
Happy Reading !!
▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Rachel benar-benar tidak mengerti apa salah yang telah ia perbuat di masa lalu.
Kenapa dirinya merasa begitu sial, ketika kehidupannya selalu saja di kelilingi oleh masalah yang bahkan tidak ia perbuat
Seperti malam ini contohnya,
Saat dirinya tengah sibuk bekerja, tiba-tiba saja ia menerima telepon bahwa ibu nya ada di kantor polisi dan meminta dirinya untuk datang menjemput sebagai jaminan
Entah apa yang di perbuat sang ibu, yang jelas menurut penuturan polisi di telepon tadi
Ibunya bertengkar dan membuat keributan dengan salah seorang temannya di sebuah cafe sehingga keduanya di amankan di kantor polisi
"Makasih Pak" Rachel membayar ongkos taksi sebelum turun
Mendesah nafas berat, Rachel segera bergegas turun dari taxi yang ia tumpangi lalu masuk ke dalam kantor polisi
Saat masuk ke bagian tempat introgasi, Rachel dapat melihat sang ibu sedang tersenyum lebar padanya tanpa rasa bersalah sedikitpun di wajah
"Anak Mami yang cantik .. " panggil Mela
Astaga, entah apa yang ada di pikiran ibu nya itu
Kenapa bisa-bisa nya ia menyambut Rachel dengan sumringah seperti itu
"Selamat Malam, anda putrinya ibu Mela?" seorang polisi menjulurkan tangannya pada Rachel
"Malam Pak, benar saya Rachel putrinya ibu Mela" Rachel menerima jabatan tangan polisi itu
"Silahkan duduk, Mba Rachel" ucap polisi itu
Rachel mengangguk lalu duduk di salah satu kursi di depan meja
Rachel pun menerima penjelasan kembali dari polisi tentang kejadian pertengkaran yang terjadi pada Ibu nya sehingga menimbulkan keributan di tempat umum
Usai menerima semua penjelasan pun, Rachel mengisi data dirinya sebagai penjamin agar ibunya bisa di bebaskan
Setelah semua prosedur selesai, Rachel pun bergegas untuk pergi dari tempat yang membuat dirinya itu pengap
"Terima kasih, Pak" Rachel kembali menjabat tangan dengan polisi yang membantu proses pembebasan Ibu nya
"Sama-sama Mbak, terima kasih juga untuk kerja samanya"
"Bu Mela jangan buat keributan lagi ya, di ingat putri anda sudah jadi penjamin tidak akan ada kejadian serupa terulang" peringat Polisi tersebut
"Siap Pak" jawab Mela dengan santainya membuat Rachel semakin geram di dalam hatinya
"Baik, kalau begitu kami permisi" pamit Rachel yang langsung di iyakan
********
Sepanjang perjalanan di dalam taksi, Rachel masih menahan semua amarahnya saat sang ibu terus saja berceloteh tentang kedatangannya yang terlambat ke kantor polisi
"Kamu dateng ya telat banget sih, si Siska malah udah di jemput dari tadi sama anaknya" ucap Mela
"Aku lagi kerja" jawab Rachel
"Huh .. tau gitu tadi Mami minta di jemput Edward aja deh" ujar Mela
Rachel semakin di buat kesal, tidak bisakah Mami nya itu berfikir?
Dirinya sudah berusaha datang, bahkan harus meminta izin dari pekerjaannya demi sang Mami
Tapi bukannya meminta maaf, Mela malah terus saja membicarakan banyak hal tidak penting
Dan berceloteh sesuka hati
"Chel kita beneran langsung pulang? Mami laper banget loh, tadi gak jadi makan malem.
Kita mampir dulu yuk makan, Mami pengen makan seafood deh" ujar Mela panjang lebar
Rachel tetap bungkam, memejamkan kedua matanya sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi
"Rachel, kamu malah tidur sih? Mami laper loh, jangan langsung pulang ya.
Kita mampir dulu di restoran seafood"
"Chel .. ya .. ya .. " Mela mengguncangkan lengan Rachel terus menerus membuatnya semakin kesal
"Mami bisa diem gak sih, kepala Rachel pusing dengerin omongan Mami" bentak Rachel
Mela melepaskan tangannya dari lengan Rachel secara perlahan
"Ih kamu kok malah marah-marah gitu sih sama Mami" ucap Mela
__ADS_1
Rachel mendesah berat, seraya memijit pelipisnya
"Mami masih tanya kenapa Achel marah? Mami gak sadar apa yang udah Mami lakuin?"
"Ya ampun Chel kamu marah cuma gara-gara Mami masuk kantor polisi? Kamu tuh ya cuma jadi penjamin Mami aja perhitungan banget, gak inget apa Mami loh yang ngandung dan ngelahirin kamu
Kamu mau jadi anak durhaka ya"
"Mi, ini tuh bukan masalah jadi penjaminnya. Mami tuh sadar gak sih kesalahan Mami apa?"
Keduanya terlibat cekcok sehingga membuat si supir taksi terus melirik ke arah spion belakang
"Iya Mami tau kok salahnya Mami, tapi kan si Siska duluan yang mulai.
Dia ngehina-hina Mami sekarang hidup susah, coba kamu mau nikahin sama Edward yang kaya raya pasti kita dia gak akan berani hina Mami.
Lagian kamu tuh ya gak usah kaku banget gitu sih, kaya Papi kamu aja" ucap Mela tanpa sadar membuat wajah Rachel semakin merah menahan amarah
"Rachel .. " ucap Mela saat menyadari perubahan wajah tegang dan kilatan emosi dari Rachel
"Pak tolong berhenti di sini" ucap Rachel pada sang supir taksi
"Eh? Iya Mbak?"
"Tolong berhenti sebentar" ulang Rachel
Si supir taksi itu pun menepikan mobilnya ke pinggir jalan raya
"Sayang maaf bukan maksud Mami .. " ucapan Mela terpotong saat Rachel mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya lalu menyerahkannya pada si supir taksi
"Pak tolong antar ibu saya sesuai alamat tadi.
Kembalinya boleh Bapak ambil"
Setelah si supir taksi menerima uangnya, Rachel pun menarik knop pintu mobil bersiap untuk turun
"Achel, kamu mau kemana?" Mela berusaha menahan tangan Rachel
"Mi lepas" ucap Rachel tegas
"Enggak, kamu mau kemana?
Mami minta maaf, ayo kita pulang kerumah" ucap Mela
"Mi .. aku bilang lepas" ucap Rachel
Mela yang merasa terintimidasi pun, secara perlahan melepaskan lengan Rachel
Dengan menahan segala amarahnya Rachel turun dari taksi dan pergi ke arah jalan kaki yang berlawanan
********
Setelah acara makan malam keluarga itu selesai, Ravin pun mengantarkan Jojo dan Nara ke rumah mereka masing-masing seperti saat menjemput mereka tadi
Seusai mengantarka Jojo ke rumahnya, Ravin pun kini mengantar Nara ke rumahnya
Di sepanjang perjalanan menuju rumah Nara, mereka saling diam
lebih tepatnya Ravin yang lebih banyak diam seperti ada sesuatu yang di fikirkannnya
"Rav .. " Nara mencoba memecah keheningan
"Hem?" jawab Ravin
"Kenapa sih diem aja? Tumben" ucap Nara
"Ehem .. enggak papa kok" jawab Ravin
"Kaya lagi mikirin sesuatu, mikirin apa?" tanya Nara
"Enggak mikirin apa-apa kok"
"Beneran?" tanya Nara tak percaya
Ravin menoleh ke samping sebentar
Tersenyum pada Nara dan mengusap lembut kepalanya
"Beneran bawel" bohong Ravin
Memang dirinya sedari tadi terdiam karena memikirkan satu hal
Memikirkan pertemuannya dengan Rachel di depan toilet tadi
Dirinya terus memikirkan Rachel, bukan soal ucapan kasar perempuan itu
tapi, tentang sesuatu yang lain
__ADS_1
sesuatu yang tersembunyi di balik tatapan dingin perempuan itu
"Oh iya Rav, Papi nanyain kamu terus loh.
Katanya kamu jarang main ke rumah akhir-akhir ini" ucap Nara
"Oh ya? Salamin aja ya sama Om Hendra.
Bilangin nanti akhir pekan aku main, Papi kamu adakan?" jawab Ravin
Nara menganggukan kepalanya
"Ada kok, tapi emangnya akhir pekan kamu ada waktu?" jawab Nara
"Insya Allah ada kayanya" jawab Ravin
"Yaudah nanti aku sampein sama Papi.
Papi pasti seneng ada temen main catur lagi" ucap Nara semangat
Ravin yang semula fokus menatap ke depan pun menoleh ke samping dan tersenyum pada Nara yang tampak antusias
Tapi saat dirinya melihat ke arah Nara, matanya tiba-tiba melihat seseorang yang sedang berjalan jalan sendirian di pinggir trotoar
Ckiitt ....
tanpa sengaja ia menginjak rem mobil secara mendadak membuat tubuh Nara sedikit terpental kedepan
Untung saja gadis itu mengenakan sabuk pengaman
"Rachel .. "
"Rav, kamu kenapa sih kok ngerem mendadak gitu?" tanya Nara
Tapi, Ravin tidak mendengarkan pertanyaan dan ekpresi kaget Nara
Dirinya malah terfokus terus mengikuti gerak tubuh Rachel yang berjalan menjauh ke belakang
"Rav .. Rav .. " panggil Nara seraya menggoyangkan lengan Ravin
"Eh iya Nar?" jawab Ravin mengalihkan pandangannya pada Nara
"Liatin apa sih?" tanya Nara melihat ke belakang
Mencari apa yang di pandang Ravin tadi
"Kamu kenal?" tanya Nara saat melihat tubuh belakang Rachel yang semakin menjauh
"Enggak .. enggak kok" jawab Ravin
Matanya masih mencoba melirik ke arah belakang
"Oh .. " jawab Nara sedikit ragu pasalnya ia masih bisa melihat Ravin mencoba melirik ke arah belakang
"Yaudah ayok jalan lagi" ajak Nara
"Em .. iya ayok" jawab Ravin menjalan kan kembali mobil miliknya
Dirinya masih mencuri-curi pandangan ke belakang lewat kaca spion
dan
suasana yang remang membuat Ravin tidak dapat lagi melihat siluet Rachel
"Lagi apa dia jalan malem-malem sendirian" batin Ravin
Nara yang memperhatikan Ravin pun bisa melihat Ravin masih memperhatikan ke arah belakang
membuat dirinya bertanya-tanya siapa orang yang diperhatikan Ravin itu
"Siapa sebenernya orang tadi? Kenapa Ravin keliatan merhatiin banget orang itu?" tanya Nara dalam hati
Entah kenapa ada perasaan aneh yang tiba-tiba menjalar di hati Nara, saat perhatian pria itu teralihkan pada yang lain
.
.
.
.
Tinggalkan jejak ya ..
Vote, Like dan Coment ..
See you next episode ❣️
__ADS_1