
Happy Reading !!
▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Saat Rara sudah siap menurunkan kaca mobilnya dan siap memanggil Rachel
Secara tiba-tiba mobil bus yang baru datang berhenti tepat di depan Rachel, sehingga menutupi Rachel dari pandangan Rara
Ravin yang tadi sempat khawatir pun bisa bernafas lega
Bukannya dia tak mau menuruti permintaan sang Ibu, tapi ia teringat ucapan Rachel kemarin malam
Perempuan itu tak ingin di bantu ataupun Ravin ikut campur urusannya
lagi pula ia juga tak terlalu mengenal perempuan itu
Bersamaan dengan kedatangan Bus itu, lampu lalu lintas pun kini sudah berganti menjadi hijau
Ravin segera melajukan mobil miliknya kembali
"Yah Kakak sih, ngelarang Mama terus.
Jadi kan dia keburu ada bus" ucap Mama Rara
Ravin tersenyum kecil sambil melirik ke arah sang ibu
"Ya udahlah Ma. Biarin aja, lagi kita kan juga gak tau tujuan dia mau kemana.
Siapa tau bukan ke kampus" jawab Ravin
"Tapi kan ini arah ke kampus kak, pasti dia juga sama mau ke kampus" ucap Mama Rara
"Udah lah Ma, gak usah di pikirin gitu.
Lagi pula Kakak juga gak terlalu kenal sama dia kok" jawab Ravin cuek
Rara menggelengkan kepalanya melihat sifat sang putra yang mirip sekali dengan suaminya
Selain wajahnya yang dominan mirip Ken, sifat cuek nya pun mirip dengan sang Ayah
"Kamu tuh ya sama banget kaya Papa dulu deh, cuek banget.
Awas loh nanti malah jadi suka" ucap Mama Rara
Ravin tersenyum kecut sambil masih fokus di kemudi nya
"Gak mungkin lah, Ma"
"Kenapa gak mungkin? Bisa aja jadi mungkin.
Apalagi anaknya cantik banget begitu, masa sih Kakak gak tertarik sama sekali?"
"Udah ah Mama malah makin ngaco" Ravin ingin mengakhiri percakapan yang menurutnya tidak logis itu
"Kok malah bilang Mama ngaco.
Awas ya nanti jadi suka benera, Mama ledekin" ucap Mama Rara yang berhasil membuat Ken tertawa kecil
"Iya iya suka-suka Mama deh" jawab Ravin
Toh dirinya juga tidak akan benar-benar menyukai Rachel seperti apa yang di katakan sang ibu
Bukan tanpa alasan ia bisa seyakin ini, itu semua karna Rachel bukanlah perempuan idaman nya
Perempuan idamannnya adalah perempuan yang berhati lembut, penuh kasih sayang, dan juga memiliki sikap yang hangat seperti sang ibu
Dan perempuan itu sangat jauh dari semua kriteria Ravin
"Gak akan pernah!" ucapnya dalam batin
********
Hari ini Rachel masuk kuliah seperti biasanya meski tadi Amel sempat merengek untuk membolos bersama karna malas berkuliah
tapi,
__ADS_1
Rachel tidak menuruti kemauan sahabatnya itu
baginya kuliah kini adalah hal yang sangat penting, dia ingin segera lulus agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik
Meskipun, kini ia hanya bekerja sebagai waiters tapi tidak mudah baginya untuk bisa masuk bekerja di restoran kelas atas seperti itu
Selain mengandalkan wajahnya yang cantik, kemampuan dirinya pun sangat di perlukan di sana
Tapi ia tak mau seterusnya hanya menjadi pelayan, walaupun gaji yang ia terima cukup besar di banding pekerjaan paruh waktu lainnya yang pernah ia lakukan
Hanya saja, cita-cita nya harus tetap ia perjuangkan
Meskipun mendapatkan tentangan dari sang Mami yang lebih setuju jika ia segera menikah dengan orang kaya untuk memperbaiki kehidupan mereka yang susah semenjak kebangkrutan sang Papi
"Chel .. " panggilan itu
membuat dirinya mendesah lelah
Panggilan dari suara seseorang yang Rachel sudah dapat kenali dari suara nya meski ia tak menengok pun
Leo .. laki-laki itu kini sudah berdiri di depan kelasnya
sesaat setelah mata kuliah Rachel baru saja usai
"Mau apa lagi sih elo? Masih gak ngerti sama ucapan gue beberapa hari yang lalu?" ucap Rachel malas
Lelaki itu menghampirinya, dengan wajah yang penuh sesal
"Chel, gue minta maaf buat perbuatan gue kemaren.
Gue khilaf, gue terlalu marah karna elo putusin gue secara sepihak.
Gue gak maksud bikin elo malu di depan banyak orang" ucap Leo menyesal
Leo bahkan sudah mencoba menghubungi Rachel sedari kemarin, setelah amarahnya mereda ia baru sadar sudah membuat hal yang salah
"Gue udah maafin, udah mending elo pergi deh dari hadapan gue sekarang juga" ucap Rachel
Dirinya sudah bersiap untuk pergi pulang dan lanjut bekerja
Kasih gue satu kesempatan, gue janji gue bakal lakuin apa aja buat lo" melas Leo
Cekalan Leo di tangannya membuat Rachel semakin geram, dirinya tak suka ada sembarang orang menyentuhnya sembarangan,
bahkan Sang Mami sekalipun
"Lepas!" ucap Rachel dingin
ia menatap tajam pada tangan mereka
Leo yang tau pun, perlahan melepaskan lengan Rachel perlahan
"Chel ... "
Bersamaan dengan itu datang seorang lelaki yang berhasil membuat Leo diam
Lelaki itu langsung merangkul pundak Rachel dari samping
"Edward tangan" ucap Rachel dingin
Lelalki bernama Edward itu menurunkan tangannya dari pundak Rachel
Tatapannya tertuju pada Leo yang berdiri di hadapan nya sekarang
"Siapa nih?" tanya Edward pada Rachel
"Mantan yang gak bisa move?"
tatapannya tampak tidak bersahabat
"Elo yang siapa? Dateng-dateng jangan ikut campur" ucap Leo pun sama sengitnya menatap Edward
"Leo nanya gue siapa? Gue calon suaminya Rachel" ucap Edward percaya diri
"Cih .. calon suami? Elo pikir gue bakal percaya!" ucap Leo meremehkan
__ADS_1
Ketika keduanya saling adu sengit, Rachel menggunakan kesempatan itu untuk pergi dari sana
Ia beregas berlari begitu sudah sudah luar dari dalam kelas
Panggilan dari Edward yang meneriaki namanya membuat Rachel semakin berlari kencang
"Sorry .. Permisi-permisi" ucap Rachel
Dirinya kesulitan berlari diantara banyaknya mahasiswa yang bergerombol di setiap koridor kampus
"Chel .. tunggu aku" teriak Edward dari belakang
"Shitt .. ngapain sih dia ngikutin lagi" gerutu Rachel sambil terus berlari untuk menghindar dari Edward
Tapi, saking tidak fokusnya Rachel karena terus menoleh ke samping untuk memastikan Edward masih mengikuti nya
Bruuukkk ...
"Aaa ... "
"Aakkhh ... "
"Eh Rav ... "
"Rav ... "
Rachel merasakan dirinya menabrak seseorang di depannya hingga kini keduanya terjatuh ke depan
Matanya terpejam erat saat dirinya tidak mampu menahan tubuhnya untuk tidak limbung ke depan
"Eh .. kok gak sakit?" batin Rachel
Matanya yang masih terpejam pun terbuka perlahan
Dirinya baru menyadari tubuhnya menimpa di atas dada tubuh seseorang
Kepalanya yang menempel di atas dada orang yang ia tabrak pun mulai mendongkak
menjadika kedua matanya dapat melihat siapa orang yang kini ada di bawah dirinya itu
Mata Rachel membulat sempurna saat mendapati orang yang ia tabrak dan kini sedang memelukanya dari bawah adalah Ravin
Matanya mereka pun sempat bertemu dan saling menatap sesaat sebelum akhirnya Rachel mencoba bangkit lebih dulu dari atas tubuh Ravin
"Sorry .. " ucap Rachel
Tubuhnya berusaha bangun
"Aakkhh .. "
Telapak tangan Rachel yang hendak bangun pun tak sengaja menumpu di atas dada Ravin dan menekannya, membuat si empu merasakan sakit
Rachel yang kaget menengar rintihan Ravin pun refleks melepaskan lagi telapak tangannya dari atas dada Ravin yang membuat dirinya kembali terjatuh di atas tubuh Ravin
Telinga Rachel yang menempel sempurna di atas dada Ravin membuatnya bisa mendengar detak jantung Ravin yang terasanya nyata
Ravin dan Rachel merasa seperti waktu seolah berhenti sesaat dalam posisi mereka yang sedang berbaring sambil saling memeluk
Tanpa mereka sadari kini mereka sedang menjadi pusat tontonan
Hingga suara lembut milik Nara membuat keduanya tersadar
"Rav .... "
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak
Di Vote , Like dan Comet
__ADS_1
See you next episode ❣️