Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 10. Mamanya Adel


__ADS_3

Adelia Calista putra dari bapak Ivan Gunawan, begitu nama orang tua Adel disebut, mama Ayu ibunya Citra merasakan jantungnya berdegub kencang. Tak salah lagi, gadis itu memang putri kandungnya yang pernah ia tinggalkan.


Bunda Mika maju ke depan podium bersama Adel. Mama Ayu merasakan perasaan aneh melihat putrinya menggandeng dan memeluk wanita lain sebagai ibunya.


Setelah pemberian hadiah, dan sertifikat semua bubar ke kelas masing masing untuk menerima hasil ujian mereka.


Mamanya Citra, Daffa dan bunda Mika duduk berdampingan dikelas karena kebetulan anak anak mereka satu kelas.


"Yang tadi putri ibu... "tanya mama Ayu


"Oh... bukan, tapi sudah saya anggap seperti putri saya sendiri. Ia teman anak saya. Kasihan orang tuanya jauh, ia disini cuma sendiri ngekost. "


"Di mana orang tuanya tinggal"


"Menurut yang saya dengar di Sumatera "


"Sepertinya ia sangat dekat sama ibu"


"Mungkin karena ibunya telah meninggalkan ia sejak kecil. Eh... kok saya jadi gosipin Adel, bisa kesedak ntar putri saya itu..ha.. ha


"bunda Mika terkekeh


"Sepertinya ibu sangat menyayangi Adel. "


"Saya hanya memiliki seorang putra.. sejak ia main kerumah saya sudah menyukainya, dia anak yang baik, rajin ,pandai masak dan pintar"

__ADS_1


"Pasti orang tuanya sangat bangga memiliki anak seperti Adel"mama Ayu mengucapkannya sambil menahan air matanya.


Penerimaan hasil nilai ujian semester telah selesai. Bunda Mika mencari keberadaan putranya. Tapi tidak dapat juga ditemui. Sampai bunda di taman sekolah, ia melihat Adel yang menangis. Ia mendekati Adel dan memeluknya.


"Sayang... mengapa menangis.. seharusnya kamu senang menjadi juara di sekolah"


"Bunda Adel sangat rindu sama mama, apa mama sudah tak ingat Adel lagi, apa mama tak merindukan Adel. ...Apa Adel anak yang nakal ya bunda, mengapa mama meninggalkan Adel dan tak pernah mau menemui Adel lagi"Adel berucap sambil terisak.


"Adel... kamu anak yang baik. Jika mama kamu melihat kamu sekarang, pasti ia bangga memiliki putri seperti kamu, bunda saja yang bukan ibu kandungmu sangat bangga dengan mu, mama Adel pasti juga merindukan kamu"


"Jika memang mama merindukan Adel, mengapa mama tak pernah menemui Adel atau menanyakan kabar Adel, apakah mama nggak tahu, setiap malam ketika tidur, Adel selalu menangis, Adel rindu berada dalam pelukan mama... "


"Sayang... sekarang sudah ada bunda. Kamu bisa nginap kapan saja kamu mau, jika kamu merindukan pelukan mamamu, kamu bisa datang ke bunda, bunda akan memelukmu sebagai pengganti mama kamu"


"Bunda... Adel sayang bunda"Adel tambah mempererat pelukannya.


"Tadi Adel sudah bertemu bunda... Daffa nggak bisa dekat dekat Adel, nanti mama Daffa tahu hubungan kami, bunda juga tahu kan kalau Daffa tak boleh pacaran... Adel nggak mau Daffa nanti dimarahi mamanya. "


"Coba saja yang kamu cintai Mika, pasti bunda langsung merestui hubungan kalian... mau nikah muda juga bunda tak akan menghalangi, mama Daffa belum mengenal kamu saja... jika sudah kenal pasti ia juga menyukaimu. Kamu sabar ya sayang... Daffa pasti nanti akan mengenalkan kamu dengan keluarganya. Bunda rasanya tadi pengen banget ngenalin kamu dengan mama nya Daffa"


"Bunda... mama Daffa nggak salah... mungkin mama nya takut Daffa jadi malas dan melupakan pelajarannya jika pacaran sekarang. Bunda mengenal dekat mama Daffa kan, ia wanita yang baik bukan"


"Hhmmmm... selama bunda mengenalnya ia cukup baik, bagaimaana kalau kamu nginap di rumah bunda saja ya"


"Bunda....nggak usah. Kapan kapan Adel pasti akan menginap juga... "

__ADS_1


"Apa kamu mau pulang selama liburan"


"Nggak bun, jika Adel pulang, dimana Adel akan menginap. Mama tiri Adel tak suka jika tinggal bersamaku"


"Kalau begitu selama liburan kamu harus nginap di rumah bunda. Kamu bisa pulang sekarang ke kost an mengambil pakaian. Bantu bunda di toko ya selama liburan.Kali ini tak ada bantahan... "


"Baik lah bunda... aku ambil pakaian dulu"


"Sekarang kita pulang saja... Mika entah dimana anak itu sekarang"


"Bunda pulang sendiri saja... atau biar aku pulang sama bunda saja dulu. Sore baru ke kost ngambil pakaian. Kasihan bunda harus pulang sendirian "


"Bunda nggak apa apa pulang sendiri... dari pada kamu harus bolak balik, capek jadinya. Bunda duluan ya... "ucap Bunda ketika ada taksi dan meninggalkan Adel sendirian .


Adel berjalan menuju ke tempat kost nya. Ketika ia sedang berjalan, ia melihat mobil lewat disampingnya, didalam mobil itu tampak ibunya Citra atau mama kandungnya yang sedang mengemudi dan disebelahnya duduk mama Daffa.


Sedangkan mobil yang dibelakang mengiringi mobil itu tampak duduk di kemudi Daffa dan disampingya Citra. Hati Adel ada sedikit cemburu, tapi ia langsung menepisnya.


"Beruntungnya Citra... ia disayangi mama,sedangkan aku anak kandungnya sendiri dicampakannya. Berarti mama menikah lagi dengan papanya Citra. Dan tadi kelihatan nya mama Daffa sangat akrab dengan mama... Mungkin Daffa pergi bersama Citra karena permintaan mamanya... aku tak boleh curiga dan cemburu "gumam Adel sambil berjalan menuju kost nya.


Adel mengambil beberapa pasang pakaiannya.


"Mungkin memang lebih baik aku nginap dan membantu bunda, dengan kesibukan nanti aku harap dapat melupakan mama yang tak pernah menganggap aku anaknya ada... "


****************************

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novel ini.


__ADS_2