Angan Cinta

Angan Cinta
Terbayang


__ADS_3

Happy Reading ..!!


▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Rachel perempuan dengan segala kedinginan hatinya


Memiliki wajah yang cantik tak lantas membuat Rachel mudah membuka hati pada setiap pria yang mendekatinya


Berbagai macam pria yang mendekat padanya, entah itu hanya sekedar penasaran akan dirinya atau memang benar-benar menyukainya seperti apa yang Leo rasakan saat ini


Leo .. pria yang sudah lama menyukai Rachel itu akhirnya bisa menyatakan perasaannya pada perempuan blasteran berwajah cantik itu


Rasa yang di miliki Leo pada Rachel bukan hanya sekedar perasaan tertarik atau penasaran akan kedinginan hati Rachel


bukan juga,


rasa keinginan untuk menaklukan hati perempuan itu seperti teman-teman pria nya yang lain


Rasa yang di miliki Leo benar-benar rasa suka pada gadis itu


Baru saja empat hari yang lalu ia berhasil menyatakan perasaannya dan perempuan itu pun menerimanya


tapi,


kemarin secara tiba-tiba gadis itu memutuskan hubungan mereka secara sepihak melalu via telepon


Padahal baru saja Leo akan berusaha memberikan ketulusannya, gadis itu malah membuangnya dan mengacuhkannya


Leo yang merasa gila dan hilang akal, sampai tidak sadar telah melakukan sesuatu yang terlampaui batas dirinya sendiri


Hingga terjadi kericuhan pada hari ini


"Hei .. jangan kasar sama perempuan" Ravin menahan tangan pria itu dari belakang


Tetapi mata Ravin tak bisa lepas menatap wajah Rachel yang masih saja menunjukan ekspresi dingin dan datar itu


Hingga tanpa sengaja mata Rachel yang juga menatapnya kini saling bertemu


"Breng*ek ..!!" umpat Leo tanpa tau siapa orang yang sedang menahannya


Saat ia berbalik, Leo sedikit terkejut saat mendapati orang yang sedang menahannya itu adalah Ravin


Ya Ravin ..


mungkin hampir semua orang di universitas itu kenal pada pria itu


anak salah satu orang berpengaruh di Indonesia sekaligus anak pemilik yayasan universitas itu


"Ravin .. " Leo sedikit merasa terkejut


"Jangan main kasar sama perempuan" ucap Ravin tanpa melepaskan cekalan tanganya pada lengan Leo


"Mending elo gak usah ikut campur deh Ravin, ini urusan gue sama dia" jawab Leo


Mereka saling beradu tatapan tajam


"Tapi gue harus ikut campur"


"Emangnya elo gak malu buat keributan kaya gini dan mau mukul cewek di depan banyak orang?" sambung Ravin


Leo tersentak, melihat ke sekelilingnya tak sadar banyak mahasiswa yang sedang menontonin dirinya bahkan tak segan menjulurkan kamera ponsel mereka untuk merekam kejadian tersebut


Para perempuan bahkan sempat bergumam iri saat melihat Ravin lah yang menolong Rachel


"Masih mau bikin keributan?" tanya Ravin dengan santainya


Leo menarik kuat tangannya dari cengkraman Ravin hingga terlepas


lalu berbalik memandang Rachel


"Urusan kita belum selesai ya Chel, pokoknya gue belum terima keputusan lo" ucap Leo sebelum meninggalkan kantin


Rachel hanya menunjukan sedikit seringai sinis dari ujung bibirnya, membuat Ravin semakin mengerutkan dahinya


"Ini perempuan bener-bener gak ada takutnya"


Usai Leo pergi dari sana, Ravin meminta semua orang bubar dan jangan menyebarkan video atau berita apapun yang mereka rekam


"Rav .. " Nara dan Jojo mendekat ke arah Ravin yang masih berdiri di depan Rachel


Kedua mata Ravin dan Rachel masih belum memutuskan tatapan dalam di antara keduanya


"Rav .. " Nara menyentuh lengan Ravin, membuat Ravin tersadar dan mengalihkan pandangannya ke samping


"Hemm .. ya Nar?" jawab Ravin

__ADS_1


"Kamu gak apa-apa?" tanya Nara dan Ravin hanya menganggukan kepalanya


Sedangkan Rachel menatap datar mereka bertiga secara bergantian


"Eh .. hai Rachel.


Elo gak papa kan? Ada yang luka gak?" tanya Jojo berlagak kenal


Rachel sama sekali tidak menggubris pertanyaan Jojo, dirinya malah mengalihkan pandangannya lalu pergi dari sana tanpa permisi


"Uwwaaahh .. gila gue kira rumor itu cewek dingin cuma di lebih-lebihin aja.


Ternyata aslinya lebih parah, berasa ngomong sama batu gue" gerutu Jojo


"Gak sopan banget sih, udah di tolongin bukannya bilang makasih.


Malah main pergi aja" ucap Nara


Mata Nara melirik ke arah Ravin yang sama sekali tidak merespon ucapanya maupun Jojo


dan


Nara bisa melihat kalau Ravin belum mengalihkan pandangannya dari Rachel


Ia masih menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh


"Rav .. " pukulan kecil Nara di lengannya membuat Ravin tersadar


"Eh .. iya? Kenapa?" tanya Ravin gelagapan


"Kenapa sih?" tanya Nara kesal


"Cantik sih Rav, tapi gak usah sampe segitunya kali ngeliatinnya.


Entar bolong lagi tuh muka nya si Rachel, elu tatap begitu mulu" ledek Jojo


"Apaan sih lo" jawab Ravin menyeringai kecil


"Jangan-jangan elo suka lagi? Love at the first sigh gitu hahaha"


"Love at the first sigh pala lo"


Keduanya bercanda sambil beradu argumen


"Udah-udah ayo makan, bercanda terus" ucap Nara ketus


Ia berjalan lebih dulu menuju meja tempat bisa mereka duduk


Ravin dan Jojo saling pandang dengan bingung, ketika Nara tiba-tiba menjadi ketus


Keduanya saling berbisik, sambil mengikuti Nara dari belakang


"Nara kenapa?" bisik Ravin pada Jojo


Jojo mengerdikan kedua bahunya sama bingung nya


"Mana gue tau. Laper kali" bisik Jojo sambil cekikikan membuat Ravin menjintak kepalanya kesal


*******


Seusainya mata kuliah terakhirnya, Ravin langsung bergegas pulang ke rumah dengan mengendarai mobil miliknya


Waktu kini sudah menunjukan sore hari bahkan menuju petang


Begitu mobil masuk ke garasi mobilnya, Ravin langsung masuk ke dalam rumah


Di ruang keluarga nampaknya seluruh keluarga sedang berkumpul, mungkin hanya dirinya yang pulang terlambat


"Assalamualaikum .. " ucap Ravin saat memasuki rumah


terdengar jawaban salam dari dalam


"Pa .. Ma .. Kek .." Ravin langsung menyalami kedua orang tua dan juga Kakeknya


"Rav sudah pulang?" tanya Kakek Wisnu


"Iyaa Kek .. "


"Kak , kok tumben sore banget pulang nya?" tanya Mama Rara


"Iya Ma, tadi Ravin mampir ke suatu tempat dulu" jawab Ravin sambil mendudukkan tubuhnya di samping Arka


"Papa tumben udah santai jam segini?" tanya Ravin


"Iya hari ini Papa sengaja pulang cepet, kan ini hari spesial" jawab Papa Ken

__ADS_1


"Hari spesial?" Ravin mengerutkan keningnya


"Kakak gak inget?" tanya Arka


Ravin menggeleng kecil, bersamaan dengan itu pekikan nyaring terdengar dari arah tangga


"Kakak ... "


Suara siapa lagi kalau bukan suara si putri kesayangan keluarga ini


Raisa langsung berlari dan memeluk pundak Ravin dari belakang sofa


Ravin reflek menoleh sambil tersenyum, pada gadis kesayangannya yang bergelayut manja itu


"Kok tumben pulang nya sore banget? Kita udah kumpul dari siang juga" ucap Raisa


"Iya tadi Kakak ada perlu dulu, emang ada apa sih kok hari ini pada kumpul sore semua?"


"Kakak gak inget?" tanya Mama Rara


Ravin yang merasa tidak ingat ini hari apa hanya mampu menggelengkan kepalanya


Raisa yang sedang memeluknya dari belakang lalu melepaskan pelukannya sambil mencebik sebal


"Ihh .. masa Kakak gak inget sih. Ini kan hari anniversary pernikahan Papa Mama" ucap Raisa sambil duduk di samping sang Papa


Ken menyambut putri bungsu nya itu kedalam rangkulannya


"Astaghfirullah .. Kakak lupa" ucap Ravin memukul pelan keningnya


"Pacaran mulu sih sama Kak Nara" ledek Arka


"Pacaran apanya anak kecil sotoy" ucap Ravin sambil melempar bantal sofa ke arah Arka


Rara yang melihatnya hanya mampu menggelengkan kepalanya


"Kakak .. "


"Arka .. " tegur Mama Rara saat kedua putranya itu masih saling ledek


"Kak nanti siap-siap ya, kita semua mau makan malam di luar.


Papa udah reservasi restorannya, ajak juga Nara dan Jojo kalo mereka mau" ucap Papa Ken


"Cuma makan malem aja? Gak ada pesta?" tanya Ravin


Biasanya jika hari ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya, Ken sering merayakannya dengan meriah karna berselang beberapa hari setelah ulang tahun sang Mama


"Gak perlu, pesta kecil sambil makan malam aja cukup.


Lagian Mama juga mau rayain nya sama keluarga dan orang terdekat aja" jawab Rara


Ravin menganggukan kepalanya mengerti


"Yaudah, Rav naik ke atas dulu ya Ma. Mau istirahat dulu sebentar" ucap Ravin


Rara dan semua anggota keluarga pun mengiyakan


Ia pun segera bergegas menuju kamarnya di lantai dua


Setelah melemparkan tasnya ke sofa, Ravin langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur king size nya


Pandangannya menatap lurus ke langit-langit kamarnya yang berwarna putih


Saat dia coba memejamkan matanya, tiba-tiba bayangan wajah Rachel terus berkelibat di pikirannya


Wajah cantik dengan tatapan dingin dan datar itu terus terbayang


Ravin mendesah sambil kembali membuka matanya


"Kenapa jadi keinget cewek itu terus" gumam nya


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca


Vote, Like dan Coment


See you next episode ❣️

__ADS_1


__ADS_2