Angan Cinta

Angan Cinta
Canggung


__ADS_3

Happy Reading !!


▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Rachel merasakan kurang nyaman dan canggung saat ini, kini dirinya sedang makan malam bersama semua anggota keluarga Ravin.


Karena paksaan dari Mama Rara yang tidak memperbolehkan Rachel pulang sebelum makan malam di rumah mereka.


Meski tidak kenal dan dekat dengan Ravin, dirinya juga tidak merasa enak jika harus menolak permintaan dari Mama Rara.


Apalagi wanita paruh baya itu sangat baik dan juga ramah terhadapnya.


Sifatnya yang benar-benar keibuan membuat Rachel dingin hatinya merasa tersentuh.


Ibu kandungnya saja tidak pernah memperlakukannya dengan penuh kasih sayang seperti itu,


tapi


Ibu dari Ravin itu benar-benar hangat dan memperlakukannya penuh kasih.


Padahal mereka baru pertama kali bertemu


"Rachel .. kok gak di makan? Masakan Tante gak enak ya?" tanya Mama Rara


Rachel mnegerjap sambil mengibaskan tanganya


"Eng .. enggak kok Tan. Masakannya enak, enak banget" jawab Rachel


Mama Rara tersenyum lalu mengusap lembut punggung Rachel yang duduk di sampingnya


"Yaudah makan nya yang banyak ya, Sayang" ucap Mama Rara


Rachel mengiyakan sambil tersenyum tulus, senyuman yang tak pernah Ravin lihat sekali pun


Hati Rachel benar-benar tersentuh dengan sikap penuh kasih sayang Rara.


"Cantik banget ya Kak" bisik Arkana meledek Ravin yang tak sengaja memperhatikan Rachel tersenyum tadi


Ravin berdehem kecil, mencoba mengalihkan pandangannya saat tak sengaja tertangkap basah sang adik


"Biasa aja" ucap Ravin berbohong


Arka tersenyum meledek saat melihat sang Kakak yang masih mengelak


Jelas terlihat Ravin masih sempat-sempatnya melirik ke depan, melihat sang ibu dan adik perempuannya itu sangat welcome pada Rachel


Entah kenapa Ravin jadi merasa seperti membawa seorang calon istri untuk diperkenalkan pada keluarga nya


Gila!


Ravin menggelengkan kepalanya, mengusir pikirannya jadi melantur yang bukan-bukan


"Jadi kamu kerja di Signatures Restaurant ya?" tanya Papa Ken memecah keheningan di meja makan itu


Rachel mendongkakan wajahn dari piringnya, menengok pada Papa Ken yang duduk di kursi utama meja makan


"Iya Om .. " jawab Rachel sopan


"Memang nya kamu kerja nya kapan? Bukannya kamu kuliah juga?" tanya Ken


"Saya kerja nya seminggu tiga kali, mulai dari jam 6 sore sampai tutup, Om.


Cuma paruh waktu" jawab Rachel


"Oh .. Pantas Om gak pernah ketemu.


Padahal Om sering loh ke sana kalo ketemu client" ujar Ken


"Bukannya restoran tutup jam 11 malam ya?


Terus kamu biasa pulang jam berapa?" tanya Rara


"Biasanya jam 12 atau setengah satu malam, Tan" jawab Rachel


"Kamu pulang semalam itu?


Terus pulang nya sama siapa?" tanya Rara kaget


"Biasa pake Ojek online atau taxi, Tante"


"Ya ampun .. anak gadis pulang malam-malam naik ojek online kan bahaya, Nak.


Memangnya enggak ada yang jemput kamu?" ucap Rara khawatir


Rachel tersenyum kikuk sambil menggeleng


"Kak Rachel berani banget" ucap Raisa yang duduk di samping nya


Gadis belia itu merasa kagum, karena merasa perempuan itu sangat berani berbeda dengan dirinya


Raisa keluar rumah pada siang hari saja harus selalu di antar oleh Arka atau supir kemana-mana


"Beranilah, emangnya kaya kamu penakut


manja lagi" ledek Arka

__ADS_1


"Ih .. enak aja ngatain aku penakut sama manja. Kakak-Kakak aja sama Papa yang terlalu posesif.


Aku gak boleh pergi ke mana-mana sendiri, padahal aku kan juga mau pergi sendiri" ujar Raisa


"Kan kita gak bolehin juga demi kebaikan kamu, Dek" ucap Ravin


"Tapi kan aku juga mau pergi sama temen-temen aku aja.


Jangan di ikutin terus Kak Arka" ucap Raisa


"Gak boleh, nanti kamu mulai nakal. Mulai berani pacaran" sarkas Arka


"Biarin dong kak, Kakak aja boleh punya pacar. Masa aku gak boleh" ucap Raisa


Rachel yang mendengar perdebatan kedua adik kakak itu tersenyum kecil.


Seperti ini apa rasa memiliki saudara Rachel tak pernah tahu.


Bahkan dirinya baru pertama kali merasakan kehangatan saat makan bersama seperti ini.


"Arkana .. Raisa .. jangan ribut di depan makanan" tegur Papa Ken membuat kedua nya langsung terdiam


"Iya kalian ini, malu dong ada Kak Rachel kok malah berantem" ucap Mama Rara


"Maaf ya Rachel, mereka emang sering banget debat begitu" ucap Mama Rara


"Enggak apa-apa kok Tante" jawab Rachel


"Yaudah lanjutin lagi makannya. Yang banyak ya" ucap Mama Rara sambil menaruh udang goreng di piring Rachel


Keluarga Ravin benar-benar memperlakukan Rachel dengan baik.


Rara dan Ken pun memperlakukan dirinya seperti anaknya sendiri,


membuat sudut hati Rachel bahagia sekaligus berdenyut nyeri karena tak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tua seperti itu.


********


Usai makan malam bersama, Ravin langsung mengantar Rachel pulang


Padahal Rara masih ingin Rachel di sana lebih lama dan malah ingin gadis itu menginap saja di rumahnya


"Besok datang lagi ya, Sayang. Biar Tante periksa luka kamu, takutnya ada infeksi" ucap Mama Rara sebelum Rachel pulang


Mama Rara bahkan sempat memeluk Rachel dengan penuh kasih membuat Rachel bisa merasakan kehangatannya.


Begitu pun Raisa dan Arka yang mengatakan untuk datang lagi.


Kedua adik Ravin itu bersikap sangat baik juga padanya.


Keluarga gue emang sedikit berisik kalo lagi kumpul" ucap Ravin memecah keheningan di mobil itu


"Enggak masalah. Gue enggak ngerasa enggak nyaman kok" jawab Rachel


Ravin merasa lega


"Dan soal ucapan adek gue tadi gak usah di pikirin.


Dia emang anaknya rada ngasal" ucap Ravin lagi


"Tenang aja, gue juga gak mikirin sejauh itu. Enggak perlu berlebihan" ucap Rachel tegas


Sial


Kenapa Ravin jadi malu, merasa seolah perkataan Arka tadi begitu penting.


Setelah kesalahpahaman Arka yang mendengar setengah pembicaraan Ken dan Rara di dapur tadi,


Arka jadi sempat benar-benar mengira kalau Rachel itu kekasih Ravin karena perempuan itu satu-satu nya perempuan yang di bawa Ravin ke rumah, selain Nara.


Arka bahkan tak segan mengatakan bahwa kedua orang tuanya sudah memberikan lampu hijau pada Rachel di awal pertemuan.


Tentu saja, Ravin tidak ingin perempuan itu salah paham.


Tapi, kini malah terlihat seperti Ravin yang terlalu terbawa perasaan.


Ia sempat lupa jika perempuan yang duduk di sampingnya kini sangat dingin dan keras hatinya.


Seusai jawaban terakhir Rachel, tak ada lagi pembicaraan di antara keduanya.


Keheningan kembali menyelimuti mereka di dalam mobil,


hanya suara klakson dari mobil-mobil yang tak sabaran menunggu kemacetan ibukota yang tak ada habisnya.


********


Sesampainya mobil Ravin di halaman depan rumah sederhana milik Rachel.


Perempuan itu pun langsung bersiap untuk turun.


"Elo bisa turun sendiri?" tanya Ravin ikut membuka sabuk pengamannya


Kalau perempuan itu tidak bisa turun sendiri, Ravin akan langsung membantunya.


"Jangan lebay, kaki gue cuma luka bukan patah"

__ADS_1


Jawaban Rachel membuat hati Ravin dongkol.


Benar-benar kesal dengan perempuan itu.


"Makasih udah tolongin gue" ucap Rachel sebelum turun


"Iya sama-sama" jawab Ravin


"Sampai juga makasih ke nyokap lo" ucap Rachel


Meski tadi sudah mengucapkan terima kasih secara langsung, Rachel merasa tidak cukup hanya mengucapkan sekali.


Wanita paruh baya itu benar-benar sangat baik.


Ketika Ravin baru akan menanggapi ucapan Rachel, tiba-tiba terdengar ketukan dari kaca mobil milik Ravin


Tok


Tok


Tok


Rachel dan Ravin melihat ke arah jendela pintu Ravin, sang ibu sedang berdiri di depannya sambil mencoba melihat ke dalam mobil yang terlihat gelap dari luar


"Mami .. " gumam Rachel


Ravin pun membuka kaca mobilnya, membuat Mela dapat melihat Ravin dan Rachel


"Loh Chel, Mami kira siapa" ucap Mela melihat Rachel dan Ravin bergantian


"Mami ngapain?" tanya Rachel


"Enggak ngapa-ngapain.


Ini siapa?" jawab Mela sambil tersenyum lebar pada Ravin


Ravin membalas senyuman Mela, dirinya memilih keluar untuk nyapa dengan sopan ibu Rachel


"Saya Ravin Tante, teman satu kampus nya Rachel" Ravin mencium punggung tangan Mela


"Oh .. temen satu kampusnya Rachel" ucap Mela sambil masih memasang senyum lebarnya


Rachel pun buru-buru mengikuti Ravin keluar dan menghampiri mereka berdua


Rachel harus segera menyuruh Ravin pulang sebelum sang ibu melakukan hal seenaknya


Dan


benar saja, belum sempat Rachel meminta Ravin pergi


Mela sudah lebih dulu mengajak Ravin untuk masuk ke dalam rumah


"Ayo Nak Ravin masuk dulu" ajak Mela semangat


"Gak perlu Mi, Ravin udah mau pulang" sambar Rachel sebelum Ravin sempat membuka mulutnya


"Ih .. apa sih kamu Chel. Tamu kok di usir" ucap Mela


"Iya Tante, saya mau langsung pulang. Mungkin lain kali aja" jawab Ravin


Ia juga tak enak jika harus mampir sedangkan Rachel seperti tak ingin dirinya masuk


"Eh jangan dong, udah biarin aja Rachel.


Ayo kita masuk" ajak Mela semangat


bahkan tak segan menarik lengan Ravin


Ravin yang merasa tak enak hati pun akhirnya menuruti ajakan Mela.


Membuat Rachel menghembuskan nafanya kasar.


Dirinya tahu kenapa Mami bersikap sangat baik dan ramah pada Ravin.


Itu semua bukan karena Ravin teman putrinya, tapi karena mobil mewah yang Ravin gunakan untuk mengantar Rachel.


Menatap punggung keduanya yang mulai masuk ke dalam rumah,


Rachel tahu sang Mami pasti sedang memikirkan macam-macam pada Ravin seperti halnya pada Edward.


Dan Rachel mungkin akan mendengar lagi omong kosong Mami nya tentang menikahi pria kaya raya


"I hate my life" batin Rachel


.


.


.


.


Jangan lupa di Like , Coment dan Vote


See you next episode ❣️

__ADS_1


__ADS_2