Angan Cinta

Angan Cinta
Cemburu


__ADS_3

Happy Reading !!


▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Mood Ravin hari ini menjadi buruk, seusai mendengar keputusan Rachel untuk menyembunyikan hubungan mereka untuk sementara.


Selama mata kuliah ia hanya mencoret-coret asal bukunya sambil menatap malas dosen sastra yang sedang menjelaskan materi di depan sana.


Jojo yang berada di samping nya mengerutkan kening melihat sikap sahabatnya itu hari ini.


Tidak biasanya mood Ravin sejelek ini sejak pagi mereka bertemu.


Ravin mengeluarkan ponselnya dari saku lalu memainkan nya di bawah meja.


Ia berdecak kesal saat Rachel tak mengirimi nya satu pesan pun.


Apa kekasihnya itu tidak sadar kalau Ravin marah padanya?


"Enggak peka banget" batin Ravin.


Ravin memasukan kembali ponselnya ke dalam saku dengan kesal.


Jojo yang berada di sampingnya menyikut lengan Ravin membuat Ravin menoleh.


"Elo kenapa?" bisik Jojo pada Ravin.


"Enggak apa-apa" jawab Ravin singkat.


"Uring-uringan mulu lo dari tadi" ucap Jojo.


"Enggak biasa aja"


"Ada apa sih? Ngomong sama gue, kali aja gue bisa bantu" ucap Jojo.


Mereka masih saling berbicara dengan pelan sekali.


"Udah gue bilang enggak ada apa-apa" jawab Ravin masih sama pelan.


"Beneran kagak mau cerita?" paksa Joshua.


Ia sangat penasaran ada apa dengan Ravin hari ini.


"Berisik banget deh lo" ucap Ravin dengan lantang membuat semua perhatian di kelas yang hening menoleh kepada mereka berdua.


"Ada apa Ravindra dan Joshua?" ucap Dosen Satra di depan.


Bukan hanya dosen dan teman satu kelas mereka yang di buat kaget, tapi Jojo juga.


Lelaki itu mengumpat kesal dalam hati kepada Ravin.


"Enggak ada apa-apa, Pak" jawab Jojo menyengir sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Kalau kalian berdua mau mengobrol, silahkan di luar" ucap Dosen.


"Enggak Pak, enggak. Maaf Pak" jawab Jojo cepat.


"Maaf Pak" ucap Ravin juga.


"Yasudah, jangan ada yang mengobrol lagi atau kalian saya keluarkan dari kelas saya" ucap Dosen.


"Baik Pak" jawab Ravin dan Jojo bersamaan.


Dosen pun kembali melanjutkan materi pelajaran nya, begitu dengan semua mahasiswa kembali menyimak.


Ravin mendengus kesal pada Jojo di sampingnya yang masih menggerutu sendiri.


Hari ini mood nya benar-benar di buat buruk.


********


Rachel membawa nampan berisi makan siang nya ke salah satu meja yang ada di kantin.


Ia meletakan nampan tersebut lalu duduk di kursi tersebut.


Menikmati makan siangnya seorang diri sudah biasa Rachel lakukan sehari-hari.


Dirinya tidak terlalu dekat dengan teman-teman satu jurusannya, hanya ada beberapa mahasiswi yang berteman dengannya.


Beberapa saat Rachel masih menikmati makan siang nya seorang diri.


Hingga kemudian datang dua orang gadis yang tak lain adalah teman satu jurusan yang paling dekat dengan nya menghampiri Rachel.


"Chel sendiri?" tanya seorang gadis berkulit eksotis dengan ambut hitam yang ikal dari pangkal sampai ujung.


Rachel mengangguk sambil melihat kedua temannya itu.


"Kalian juga makan siang?" tanya Rachel yang di iyakan kedua gadis itu.


"Kita gabung sini aja ya, Chel" ucap seorang gadis manis berambut pendek.


"Iya duduk aja, Sis, Una" ucap Rachel.


Gadis bernama Siska mengambil duduk di depan Rachel sementara gadis bernama Maruna ia duduk di samping Rachel.


Mereka menikmati makan siang bersama.


"Chel tadi Si Hugo nyariin lo lagi tuh" ucap Siska di sela-sela makannya.


"Hugo?" Rachel mengerenyit kan dahinya mendengar nama yang di sebutkan Siska.


"Elo enggak tau?" tanya Siska.


Rachel menganggukan kepalanya.


"Itu loh Chel, anak jurusan Teknik.


Yang beberapa hari lalu nyamperin elo di kelas" ucap Una.


Rachel tampak berfikir sejenak, lalu ber-Oh saja saat sudah mengingat orang tersebut.


"Kaya nya dia mau deketin elo deh, Chel.


Soalnya dia tanya sama gue, elo lagi jomblo enggak" ucap Una.


Rachel tampak acuh saat mendengar ucapan Una.


"Elo enggak tertarik sama dia Chel?


Hugo kan ganteng, keren juga" ucap Siska.


"Kalo elo suka, ambil aja" ucap Rachel sekenanya.

__ADS_1


Siska tampak mencebikan bibirnya pada Rachel.


"Elo lagi ngeledek gue Chel?" ucap Siska.


"Mana mau si Hugo sama remahan peyek kaya gue.


Yang di sukain nya mirip model internasional gini" sambung Siska insecure.


"Ya kalo elo remahan peyek, gue remahan renginang dong" ucap Maruna sambil tertawa.


Rachel tidak mengerti kenapa kedua temannya itu tidak percaya diri.


Padahal mereka sama-sama cantik dengan proposi yang berbeda.


"Kalian berdua mau gue kenalin sama sodara gue?


Gue punya banyak sepupu cowok" ucap Rachel.


Meski tak dekat, tapi Rachel cukup sering berkomunikasi dengan sepupu-sepupu dari sang Ayah yang ada di Amerika.


"Ganteng-ganteng gak?" tanya Siska antusias.


Rachel menganggukan kepalanya.


"Pastilah" ucap Rachel


"Kalo sepupu lo berarti bule dong?" tanya Maruna.


"Iya ..


Bule asli bukan bule KW kaya gue" ucap Rachel.


"Gue sih enggak masalah mau KW juga asal KW super" Ucap Maruna sambil tertawa.


Yang juga membuat Rachel dan Siska ikut tertawa.


Mereka bertiga tertawa bersama.


Inilah yang membuat Rachel cukup nyaman dengan Siska dan Una.


Kedua gadis itu tidak pernah menilai nya buruk seperti kebanyakan gadis di kampus ini.


Apalagi tatapan para mahasiswi di kampus ini sering kali terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan nya pada Rachel.


Berbeda dengan Siska dan Una.


Ketika ketiganya masih terkekeh, suara bariton seseorang mengalihkan perhatian ketiganya.


"Boleh gabung?"


Mereka menatap ke asal suara, dimana seorang pria sedang berdiri membawa nampan makanannya sambil tersenyum kepada mereka bertiga.


Lebih tepatnya kepada Rachel.


********


Ravin segera bergegas saat Dosen Sastra mereka mengakhiri mata kuliah hari ini.


Ia langsung menghembuskan nafas lelah sambil keluar kelas di ikuti Jojo di sampingnya.


"Wahh gila, ngantuk banget gue" ucap Jojo.


Lelaki jenaka itu menutupi mulutnya yang kembali menguap.


"Kantin yok laper" ucap Jojo menepuk pundak Ravin yang sedang sibuk pada ponselnya.


Ravin menoleh, lalu kembali menatap layar ponselnya yang masih tak mendapat jawaban dari Rachel.


Ia berdecak dalam hati.


"Nungguin kabar dari siapa sih lo Rav?


Dari tadi di kelas sibuk liatin hp mulu" ucap Jojo


"Enggak ada, ayo!" jawab Ravin singkat sambil berjalan mendahului Jojo.


Mereka berjalan berdua menuju kantin kampus.


Sepanjang koridor kampus, mata Ravin berkeliaran ke sana ke mari mencoba mencari Rachel.


Tapi, ia tak menemukan gadis itu sama sekali.


"Hei .. " teriak Nara dari belakang.


Nara langsung menghambur ke tengah-tengah, mengampit lengan Ravin dan Jojo di kanan dan kirinya.


"Nar .. udah keluar?" sapa Jojo.


Nara menganggukan kepalanya.


"Laper nih, enggak sarapan tadi pagi.


Kalian mau ke kantin kan?" tanya Nara.


"Iya sama, aku juga laper banget" jawab Jojo.


Nara melirik ke arah Ravin yang hanya diam saja.


Wajahnya di tekuk kesal.


Nara yang bersahabat sedari kecil sudah hafal dengan suasana hati Ravin hanya dari ekspresi wajahnya.


Nara menggoyakan lengan Jojo, membuat si pemilik lengan menoleh.


"Kenapa dia?" bisik Nara melirikan ujung matanya pada Ravin.


"Lagi badmod" bisik Jojo pada Nara.


"Badmood kenapa?" bisik Nara lagi.


"Enggak tau, lagi dateng bulan kali" jawab Jojo sembarangan.


Nara mencubit kecil di lengan Jojo membuat Jojo meringis pelan.


"Sakit Kanara" keluh Jojo.


"Lagian ngasal" ucap Nara.


Nara dan Jojo begitu asik berbisik berdua hingga tanpa sadar mereka sudah tiba di kantin kampus.


Tiba-tiba saja Ravin menarik lengannya dari rangkulan Nara, saat melihat pemandangan yang ada di depan sana.

__ADS_1


"Eh?" Nara terlonjak kaget.


Rasa kesal Ravin semakin bukan main, melihat kekasih nya sedang duduk makan siang bersama seorang lelaki.


Meski lelaki mereka tak berduaan, Ravin tetap kesal dan cemburu saat ada lelaki lain yang duduk di depan kekasihnya.


Apalagi lelaki itu terlihat terus memandangi wajah Rachel dari dekat.


"Jo tolong elo yang pesenin gue makanan" ucap Ravin hendak mendekati meja Rachel.


"Rav, kamu mau kemana?" tanya Nara.


"Cari tempat duduk" jawab Ravin.


Nara dan Jojo mengerenyit, untuk apa cari tempat duduk?


Kantin yang sangat luas ini bahkan belum terlalu ramai.


"Elo mau makan apa?" tanya Jojo.


"Apa aja" jawab Ravin acuh.


Lelaki itu terus melangkah, menuju tempat yang dekat dengan meja Rachel.


Ia mendudukan tubuhnya di meja yang dekat dengan meja Rachel, membuat dirinya bisa melihat Rachel dan teman-temannya.


Sayup-sayup Ravin bisa mendengar lelaki itu mencoba mengajak Rachel mengobrol.


Lelaki yang bernama Hugo itu terus banyak bertanya pada Rachel, meski di jawab dengan dingin oleh sang gadis.


Ravin mengeluarkan ponselnya lalu mengetikan sesuatu di sana.


Ravin : Pantes ya enggak ada ngehubungin dari tadi.


Lagi asik ternyata.


Rachel yang mendengar notifikasi pesan dari ponselnya pun membuka pesan yang ternyata dari kekasihnya itu.


Dahi Rachel mengerenyit saat membaca pesan dari Ravin.


Rachel : Maksudnya?


Balas Rachel tak paham.


Ravin : Lagi asik makan siang sama cowo lain sampe enggak sadar ya aku ada di sini?


Balas Ravin dengan kesal.


Rachel mengelilingi pandangannya mencari-cari keberadaan Ravin.


Ia sedikit kaget saat melihat Ravin sedang duduk di meja sebelah Una, wajah lelaki itu terlihat masam.


Tatapan Ravin dan Rachel saling bertemu.


"Cari siapa, Chel?" tanya Hugo membuat Rachel memutuskan pandangan matanya dnegan Ravin dan melihat ke arah Hugo.


"Enggak cari siapa-siapa" jawab Rachel.


Meski Ravin tahu Rachel bersikap dingin pada Hugo, berbeda saat ia bersikap pada dirinya.


Tetap saja Ravin tidak suka ada yang mendekati gadisnya.


"Chel, aku boleh minta nomer telepon kamu gak?


Biar kita bisa komunikasian" tanya Hugo yang berhasil membuat hati Ravin semakin memanas.


"Hugo sorry gue.... "


Belum sempat Rachel menyelesaikan ucapannya, dering notifikasi kembali berbunyi beberapa kali di ponselnya.


Dan pelakunya tak lain adalah Ravin, kekasihnya.


Ravin : Aku mau ngomong!


Ravin : Kita ngomong di taman belakang.


Ravin : Aku tunggu.


Ravin : SEKARANG!


Tiga pesan berturut-turut yang dikirim Ravin membuat Rachel menahan tawanya.


Apa kekasihnya itu sedang cemburu? batin Rachel merasa geli dan senang bersamaan.


Ravin langsung bangkit dari duduknya, bersamaan dengan datangnya Nara dan Jojo yang membawa makanan milik Ravin.


"Rav, kamu mau kemana?" tanya Nara saat melihat Ravin hendak pergi.


"Aku ada urusan, kalian makan siang berdua aja"


"Terus makanan lo?" tanya Jojo.


"Elo makan aja" ucap Ravin pergi terburu-buru.


Setelah Ravin pergi, Rachel juga ikut bangkit dari duduknya.


"Gue duluan ya ada urusan mendadak" ucap Rachel pada Siska dan Una.


Baru Hugo akan mengatakan sesuatu, Rachel sudah pergi lebih dulu mengikuti Ravin yang sudah jauh di depannya.


Nara yang masih berdiri di depan meja meremas nampan makan siang yang ia bawa, saat kedua matanya menyadari kalau Ravin dan Rachel pergi bersama seperti menuju tempat yang sama.






Hai semua, aku kan ikut you are writer season 4.


Jadi aku minta dukungannya buat novel Angan Cinta.


Jangan lupa di like, coment dan Vote kalo udah baca.


Kasih Rate juga di novel nya.


Dukungan kalian sangat berarti buat aku.


Maksih sebelum nya.

__ADS_1


See you next episode ❣️


__ADS_2