Cantik?" tanya Ken
Rara mengangguk semangat sambil tersenyum
"Papa ingetkan waktu Raisa cerita kalo Kakak ngingauin perempuan yang namanya Rachel?" tanya Rara
Ken menganggukan kepalanya
"Dia yang di bawa Kakak ke rumah" ucap Rara
Kemudian Rara menceritakan apa yang terjadi tadi
Dan menurut kesimpulan dirinya, Ravin dan Rachel memiliki hubungan khusus
meski tadi Ravin terus menyangkal saat Rara terus bertanya hal yang tidak-tidak
"Pasti mereka ada sesuatu, kalo enggak mana mungkin Ravin sampai bela-belain begitu" ujar Rara yakin
"Kamu yakin banget sih, Ma?" tanya Ken
"Siapa tau cuma temen" sambung Ken
"Gak mungkin, aku yakin kok pasti ada hal lain.
Ravin itu kan sama banget sama kamu Pa, dia cuek dan gak peduli meski banyak perempuan yang deketin dia.
Tapi ini malah Kakak secara terang-terangan bawa dia ke rumah" ucap Rara
Ken hanya tertawa melihat Rara yang sangat yakin dengan kesimpulan nya itu
"Kamu ada-ada aja, Sayang"
"Loh jodohkan gak ada yang tau, Pa.
Kaya kita dulu juga gitu.
Siapa tau Kakak bisa nikah muda" ucap Rara
"Hah kakak mau nikah sama siapa?" suara seseorang langsung menyambar obrolan Ken dan Rara
Rara dan Ken menoleh, terlihat Arkana yang sedang berdiri di ambang pintu dapur dengan wajah terkejutnya
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Coment dan Vote
See you next episode ❣️