
Happy Reading !!
▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Setelah menolak tawaran dari Ravin untuk kembali kerumah lelaki itu, Rachel akhirnya datang ke apartemen Amel
dengan paksaan Ravin harus memastikan tempat itu benar-benar tujuan Rachel.
Dan di sini lah mereka kini berada
Di salah satu apartemen elite di kawasan Jakarta
"Ini beneran apartemen teman lo?" tanya Ravin memastikan
"Iya lah, kenapa? Elo gak percaya gue punya teman yang punya unit di apartemen elite gini?" tanya Rachel tersinggung
"Bukan gitu maksud gue" bantah Ravin
"Terus apa?" tanya Rachel marah
"Ya abis ini udah dua jam dan teman lo enggak dateng-dateng" ucap Ravin
Memang mereka sudah menunggu selama dua jam di dalam mobil Ravin yang di parkir dekat gedung apartemen,
setelah tadi Rachel mengecek ke unit apartemen milik Amel
dan sahabatnya itu ternyata sedang tidak ada
mereka memutuskan kembali ke mobil dan menunggu di sana.
Ravin juga tetap ikut menunggu karena ingin memastikan Rachel bertemu dengan temannya
"Kan gue udah bilang, elo pergi aja. Ngapain juga ikut-ikutan gue nunggu" ucap Rachel
"Enggak bisa, gue harus pastiin dulu teman lo balik dan ketemu sama lo.
Gimana kalo dia gak balik, elo mau kemana?"
"Kemana aja kek, emang apa urusannya sama elo"
"Jelas urusan gue, orang yang terakhir sama lo itu gue.
Kalo ada apa-apa sama lo gue yang harus bertanggung jawab"
Rachel tidak bisa membantah lagi, ia lelah berdebat dengan lelaki itu.
Seandainya saja ponselnya tidak rusak atau dia hafal dengan nomer ponsel Amel, mungkin sedari tadi dia sudah menghubungi sahabatnya itu.
Rachel merutuki dirinya sendiri tidak menuruti perintah sahabatnya untuk menghafal nomer telepon milik Amel.
Kalau ia hafal pasti bisa berguna di saat-saat seperti ini.
Rachel memutuskan keluar, merasa sumpek di dalam mobil.
Siapa tahu juga Amel kebetulan lewat.
"Mau kemana?" tanya Ravin saat melihat Rachel keluar mobil
"Cari udara segar" jawab Rachel
Rachel berdiri bersandar di depan kap mobil Ravin
Sedangkan Ravin lebih memilih memainkan hp nya di dalam mobil yang sedari tadi ia mode diam kan
Ada beberapa panggilan tak terjawab dan banyak pesan yang masuk di hp nya, tapi pesan paling banyak dari Nara
Gadis itu sampai mengirim belasan pesan yang menanyakan keberadaan Ravin di mana
"Kenapa Nara kirim banyak banget pesan?" gumam Ravin bingung
Tidak biasanya gadis itu seperti ini
Ravin pun membalas pesan singkat pada Nara untuk memberitahukan keadaan
setelah itu ia memasukan lagi hp nya ke dalam saku
"Ck .. ngapain sih dia berdiri di situ" decak Ravin saat mendongkak ke arah luar
Ravin menggelengkan kepalanya saat melihat Rachel mengusap-usap kedua lengannya yang kedinginan akibat angin malam
Keluar sambil membawa sebuah jaket yang ada di dalam mobilnya, Ravin pun memberikan jaket itu pada Rachel
"Pake nih" ucap Ravin menyodorkan jaket jeans miliknya
Rachel menoleh, lalu menatap jaket yang ada di depan nya
"Enggak usah" jawab Rachel tak menggubris jaket di tangan Ravin
Ia kembali melihat ke depan jalanan, siapa tahu mobil Amel datang
"Tenang aja ini bersih. Elo kedinginan" ucap Ravin
Tapi lagi-lagi perempuan itu menolak
"Enggak per... "
Tanpa mendengar penolakan Rachel lagi, Ravin langsung memakaikan jaket itu di bahu Rachel
"Elo itu bener-bener keras kepala ya" ucap Ravin
Rachel hendak menimpali lagi ucapan Ravin, tapi sorot cahaya lampu dari sebuah mobil sedan putih yang baru saja berhenti di depan mereka membuat mereka kesilauan
__ADS_1
Seorang perempuan turun dari mobil dan berlari menuju ke arah mereka berdua
********
Amel yang baru saja kembali dari luar hendak menuju apartemennya kembali,
sedari sore ia pergi untuk mencari Rachel ke kampus dan tempat kerjanya
Setelah percakapan mereka lewat telepon terputus sepihak dan suara yang terdengar terakhir hanyalah teriakan Rachel,
membuat Amel panik
Apalagi setelah itu nomer ponsel Rachel tidak bisa di hubungi
Akhirnya ia memutuskan mencari sahabatnya itu karena takut terjadi sesuatu
Tapi hasilnya nihil, ia tak menemukan Rachel di kampus, restoran ataupun rumahnya
Tapi saat mobil nya hampir tiba di area apartemennya, Amel seperti melihat Rachel berdiri di depan sebuah mobil bersama seorang pria
"Itu Rachel bukan sih?" gumam Amel
Ia menyorotkan lampu mobilnya ke arah mereka berdua untuk memperjelas pengelihatannya
dan benar saja itu Rachel yang berdiri di sana
Dengan tergesa ia turun dari mobil bahkan tanpa mematikan mesin mobilnya
"Achel ... " teriakan dari Amel nyaring
Perempuan berlari tergesa-gesa
"Chel ya ampun .. gue cariin elo ke mana-mana dari sore.
Gue khawatir tau" ucap Amel menghambur memeluk Rachel
"Sorry .. gue bikin khawatir. Gue gak bisa hubungin elo, hp gue rusak" ucap Rachel
Amel melepaskan pelukan nya lalu mengajak mereka menepi di bahu jalan
"Emangnya gak bisa hubungin pake yang lain kek"
"Gue gak hapal nomer lo"
Amel memukul berkali-kali lengan Rachel membuat gadis itu mengaduh kesakitan
Plak
Plak
Plak
"Aw .. sakit Mel .. "
"Iya .. iya .. sorry" jawab Rachel mengalah
Amel akan jadi menyeramkan seperti ibu-ibu komplek jika sudah mengomel seperti itu.
Dan Rachel harus mengalah jika tak mau semakin kena semprot omelannya.
Ravin yang ada di sebelahnya malah asik menyaksikan Rachel yang kena omel sahabatnya
Ia tak menyangka gadis dingin itu bisa kalah telak oleh omelan sahabat nya,
padahal tadi siang Rachel tampak sangat ganas menjambak Intan tanpa ampun
Amel yang menelisik penampilan Rachel yang tak biasa pun tak sengaja melihat luka di lutut juga telapak tangan Rachel
"Ini kenapa luka-luka?" tanya Amel mengintrogasi
"Ini .. emm .. "
"Kenapa?" desaknya
"Emm .. Nanti gue ceritain nya di dalem ya" ucap Rachel sambil melirik ke arah Ravin yang hanya diam saja sedari tadi
Saking khawatirnya pada Rachel, Amel sampai tak sadar jika sedari tadi ada orang lain di antara mereka berdua
"Itu siapa?" bisik Amel yang baru menyadari keberadaan Ravin
Rachel menoleh pada Ravin lalu beralih lagi pada sahabatnya
"Kenalin Mel ini Ravin"
"Ravin ini Amel"
Rachel memperkenalkan
"Ravin"
"Amelia"
Mereka berdua saling berjabatan tangan
"Gebetan baru lagi?" bisik Amel
Rachel menggelengkan kepalanya
"Bukan, dia yang bantuin gue tadi" jawab Rachel
"Gue temen satu universitas nya Rachel" sambar Ravin yang tak sengaja mendengar mereka berdua saling berbisik
__ADS_1
Amel menyengir pada Ravin yang tak sengaja mendengar
"Yaudah ayo kita masuk kita ngobrol nya di dalam aja" ajak Amel
"Enggak usah deh, gue langsung balik aja"
"Loh kenapa? Gak mau mampir dulu?" tanya Amel
"Lain kali aja, gue cuma mau pastiin Rachel ketemu sama lo" jawab Ravin
"Yah .. sayang banget.
Padahal gue penasaran loh sama hubungan elo sama my lovely Achel" canda Amel
yang berhasil mendapatkan cubitan di perut dari Rachel
"Aawwss .. " desis Amel sambil menyengir pada wajah kesal Rachel
Ravin reflek tersenyum melihat interaksi kedua sahabat itu.
Keduanya terlihat manis dengan sifat yang saling bertentangan.
"Gak jadi balik?" tanya Rachel menyadarkan Ravin dari lamunannya
"Eh .. jadi" jawab Ravin
"Kalo gitu gue pamit dulu" ucap Ravin pada Rachel dan Amel
"Oh iya .. hati-hati di jalan ya Ravin" ucap Amel ceria
Lengan Amel terus menyikut Rachel yang hanya diam saja
"Thank you Mel" ucap Ravin
Ravin mengurungkan niatnya yang hendak masuk ke dalam mobil, saat Rachel menghampirinya
"Ravin .. " panggil Rachel
Ravin berbalik badan
"Iya .. kenapa?" tanya nya
Rachel yang hendak mengatakan sesuatu melirik kearah Amel, seolah mengerti perempuan itu pun menjauh
berjalan menuju mobilnya
"Emm .. Makasih buat pertolongan lo hari ini.
Sorry udah bikin elo terlibat sama masalah gue" ucap Rachel ragu-ragu
Ravin tersenyum simpul pada perempuan yang tampak ragu itu
"Sama-sama. Enggak perlu di pikirin, gue yang harusnya minta maaf karena udah ikut campur" jawab Ravin
Rachel mendongkakan wajahnya membuat pandangan mereka saling bersitatap
Ada gelanyar aneh pada diri Ravin saat melihat kedua mata indah Rachel
Hingga suara klakson dari mobil Amel menyadarkan keduanya
Tiiiitttttt ....
Rachel dan Ravin sama-sama saling melemparkan pandangan mereka ke arah lain salah tingkah
"Hem .. " dehem Ravin
"Yaudah gue pamit dulu" ucap Ravin
Rachel menganggukan kepalanya sambil mengiyakan
Ia pun melangkah mundur membiarkan Ravin memasuki mobilnya
Saat pintu itu mobil Ravin sudah terbuka dan hendak masuk, Rachel memanggilnya kembali
"Ravin .. "
Ravin menolehkan kepalanya ke samping
"Hati-hati .. " ucap Rachel pelan
Ravin mengulum bibirnya
"Iya .. makasih" jawab Ravin
Rachel mengangguk lalu pergi menuju mobil milik Amel di depan
Ravin yang masuk ke dalam mobil bisa melihat Rachel dari belakang.
Secara tak sadar bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman.
Dan tiba-tiba gelanyar aneh itu timbul lagi dalam hati Ravin
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Coment dan Vote
__ADS_1
See you next episode ❣️