Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 24. Di rumah sakit


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul delapan malam. Bunda belum juga sampai.


"Mik... kok bunda belum juga sampai ya... coba kamu hubungi.. aku jadi kuatir"


"Bunda sudah menghubungi aku, ia mampir dulu ke toko. Karena aku bilang kamu sudah agak baikan"


"Apa mama tiri aku ngizinin papa ya... "Adel bergumam sendiri


"Pastilah... lagi pula mana bisa ia menghalangi papamu menemui anaknya sendiri... "


"Tapi mama.. nggak pernah menemuiku.. "


"Itu karena memang mama mu yang tak ada niat bertemu kamu... Ayah aku sering ingin bertemu, tapi aku nya yang malas. Aku selalu meminta uang belanjaku ditransfer dari.pada aku harus datang dan bertemu... "


"Mika... nggak boleh gitu.. siapa tahu ayah merindukanmu... "


"Jika ia rindu... ayah yang harus datang padaku, bukan aku yang datang menemuinya... "


"Kalau saja mama yang meminta aku datang menemuinya... aku akan datang segera dengan senang hati, tapi kamu benar Mik... mama tak ada niat ingin bertemu aku .."


"Tapi bunda selalu saja ingin bertemu putri bunda... "ucap bunda


"Bundaaa.... kok bisa masuk tanpa aku sadari"Adel memeluk bunda erat


"Kamu keasyikan ngobrol sampai nggak sadar bundanya datang... "


"Bunda... Adel sayang bunda"


"Bunda juga sayang kamu... "bunda mengecup pipi Adel..


"Jangan dicium bunda... Adel bau... belum mandi"


"Masih wangi kok... tapi kok bau parfum nya jadi beda.. seperti bau parfum Mika... "goda bunda


"Tentu saja bunda... aku kan menggendong Adel ke rumah sakit"jawab Mika


"Kamu memang kakak yang baik... bunda nggak mau dengar besok besok asam lambungmu naik karena nggak makan... "


"Bundaa... "ucap Adel manja. Ia merasa memiliki seorang ibu lagi.


"Kalau kamu capek,jangan masak.. kamu bisa ke toko. Bunda juga masak disana. "


"Bukan karena malas atau capek masak bun... Adel itu nggak makan karena mikirin seorang cowok "


"Betul itu sayang... siapa yang kamu pikirkan... sudah ada Mika yang sangat ganteng masih mikirin cowok lain.. "Bunda masih menggoda Adel


"Mika bohong bunda... Adel memang memikirkan seseorang tapi itu papa .."


"Gue benar dong... kan lu mikirin cowok.. papa lu kan cowok.. "


"Kamu sudah makan Mik... "


"Sudah... siang tadi.. "

__ADS_1


"Tuh kan... bisanya ngomongin Adel.. kamu sendiri telat makan.. "


"Aku kan karena mikirin kamu... "ucap Mika keceplosan, membuat wajah Adel memerah mendengarnya.


"Sekarang kamu beli makanan di kantin... nanti siapa yang tunggu Adel disini. Kamu apa bunda.. "


"Biar Mika saja... bunda istirahat. Kebetulan besok libur.. kan tanggal merah "


"Oke... sekarang kamu beli makanan.. baru setelah itu bunda pulang "


Mika pergi ke kantin dan membeli nasi uduk beserta lauknya. Setelah Mika sampai di kamar, bunda pamit pulang karena mau istirahat. Bunda capek karena tadi ke Bandung bunda menyetir sendiri mobilnya. .. Ia makan di kamar tempat Adel di rawat.


"Ngapa lihat lihat gue makan... ngiler.. mau lu"ucap Mika melihat Adel memperhatikannya makan


Adel menganggukkan kepalanya. Mika membawa makanan ke tempat tidur Adel.


"Nih... tapi nggak boleh pakai sambal dulu... nanti perutnya sakit"Mika menyuapi nasi ke mulut Adel.


"Udah ah.... nanti kamu nggak kenyang"ucap Adel setelah beberapa suap.


"Bisa beli lagi... "


"Kamu nggak akan mau beli lagi... "


"Sudah.. nih makan saja lagi"Mika menyodorkan sendok yang berisi nasi kemulut Adel


"Nggak mau... Adel mau ke kamar mandi. Mau gosok gigi.. mata sudah ngantuk mau tidur. "ucap Adel.


Mika membantu Adel ke kamar mandi..


"Kamu bisa sendiri.. "


"Memangnya kalau nggak bisa... kamu mau apa.. nggak mungkin juga aku minta kamu.. "


"He.. he... aku tunggu diluar ya.. "


Setelah Adel menyikat giginya... Mika pun ikut menyikat gigi. Setelah itu Adel tidur. Mika tidur di sofa yang ada di dalam kamar rawat ini. Tengah malam Mika terbangun. Udara yang dingin membuat ia pindah tidur ke tempat Adel berbaring. Mika tidur miring sambil memeluk Adel yang memang juga tidur miring.


Ketika pagi Adel terbangun dan ingin menggerakan badannya, ia merasakan ada seseorang memeluk tubuhnya erat. Adel melihay tangan yang melingkar diperutnya, ia tahu itu tangan Mika. Adel akhirnya diam. Tak ingin membangunkan Mika.


"Pasti kamu capek banget... seharian mengurus Adel. "


Mika dan Adel membuka mata mereka ketika mendengar pintu kamar yang dibuka. Mika langsung duduk ditepi ranjang. Ternyata perawat yang datang membawa sarapan dan obat buat Adel.


"Selamat Pagi Adel... bagaimana keadaan nya. Pasti sudah baikan ya... habis ditemani pacar terus... "goda perawat itu.


"Selamat pagi suster... alhamdulillah sudah agak baikan. Perut Adel nggak begitu sakit lagi"


"Ini sarapannya dimakan ya... jangan telat lagi"


"Terima kasih suster "


"Sama sama... "

__ADS_1


Setelah perawat pergi... Mika masuk kamar mandi ia membasuh wajah dan menggosok giginya.


Bunda datang membawa pakaian ganti buat Mika. Bunda menjaga Adel dan membantu membersihkan tubuh Adel dan mengganti pakaiannya dengan baju pasien yang tadi dibawakan perawat, sementara itu Mika mandi.


Terdengar suara pintu diketuk...


"Ya tunggu sebentar.. . "jawab bunda sambil membukakan pintu


Seorang pria masuk dan bertanya dengan bunda...


"Apakah betul ini kamar rawat Adelia"


"Betul pak... "


"Oh kenalkan saya papanya Adel"


"Papanya Adel... silakan masuk"


Papa Adel masuk ke kamar, Adel yang melihat siapa yang datang langsung berteriak..


"Papaaa.... Adel kangen"ucap Adel merentangkan tangannya minta dipeluk.


"Sayang... papa juga kangen banget"


"Papaa... "ucap Adel menangis dipelukan papanya..


"Sakit apa sayang... asam lambung kamu kambuh lagi.. "ucap papa sambil mengecup kepala Adel


"Papa... Adel kira papa nggak mau bertemu Adel... "


"Mana mungkin papa nggak mau bertemu putrinya... kamu yang tak mau pulang menemui papa... apa kamu marah dengan papa... "


"Mengapa Adel harus marah dengan papa.. "


"Syukurlah kalau kamu nggak marah... "


"Papa datang sama siapa... sendirian"


"Ya... mama kamu nggak bisa ikut karena butik yang baru dibukanya nggak mungkin ditinggalkan.. "


"Bukan nggak mau ikut papaa... mama tiriku itu tak pernah menyukaiku.. entah apa salah ku"


"Butik... memang nya mama buka butik... "


"Ya... mama minta papa bukan sebuah butik buatnya, agar ia tak suntuk dirumah sendirian"


"Wuihh... papa sudah banyak ya uangnya"


"Alhamdulillah sayang... kamu mau apa... nanti papa buatkan juga. Mau buka butik juga"


"Nggak pa... aku masih sekolah... belum kepikiran mau buka usaha apa"


"Pantas kamu yang usianya masih muda mau sama papaku... ternyata mama tiriku tahu kalau keuangan papa yang lagi naik... sekarang kamu tinggal minta apa saja... dengan papa Adel... pasti dibeliin"

__ADS_1


*************************************


Terima kasih buat yang telah membaca novel ini. Mampir juga di novel ku yang berjudul ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


__ADS_2